BARSHA

BARSHA
#23



" pa tau nggak kalo Shail udah punya cewek pa "


" oh ya ? Bagus lah kalau begitu ma, jadi kita bisa cepat cepat gendong cucu " girang Vernon


" iya biar opa juga cepat cepat gendong buyut, mumpung opa masih hidup " ucap Hartomo ikut menimpali dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Melihat hal itu, Arsha kemudian memeluk Hartomo sekilas, dia menatap wajah kakeknya itu dalam dalam, terlihat sangat jelas ada kesedihan di dalam sana.


" jangan seih opa, jangan buat Arsha juga ikut sedih " ucap Arsha sembari mengusap usap punggung Hartomo.


" Arsha..... opa ini sudah tua, kita juga tidak tahu sampai mana umur opa "


" kalau begitu Arsha bakal bikin opa selalu bahagia biar opa nggak setres biar opa enjoy for life, biar nanti kalo udah waktunya bang Shail nikah opa bisa hadir sebagai saksi disana. Begitupun dengan pernikahan bang Ardian dan juga Arsha. Iya nggak pa " ucap Arsha menenangkan Hartomo.


" opa pasti baik baik aja, tanang ya tunggu calon cucu perempuan kakek ada waktu luang, Shail ajak dia kesini " jelas Shail.


Setelah berbicara seperti itu, akhirnya mereka turun kecuali Arsha untuk makan malam.


Pagi pun tiba, terlihat samar sama cahaya terang masuk kedalam pandangan mata Arsha, dia belum membuka matanya dengan sempurna. Setelah dia berusaha membuka matanya lebar lebar, dia merasa pandangan matanya seperti kabur dia juga merasa sedikit pusing.


Arsha menormalkan nafasnya, di tepisnya jauh jauh rasa. Pusing itu, dia tidak mau sampai harus tidak masuk sekolah karna dia masih merasa pusing, hari ini adalah bimbel hari kedua. Akan sangat di sayangkan jika Arsha alfa untuk tidak mengikutinya.


Dia kemudian bangun, bangkit dari ranjangnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk mandi pagi. Setelah selesai dia tidak lupa memakai seragam, hari ini dia memakai seragam berwarna coklat tak lupa juga dia memakai hoodie yang cukup tebal, karna entah kepana cuaca hari ini cukup dingin menurutnya.


Setelah selesai dengan segala ritual yang wajib Arsha lakukan sebelum berangkat sekolah akhirnya dia turun kebawah untuk sarapan. Disana sudah ada Vernon, Hartomo, Berryl, Shail dan juga Ardian.


" kamu udah nggak pusinh dek " tanya Shail yang melihat adik perempuannya sudah rapi untuk sekolah.


" udah lumayan si bang " jawab Arsha sembari mendudukkan bokongnya di kursi sebelah Ardian.


" nanti papa yang anterin ya sekalian papa mau nganterin opa pulang "


" nggak nginep disini lagi opa? "


" besok opa harus ke Jepang sayang, mau ketemu klien penting disana "


" oh gitu, Arsha nggak di ajak nih. Katanya Arsha mau di ajakin jalan jalan berdua aja kalo opa udah sembuh "


" ya jangan besok dong. Kalo kamu ikut ke Jepang besok nanti kamu malah nggak jadi seneng seneng tapi malah pusing ikut mikirin kerjaan opa disana. Mending kamu fokus ke ujian kamu dulu ya " jelas Hartomo panjang lebar


Mereka akhirnya memutuskan untuk melanjutkan sarapan mereka dengan tenang. Setelah selesai sarapan semua orang pergi dengan tujuan masing masing, Ardian dan Shail pergi kekantor yang sama, Berryl pergi ke butik, sedangkan Vernon pergi mengantar putrinya dan juga ayahnya.


Benar benar orang yang sangat sibuk.


" ternyata lho punya mobil bagus juga ya, gue kira lho nggak bakal punya. Atau jangan jangan itu cuma orang baik hati yang mau kasih lho tumpangan, hahaha..... " ejek Caira.


Arsha diam saja ketika Caura berbiacara seperti itu, dia tidak mau membuang buang tenaganya untuk meladeni orang yang tidak penting seperti Caira. Arsha pergi begitu saja meninggalkan Caira dan Selvia yang masih tertawa. Dia merasa sedikit pusing jika lama lama berdiri.


" Sha " teriak Inggrid ketika melihat Arsha berjalan ke dalam.kelas dengan wajah yang sedikit memucat.


Di hampirinya ketiga sahabatnya itu, dia kemudian duduk lalu bersandar di atas meja untuk meredakan pusing yang dia rasakan.


" kuta nggak tahu kalo lho pulang karna sakit, sorry ya kemaren kita nggak jengukin lho " ucap Caera.


" iya nggak papa kok, emmmm Ra bisa tolongin ambilin minyak kayu putih di UKS nggak kepala gue pusing banget nih " pinta Arsha yang mencoba untuk tetap terlihat baik baik saja padahal dia merasa sangat pusing.


" sama lho aja kesana yuk, tu lho udah pucet bnget Sha "


" nggak gue mau ikut bimbel Fa, udah cepet ambilin ya " kekek Arsha.


Akhirnya Caera bergegas menuju UKS untuk mengambil minyak kayu putih. Ketika sedang menunggu kedatangan Caera tiba tiba saja Alex datang keruang MIPA II.


Alex melihat Arsha yang sedang duduk bersandar di meja, di dekatinya kekasihnya itu, di belainya lembut rambut Arsha.


" Sha lho kenapa " tanya Alex pelan, dia tahu kalo Arsha pasti sedang tidak baik baik saja.


Mendengar suara Alex seketika itu Arsha langsung bangkut dari duduknya yang membuat Alex, Faizah dan juga Inggrid sontak kaget dan langsunv ikut berdiri. Di peluknya Alex oleh Arsha, disaat itu juga ada dua pasang mata yang sengaja mengintip dari balik pintu.


Alex yang kaget dengan sikap Arsha yang tiba tiba memeluknya kaget, dia diam namun sepercekian detik kemudian dia ikut membalas pelukan Arsha, di belainya rampung panjang Arsha yang waktu itu sengaja Arsha gerai dengan penuh kasih sayang.


" maaf ya kemaren aku nggak ngabarin kamu dan nggak cari keberadaan kamu dimana. Aku kemaren lagi ada turnamen dan itu mendadak banget " jelas Alex yang tahu bahwa kekasihnyaitu sedang menghawatirkannya.


" nggakpapa kok, yang penting kamu sekarang baik baik aja " jawab Arsha sembari melepas pelukannya.


" kamu okay ? " tanya Alex yang melihat wajah Arsha begitu pucat.


Belum sempat menjawab pertanyaan Alex tiba tiba saja Arsha tidak bisa mengendalikan tubuhnya al hasil dia jatuh pingsan. Sontak Alex, Faizah dan Inggrid kaget, Caera yang baru saja tiba di kelas juga kaget dan segera menghampirinya.


" cepet Lex bawa Arsha ke UKS " pinta Faizah panik.


Alex akhirnya menggendong Arsha ala bridel style menuju UKS, disana dia membaringkan tubuh mungil Arsha dengan perlahan. Setelah itu Alex keluar karna Arsha sedang di tangani oleh PMR yang sedang bertugas.


Laex mondar mandir di depan UKS, hatinya sedikit tidak tanang untuk meninggalkan Arsha sendirian tanpa ada yang menemani karna waktu itu bimbel sudah di mulai. Karna gelisah akhirnya dia memutuskan untuk stay di UKS, dia berjaga jaga siapa tahu Arsha membutuhkannya. Dia jugatak lupa untuk meminta izin kepada guru BK agar tidak mengikuti bimbel hari itu.