
Alex baru selesai dengan turnamennya, dia kemudian bergegas berganti pakaian dia juga tak lupa mengecek handphone-nya, dia berniat untuk mengabari Arsha.
Setelah dia menghidupkan handphone-nya itu betapa terkejutnya karna banyak sekali notifikasi telfon dari Arsha, dia kemudian bergegas menelfon Arsha kembali. Tapi tak kunjung ada jawaban juga.
Ya hari sudah menunjukan pukul 23.40 mungkin kini Arsha sudah terlelap.
Sebelum itu, di Jakarta..........
Arsha kembali naik ke ranjang dan memeluk Ardian, ada sedikit rasa kecewa dan khawatir pada Alex. Dia kecewa karna ternyata Alex tidak mencari keberadaanya tapi dia juga khawatir karna Alex tidak dapat di hubungi sama sekali. Padahal sekarang masih jam setengah sembilan.
" kenapa cemberut gitu. Kan udah ngabarin pacarnya " goda Shail ketika mendapati adek perempuannya itu sedang menekuk wajah cantiknya.
" Arsha laper bang " elak Arsha
" bentar lagi mama juga naik dek, tahan.... Nah tu baru aja ni bilangin " ucap Ardian melihat ibunya datang membawa satu buah mangkuk dan satu gelas susu putih.
" pasti udah laper banget ya. Makanya jangan di peluk terus adeknya Ar nanti jadi tuman. Dia itu sebenernya nggak sakit enggak cuma lagi pingin di manja aja sama kamu " goda Berryl kepada Arsha sembari menyuapi anak perempuannya itu.
" apa si ma, nggak kok Arsha nggak sakit enggak, cuma agak capek aja " bela Arsha.
" anak anak mama udah pada gede gede, apa lagi bang Shail sama bang Ardian. Kalian belum mau cari pasangan apa dan kalian juga nggak pingin kasih cucu buat mama apa. Kalian nggak takut kalo mama. Udah nggak ada sebelum kalian menikah dan kasi mama cucu " ucap Berryl mengingat bahwa kedua putranya ini sudah besar dan umurnya semakin hari semakin tua.
" ma.... nggak boleh gitu dosa ahh. Nanti juga bang Shail sama bang Ardian cepet cari jodoh secara mereka itu ganteng dan juga kaya. Siapa juga yang nggak mau sama mereka. Kalo mau nih ya ma temen temen Arsha juga udab banyak yang antri tu disana " Arsha mencoba untuk mencairkan suasana ruangan yang cukup dingin.
" sembarangan aja kamu kalo ngomong dek ". Ucap Shail tak terima. " ma Shail tu udah punya cewek, nanti juga bakal Shail kenalin ke semuanya. Cuma Shail masih butuh waktu yang tepat buat ngenalin dia ke kalian, dia juga lagi sibuk sama kuliahnya ma " sambung Shail.
" beneran? " tanya Berryl semabgat setelah mendengar jawaban dari Shail. Dan Ardian hanya menyimak, dia sedikit sensitif jika sudah memperbincangkan masalah perempuan. Pasalnya dia dulu sudah pernah di buat kecewa oleh perempuan yang benar benar dia cintai.
Melihat kebungkaman Ardian, Arsha segera memeluknya. Dia tahu bahwa Ardian cukup sensitif jika sudah membicarakan hal hal seperti ini. Tapi hebatnya dia tidak pernah menampakkan hal tersebut, dia hanya diam saja.
" beneran ma, makanya mama harus sehat biar bisa liat calon menantu mama suatu hari nanti kalau dia udah ada waktu luang. Mama pasti setuju sama pilihan Shail "
" mama tunggu ya "
Arsha mengalihkan pembicaraan kedua orang itu, dia tidak mau hati Ardian terluka karna mengingat kejadian itu. Perempuan yang tidak punya malu itu dengan begitu arogannya dia meminta agar Ardian memberikan seluhur hartanya jika mereka telah menikah, dia juga menuduh Ardian berselingkuh dengan perempuan miskin dan pada akhirnya dia juga yang ketahuan selingkuh.
Waktu itu seluruh keluarga besar Arsha sudah mengetahui tentang gadis itu, mereka juga setuju jika Ardian segera menikah dengannya. Tapi tanpa di duga perempuan itu bicara jika Ardian berselingkuh dengan perempuan miskin yang membuat seluruh keluarga besar marah pada Ardian sampai berbulan bulan mereka seperti mengucilkan Ardian, mereka terus mengungkit kejadian itu sampai pada suatu hari akhirnya kebohongan wanita itu terbongkar, dan dia juga ketahuan selingkuh.
Betapa sakitnya Ardian mendengar dan merasakan hal tersebut, dan akhirnya membuat Ardian menjadi seorang yang begitu dingin.
" mama belum selesai nyuapin Arsha, Arsha masih laper " rengek Arsha mengalihkan pembicaraan antara Berryl dan Shail.
" eh iya sayang " Berryl kaget ketika dia Arsha berbicara seperti itu karna dia terlalu asik memperbincangkan gadisnya Shail. Berryl kemudian menyuapi Arsha kembali.
" bang ambilin susu dong " pinta Arsha kepada Shail. Shail kemudian bangkit dan mengambil susu yang Arsha minta.
Tak berselang lama Vernon dan Hrtomo tiba di rumah, mereka membuka kamar Arsha dan akhirnya masuk. Terlihat disana Berryl sedang menyuapi Arsha, sedangkan Ardian dan Shail hanya memperhatikan.
" halo cucu kesayangan opa " ucap Hartomo yang sedikit berteriak dan berlari kecil menghampiri Arsha.
" eh halo opa " balas Arsha kegirangan.
Hartomo dan Vernon akhirnya ikut bergabung duduk bersama di atas ranjang.
Untung ranjang Arsha besar jadi muat untuk semuanya guys, kalo bisa satu RT juga muat😂