
Alex yang waktu ingin ingin mengajak Arsha menonton bioskop hanya bisa membayangkannya saja, dia akhirnya pulang dengan tidak semangat pasalnya Arsha pulang tanpa sepengetahuan Caera, Faizah dan juga Inggrid jadi Alex tidak mendapat informasi apapun tentangnya. Arsha juga tidak berpamitan jika akan pulang dia juga tidak mengabari Alex di cat maupun di telfon.
Sebenarnya hati Alex gelisah takut terjadi apa apa terhadap Arsha tapi dia tidak bisa berkunjung kerumahnya. Karna dia masih ada urusan. Dia harus segera berangkat ke Yogya untuk pertandingan basket bersama ke empat sahabatnya yaitu Agam, Daffa, Balin dan juga Cavan. Sementara Endra belum bisa mengikuti pertandingan karna dia baru saja sembuh dari lukanya.
" semoga nggak terjadi apa apa sama kamu Sha " gumam Alex, dia akhirnya berangkat ke Yogya bersama keempat sahabatnya menggunakan mobil pribadi tak lupa juga dia mengirim pesan singkat kepada Arsha.
Mereka berangkat dari Jakarta sekitar jam satu siang dan mereka akan sampai di Yogya waktu malam tiba karna perjalanan memakan waktu 8 jam lebih.
* disisi lain
Arsha masih tertidur pulas di temani Ardian disana, Ardian duduk si sofa yang memang sudah ada di dalam kamar Arsha tidak lupa juga dia membaca buku.
Dilihatnya Arsha, walaupun sedang tertidur pulas kecantikan yang di pancarkan oleh Arsha masih ada, dia cantik di posisi apapun.
Di dalam tidurnya Arsha bermimpi seperti bertemu dengan seseorang, tapi seseorang itu sedang bersanding di atas pelaminan bersama dengan seorang wanita yang Arsha tidak tahu. Arsha tidak melihat dengan jelas raut muka dari kedua orang itu.
Masih di dalam mimpinya, dia memperhatikan seksama dua orang yang masih duduk di atas pelaminan tiba tiba saja di tepuk pundaknya oleh seseorang, orang itu sangat Arsha kenal dia adalah sahabatnya Inggrid.
Inggrid bingung, dia tidak tahu apakah Arsha tahu atau tidak tapi seseorang yang di anggap orang lain itu adalah Alex.
Ya di dalam mimpi Arsha, Alex lah yang sedang berada di atas pelaminan tersebut tapi tidak tahu dia sedang bersanding dengan siapa. Arsha sendiri saja tidak tahu bahwa itu Alex atau bukan.
Tiba tiba saja Arsha terbangun dari tidurnya, dia terlihat seperti orang habis lari maraton. Keringat bercucuran keluar dari dalam tubuhnya.
Ardian melihat hal itu kemudian berjalan mendekati Arsha yang terlihat masih mengatur nafasnya.
Di pegangnya tangan Arsha, terasa sedikit dingin, di usapnya perlahan sampai Arsha tenang. Setelah merasa sedikit tenang Arsha kemudian memeluk tubuh Ardian sembari menangis, Ardian hanya diam saja seperti biasa dia akan membiarkan Arsha jika dia sedang menangis dan memeluknya. Itu pasti akan sangat nyaman bagi siapapun.
Kini Ardian berganti mengusap puncak kepala Arsha, di usapnya dengan rasa sayang sambil terus mengucapkan " tenang ya tenang ada abang disi " selalu sampai Arsha tertidur kembali.
Setelah merasa tidak lagi ada isakan akibat tangisan Arsha, Ardian sadar bahwa adiknua itu kembali tertidur. Di tidurkannya. Kembali Arsha oleh Ardian, tidak lupa dia menyelimuti tubuh mungil Arsha.
Ardian kembali duduk dan membaca buku, dia tidak mau meninggalkan Arsha sendirian karna takut hal seperti demikian akan kembali terulang. Memang jika Arsha sedang sakit dia akan sesekali terbangun dari tidurnya dan tiba tiba saja menangis.