
kini Alex, Shail, Ardian, Berryl dan juga Vernon sudah berada di meja makan rumah keluarga Vernon yang tak lain keluarga Arsha juga. Tadi setelah mengobrol ringan dengan kedua kakak Arsha tiba tiba saja Berryl dan Vernon pulang untungnya mereka tidak terlalu peduli dengan kehadiran Alex disisi Arsha kenapa begitu? Ya karna Ardian sudah mengirim informasi tersebut di grup keluarga. Tidak lupa bukan ?
" ayo makan nak Alex " ucap Berryl yang melihat makanan yang ada di dalam piring Alex di biarkan menganggur.
" eh, iya iya tante. Maaf Alex melamun " jawab Alex kikuk.
" udah makan di habisin, kalo kelamaan nanti bisa bisa Arsha nangis kejer " ucap Vernon memecah keheningan.
* skip pagi
Arsha masih terlelap, lihat jam masih menunjukan pukul lima pagi. Gadis yang kini masih di bungkus oleh selimut berwarna abu abu muda kini terlihat sedang menggeliat. Arsha kini sudah setengah terbuka setengah tertutup matanya, nyawanya juga seperti baru setengah terkumpul membuatnya enggan turun dari ranjang.
Alex sudah pulang pagi pagi sekali, katanya sih mau mandi di rumah aja soalnya seragam sekolah hari ini udah beda udah nggak kayak kemaren.
" huaaaa........ " Arsha mengulet untuk melemaskan otot otot pada tubuhnya, malam tadi dia merasa sedikit tidak nyaman saat tidur karna dia tidak menemukan siapapun yang memeluknya untuk menemani tidur. Tapi karena masih pusing jadi Arsha paksa untuk tetep terlelap, alhasil badan Arsha terasa sedikit tidak nyaman.
Panas Arsha sudah turun karna tadi sebelum Alex pulang kerumah dia sempat mengompres dahi Arsha.
Arsha bergegas menuju kamar mandi, setelah selesai dengan segala ritual paginya dia segera turun untuk sarapan di meja makan. Terlihat semuanya terdiam, tidak seperti biasanya.
" pagi ma, pa, bang " sapa Arsha ketika mendapati mereka yang terdiam seperti patung dia kemudian duduk....... Tidak ada jawaban dari siapapun
" kenapa ma kok bengong gitu " tanya Arsha kepada Berryl yang terlihat masih merenung.
" non sini biar bibi aja yang ngambilin makannya ya " ucap Bi Inah asisten rumah tangga yang sudah berpuluh puluh tahun bekerja di rumah Arsha.
" pada kenapa si bi "
" bibi juga nggak tahu non, udah mending sarapan aja nanti telat masuk sekolah lho, tu udah siang " jawab Bi Inah sembari menunjuk jam yang ada di sana. Arsha hanya mengangguk angguk saja.
Setelah sampai di sekolah Arsha tidak langsung pergi ke kelas nya, tapi dia dan ketiga sahabatnya pergi ke ruang BK karna ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan pada Bu Siti.
" ada apa " tanya Bu Siti yang aneh melihat ke empatnya.
" ada perlu buk " jawab Faizah, akhirnya mereka di perbolehkan masuk.
" jadi ada perlu apa kalian kesini "
" kita mau minta izin sama ibu untuk ajukan perintah kepada kepala sekolah agar gudang belakang di kosongkan "
" kenapa begitu "
" karna ada suatu rahasia disana bu, ini harus segera di selesaikan sebelum ada yang mengetahui "
" kalau begitu kenapa nggak kamu aja Arsha yang bilang sama papa kamu buat ngomong langsung sama kepala sekolah "
" nggak bisa buk, kalo saya bilang sama papa saya nanti masalahnya akan semakin rumit. Karna ini nggak ada hubungannya sama papa saya buk. Ini hubungannya sama Pak Very si kepala sekolah sialan itu "
" emangnya ada apa disana si sampe kalian minta ibuk untuk langsung bilang sama Pak Very "
" itu nggak penting buk, yang terpenting sekarang adalah ibuk tolong yakinkan Pak Very supaya mau mengosongkan gudan itu dulu. Setelah gudang selesai nanti kita bisa kasih tahu ibuk apa yang sebenarnya terjadi "
" tapi ibu nggak bisa janjiin itu ya, kalian tahu sendiri bukan bagaimana sifat dari pak Very "
" ya kami mempercayakan semua ini sama ibuk. Kalo gitu kami permisi dulu ya buk "
" baiklah kalian tunggu kabar baiknya ya "
Setelai selesai berurusan bersama Bu Siti, mereka kembali ke kelas MIPA II.