
Arsha sedang bersiap siap untuk berangkat sekolah, dipakainya seragam biru putih, dia juka tidak lupa untuk sedikit memoles wajahnya agar terlihat cantik. Di dikuncirnya menjadi dua rambut panjangnya, tak lupa juga dia memasang jepit rambut berbentuk sapi.
Setelah dirasa sempurna penampilannya, kini dia beralih kemeja belajar. Dia memasukkan 3 buku tulis, 2 buah pulpen dan 1 buku paket ke dalam tas nya. Kemudian dia bergegas turun.
Hari ini tidak ada sarapan bersama karna seluruh anggota keluarganya masih berada di rumah sakit, Arsha sendiri pulang pagi pagi sekali di temani oleh Ardian.
" pagi non " sapa para pelayan yang tidak sengaja berpapasan dengannya.
"pagi bi " balas Arsha.
Dia segera berlari ke dalam garasi, dia menyalakan motornya dan tak lupa pula dia memakai helm, setelah itu Arsha menancap gas motornya dalam dalam menuju sekolah. 15 menit kemudian Arsha sampai si sekolahnya, terlihat seperti biasa. Tidak ada hal yang menarik perhatiannya kecuali.........
' apaantuh ' batin Arsha sembari berjalan menuju sesuatu yang menyita perhatiannya.
Ramai sorak riuh dari siswa maupun siswi menjalar di seluruh penjuru sekolah. Bener besar yang bertuliskan *AKU SAYANG ALEX* tengah terpampang dengan jelas disana.
Arsha hanya acuh tak acuh, dia sudah tahu siapa pelaku di balik itu. Dia kemudian berbelok arah menuju ruang kelasnya. Setibanya Arsha disana, dia melihat Caera, Faizah dan juga Inggrid yang sedang mengobrol.
" haii guys " disapa ketiga sahabtanya oleh Arsha
" eh hallo Sha, sini gabung " jawab Caera sembari melambai lambaikan tangan agar Arsha ikut bergabung.
" gue punya pertanyaan buat lho sini cepetan duduk "
" apa " tanya Arsha sembari mendudukkan bokongnya di samping Faizah.
" lho udah jadian ya sama Alex "
" husttt jangan kenceng kenceng kenapa si". Ucap Arsha sambil menutup mulut Caera meggunakan tangannya. " kalian tahu dari mana ? " sambung Arsha.
" lho nggak buka grup semalem? "
" nggak "
" jadi kemaren tu Endra sempet ngabarin kita di grup dia bilang hari ini dia belum bisa berangkat "
" terus? "
" Endra juga sempet pesen sama kita buat jaga jaga kalo misalnya Caira ada ngelakuin sesuatu. Soalnya kata Endra kemaren siang Caira itu sempet ngancem dia. Jadi dia bilang tu sama kita panjang kali lebar, lho buka aja di grup biar jelas "
" nggak nggak males gue, udah lanjut aja "
" nah sebenernya itu tujuan dia pindah kesini kata Endra itu cuma mau dapetin hatinya Alex makanya dia pindah jauh jauh dari Amerika. Sebelumnya si nggak ada respon apa apa dari Alex. Karna kayaknya dia udah tahu tentang ini, nah pas udang di penghujung obrolan kita di grup nih ya tiba tiba aja dia bilang kalo lho berdua udah jadian" jelas Caera panjang kali lebar.
" oh gitu "
" udah oh gitu doang? "
" ya gimana "
Kesal karna jawaban yang di lontarkan Arsha kurang memuaskan, seketika itu Caera memukul kepala Arsha menggunakan buku paket yanh lumayan tebal.
* plakkkk......... Suara buku paket yang tepat sasaran mendarat di kepala Arsha.
" lho berani beraninya mukul gue " geram Arsha
" ya makanya kalo ngejawab itu yang bener " gerutu Caera.
" iya, emang gue udah jadian sama Alex. Puas!!! " jawab aja sembari mengusap usap bekas pukulan buku paket tadi.
" Arsha ". Panggil seseorang, dia terus memanggil nama Arsha sambil berlari menghampirinya. " lo di panggil sama guru BK " sambungnya.
" lah gue di panggil kenapa? "
" nggak tahu pokoknya lu di suruh ke ruang BK "
" ya udah thanks ya " ucap Arsha sembari keluar menuju ruang BK
Setelah sampai di depan ruang BK, Arsha mengetuk pintu
*tok...tok...tok...tok suara ketukan pintu, sedetik kemudian pintu terbuka. Terlihat satu orang guru sedang berdiri di dalam ruangan, dia Bu Siti guru BK yang di takuti semua siswa, tapi tidak dengan Arsha.
Arsha kemudian masuk dan langsung saja duduk tanpa di suruh oleh bu Siti.
" kamu nggak tahu apa kesalahan kamu " bu siti bertanya balik kepada Arsha.
" nggak "
" coba kamu lihat ini " ucap bu siti kembali sembari memperlihatkan satu buah video.
Di dalam video itu terlihat satu orang gadis yang sangat Arsha kenali, melihat dari postur tubuhnya dan cara dia berjalan Arsha sudah bisa menebak siapa gadis itu.
Video masih terus di putar sampai pada di penghujung video muncul tulisan * SIAP SIAP MATI KALIAN *
" sudah lihat? " tanya bu Siti lagi
" ya hubungannya dengan saya apa bu, jelas jelas dalam video itu bukan saya, saya kemaren sedang menemani opa saya di rumah sakit. Mana mungkin saya membuat video konyol seperti itu "
" kalau memang benar itu bukan kamu, apa kamu punya bukti ? "
" ibu bisa lihat postur tubuh gadis yang ada di video itu dengan postur tubuh saya itu berbeda. Dan lihat cara berjalannya saja sudah sangat berbeda " jelas Arsha.
Setelah mendengar penjelasan dari Arsha, bu Siti kembali memperhatikan video itu, sesekali dia juga melirik ke arah Arsha.
" bagaimana bu? " tanya Arsha
" tapi apa motivasi gadis ini mengirim video ini kepada ibu, ibu pikir selama ini ibu tidak pernah berbuat jahat kepada orang, dan ibu tidak punya dendam apapun terhadap orang " bisik bu Siti namun Arsha masih bisa mendengarnya.
" oh ya satu hal lagi Arsha, kamu kenapa memasang bener sebesar itu di halaman sekolah "
Ya ya ya sudah di pastikan memang pelaku dari semua yang terjadi adalah Caira, siapa lagi kalau bukan dia. Ini sudah pasti hanya akal akalan dia agar Arsha di hukum oleh pihak sekolah.
" bu, lebih baik ibu selidiki kenyataannya terlebih dahulu sebelum menuduh orang lain. Permisi " pamit Arsha setelah mengatakan hal tersebut.
Sambil terus berjalan menuju kelasnya, Arsha juga terus menebak nebak apakah kejadian di gudang ada hubunganya dengan Caira, tapi rasanya tidak mungkin karna waktu itu Caira baru sehari pindah di sekolah ini. Karna terus berada di dalam pikurannya sendiri, Arsha sampai tidak memperhatikan jalan. Alhasil dia menabrak seseorang hingga terjatuh dan seseorang itu bukan lain adalah Alex.
" Sha kamu nggak papa " ucap Alex panik sembari menyodorkan tangannya membantu Arsha berdiri.
" eh sorry gue nggak sengaja nabrak lho sorry ya sorry " Arsha masih belum menyadari kalo seseorang yang dia tabrak adalah Alex kekasihnya sendiri.
" Arsha ini gue Alex "
Seketika Arsha tersadar kalau orang yang baru saja dia tabrak adalah Alex. " eh iya maaf ya " ucapnya sembari meneriman uluran tangan Alex.
" habis dari mana? "
" dari ruang BK "
" kenapa habis kena masalah ya "
" enggak kok cuma salah paham aja, kok jam segini masih keluyuran aja"
" habis ngejar anak anak yang pada kabur "
" oh gitu. Ya udab kalo gitu Arsha ke kelas dulu ya "
" mau gue anterin nggak? "
" emm boleh "
Akhirnya Arsha di temani oleh Alex kembali menuju kelasnya. Alex terus memandangi Arsha, dia sangat ingin mencubit pipinya, rambut Arsha yang di kuncir dua membuat Alex lucu. Dia terlihat seperti anak kecil, sangat menggemaskan, di tambah lagi ada jepitan bergambar sapi yang Arsha selipkan di rambutnya.
" kenapa " tanya Arsha malu malu karna terus saja di pandangi oleh Alex.
" kamu lucu " jawabnya.
Seketika pipi Arsha yang putih kini menjadi merah seperti kepiting rebus, nafasnya terasa sesak. ' lucu? Ya tuhan kenapa aku di bilang lucu olehnya ' batin Arsha.
" kamu cantik banget Sha " ucap Alex kembali.
" hemm makasih " seutas senyum melayang di bibir Arsha, dia sedikit malu malu.
" sama sama ". Balas Alex denan senyuman juga. " ya udah gih sana masuk, udah sampe depan kelas kamu nih ". Sambung Alex.
" ya udah aku masuk ya. Makasih "