
Arsha terus memandang langit langit kamar tidurnya. Sebenarnya yang di katan Alex tadi sore tidak begitu dia pahami, tapi mau bagaimana lagi Alex termasuk anak yang cukup keras kepala.
Sedang asik melamun tiba tiba dari balik pintu kamarnya ada seseorang yang memanggil namanya, dengan rasa malas dia beranjak dari atas kasurnya dan membukakan pintu untuk abangnya Shail.
" kenapa si bang ganggu aja udah malem juga " ucap Arsha malas.
" nggak! Abang cuma pingin kekamar kamu aja dek "
" ishh nggak asik banget si " ucap Arsha sembari merebahkan tubuhnya ke atas kasur berwarna abu abu tua.
" mana bang Ardian, tumben nggak ikut ngekor lho bang " sambung Arsha
" biasa lah diamah lagi asik di perpustakaan dek. Oh iya ada yang mau abang tanyain dek sama kamu "
" tanyain aja bang "
" emmm.... yang tadi sore itu siapa ? "
" yang mana.........? oh yang itu, dia itu ketosnya Bars HIS bang. Kenapa? Cakep yq? Emang cakep si tapi Arsha nggak suka bang " jelas Arsha
" kenapa nggak suka? Abang liat dia tulus suka sama kamu Sha."
" nggak bang Arsha belum pingin kenal cinta cintaan. Biar Alex aja yang suka sama Arsha, itung itung kan buat jagain Arsha juga di sekolah "
" iya juga si dek bener, fokus sekolah dan bisnis kamu dulu. Oiya ada satu hal lagi yang mau abang tanya sama kamu "
" apa..? "
" gimana bisnis kamu yang ada di Bandung ? Kayaknya lagi ada penurunan deh, soalnya kemaren ada yang ngirimin data keuangan sama abang "
Ya Arsha adalah seorang pelajar sekaligus seorang pebisnis. Bisnisnya ada dimana mana. Dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
" emang Arsha punya bisnis disana bang ? "
" ada Sha bisnis bakpia " jelas Shail
" oalah bakpia to. Tapi kenapa bisa sampe merosot gitu bang pemasukannya. Coba mana data keuangannya bang Arsha pengen liat "
" nih..... " Shail menyodorkan beberapa berkas yang tadi sempat dia bawa ke dalam kamar Arsha.
Arsha menerima berkas berkas itu, dia mulai membaca dengan teliti.
" mana dek? "
" ini bang " ucap Arsha sembari menunjukan kejanggalan tersebut.
" coba panggilin bang Ardian, dia pasti tau apa penyebabnya " sambung Arsha yang langsung di angguki oleh Shail.
Shail lalu bergegas mencari Ardian di dalam perpustakaan pribadi di dalam rumahnya.
" ada masalah An (Ardian manggilnya An) " ucap Shail To The Poin
" Arsha ? " tanya Ardian yang lagi lagi hanya di balas anggukan kepala oleh Shail.
Akhirnya mereka berdua bergegas menuju kamar Arsha. Sesampainya Ardian dan Shail di kamar Arsha, Arsha langsung menyodorkan berkas tadi kepada abangnya. Ardian melihat dengan seksama bentuk kejanggalan yang sudah sempat Arsha jelaskan kepadanya.
" menurut abang kira kira siapa ya pelakunya? "
" kayaknya orang baru deh Ar. Coba deh liat ini, bulan Agustus aja pemasukan masih stabil, tapi bulan September udah mulai ada penurunan. Dan juga waktu akhir bulan Agustus papa sempet bilang sama abang kalo ada satu karyawan yang mau masuk kerja di BAKPIA BE kamu Ar " jelas Ardian.
" apa perlu di selidiki ya. Kalo nggak segera di selidiki takut ada koruptor yang kita pekerjakan bang " ucap Arsha.
" bener juga si dek, gimana kalau lusa kita otw ke Bandung? Nanti jadwal yang udah ada di hari lusa kita batalin semua dulu buat ngurus masalah ini " ujar Shail yang sepakat di setujui oleh semua.
*skip pagi
" Arsha turun kita sarapan " teriak Berryl dari lantai bawah ruang makan karena semua sudah menunggu Arsha untuk sarapan bersama.
Meski keluarga Vernon sangat sibuk, tpi mereka selalu menyempatkan waktu untuk makan bersama. Karna menurutnya makan bersama adalah hal penting yanh harus tetap terjaga, di dalam meja makan mereka bisa mengobrol, bersenda gurai atau bahkan hanya untuk sekedar melihat anak anak mereka tumbuh besar menjadi pria yang tampan, gadis yang cantik, anak anak yang baik, bijak, cerdas, berwawasan luas dan mandiri.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Arsha turun dengan mengenakan seragam sekolahnya berwarna coklat muda yang di padukan dengan vest yang senada. Tak lupa juga dia menggerai rambut pirangnya dan menyelipkan penjepit rambut bergambar bunga matahari yang cantik.
" lama banget si dek dandannya " kelas Shail karna dia sudah sangat lapar dan sudah sangat lama manunggu adik kecilnya itu.
" maaf bang tadi salah salah pake seragam, hehe " ucapnya tanpa rasa berdosa karna sudah membuat orang menunggu.
" udah udah yok duduk kita sarapan. Nanti kamu telat sekolah lagi " ucap Berryl.