
Zeel pelahan-lahan melangkahkan kaki untuk menyelinap ke belakang prajurit khusus Clever yang sedang terlelap itu.
Zeel bemaksud untuk mengambil sejumlah kunci yang tergantung di dinding yang berada di belakang prajurit itu.
Tanpa letahuan, Zeel berhasil mengambil seluruh kunci yang tergantung di dinding tanpa membangunkan penjaga.
Bersama kunci-kunci yang ia curi, Zeel pergi mengeksplorasi ruangan bawah tanah.
Ruangan-ruangan dengan jeruji kayu banyak
Zeel lalui, namun ia belum menemukan Clare.
Beberapa ruangan jeruji kayu tampak kosong, beberapa ruangan jeruji kayu terisi orang.
Ruangan-ruangan bawah tanah ini terlihat kotor serta tercium bau tidak sedap.
Zeel yang terus mencari melihat seseorang
dengan rambut berwarna hitam berada di salah satu ruangan jeruji kayu.
Zeel yang menduga itu adalah Clare mendekat, dan benar adanya sosok itu adalah Clare.
Clare yang ketakutan dengan sosok berjubah prajurit khusus Clever yang mendekatinya menjauhi jeruji kayu.
“Clare ini aku,” ucap Zeel pelan.
Clare dengan ekspresi senang menjawab, “Zeel?”
Clare yang tadinya menjauhi jeruji kayu sekarang perlahan mendekati jeruji kayu.
Clare sangat yakin itu adalah suara Zeel kekasihnya, agar Clare tenang Zeel membuka penutup kepala jubahnya.
“Zeel!” ucap Clare nyaring.
Zeel menempelkan telunjuk tangan kanannya
ke mulut.
Lalu Zeel berkata, “kecilkan suaramu.”
Clare lalu menganggukan kepalanya dua kali
tanda bahwa ia paham.
Zeel yang melihat kekasihnya terkurung, mencoba semua kunci yang ia curi satu-satu, hingga salah satu kunci berhasil membuka ruangan tempat Clare terkurung.
Setelah kunci ruangan itu terbuka, Clare
dengan mata berkaca-kaca menghampiri lalu memeluk Zeel dengan erat.
Di pelukan Zeel Clare menangis, lalu Zeel mengelus rambut Clare dengan lembut.
Di saat Zeel dipeluk oleh Clare, Zeel merasakan badan Clare yang dingin.
Sesekali badan Clare gemetar, beberapa luka
goresan berada di tubuh Clare.
Zeel yang melihat kekasihnya kedinginan melepas jubah prajurit khusus Clever yang ia kenakan.
“Gunakanlah ini,” ucap Zeel sambil menyodorkan jubah prajurit khusus Clever.
Selepas itu Clare menganggukan kepalanya
lalu menggunakan jubah yang Zeel berikan.
Jubah prajurit Clever cukup tebal sehingga memberikan kehangatan bagi para penggunanya.
“Ayo kita pergi dari sini,” ucap Zeel.
Clare menatap Zeel lalu berkata, “baiklah.”
Kemudian Zeel dan Clare pergi meninggalkan
ruangan bawah tanah.
Entah kenapa di sepanjang lorong kuil banyak prajurit khusus Clever bersenjata sedang mondar mandir.
Zeel dan Clare berusaha untuk mencari jalan keluar sambil menghindari prajurit khusus Clever.
Namun Zeel dan Clare tidak dapat menghindar
lebih lama.
Salah satu prajurit khusus Clever melihat lalu kemudian mengejar mereka berdua.
Semakin lama semakin banyak prajurit khusus Clever mengejar mereka.
Hingga Zeel dan Clare terpojok di salah satu lorong kuil, kini rute melarikan diri mereka tertutup.
Zeel dan Clare terkepung oleh sejumlah prajurit khusus Clever.
Zeel menoleh ke sekitar.
Lalu Zeel melihat sepasang pintu berbahan kayu pada sisi lorong.
Tanpa berpikir panjang Zeel menarik Clare
untuk masuk ke pintu tersebut.
Dengan tenaganya Zeel mendobrak pintu itu.
Gubrakkk ....
Pintu terbuka lalu Zeel dengan Clare masuk ke ruangan itu, namun hal tidak terduga ada di ruangan tersebut.
Sebuah kejutan bagi Zeel dan Clare, sejumlah prajurit khusus Clever berada di ruangan itu.
Zeel dan Clare melihat sebuah kursi besar
dengan sosok seseorang yang sedang duduk di kursi besar tesebut.
Terdapat jendela di sisi kiri dan kanan kursi besar itu, bulan memancarkan cahayanya menembus ruangan tersebut melalui jendela.
“Selamat datang,” ucap sosok yang dipenuhi perban.
Tanpa berkata-kata Zeel dan sosok yang
dipenuhi perban saling menatap.
Zeel melihat sesuatu yang tidak biasa pada
sosok yang di penuhi perban tersebut, seluruh bagian matanya berwarna putih serta memancarkan cahaya putih.
Clare yang ketakutan memeluk Zeel dari
belakang.
Sosok yang dipenuhi perban berkata, “tangkap mereka.”
Sejumlah prajurit khusus Clever yang ada di
ruangan tersebut datang menghampiri Zeel dan Clare dengan mengarahkan pedang besi kepada mereka berdua.
Tidak putus asa Zeel menarik pedang dari sarung yang berada di balik punggungnya.
“Berlindunglah di belakangku,” ucap Zeel pada Clare.
Slash, slash, slash ....
Pertarungan sengit terjadi, Zeel nampak
perkasa dengan pedangnya sejumlah prajurit khusus Clever berhasil ia tumbangkan.
Tidak lama setelah itu prajurit khusus Clever yang sebelumnya mengejar mereka kini melangkah masuk ke dalam ruangan itu.
Situasi semakin sulit bagi Zeel, kedatangan prajurit khusus Clever yang sebelumnya mengejar mereka membuat Zeel dan Clare berada pada situasi terkepung.
Namun Zeel tidak menyerah, ia terus mengayunkan pedang besinya.
Namun keperkasaan Zeel harus menurun karena
stamina, melawan banyak orang sambil harus melindungi Clare sangat menguras energi Zeel.
Hingga salah sejumlah pedang menghujam ke arah Zeel secara bersamaan tanpa sempat ia hindari.
Clare yang gemetar, hanya dapat menutup
mata dengan kedua tangannya.
Tak sanggup bagi Clare melihat pedang-pedang itu akan mencabut nyawa kekasihnya tepat di hadapannya.
Seketika setelah Clare menutup matanya.
Klotak, klotak, klotak ....
Clare mendengar sesuatu dengan jumlah banyak berjatuhan ke tanah.
Suasana menjadi hening, Clare yang bertanya-tanya membuka matanya.
Sebuah keajaiban terjadi di hadapan Clare, pedang-pedang itu tidak menancap di tubuh
Zeel melainkan jatuh berserakan di lantai.
Clare melihat tubuh Zeel yang berdiri tegak
di hadapannya, sukar bagi Clare untuk percaya apa yang ia lihat.
Tidak ada luka sedikitpun di tubuh Zeel.
Selepas itu Zeel menoleh ke arah Clare, terlihat oleh Clare mata Zeel yang berwarna hijau serta memancarkan cahaya.
“Clare, kamu baik-baik saja?” tanya Zeel.
Clare dengan air mata di pipinya menjawab, “aku baik-baik saja, apa yang terjadi Zeel?”
“Ceritanya panjang, setelah kita lolos dari tempat ini aku akan menceritakannya,” ucap Zeel.
Lalu Zeel kembali menghadap ke depan, seluruh prajurit itu ketakutan melihat tatapan Zeel.
Mereka memasang wajah seakan-akan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, seluruh prajurit itu perlahan menjauhi Zeel.
“Kalian benar-benar ingin membunuhku ya?" tanya Zeel.
Sosok yang dipenuhi perban berkata, “Tatapan yang bagus, kau mengingatkanku akan diriku dulu.”
Pertarungan sengit berlanjut, Zeel dengan pedang besinya menghantam sejumlah prajurit khusus Clever.
Kali ini Zeel lebih agresif, Zeel tidak menahan diri dengan membuat lawannya jatuh pingsan, kali
ini ia benar-benar membuat lawannya terluka.
Keadaan berbalik, Zeel yang tadinya berada di bawah tekanan sekarang berada di atas angin.
Prajurit khusus Clever gentar melawannya.
Sejumlah prajurit khusus Clever menyerang Zeel dengan pedang besi namun tidak mempan.
Semenjak warna mata Zeel berubah tidak ada
satupun luka yang Zeel terima, semua serangan prajurit khusus Clever tidak menggores tubuhnya sedikitpun.
Hingga Zeel seketika berhenti mengayunkan pedang lalu menutup mata dengan tangannya.
“Nampaknya hanya sampai di sini,” kata sosok yang dipenuhi perban.
..."Clare, aku akan menyelamatkanmu."...
...-Zeel Greenlight-...