Zeel Greenlight

Zeel Greenlight
Bagian 3 : Penyelamatan Clare III



Malam hari, kuil pemujaan Greenstone.


Suasana hening seperti biasanya.


Setelah menyusun rencana penyelamatan Clare, Zeel dan Delmon akan menyelinap ke dalam kuil melalui gerbang perbatasan wilayah militer dan kuil Greenstone.


Malam itu penjagaan tidak begitu ketat, hanya dua prajurit khusus Clever yang berjaga.


Berdasarkan informasi yang Delmon ketahui, rotasi penjaga gerbang akan di lakukan tepat di tengah malam.


Maka sebelum itu mereka harus melakukan sesuatu pada para penjaga yang sedang menjaga gerbang kuil pada saat itu.


Sementara itu dua prajurit khusus Clever sedang berdiri tegak di kedua sisi gerbang kuil.


Malam itu mereka berdua sedang mendapatkan tugas untuk menjaga gerbang kuil, agar terus terjaga sesekali mereka mengobrol.


“Bagaimana liburmu?” tanya penjaga gerbang satu.


Penjaga gerbang dua menjawab, “aku mendapatkan wanita cantik ... begitu aku memperlihatkan jubah prajurit khusus Clever, malam itu aku bisa langsung menidurinya.”


“Enak ya, gad—” Ucap penjaga gerbang satu.


“Tolong!"


“Selamatkan aku!”


Saat penjaga gerbang satu sedang berbicara, tiba-tiba pembicaraan terpotong oleh suara misterius dari arah hutan yang berada di sekitar area gerbang.


Penjaga gerbang satu pergi ke hutan untuk mengecek asal suara tersebut namun tidak kembali.


Melihat penjaga gerbang satu tidak kembali, penjaga gerbang dua pergi ke hutan untuk mencari penjaga gerbang satu.


Setelah memasuki hutan, di antara pepohonan penjaga gerbang dua melihat penjaga gerbang satu tergeletak di rerumputan.


Penjaga gerbang dua mencoba mendekati penjaga gerbang satu.


Blam! ....


Penjaga gerbang dua menerima pukulan dari di bagian belakangnya kemudian tak sadarkan diri.


Tak lama setelah itu, dari hutan dekat gerbang kuil nampak keluar dua orang berjubah prajurit khusus Clever.


Selepas itu kedua orang berjubah prajurit khusus Clever itu melanjutkan tugas penjagaan gerbang kuil.


Kedua orang berjubah prajurit khusus Clever itu adalah Zeel dan Delmon.


Mereka membuat dua prajurit khusus Clever yang sedang menjaga gerbang jatuh pingsan.


Setelah kedua prajurit penjaga gerbang kuil jatuh pingsan, Zeel dan Delmon melucuti baju kedua prajurit penjaga gerbang kuil itu lalu menggunakannya.


Zeel dan Delmon meninggalkan dua prajurit penjaga gerbang di antara pepohonan hutan dengan keadaan tubuh terikat.


Zeel dan Delmon terus terjaga sampai jam rotasi tiba.


Setelah tengah malam tiba dua prajurit khusus Clever datang menghampiri mereka.


Kedua prajurit itu datang dengan jubah khusus


prajurit Clever, sama dengan jubah yang sedang Zeel dan Delmon kenakan.


“Jam rotasi sudah tiba,” ucap salah satu dari kedua prajurit khusus Clever tersebut.


Tanpa menjawab Zeel dan Delmon


langsung masuk ke dalam kuil.


Kedua prajurit tersebut tidak mencurigai Zeel dan


Delmon.


Jubah prajurit khusus Clever memiliki penutup kepala, jadi Delmon dan Zeel hanya perlu sedikit menundukkan kepala agar wajah mereka tidak terlihat.


Setibanya di dalam, mereka langsung menuju bangunan paling besar yang berada di wilayah kuil yaitu kuil utama.


Tujuan Delmon dan Zeel adalah ruang bawah tanah bangunan tersebut.


Tidak satupun prajurit khusus Clever yang berpapasan dengan mereka selama perjalanan


menuju kuil utama.


Zeel dan Delmon berjalan beriringan dengan pelan agar tidak membuat orang sekitar curiga.


Setelah terus berjalan dengan ringan, tibalah Zeel dan Delmon di halaman kuil utama.


Meskipun ini kuil utama namun tidak ada penjagaan berarti, hanya dua orang prajurit khusus Clever yang menjaga pintu besar kuil utama.


Perlahan Zeel dan Delmon mendekati kedua penjaga gerbang kuil utama, kedua penjaga pintu besar kuil utama tidak curiga sama sekali, mereka bersikap biasa-biasa saja.


“Ada apa?” tanya salah satu penjaga pintu besar kuil utama.


Blam, blam! ....


Tanpa berkata kata Zeel langsung menyerang kedua penjaga gerbang tersebut.


Zeel tidak membunuh mereka.


Zeel mendorong gerbang kemudian


melangkah ke dalam.


Nampak tidak ada penghalang di balik pintu, hanya perlu sedikit tenaga dan pintu terbuka.


Selepas itu Zeel melangkah ke dalam seorang


diri.


Delmon tidak mengikutinya, Zeel yang sadar akan itu menoleh ke belakang.


“Kenapa Delmon?” tanya Zeel.


Delmon menjawab, “aku sampai di sini saja Zeel, aku tidak akan banyak berguna di dalam.”


“Tapi,” balas Zeel.


Delmon berkata, “kamu tahu kan aku pengguna panah, tidak efektif bagiku bertarung di dalam bangunan seperti ini.”


“Baiklah,” tutur Zeel.


“Carilah pintu untuk masuk ke bawah tanah ... Clare pasti ada di suatu tempat di bawah sana, aku akan membuka rute melarikan diri datanglah ke gerbang perbatasan wilayah kuil dan wilayah penduduk ... aku akan menunggu kalian di sana.”


“Hati-hati ya, ucap Zeel.”


Sejak saat itu Zeel dan Delmon berpisah.


Zeel berusaha untuk menyelinap ke ruangan bawah tanah untuk menyelamatkan Clare.


Sementara Delmon menyiapkan rute pelarian mereka.


Zeel berjalan di lorong-lorong.


Ia melewati banyak ruangan namun ia belum menemukan jalan menuju ruangan bawah tanah.


Bagian dalam kuil utama sangat asing bagi Zeel,


lorong serta pintu yang banyak membuatnya kesulitan.


Zeel yang terus berjalan di dalam lorong kuil berpapasan dengan seorang pria.


Nampak keadaan pria tersebut sedang mabuk, pria itu berjalan dengan sempoyongan kemudian menabrak Zeel.


“matamu ada di mana!” bentak pria mabuk tersebut pada Zeel.


Pria mabuk tersebut mendorong Zeel dengan kedua tangannya.


Namun Zeel tak bergeming sedikitpun.


Dengan keadaan setengah sadar pria mabuk tersebut menampar Zeel dengan kanannya.


Namun Zeel berhasil menahan tamparan pria mabuk tersebut dengan telapak tangannya.


Zeel lalu mencengkram tangan pria mabuk tersebut dengan kuat.


Aaarrggh ....


Teriak pria mabuk itu.


“Lepaskan tanganku!" ucap pria mabuk itu.


Zeel melepas cengkramannya lalu membuat pria mabuk itu terpojok.


Pria mabuk tersebut Zeel sudutkan hingga


tersandar di dinding.


Lalu Zeel menarik pedang dari balik punggungnya kemudian mengarahkannya pada dagu pria mabuk tersebut.


“Di mana pintu ruangan bawah tanah, cepat katakan!” bentak Zeel.


Dengan gemetar pria mabuk itu menjawab, “ada di arah sana, lalu belok kiri ... jalan masuk ada di ujung ruangan itu.”


Lalu Zeel membuat pria itu jatuh pingsan dengan pukulannya.


Selepas itu Zeel mengikuti instruksi pria mabuk tersebut, dan benar adanya.


Ada sebuah jalan masuk menuju ruangan bawah tanah.


Lalu Zeel mendekati jalan masuk ruangan bawah tanah.


Ia melihat anak tangga menurun ke bawah.


Dengan kewaspadaanya Zeel turun perlahan melalui anak tangga, hingga ia tiba dibawah.


Setibanya di ruangan bawah tanah, Zeel melihat seorang prajurit khusus Clever lengkap dengan jubah prajurit khusus Clever.


Keadaan prajurit itu nampak sedang tertidur pulas di kursi dengan kepala bersandar di meja.


..."Clare ... tunggu aku."...


...-Zeel Greenlight-...