Your Revenge

Your Revenge
Masa Lalu



Sheila memalingkan wajahnya,dirinya masih belum bisa menjawab pertanyaan itu.Bibirnya mendadak kelu.


Perlahan,jari Fajar menyentuh dagu Sheila dan mengarahkan wajah istrinya itu menghadap ke arahnya.


"Mas, wudhu ku jadi batal, " ujar Sheila, sambil melepaskan pelan tangan Fajar yang menyentuh dagunya.


"Nanti bisa ambil wudhu lagi," jawab Fajar dengan santainya.


Sheila tersenyum, lalu dia memukul lengan Fajar pelan. "Kamu mau nyusahin aku, " kesal Sheila.


"Apa susahnya sih, ambil wudhu lagi. Nanti aku temani. "


Kemudian Fajar menarik kedua tangan istrinya, instingnya sebagai pengacara mengatakan bahwa istrinya ini sedang memendam sesuatu di hatinya.


"Katakan, ada apa? " tanya Fajar sambil menatap kedua mata Sheila.


Sheila masih tak mau menjawab, dia hanya tertunduk, seperti sedang berfikir bagaimana caranya agar bisa menjawab, apa yang harus dirinya katakan kepada suaminya itu?


Tangan Fajar beralih menangkup kedua pipi Sheila, ditatap nya kedua mata indah itu sekali lagi, seakan sedang mencari jawaban di sana.


"Katakan saja, apa yang sedang mengganggu fikiranmu ? " tanya Fajar sekali lagi, dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Sheila terharu, baru kalian ini Fajar memperlakukan dirinya dengan sangat lembut seperti seorang suami yang sangat mencintai istrinya , sungguh tak dapat di percaya. Sheila kira ini hanya mimpi.


Sheila pun mencubit kecil tangannya sendiri, untuk meyakinkan dirinya bahwasanya ini bukanlah mimpi.


"Kenapa? Kok kamu cubit tangan sendiri? " tanya Fajar heran.


Sheila tersenyum. "Aku kira, aku sedang bermimpi, Mas. " Sheila menatap Fajar dengan senyuman manisnya. Airnya mata bahagia mengalir begitu saja tanpa diminta.


"Kenapa kamu menangis lagi? Apa ada yang membuat hatimu gelisah? "


Sejenak Fajar merasa kalau saat ini Jihan lah yang sedang menatap dirinya.Dulu istri pertamanya itu sering Melakukan sholat malam, seperti yang dilakukan oleh Sheila saat ini.


Fajar menjauhkan sedikit jarak wajahnya dengan Sheila, memastikan kalau wanita di hadapannya ini bukanlah Jihan.Tapi lama-lama senyuman Sheila, mirip sekali seperti senyuman Jihan.Fajar seperti melihat Jihan di dalam diri Sheila.


"Kamu? " Tiba-tiba saja Fajar seolah tersadar, kalau Sheila bukanlah Jihan.


"Kenapa Mas? Ada apa? " Sheila bingung dengan sikap Fajar barusan.


Fajar memejamkan matanya beberapa kali, lalu setelah itu dia pun menguceknya perlahan hingga berkali-kali.


"Kamu kenapa Mas?Jangan bikin aku takut deh, " ujar Sheila.


Dia memperhatikan wajah suaminya itu secara seksama. Memastikan kalau Fajar baik-baik saja.


"Mas, kamu tidak kenapa-napa 'kan ? "Sheila mengguncang tubuh Fajar, agar suaminya itu sadar dari kebengongannya.


"Ji-Jihan."Fajar pun tersadar. Dia kembali menatap Sheila dengan perasaan berbeda, kali ini moodnya jadi berubah seketika.Fajar bangkit dari duduknya, lalu kemudian, dia pergi ke dalam kamar mandi begitu saja.


" Aneh sekali, tadi sikapnya manis banget. Tapi kok tiba-tiba jadi berubah lagi. Dasar suami aneh! Nyebelin!"umpat Sheila kesal.


Sheila yang kadung kesal, karena batal manja-manja sama suaminya segera membereskan peralatan sholat yang tadi dia gunakan.


Sheila sungguh tidak mengerti dimana letak kesalahannya.Tiba-tiba dirinya teringat dengan apa yang baru saja Fajar ucapkan beberapa saat yang lalu.


"Tadi dia bilang apa? Ji-Jihan? " Mata Sheila seketika terbelalak tak percaya,bahkan dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Jadi, tadi dia menganggap aku sebagai Almarhumah Jihan. " Tak terasa air mata Sheila kembali turun dengan derasnya.


Sungguh malang nasib seorang istri yang tak diinginkan seperti dia, sudah terpaksa harus menikahi pria yang tak dicintainya, sekarang saat dirinya mulai belajar untuk menerima dan mencintai, pria itu malah masih mengingat dan tenggelam di dalam masalalunya yang tak mungkin bisa kembali lagi.


Sheila sangat sedih,saat ini dia hanya bisa menangis di dalam selimut.Sekarang jam baru menunjukkan pukul 03.15 pagi buta, dia akan menunggu subuh sambil rebahan dan sambil membuka akun media sosialnya yang sudah lama dia lupakan.


Sebelum dirinya menikah, Sheila memang sangat aktif berselancar di dunia maya.Dia bahkan mempunyai banyak penggemar yang selalu mengikuti setiap postingannya, tapi semua itu sekarang sudah berubah.


Sheila baru tahu kalau ternyata banyak sekali yang mengatakan kecewa,karena dirinya sudah jarang muncul, dan juga jarang update tentang kehidupannya lagi. Dan salah satu DM dari seseorang yang spesial di masalalu nya, juga turut menghiasi laman instagram miliknya.


Sheila speechless, ketika dirinya mengetahui kalau Akash masih suka mengiriminya pesan walaupun hanya lewat DM Instagram.Mungkin karena nomornya sudah di blokir oleh Fajar.


Apa kabar kamu...Sheila sayang, maaf kalau aku ganggu


Apa kamu bahagia bersama laki-laki itu?


Apa dia bersikap baik sama kamu?


Tunggu aku pulang, aku pasti akan membebaskan kamu dari pernikahan dengan laki-laki itu, aku janji.


Itu hanya sebagian pesan yang Sheila dapatkan dari mantan kekasihnya.Ternyata sampai saat ini Akash masihh mengharapkan dirinya.


"Bukankah Fajar pernah mengatakan kalau dirinya sudah berbicara dengan Akash untuk tidak menghubungi dirinya lagi? " gumam Sheila.


Dilihat dari tanggal pesan, memang itu tanggal pas awal-awal mereka setelah beberapa hari menikah. Entah tanggal berapa mereka menikah, Sheila bahkan tidak mengingatnya, karena memang dulu dia tidak maupun mengingatnya.


Alasannya, tentu saja karena Sheila tidak maupun mengingat hari terburuk didalam kehidupannya itu.Baginya hari dimana dirinya menikah dengan Fajar , merupakan hari paling buruk yang pernah dia alami.


Hidupnya hancur, begitu juga dengan kisah cintanya yang sudah lama dia bina bersama Akash.Sheila jadi merindukan masa-masa indahnya bersama sang mantan kekasih.


Tak terasa dirinya kini sudah membuka profil pria yag pernah mengisi hari-harinya itu. Sheila melihat setiap postingan Akash yang terbaru,pria itu membuat beberapa puisi yang menyayat hati siapa pun yang membacanya.Terutama diri Sheila sendiri, karena sepertinya puisi itu di tujukan khusus untuk dirinya.


Disaat Sheila sedang fokus menatap layar laptopnya, tiba-tiba suara Fajar mengagetkannya.


"Apa kamu masih merindukan dia?! "tanya Fajar dengan nada geram sambil menunjuk ke arah layar laptop.


Spontan, Sheila menutup layar pipih di hadapannya itu." Mas. "Dia kaget.


Jantungnya kini berdebar kencang, tatapan menghunus yang Fajar layangkan kepadanya membuat dirinya membeku dan tak bisa bergerak.


" Jawab pertanyaan ku? Apa kamu masih ingin kembali kepada pria itu? Jawab! "Fajar kembali di kuasai emosinya.Kenangan akan Jihan dan masa indah mereka yang baru saja menghantui dirinya membuat rasa bencinya kepada Sheila kembali bangkit.


Walaupun sekarang Sheila berstatus sebagai istri sahnya, tapi Sheila juga lah yang menyebabkan Jihan tiada.Fajar tidak akan pernah lupa, bagaimana istri tercintanya itu meninggal. Dendam dihatinya yang beberapa bulan belakangan sudah berubah menjadi cinta, kini seakan kembali berubah menjadi kebencian yang teramat dalam.


Sheila tidak sanggup menatap mata tajam itu, wajah Fajar yang sangat tampan, seakan menjelma menjadi monster yang sangat menyeramkan.