Your Revenge

Your Revenge
Dalam Dekapan



"Tapi saya sudah kotor sekarang, saya tidak pantas hidup lagi.Anda sendiri yang bilang kalau saya ini gadis pembunuh, dan sekarang.., sekarang saya juga sudah kehilangan semua yang saya miliki.Apa anda tahu bagaimana perasaan saya saat ini?!, saya ingin mati, biarkan saya mati agar anda bisa merasa impas. Nyawa dibayar dengan nyawa. " ucap Sheila sambil terus menangis pilu.


Mendengar ucapan Sheila, tentu saja hati Fajar pun ikut pilu. Dia pria baik-baik, dia mengerti agama, dia juga seorang publik figur yang dihormati. Tak pernah terbersit didalam benaknya dulu untuk melakukan hal-hal seperti ini. Pemaksaan bahkan juga pemer***an terhadap istri sendiri, Fajar benar-benar mengerti apa yang sedang dirasakan oleh wanita itu.


Diraihnya tubuh wanita yang sudah menjadi wanitanya kedalam dekapannya meski Sheila terus menolak. Tapi ia tetap memeluk erat tubuh wanitanya agar merasa lebih tenang.


"Jangan berpikiran sempit Sheila,aku tidak akan menyentuhmu lagi sampai yang tadi itu membuahkan hasil.Ini juga bentuk tanggungjawab ku kepadamu, sebagai seorang suami aku juga berkewajiban memberikanmu nafkah batin 'bukan. Jadi anggap saja kita menunaikan kewajiban satu sama lain, kita akan tetap menjalankan semuanya sesuai dengan perjanjian itu.Kamu jangan melakukan hal bodoh seperti itu lagi,karena kita tidak melakukan kesalahan sama sekali. " ujar Fajar, pria itu juga mengelus lembut surai dikepala Sheila sehingga membuat wanita cantik yang berwajah sembab itu sedikit lebih tenang.


"Tenang ya.. "tambahnya.


"Hm." Sheila akhirnya menganggukkan kepalanya.


"Ayo kita masuk, diluar banyak angin. Nanti kamu bisa masuk angin. " ajaknya.


Karena Sheila masih dalam keadaan shock,Fajar memberanikan diri untuk menggendong tubuh gadis itu kembali kedalam kamar mereka meskipun mata Sheila mendadak melebar saat Fajar melakukan hal itu.Didudukannya istrinya itu di pinggir tempat tidur.


"Apa kamu ingin bersih-bersih dulu?, biar aku antar ke kamar mandi. "tawar Fajar.


" Tidak perlu,saya bisa sendiri. "jawab Sheila, meskipun dengan langkah yang tertatih-tatih karena rasa perih di bagian sensitif nya, ia berjalan ke kamar mandi seorang diri.


Fajar mengikutinya dari belakang, ia khawatir kalau istrinya itu akan melakukan percobaan bunuh diri lagi didalam sana.


" Kenapa anda masuk juga?. "


"Aku takut kamu melakukan hal bodoh yang seperti di balkon tadi. " jawab Fajar.


"Kalau anda disini, bagaimana saya bisa mandi?keluarlah,saya tidak akan melakukan hal itu lagi. " ujar Sheila.


"Apa kamu yakin?. " tanya Fajar lagi.


"Iya."


"Baiklah, aku tunggu diluar. Tapi ingat, jangan melakukan hal-hal bodoh itu lagi.Karena kalau sampai kamu kenapa-napa didalam sini, aku akan mengejarmu sampai ke akhirat. Karena kamu belum memenuhi janjimu padaku. " tegas Fajar.


"Saya tahu, Anda hanya memikirkan keinginan anda saja tanpa peduli apa keinginan saya. "


"Memangnya apa yang menjadi keinginan kamu, beri tahukan padaku agar aku bisa melaksanakannya. "


Sheila terdiam sejenak"Sudahlah, nanti saya pikirkan lagi. Sebaiknya cepatlah keluar,Saya mau mandi. "ujar Sheila, dengan gerakan lambat ia mendorong tubuh Fajar keluar dari kamar mandi yang luas itu.


Jantungnya kembali berdebar kala suaminya itu menatap matanya sejenak sebelum ia menutup pintu. Sheila menyandarkan tubuhnya dipintu kamar mandi sejenak lalu ia juga mengunci pintunya. Sedangkan Fajar sendiri kini mondar-mandir menunggu dirinya didepan kamar mandi karena takut terjadi sesuatu didalam sana.


*


*


*


30 menit kemudian


Kriettt...


" Tunggu Sheila. "cegah Fajar.


" Ada apalagi Pak Fajar?. "tanya Sheila sambil berbalik badan.


" Kamu mau kemana?, ini sudah hampir tengah malam, tidurlah. "pinta Fajar.


" Saya haus dan ingin minum. Saya juga lapar, sekarang. "jawab istrinya itu.


" Sebaiknya kamu ganti baju dulu, itu koper kamu sudah diantar oleh supir keluargamu tadi saat kita dirumah sakit."tunjuk Fajar kedalam ruangan Walk in closet miliknya.


Sheila menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Fajar dan benar, itu memang koper miliknya. Ia pun berjalan memasuki ruang ganti itu dan berniat menarik kopernya keluar.


"Sudah kubilang, kamarmu disini sekarang.Kamu tidak akan menemukan kamar lainnya dirumah ini, karena aku ingin kita tidur bersama disatu kamar. " jelas Fajar.


"Hmm,apa aku masih punya pilihan?. " tanya Sheila, ia menarik nafas dalam sebelum akhirnya ia memutar arah dan menarik kembali kopernya kedalam ruang ganti.


Fajar tersenyum melihat istrinya itu menuruti dirinya."Seandainya kamu bisa nurut terus seperti ini. "gumamnya.


Selesai berganti pakaian,Sheila melihat Fajar yang sedang mengerjakan sesuatu di komputernya.Sheila tidak mau ambil pusing, ia langsung naik ke tempat tidur dan menutup dirinya dengan selimut.


Melihat itu, Fajar kembali tersenyum.Pria itu juga menggeleng kecil karena merasa lucu melihat Sheila yang kini menggunakan daster selutut.


" Apa dia bermaksud menggodaku?. "


Sebenarnya dari tadi Sheila mencari-cari piama di dalam kopernya,tapi yang ada disana hanyalah baju tidur berjenis daster. Mungkinkah Mamanya lah dalang dibalik daster-daster ini?.


"Makanlah dulu, itu makannya sudah diantar oleh Bik Tarnik. " tunjuk Fajar ke atas meja.


"Baiklah." Sheila berjalan ke sofa dan mulai Menyendokkan makanan kedalam mulutnya, ia benar-benar lapar dan kehabisan tenaga.Ia makan semuanya sampai tak ada yang tersisa di piringnya.Lalu setelah itu ia pun ke kamar mandi untuk menyikat giginya dan kembali ke atas kasur yang menjadi saksi pergumulan mereka tadi. Ada noda merah disana yang bercampur dengan cairan lainnya. Sheila tak menghiraukan hal itu,ia mencoba untuk kuat menghadapi semua ini.


Meskipun sudah mencoba memejamkan matanya, namun nyatanya Sheila tidak bisa tidur juga.Ia hanya bisa berpura-pura tidur saat Fajar melirik kearahnya beberapa kali.


Tiba-tiba ia merasakan ada yang naik keatas tempat tidur, lalu lampu kamar itu dimatikan hingga tersisa satu lampu tidur disisi nakasnya.


"Tidur lah. " ucap suaminya itu, lalu sedetik kemudian Sheila bisa merasakan sesuatu yang basah dan juga kenyal menyentuh keningnya dengan lembut dan menenangkan.


Iya,ternyata Fajar baru saja mendaratkan sebuah kecupan di keningnya.Dada Sheila berdesir,Fajar memang bukan pria pertama yang melakukan itu padanya, dulu sebelum berangkat ke Australia, Akash juga mengecup keningnya saat mereka akan berpisah di bandara.


Tapi yang ini rasanya sangat berbeda, ada kehangatan yang menjalar diseluruh tubuhnya, meresap keseluruh aliran darahnya. Gelenyar-gelenyar aneh itu memaksa bibirnya untuk tersenyum tanpa ia sadari.


Melihat Sheila yang menyunggingkan senyuman, Fajar jadi bertanya-tanya apakah istrinya itu senang dengan perlakuannya barusan?.


Pria itu segera merebahkan tubuhnya disamping sang istri, lalu tanpa Sheila sempat menolak, pria yang berstatus sebagai suaminya itu mulai menarik tubuh Sheila kedalam dekapannya.


Karena dari tadi ia hanya pura-pura tidur, jadi ia tidak mungkin refleks menolaknya.Perlahan tapi pasti, Sheila pun terlelap didalam pelukan Fajar dengan nyenyaknya sampai pagi menjelang.


Fajar yang lebih dulu bangun kembali tersenyum melihat Sheila yang memeluknya dengan erat seperti guling dan menjadikan dadanya sebagai bantal.Akhirnya ia memiliki partner ranjang lagi kali ini seorang gadis muda yang sangat membuatnya bergairah.


Apalagi memandang wajahnya di pagi hari seperti ini terlihat sangat manis dan menenangkan, membuat Fajar tak ingin beranjak dari tempat tidur dan terus memandangi wajah istrinya. 😅