Your Revenge

Your Revenge
Bab 65



Kini Sheila dan Fajar sudah tiba dirumah,keduanya masuk kedalam kamar mereka di lantai atas.Awalnya sikap Fajar biasa saja, tapi terlihat pria itu menjadi lebih pendiam dan tak banyak bicara kepada istrinya.


Sheila merasa sikap suaminya kini semakin aneh saja,sungguh dirinya tak ingin seperti ini. Apalagi sekarang dirinya sedang hamil, meskipun dirinya belum memeriksakan kandungannya secara langsung ke dokter kandungan.


Sheila hanya bisa mengelus perutnya yang masih rata,dia pun tersenyum karena membayangkan sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ibu.Sheila terus tersenyum sambil menatap perutnya,"Sehat-sehat ya nak,"ujarnya.


Fajar baru saja keluar dari kamar mandi saat dirinya melihat sang istri yang sedang berbicara sendirian.Ingin bertanya, tapi dia sedang tak ingin bicara dengan Sheila.Sikap heroik yang ditunjukkannya saat menyelamatkan Sheila tadi, seolah hanya sebuah sandiwara saja.Entah apa yang kini ada di dalam benak pengacara itu.


Mungkin saja saat ini Fajar masih meragukan istrinya sendiri, apalagi foto yang di kirim oleh Angga sangatlah romantis menurutnya, walaupun Sheila sendiri mengaku tidak terjadi apa-apa, tapi tetap saja,hati Fajar tidak tenang sama sekali.


Sheila menoleh saat ia mendengar suara pintu di buka dan di tutup, "Mas, sudah mandi? " Sheila bertanya kepada suaminya,sedari tadi Fajar hanya diam dan tidak mengajaknya bicara, jadi Sheila berinisiatif untuk bertanya duluan.


Fajar hanya diam, seolah ucapan Sheila tadi hanyalah angin lalu.Sheila menarik nafas dalam untuk menyembunyikan kekesalannya, lalu ia pun berlalu ke kamar mandi untuk mendinginkan otaknya yang mulai panas karena di diamkan.


Di balik pintu kamar mandi, dirinya ngedumel melampiaskan kekesalannya pada sang suami yang terus saja cuek padanya.


"Apa sih maunya? kenapa dari tadi cuma diam saja?! " Sheila marh-marah sendiri.


"Sebaiknya aku mandi saja! "calon Ibu itu malah menendang kotak sampah yang berada di dalam kamar mandi dengan keras, " Aww!! "Sheila berteriak kesakitan karena yang ia tendang adalah kotak sampah yang terbuat dari bahan logam berat.


Fajar yang masih berada di kamar tentu saja juga mendengar teriakan istrinya, ia kaget dan langsung mendadak cemas berlarian ke arah pintu kamar mandi.


" Sheila, kamu kenapa? "tanya Fajar spontan mendekat ke pintu kamar mandi.


Yang di tanya malah terdengar sedang menangis kesakitan," Hu hu hu, hiksss hikssshiksss. "


"Sheila, kamu gak kenapa-napa 'kan di dalam?" tanya Fajar lagi sambil terus mengetuk pintu kamar mandi itu.


Sheila masih saja menangis, kali ini ia sengaja menangis lebih kencang, sehingga membuat Fajar semakin merasa cemas.


"Hikkkkks..... hikkkkksss. "


Tanpa berfikir terlalu lama, Fajar langsung mendobrak pintu kamar mandinya sehingga pintu itu kuncinya jebol.Sheila kaget, tapi ia masih dalam posisi terduduk di lantai kamar mandi.


Wajah panik Fajar sangat terlihat.Sheila menikmati momen itu,kali ini dirinya berhasil mengerjai Fajar.Sheila terus meringis kesakitan, "Yang mana yang sakit? " tanya Fajar panik.


Pria itu terus saja memeriksa seluruh tubuh istrinya,Sheila tiba-tiba berhenti menangis. Tatapan mata keduanya pun tak bisa di hindari, Fajar mengusap mata Sheila yang berlinang air mata dengan kedua jempolnya.


Sheila jadi terharu, ia terus menatap mata suaminya sambil tersenyum, membuat Fajar jadi salah tingkah.


"Apa kamu hanya bercanda dan pura-pura kesakitan? "Fajar bertanya penuh selidik.


Sheila baru sadar kalau ia tadi sedang berpura-pura kesakitan yang begitu menyakitkan, ia langsung kembali ke mode aktingnya.Sheila memegangi kakinya seakan baru saja terkilir, padahal tadi hanya bagian jempol kaki bagian kanannya saja yang sakit karena terkena tempat sampah besi itu.


" Itu, kaki ku, hikss..... sakit. Kepentok tong sampah. "


Memang ujung kaki istrinya itu memerah dan sedikit bengkak, tapi tidak begitu parah.Tapi anehnya, teriakan Sheila sudah seperti mengalami kecelakaan saja,benar-benar aneh.


" Sepertinya ini tidak terlalu parah, bisa gak sih kamu kalau jalan itu pakai mata?! tempat sampah sebesar itu , masa' kamu tidak melihatnya?"Perkataan Fajar malah seperti itu, ini jauh dari apa yang ada di dalam ekspektasi Sheila.


"Maaf Mas, kalau Mas Fajar gak mau bantuin aku gak papa sih, tapi gak usah ngatain aku buta segala?! "Balas Sheila sewot.


" Siapa yang ngatain kamu buta? aku kan cuma bilang masa' kamu gak lihat tempat sampah sebesar itu? ngapain kamu pakai tendang dia segala? "Fajar benar-benar kesal, karena menurutnya Sheila sudah mengerjainya dan hanya membuang-buang waktunya saja.


" Sudah! kalau gak mau bantu aku, mendingan Mas Fajar keluar saja sana,aku mau mandi!"ketus Sheila sambil mendorong tubuh Fajar agar menjauh dan keluar dari kamar mandi.


"Siapa bilang aku gak mau bantu, aku pasti akan membantumu. "Sikap Fajar sangat so sweet, ia malah ingin membantu Sheila untuk mandi,Sheila tau kalau saat ini suaminya sedang mengkhawatirkannya.


" Eeee, kayaknya gak perlu deh Mas. Mendingan kamu keluar aja ya, aku udah merasa baikan kok. Palingan ini cuma bengkak dikit aja, bentar lagi juga enakan."Sheila berusaha untuk menghindari Fajar, tarik ulurlah istilahnya.


Mendengar itu,sikap Fajar langsung berubah lagi. Di dalam hatinya ia merasa kalau Sheila sudah mempermainkan dirinya, kembali bayangan foto-foto itu terngiang di dalam benaknya.


"Oke, kalau itu yang kamu inginkan. Aku akan keluar,mungkin kamu akan lebih leluasa membersihkan tubuhmu dari bekasnya si Angga itu! "Tanpa disadarinya, Fajar sudah meluapkan segala unek-unek di hatinya kepada Sheila.


" Apa Mas?! Apa maksud kamu mengatakan seperti itu?Jadi benar, kamu bersikap dingin seperti tadi karena kamu sedang meragukan aku?"Sheila sudah menduga semua itu.


Fajar membalikkan tubuhnya ke arah pintu kamar mandi dan hendak keluar, tapi dengan cepat Sheila menarik tangan suaminya itu.Ia harus mendapatkan penjelasan dari Fajar,karena Sheila tidak mau kalau masalah ini sampai berlarut-larut.


"Tunggu Mas,kamu mau kemana? "


"Kamu tadi bilang aku harus keluar, ya aku akan keluar, " jawab Fajar.


"Tapi kita harus selesaikan masalah ini dulu Mas,kamu jangan pergi gitu aja. Apa maksud kamu bilang seperti itu tadi? " Sheila memberondong Fajar dengan berbagai pertanyaan.


"Baiklah kalau kamu ingin tau,ayo ikut aku! " Fajar menarik tangan Sheila keluar dari kamar mandi sampai ke meja komputer yang ada di dalam kamar mereka.


Fajar mengambil ponselnya yang ia simpan di atas meja, perlahan ia menyalakan ponselnya dan membuka aplikasi chatting dan membuka chat yang sudah dikirim Angga padanya.


"Lihatlah! "


Fajar menunjukkan foto-foto yang dikirimkan oleh Angga kepada Sheila,Sheila tidak terkejut sama sekali.


"Ini tidak benar Mas, dia hanya memanfaatkan kondisi aku yang sedang pingsan. Aku sama dia gak ngapa-ngapain, sungguh! " Sheila mencoba menjelaskan yang sebenarnya.


"Kamu sendiri sedang pingsan saat itu, mana kamu tau apa aja yang sudah ba*ingan itu lakukan sama kamu! " Ketus Fajar.


"Oh, jadi sepicik itukah fikiran kamu ke aku ya, Mas?! Mentang-mentang aku ini cuma istri kontrak kamu,jadi kamu seenaknya menuduhku yang tidak-tidak. Apa tidak ada sedikitpun rasa percaya di hati kamu buat aku, Mas?! " tanya Sheila sambil berlinang air mata.


Fajar terdiam,ia tidak mengerti dengan perasaannya saat ini. Kemaren, cinta itu begitu menggebu-gebu, sekarang? entahlah, dirinya kini dikuasai amarah dan rasa cemburu.Fajar hanya memalingkan wajahnya, sambil menyugar kasar belahan rambutnya dengan kedua tangan.