
"Kenapa kamu keras kepala sekali sih?. " bentak Fajar.
"Saya sudah bilang kalau saya tidak sudi melayani anda!. " balas Sheila.
Mendengar kata-kata Sheila yang terus memberontak dan merendahkannya, Fajar jadi hilang kesabaran.Pria itu merangsek naik ke tubuh Sheila dan menindihnya, ia juga mengangkat kedua tangan Sheila ke atas kepala gadis itu dan menggenggamnya erat dengan sebelah tangannya sehingga tubuh gadis dibawahnya terkunci.
"Aku ini suami kamu, dan aku berhak untuk menjamah tubuhmu yang tidak seberapa ini." ucap Fajar dengan matanya yang berkilat membara.
"Tapi saya tidak mencintai anda Pak Fajar, apa anda sudi jika berhubungan tanpa adanya cinta, apa anda tidak malu dengan potret istri anda?. " Sheila mencoba mempengaruhi pikiran Fajar agar pria itu tidak sudi menyentuh dirinya dan segera berubah pikiran. Tapi bukanlah berhenti, Fajar malah merasa tertantang.
"Diluar sana banyak sekali orang yang melakukannya tanpa cinta,bahkan mereka melakukannya dengan tanpa ikatan pernikahan.Sedangkan kamu ini istriku yang sah dimata hukum dan agama,tidak ada seorang pun yang bisa mencegahku. " dengan penuh amarah dan gelora yang membakar jiwanya, Fajar segera melepaskan pakaian Sheila secara paksa.
"Tidak, jangan!. " ucap gadis itu, ia memberontak sebisanya didalam kungkungan Fajar yang kian menjadi.
Pria itu menciumi tengkuknya sampai ke bibirnya secara kasar beberapa lama. Sheila tak ingin menikmati hal itu,ia malah terus saja memberontak minta dilepaskan.Pergerakan Fajar kini sudah sampai dibagian dada gadis itu,bermain-main dengan kedua aset Sheila yang tak pernah terjamah,semakin lama semakin kebawah,membuat Sheila semakin merasa hancur sehancur-hancurnya.
Setelah itu Fajar juga melafazkan sebuah do'a, do'a hendak bersetubuh yang ia bisikkan di telinga Sheila.
"Allahumma Janibna Syaitona wajanibi Syaitona Maarozaktana. "ucapnya
Sheila terkejut karena menyadari suaminya itu ternyata ingat untuk berdo'a sebelum menunaikan kewajibannya memberikan nafkah batin yang tidak pernah ia inginkan.
"Diamlah dan nikmati!. " tambahnya.
Sheila hanya bisa menangis tanpa suara, kala suaminya itu sudah melucuti semua pakaian yang ia kenakan. Air matanya semakin deras, tapi tak terdengar isakan tangis dari mulutnya yang tertutup seperti mati rasa.
Sakit di hatinya yang begitu dalam saat Fajar mulai memasuki tubuhnya yang masih suci itu, hilang sudah mahkotanya yang selama ini ia jaga untuk sang kekasih jika nanti mereka menikah.
"Sempit sekali.. " desah Fajar.
Namun gadis di bawahnya sama sekali tidak merespon, tapi setelah desakan itu semakin dalam Sheila hanya bisa menjerit"Sa-kit."
Fajar baru menyadari kalau istrinya ini masih perawan dan dia lah orang pertama yang memilikinya. Air mata Sheila yang mengalir deras tanpa henti sejenak membuat Fajar iba,ia pun menyekanya dengan kedua jempol tangannya.Lalu pria itu juga mengecup kening istrinya itu cukup lama sebelum akhirnya ia mencoba melanjutkan perjuangannya untuk punya bayi.
Meskipun kesakitan, tapi gadis itu juga tidak dapat menampik kalau perlakuan Fajar barusan begitu lembut sampai bisa membuat dirinya terhanyut dan sejenak merasakan nikmatnya percintaan.Tapi setelah ia sadar kembali kalau yang berada di atas tubuhnya kini bukanlah orang yang ia inginkan melainkan orang yang sangat ia benci,Sheila kembali berurai air mata dan membuang mukanya. Ia tidak ingin menatap mata Priangan yang sudah merenggut semua miliknya secara paksa.
Walaupun demikian, Sheila juga tidak dapat menampik jika tubuh suaminya itu porsinya sangat pas. Dada Fajar yang bidang,otot-otot perutnya yang keras, lengannya yang kekar,benar-benar bisa memanjakan mata kaum hawa yang melihatnya.
Pantas saja ia di eluh-eluhkan oleh hampir semua cewek di kampusnya,terkecuali dirinya sendiri.
Fajar terus bergerak dan mengerang merasakan kenikmatan yang dulu sudah pernah ia rasakan, sejenak terlintas bayangan Jihan dimatanya. Apalagi saat ini mereka melakukannya di kamar dan ranjang yang dulu merupakan tempatnya dan almarhumah Jihan memadu kasih.
Sejenak Fajar berhenti ditengah jalan,tapi hasrat yang terkatung-katung ingin menuntut untuk dituntaskan.Tak menunggu waktu lama, ia bisa mencapai puncaknya tanpa memperdulikan istrinya yang sekarang masih terus menangis tanpa suara dibawahnya.
Akhirnya, Fajar yang sudah ter tuntaskan hasratnya terkulai lemas disamping tubuh istrinya. Sheila yang masih polos segera memiringkan tubuhnya, ia tidak mau melihat wajah pria yang sudah membuatnya kesakitan,gadis itu terus menangis tanpa tahu kapan air matanya akan berhenti mengalir.Ini pengalaman pertama yang menyakitkan bagi Sheila.
Fajar jadi tidak tega melihatnya, ia mencoba ingin menyapa istri yang sudah ia renggut kesuciannya itu, tapi ia jadi tidak berani menyentuhnya. Tangan Fajar hanya tertahan diudara kala ia mendengar isakan yang semakin jelas di telinganya.
Kini Sheila terus menangis sesegukan, ia menarikkan selimut untuk menutupi tubuh wanitanya.
"Hiksss.. hikssss.. " hanya isakan yang semakin terdengar dari mulut gadis dengan tubuh bergetar itu.
Tak ada jawaban apapun dari mulut Sheila,tapi Fajar bisa merasakan kalau istrinya sekarang pasti sangat membenci dirinya.Mungkin sama seperti dirinya yang juga sangat membenci Sheila.
Satu jam kemudian, tak lagi terdengar isakan dari mulut Sheila. Fajar sedikit mendongakkan kepalanya untuk memeriksa bagaimana kondisi wanita itu, ternyata Sheila sudah tertidur.
"Syukurlah kalau kamu sudah tertidur,terimakasih." 😘ucap Fajar sambil memberikan sebuah kecupan di puncak kepala Sheila.
"Haish, apa yang aku lakukan?. "
Pria itu mengusap mulutnya dengan kasar,lalu ia teringat dengan perbuatannya barusan yang dengan kasarnya menggagahi istri barunya.Ia juga mengakui kalau tubuh istrinya itu sangat nikmat,bahkan ia juga merasa beruntung karena Sheila ternyata masih terjaga, gadis itu tidak bohong kalau dia memang masih virgin.
Fajar beranjak dari tempat tidur dan ingin kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, ia bisa melihat bercak darah yang ada di senjata tempurnya.Senyuman seketika terbit di bibirnya yang tipis,ada rasa senang didalam hatinya yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
Bohong kalau dia bilang ia tidak merasakan apapun saat menyentuh gadis itu tadi, jantungnya juga berdebar meskipun ia masihh menampik hal itu.
Setelah membersihkan tubuhnya,Fajar pun keluar dari kamar mandi,tapi ia sangat terkejut ketika melihat tempat tidur yang kosong.
"Cck,kemana dia?!. " kesalnya.
Sheila menghilang dan tak tahu pergi kemana.Fajar mencari keseluruh rumah, bahkan ia jugak membangunkan semua pelayan yang berjumlah 4 orang untuk membantunya mencari Sheila.
Fajar yang masih menggunakan handuk kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian, ia harus segera mencari Sheila.Tidak mungkin ia akan keluar tanpa menggunakan pakaian.
Tapi tunggu,pakaian Sheila masih berserakan dikamar.Tidak mungkin istrinya itu pergi tanpa pakaian apapun, apalagi tadi ia sudah memeriksa semua pintu tidak ada yang terbuka satu pun.
Fajar baru menyadari kalau pintu balkon kamarnya sedikit terbuka,tiba-tiba ia sadar.Dengan cepat ia berlari ke arah balkon dan benar saja, ia melihat Sheila yang berdiri dipinggiran pembatas balkon dengan menggunakan selimut yang membungkus tubuhnya.
Dengan cepat Fajar berlari untuk menangkap tubuh istrinya itu dan memeluknya lalu menurunkan nya.
"Apa yang akan kamu lakukan, hah!. " bentak Fajar.
"Hikssss.. hikkssss. " Isak Sheila kembali terdengar.
"Pergi kamu, pergi, jangan sentuh saya lagi. pergi!!.Biarkan saya mati. " teriak Sheila sambil memukuli dada suaminya.
"Sheila sadar, sadarlah,sadar kataku. " Fajar mengguncangkan tubuh wanita yang baru saja berniat menghilangkan nyawanya sendiri.
"Apa kamu sama sekali tidak mengerti agama?, kamu tahu kan kalau bunuh diri itu dosa?. " tanya Fajar lagi.
Namun gadis itu hanya tertunduk dan terus menangis, seperti sudah tidak ada semangat untuk hidup lagi.
"Sekarang hidup saya sudah hancur, apa anda puas!" pekik Sheila.Dadanya yang masih terbuka itu kembang kempis menahan amarah.
"Kamu tidak perlu merasa hancur, kamu melakukannya dengan suamimu sendiri. Hubungan kita halal, kenapa kamu menyesalinya?, kamu tidak melakukan dosa, justru jika kamu masih menyimpan nama laki-laki lain di hatimu itu baru dosa. " ucap Fajar,meski katanya tidak suka, meski katanya benci, tapi ia tetap ingin menenangkan Sheila agar wanita itu tidak lagi berfikir akan bunuh diri.