Your Revenge

Your Revenge
Disewotin Sahabat



Baru saja masuk kedalam kampusnya, Sheila sudah menjadi pusat perhatian karena penampilannya yang mendadak menggunakan pakaian serba panjang berbahan Cringcle.


"Ya ampun, mimpi apa kamu semalam Sel??."tanya Alya sambil mendekati sahabatnya yang baru saja tiba.


" Apaan sih, aku biasa aja kok. "jawab Sheila.


Kalau boleh jujur, sebenarnya ia juga merasa risih dengan penampilannya ini. Ini bukan Sheila banget, setiap harinya ia kadang mengenakan celana jeans, rok jeans pendek, atau dress cantik yang membentuk tubuh seksinya.Tapi ini?


" Kamu kok jadi aneh setelah dua hari gak ke kampus, memangnya kamu kemana aja sih?"tanya Raysa.


"Aku gak kemana-mana kok, cuma lagi... lagi gak enak badan aja. " jawab Sheila dengan sedikit kikuk, tanpa sadar ia pun menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dan celakanya ternyata disana ada sisa percintaan semalam bersama Fajar, disaat itu pula perhatian kedua sahabatnya tertuju ke lehernya yang dihiasi beberapa kiss mark.


"Tunggu.. tunggu. " ujar Alya yang mulai kepo.


"Ada apa sih?. " tanya Sheila heran.


"Kamu ikut kita dulu. " ujar Raysa yang langsung menarik tangan Sheila menuju ke toilet wanita.


"Ada apaan sih, kenapa kamu tarik-tarik aku kemari?. " tanya Sheila kepada Raysa. Tak lama kemudian Alya pun masuk kedalam toilet dan mengunci pintunya.


"Kamu harus jawab dengan jujur sama kita berdua. " ujar Raysa.


"Iya, awas kalau sampai ada yang kamu sembunyikan dari kami berdua. " tambah Alya.


"Ada apa sih?, aku gak ada yang diumpetin kok. " ujar Sheila.


"Tuh, coba lihat ke cermin. " tunjuk Raysa ke lehernya Sheila.


Seketika mata Sheila membulat, ia sungguh tidak ingat kalau di lehernya ada bekas kiss mark yang ditinggalkan oleh suami dinginnya itu.


"Haah."


"Apa? ngaku gak kamu sekarang. Tanda bekas apa itu?. " tanya Alya ngegas.


"Ini.. ini bukan apa-apa kok. Semalam itu banyak semut di kasur aku dan aku kena gigit, lalu aku garukin, ya akhirnya jadi kayak gini deh. " elak Sheila.


"Masa sih?, kayaknya itu bukan bekas gigitan serangga deh. Tapi bekas sedotan bibir cowok. " ujar Raysa yang lebih berpengalaman.


"Beneran, ini tuh digigit serangga. " Sheila kembali mengelak.


"Kita gak percaya, itu tanda kiss Mark. Ayo ngaku kamu, siapa yang sudah bikin tanda itu dileher kamu?. " Alya malah semakin membuat Sheila terpojok.


"Aku juga gak tahu harus gimana ngejelasinnya, yang pasti ini bukan perbuatan seseorang yang tidak pantas kok. " jawab Sheila kemudian.


"Maksudnya?!. " tanya Raysa dan Alya kompak.


"Pokoknya aku belum bisa cerita sama Kalian berdua. " jelas Sheila lagi.


"Kok gitu sih?, kami ini kan sahabat kamu, masa gak mau cerita sama kita sih?!. " Raysa mulai sewot.


"Iya nih, apa kamu sudah gak nganggep kita ini sahabat kamu lagi?. " tanya Alya.


"Kalian apaan sih, kok ngomongnya gitu. Yang pasti sekarang aku belum bisa cerita, mungkin nanti kalau aku udah siap. " jawab Sheila.


"Gak asyik ah, udah yuk Sa kita tinggalin aja.Pantas aja chat dan telepon kita gak dibalas,ternyata dia lagi sibuk sama cowok." Alya menarik tangan Raysa dan meninggalkan Sheila sendirian di Koridor depan toilet.


Tak lama kemudian ada seseorang yang berjalan ke arah Sheila.Seorang pria tampan yang dibelakangnya berdiri dua orang sahabatnya sekaligus anggota genknya, Genk Elang.


"Hallo cantik?. " sapa cowok itu.


Sheila segera membenarkan rambutnya agar menutupi lehernya yang banyak bekas kiss mark dari Fajar.


"Maaf kak Angga, saya buru-buru sudah ditungguin sama yang lain. " ujar Sheila, secepatnya ia ingin pergi dari sana.


"Tunggu dulu manis, jangan buru-buru begitu. Kamu masih berhutang penjelasan dan ucapan terimakasih sama aku.Apa kamu lupa kalau beberapa hari yang lalu aku sudah menyelamatkan kamu dari si Pak Fajar Dosen tamu itu?. "tanya Angga.


Sheila jadi teringat, bagaimana Angga berusaha menyelamatkan dirinya waktu itu dari Fajar yang memaksa membawa pergi dirinya.Walaupun usaha Angga sia-sia karena Fajar berhasil mengalahkan dirinya, tapi Sheila tetap merasa berhutang budi pada cowok itu.


" Maaf Kak Angga, saya hampir lupa tadi. Kalau begitu saya ucapkan terimakasih banyak karena sudah berusaha menyelamatkannya saya, tapi sungguh saya tidak kenapa-napa kok saat itu. "ujar Sheila bohong.


" Tapi saya lihat sendiri kalau si Fajar itu memaksa kamu untuk masuk kedalam mobilnya. "ujar Angga.


" Oh, itu sama sekali bukan paksaan kok Kak. Saya kebetulan lagi nebeng aja sekalian mau pulang waktu itu. "jelas Sheila.


" Pulang? ,seingat saya kamu bawa mobil hari itu. Bahkan ada yang mengambil mobil kamu yang terparkir disekolah,orang itu juga bilang ke Pak Satpam kalau kamu meminta untuk mengambil mobil dan kuncinya ada ditangan orang itu.


"Ooo, itu supir keluarga saya Kak. " jawab Sheila gugup.


"Ooo supir kamuya.Kamu tenang aja,aku sudah minta Papa aku untuk melayangkan tuntutan kepada Pak Fajar itu.Kalau dia ngapa-ngapain kamu lagi, bilang aja sama aku.Aku pasti akan bantu kamu. " ujar Angga.


Sheila kaget karena Angga ternyata akan mensomasi suaminya.


"Maksud kakak, Pak Fajar akan dituntut, gitu?" tanya Sheila.


"Iya,dia belum tahu aja siapa Papa ku. Aku juga sudah melakukan Visum. Nanti kalau diperlukan kesaksian,aku harap kamu mau ya menjadi saksinya.Ini juga aku lakukan untuk menyelamatkan kamu kok dari si Pak Fajar itu. " jelas Angga.


"Tapi Kak, aku... " Sheila belum menyelesaikan ucapannya,namun Angga sudah menghentikan dirinya.


"Sudah, gak usah difikirkan. Serahkan saja semuanya sama aku' Angga. " ujar Angga sambil menepuk-nepuk dadanya.


Sheila hanya bisa tertunduk sambil mengulum senyum getirnya, disatu sisi ia senang karena akhirnya Fajar akan mendapatkan ganjarannya, tapi disisi lain ia juga takut untuk menghadapi hal itu kedepannya. Walau bagaimana pun sekarang ia sudah menjadi istri dari pria itu,bahkan ia sudah memasrahkan dirinya kepada pria itu. Bagaimana kalau dia sampai hamil dan suaminya harus di penjara karena kasus penganiayaan?.Sheila tidak mau kalau ayah dari calon anaknya akan bergelar bekas napi.


Banyak sekali fikiran yang hinggap di kepala Sheila, ia bingung harus berpihak kepada siapa, Angga atau Fajar suaminya.


"Ada apa Sheila, kenapa kamu terlihat bingung?. Wajah kamu pucat. " ujar Angga.


Ucapan Angga berhasil menyadarkan Sheila dari fikirannya yang berkecamuk.Angga menyentuh kening Sheila yang berkeringat dingin.


"Apa kamu sakit, biar aku antar ke ruang kesehatan atau kita langsung kerumah sakit aja. " ujar Angga.


"Ah tidak perlu Kak, aku tidak apa-apa. " tolak Sheila.


Sementara itu, disaat yang sama sepasang mata sedang mengamati Sheila dari balik sebuah pohon dihalaman kampus. Pria yang menggunakan Topi dan kaca mata hitam itu kini mengepalkan tangannya, menahan emosi didalam dadanya.


"Kurang ajar, ternyata berani sekali dia dekat dengan pria lain. Pria itu kan cowok yang waktu itu aku hajar habis-habisan!. " geram Fajar.


Ya, pria itu adalah Fajar. Tadi ia lupa kalau ia belum memberi uang saku kepada istrinya itu, makanya ia balik lagi ke kampus Sheila.


Disaat baru akan memasuki pelataran kampus, ia melihat pemandangan yang tidak mengenakan itu.


"Berani kamu sentuh wanitaku!. " geramnya lagi. Matanya seolah sedang mengunci target nya.


Tiba-tiba ponsel Fajar berbunyi, mau tak mau ia kembali ke mobilnya dan membiarkan Sheila disana.Rupanya itu adalah telepon dari asisten pribadinya.


"Hallo Pak Fajar. "


"Ada apa?. " tanya Fajar.


"Anda mendapatkan somasi dari seorang pengusaha top. " ujar Asisten nya itu.


"Apa?!. Saya akan segera kesana. " ujar Fajar, ia terburu-buru pergi dan melupakan soal Sheila yang sedang bersama dengan Angga.