Your Revenge

Your Revenge
Kematian Terlalu Mudah Untuk Mu



Wajah Sheila sudah memerah karena aliran darahnya yang sudah tersendat.Bahkan rasanya ia hampir kehabisan nafas sebelum akhirnya cengkraman itu dilepaskan oleh Fajar.


"Uhuk..uhuk... uhuk... "Sheila terbatuk-batuk sambil mencoba menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.


" Sekalian saja bunuh saya, biar Anda puas!!. "tukas Sheila dengan sisa kekuatan yang ia miliki.


" Kamu pikir saya bodoh!, Kematian itu adalah hukuman yang terlalu mudah untukmu!!.Saya pastikan, saya akan menyiksa kamu pelan-pelan, sehingga kamu akan merasa mati segan hidup pun tak mau!. "amarah Fajar kini sedang meledak-ledak.


"Anda tidak perlu bersandiwara! bilang saja kalau Anda bukannya ingin balas dendam, tapi... Anda benar-benar menyukai saya, iya 'kan?, balas dendam itu hanyalah sebuah kedok belaka. " ujar Sheila yang terdengar menantang dengan seringai tipis.


Seringai licik kembali terbit diwajah Fajar, ia tau kalau wanita di hadapannya ini hanya berpura-pura berani kepadanya.


"Ingatlah gadis manis,tubuhmu ini tak sebanding dengan milik wanita yang saya cintai.Tapi untuk membalaskan dendam istriku, kupastikan tubuhmu ini akan mengalami yang namanya rasa sakit yang luar biasa. Tunggu dan lihat saja!. " ancam Fajar dengan tatapan tajamnya dan jari telunjuknya menekan tepat di sebelah kanan dada Sheila yang sintal.


"Coba saja kalau berani, SAYA TIDAK TAKUT!!!!!. " Sheila memberanikan dirinya untuk membalas ucapan Fajar dengan sarkastis.


"Hekh!! saya suka wanita yang pemberani seperti ini. " kembali Fajar tersenyum smirk sambil menatap tubuh Sheila dari atas sampai ke bawah dengan sebelah tangan bersedekap di perutnya dan tangan kanannya sedang mencubit-cubit kecil dagunya sendiri.


"Dasar pria cabul, berotak mesum!!. " teriak Sheila sambil hendak melangkah pergi ke arah kampusnya kembali.


"Apa kamu bilang?!,cabul?!,berotak mesum?. "kini Fajar malah menarik tangan Sheila dengan sekuat tenaga dan mendorong tubuh gadis itu untuk masuk ke dalam mobilnya dengan kasar.


" Lepaskan saya, mau Anda bawa kemana saya??!. "Sheila berusaha berontak minta dilepaskan.


Namun sayangnya tenaga yang ia miliki kalah jauh dengan tenaga yang dimiliki oleh Fajar.Dengan mudahnya pria itu bisa membuat Sheila tak berkutik, setelah itu ia juga masuk ke dalam mobilnya dan langsung membawa Sheila pergi dari sana.


Beberapa mahasiswa yang sedang berada di gedung sebelah parkiran ada yang menyaksikan kejadian itu.


" Itu kan Sheila? ,kok dia dibawa pergi oleh Pak Fajar si dosen tamu itu. "ujar Angga,Ketua Genk Elang yang beranggotakan beberapa mahasiswa fakultas Hukum.


" Iya benar,wah jangan-jangan mereka memang ada sesuatu. "jawab Raymond rekan satu Genk nya.


" Berani juga tuh cewek,mainnya sama duda. "Sahut Gery temannya yang satu lagi.


" Gila lo bro,elo lupa kalau cewek itu incaran bos kita dari dulu. "Raymond meninju lengan atas milik Gery.


"Sakit Bro!, lagian gue juga gak tau kalau bos Angga suka sama tuh cewek.Dia gak pernah bilang juga sama gue. "


"Lo aja yang gak peka, kebanyakan pacaran lo sama si Sherin. Makanya otak loh lemot. " tukas Raymond.


"Sudahlah, sebaiknya gue cabut dulu. Keburu mobil si dosen tamu itu jauh, gue penasaran mau dia ajak kemana cewek incaran gue!. " Angga dengan kesal pergi meninggalkan kedua rekannya dan segera menaiki motor sport nya yang juga gak kalah mahal. Karena Angga merupakan anak salah satu pengusaha sukses yang ada di Indonesia.


***


Sheila yang terjebak di mobil pria berhati dingin seperti Fajar hanya bisa berteriak meminta pertolongan, walaupun beberapa kali Fajar membentaknya dan memintanya untuk diam, namun Sheila terus saja berusaha untuk bisa keluar dari mobil pria itu.


"Hentikan mobilnya, atau saya akan terjun! . " Sheila berusaha membuka pintu mobil Fajar yang ada disebelahnya. Tapi sayang sekali, Fajar dengan sigap menguncinya dan tidak membiarkan Sheila lolos, ia bahkan menambah kecepatan laju mobilnya.


Hal itu tentu saja membuat Sheila langsung berpikir dua kali untuk memberontak.Yang ada kalau dia berusaha untuk membuka pintu itu dan melompatinya, dapat dipastikan ia akan tinggal nama saja.


"Jangan kamu berpikir untuk bisa lolos dari saya,kamu kira saya bodoh!Sudah saya bilang kematian akan terlalu mudah untuk mu, dasar pembunuh!. "


"Ma-af... hiks.. hiksss, maafkan saya....huhuhu...., saya tidak sengaja..., saya tidak bermaksud menghilangkan nyawa siapapun. Itu semua karena keadaan dan juga takdir.Saya juga tidak mau itu semua terjadi... hiksss... " Sheila yang tidak bisa menahan kesedihannya kini hanya bisa menangis.


"Simpan saja air mata buaya mu itu, kamu pikir saya akan tergoda dengan tipu daya mu itu??!!Hehmm.... " Fajar tiba-tiba menghentikan mobilnya ditepi jalan yang sepi, ia memukul setirnya keras-keras untuk menumpahkan kekesalannya kepada wanita disampingnya.


Sheila gemetar, rasa takut tergambar jelas di wajahnya.


"Kamu kira dengan meminta maaf istri dan anak saya bisa kembali?, begitu?!. " bentak pria yang beberapa saat lalu baru saja memberikan kuliah di kampusnya.


Dada Sheila bergetar hebat, tapi bukan berdebar karena jatuh cinta, melainkan rasa ketakutan yang sangat nyata, bahkan Fajar sendiri bisa merasakan dan melihatnya.


Tak lama kemudian, motor sport berwarna merah yang dinaiki oleh Angga yang sedari tadi mengejar mobilnya juga berhenti tepat di hadapan mobil Fajar yang berhenti lebih dulu.


Fajar tersentak melihat itu, ia langsung mengira kalau laki-laki yang berani menghadang mobilnya ini adalah pacarnya Sheila.


"Siapa dia?!, apa dia pacarmu ?!! ".tanya Fajar kepada Sheila.Matanya menatap nanar kearah Sheila dengan penuh pertanyaan.


Rahangnya sudah mengeras,dengan mata yang menatap tajam pria yang kini berdiri tepat didepan mobilnya dan menunjuk ke arah wajahnya.


" Turun lo!! jangan beraninya cuma sama cewek!!. "ancam Angga berapi-api, sampai-sampai pemuda itu berani menggebrak kap mobil Fajar dengan tangannya.


Sheila sedikit lega karena ada yang akan menyelamatkan dirinya dari cengkraman Fajar.Sheila memang mengenal sosok penolongnya itu,meskipun ia tau betapa Playboy nya Angga di kampusnya.Kakak tingkatnya itu terkenal sebagai Casanova dikalangan para mahasiswi. Sheila tak menduga kalau Angga mau bersusah paya untuk menyelamatkan dirinya.


"Dasar bocah tengik!, berani kamu menggebrak mobil mahal ku!!. "emosi Fajar mulai terpancing, dengan cepat ia keluar dari mobilnya dan mendorong dada Angga dengan kedua tangan besarnya.


"Mobil dirumahku bahkan lebih mahal dari punya mu, dosen ta-mu!!. " balas Angga dengan penuh penekanan, seolah mengejek harga diri Fajar.


Karena merasa harga diri yang ia miliki sudah dilukai,tanpa basa-basi Fajar langsung melayangkan tinjunya kepada Angga dan perkelahian diantara keduanya pun tak bisa lagi terelakkan.


Hantaman demi hantaman diantara mereka saling beradu, kekuatan mereka nyaris seimbang.Disamping Casanova, ternyata Angga juga seorang petarung yang handal.Terlihat dari berbagai jurus yang ia gunakan untuk menangkis serangan dari Fajar.


Fajar yang merupakan pemegang sabuk hitam taekwondo juga tak kalah sengit, ia bisa memukul mundur lawannya yang tangguh itu dan membuat Angga terdesak mundur dengan tendangannya.


Darah segar sudah mengalir disudut bibir Angga, pria yang memiliki wajah yang tak kalah rupawan itu kini mendadak berubah jadi lebam semua.


Sheila yang sedari tadi sudah ikutan keluar dari mobilnya Fajar, ingin berusaha menolong Angga yang mulai terdesak saat Fajar akan melayangkan tinjunya ke wajah Angga yang sudah tersungkur di trotoar.


"Tolong hentikan, atau saya akan laporkan Anda ke Polisi!!. " ancam Sheila.


"Baik!!, silahkan saja kamu laporkan ke Polisi. Kita akan lihat, siapa diantara kita yang akan masuk penjara, Nona Sheila Anindhita Wibowo 😉. " Fajar malah menjawab tantangan dari Sheila, sehingga membuat Sheila teringat akan dosa yang sudah ia lakukan kepada Fajar, karena sudah membuat ia kehilangan istri dan juga calon anaknya secara bersamaan.


Sheila tidak tahu harus bagaimana lagi sekarang, ia pun merasa sesak didadanya mengingat kesalahan tak sengaja itu.


Disisi lain, Angga yang kini menjadi bingung melihat pertengkaran antara Sheila dan juga Fajar.Ada apakah gerangan yang terjadi diantara mereka berdua?


Sheila yang terdiam kemudian ingat kalau dia harus membantu Angga berdiri. Walau bagaimana pun cowok itu sudah berusaha untuk menolong dirinya,namun Fajar mencegahnya.


"Maafkan aku Kak Angga, tapi aku harus ikut sama dia. " ujar Sheila, ia sadar kalau ia berusaha lari dari pria bernama Fajar, maka bukan hanya dirinya yang akan menderita, tapi juga orang-orang terdekatnya. Bisa jadi sekarang cuma Angga,mungkin besok orang tuanya, atau sahabat-sahabatnya.


Memikirkan hal itu membuat Sheila tak mampu untuk membendung air matanya, mau tak mau ia kembali masuk ke dalam mobil milik Fajar saat pria itu membukakan pintu mobilnya dan memberi isyarat agar Sheila segera masuk kedalam mobilnya itu dengan gerakan matanya.