Your Revenge

Your Revenge
Bab 61



Sementara itu,Fajar yang baru saja pulang dari bekerja,sedang mampir ke sebuah toko Bunga.Hari ini kesepakatan kerja samanya sudah di sepakati dan dirinya akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari percetakannya.


Fajar ingin sekali membelikan sebuket bunga Mawar untuk Sheila,karena dirinya merasa sejak mereka menikah ,begitu banyak rezeki yang menghampiri dirinya.Semua pekerjaannya seolah di lancarkan oleh Allah SWT.


Fajar sudah tidak sabar untuk segera tiba di rumah dan bertemu dengan istrinya itu.Mobilnya pun melaju dengan kencang di jalanan Ibu kota,senyumnya juga mengembang kala membayangkan istri keduanya itu menerima bunga yang akan ia berikan.


"Seperti nya aku benar-benar sudah mulai jatuh cinta padanya, " gumam Fajar lirih.


****


Sedangkan di tempat berbeda, istrinya itu sedang tidak sadarkan diri,Sheila masih belum juga siuman.Angga sudah mendatangkan dokter pribadi keluarganya untuk memeriksa keadaan Sheila.Dan betapa terkejutnya Angga, saat dokter itu mengatakan hasil pemeriksaannya,kalau saat ini wanita yang ia sekap ternyata sedang mengandung.


Angga sangat kesal sekali mendengarnya,wanita yang sudah lama menjadi incarannya itu ternyata sekarang sedang hamil,dan sudah dapat di pastikan kalau itu pasti adalah anaknya Fajar Sidiq Mubarak,pria yang kini menjadi musuhnya.


Angga mengepalkan tangannya sendiri dan meninju dinding di hadapannya dengannya keras,sampai buku-buku tangannya memerah dan sedikit berdarah,"Sial!!"


Angga meninggalkan kamar itu,dimana Sheila sedang terbaring lemas didalamnya.Ia juga menutup pintunya dengan keras karena dirinya saat ini sedang merasa sangat kesal sekali.


Anak pengusaha kaya raya itu semakin kesal karena ia tidak bisa menghubungi rekan-rekannya yang baru saja ia suruh pergi.


"Shittt!!! kemana perginya mereka?!Kalau udah dapat duit aja,langsung ngilang gak tau kemana.Semuanya cuma mau duit dari gue! " kesal Angga.


Angga tidak bisa meninggalkan Sheila sendirian di apartemen ini.Pemuda itu terus berfikir, bagaimana caranya agar ia bisa melihat Fajar hancur sehancur-hancurnya.


Terlintas di fikirannya untuk membuat pengacara itu salah faham,Angga tersenyum karena merasa ide yang melintas di dalam otaknya adalah ide yang sangat cemerlang.


Pemuda itu menjentikkan jarinya,dirinya akan menciptakan situasi yang rumit antara Sheila dan suaminya.Angga segera masuk kembali ke kamar tadi,ia dengan sengaja membuka kemejanya dan dengan cepat ia langsung berbaring di samping Sheila.


Lalu dengan ide liciknya,Angga menaruh kepala Sheila yang masih belum sadarkan diri ke dadanya dan menyelimuti tubuh Sheila dengannya selimut, seolah-olah mereka berdua baru saja habis bercinta dan tertidur dibawah selimut yang sama.


Angga lalu mengambil foto selfie dari berbagai enggel.Foto-foto ini nantinya akan ia kirim kepada Fajar untuk membuat pria itu jadi terbakar amarah.


Angga tersenyum melihat hasilnya yang sempurna.Tanpa menunggu lama,Angga langsung mengirimkan semua foto-foto itu kepada Fajar, namun sepertinya Fajar sedang tidak mengaktifkan ponselnya.


Ya, saat ini Fajar sedang mematikan ponselnya karena ia sedang mencharger ponselnya di mobil.Fajar sudah hampir sampai di rumahnya sekarang,mobilnya sudah di depan gerbang.


Tinnnnn.... tinnnn...


Fajar membunyikan klakson mobilnya agar pintu gerbang di bukakan oleh Pak satpam.Setelah pintu gerbang di buka,Fajar pun segera memasukkan mobilnya ke garasi.


Tak lupa, ia juga mencabut charger ponselnya dan membawanya masuk ke dalam rumah beserta bunga yang tadi ia beli khusus untuk sang istri.Fajar melangkah dengan wajah dipenuhi kebahagiaan,ia ingin segera membagi kebahagiaan itu bersama sang istri.


"Wa'alaikumsalam..... " Bik Tarnik yang menjawab,karena hanya ada dirinya di dalam rumah.Sementara keponakan di Lina sekarang sedang pergi entah kemana, mungkin si Lina sekarang sedang jalan-jalan ke Mall.


"Nyonya sudah pulang?"tanya Fajar,karena dari tadi ia tidak mendengar suara Sheila.


Bik Tarnik bukannya menjawab,tapi malah bengong.


"Bik, kok Bibik malah bengong sih.Nyonya Sheila sudah pulang atau belum? " tanya Fajar lagi.


"Itu dia yang Bibik bingung Tuan,dari tadi sore Nyonya Sheila belum juga pulang.Bibik kira Nyonya memang pulangnya bakal bareng sama Tuan, " ujar Bik Tarnik bingung.


Fajar mengerutkan keningnya ketika mendengar penjelasan dari Bik Tarnik,"Belum pulang?pergi kemana dia? "Fajar langsung mengambil ponselnya yang ia taruh di saku celananya.Suaminya Sheila itu langsung mengaktifkan ponselnya yang sedari tadi mati karena sedang mengisi daya.


Fajar pun mengaktifkan ponselnya,karena sudah di charger tadi di mobil.Beberapa notifikasi pesan masuk di terimanya.


Ada banyak panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak di kenal, itu adalah panggilan dari Alya tadi.Fajar merasa ada yang aneh, tak biasanya ia menerima panggilan sebanyak itu, dari nomor asing pula.Pasti ini hal penting,tapi masih ada yang lebih penting dari semuanya itu.Ia harus segera menghubungi istrinya yang sampai sekarang belum juga pulang ke rumah.


Fajar segera mencari nomor istrinya itu, dan langsung menelponnya.Tapi tetap nihil, nomornya Sheila tetap tidak aktif seperti Sore tadi saat ia mau menelpon istrinya itu.


" Ada apa dengannya?kenapa ponselnya masih tidak aktif juga? "Fajar mulai cemas.


Ia mengulangi beberapa kali, tapi tetap saja nomor Sheila tidak bisa di hubungin.Akhirnya Fajar kepikiran untuk menelpon nomor asing yang tadi menghubungi dirinya.


Di rumah Alya,gadis itu sangat senang karena sekarang ia sudah berhasil membalaskan sakit hatinya pada sahabatnya sendiri, oh mantan sahabat maksudnya, yaitu Sheila.


Alya berguling-guling di tempat tidurnya, ia berharap setelah ini hubungan Sheila dan Pak Fajar segera kandas.Jahat memang, tapi ia puas, karena hanya dengan cara itu, ia bisa melihat Sheila terpuruk dan dirinya juga bisa mendapatkan uang banyak karena sudah membantu Angga menyelesaikan misi balas dendam nya terhadap Fajar.


"Akhirnya aku bisa punya uang sebanyak ini," Alya memandangi angka nominal saldo tabungannya yang ada di ponselnya.Beberapa kali ia menciumi layar ponselnya itu. 😘😘😘


"Maafin aku ya, Sheila.Tapi ini pantas kok buat kamu 😁. " Alya sama sekali tidak merasa bersalah, Ia malah tertawa senang akan nasib yang menimpa Sheila.


Tiba-tiba, ponsel yang berada ditangannya berbunyi.Alya membelalak kala tau siapa yang sudah menelpon dirinya.Siapa lagi kalau bukan Fajar orangnya, pria yang selama beberapa minggu ini sangat ia kagumi.


"Oh My God,Pak Fajar. " Alya terkejut.Kini jantungnya berpacu kencang.


"Aduh, bagaimana ini?bagaimana kalau dia nanyain soal Sheila.Oh iya,tadi kan Raysa nyuruh aku nelpon dia.Jangan-jangan dia sadar, kalau terjadi sesuatu sama si Sheila. Aduhhh bagaimana ini??? "Alya masih kalut dengan fikirannya sendiri.


Fajar terus melakukan panggilan, ia penasaran sekali.Kenapa nomor ini menelponnya sampai puluhan kali, pasti ada hal yang sangat penting.


Akhirnya Alya memutuskan untuk menjawab panggilan itu,meskipun jantungnya seperti mau copot karena deg-degan sekaligus takut.