Your Revenge

Your Revenge
Suami??



Sekilas sikap yang ditunjukkan oleh Sheila nampak seperti seseorang yang sedang cemburu karena ada yang mencari perhatian pasangannya.


Mbak kasir itu buru-buru menyelesaikan pembayaran dan segera memberikan Struk nya beserta buku yang sudah di kemas kedalam bag plastik.


"Ini Mbak. "katanya.


"Terimakasih." jawab Sheila.


Sementara itu,Mbak kasir tadi masih setia memandangi wajah tampan Fajar sambil tersenyum malu-malu.Melihat itu Sheila jadi mendengkus kesal, bukan karena cemburu ya, tapi dia jadi eneg melihat tingkah gadis-gadis yang mengidolakan suaminya itu.


"Memang apa bagusnya sih?!. " Kesah Sheila didalam hatinya.


Sheila segera menyambut bag plastik berisi buku-buku yang dibelinya, lalu ia pun pergi dari sana tanpa menghiraukan Fajar.


Disaat Fajar ingin mengikuti langkahnya, pria itu malah dihentikan oleh beberapa pelayan toko buku dan juga Mbak kasir tadi.


"Pak Fajar, boleh minta foto sebentar gak?. " ujar mereka.


Karena tidak mau mengecewakan para fans nya,mau tak mau Fajar pun harus mengikuti kemauan mereka.


Sheila yang menyaksikan semua itu hanya bisa tersenyum muak melihatnya.Ia memutar bola matanya, jengah. Lalu Sheila pun berjalan meninggalkan Fajar dengan para penggemarnya itu.


Langkah kaki membawanya ke sebuah gerai makanan food court.Perutnya memang belum terisi semenjak sarapan tadi pagi, ia butuh asupan gizi, apalagi ketika melihat deretan foto makanan ia pun kalaf dan ingin memesan semuanya.Apalah daya dia hanya manusia biasa yang hanya memiliki lambung kecil.


Bodo amat dengan suami pemaksanya itu, toh bukan salah dirinya kalau Fajar terjebak diminta foto sama para fansnya itu.Yang penting sekarang Sheila bisa bebas menikmati keleluasaan walaupun hanya untuk sementara. hihihihi....


Sheila memesan beberapa menu, ada nasi dengan lauk soto ayam bening,ayam bakar, sambal dan juga lalapan.Minumannya jus jeruk dan juga air mineral,ia juga memesan mie ayam bakso kesukaannya untuk penambah asupan kalau sudah memakan menu utamanya nanti.


Sekarang semuanya sudah ada di meja,dengan mengucapkan basmallah Sheila mulai membaca do'a sebelum makan dan let's Go... nyam... nyam.... nyam....


Tanpa menghiraukan dimana keberadaan suami pemaksanya itu sekarang, Sheila menikmati makan siangnya yang sudah telat beberapa jam.Satu persatu ia melahap makanan yang ada dihadapannya dengan nikmat,tak lupa ia juga berselfie seolah tak ada beban di hidupnya saat ini.Takkan ada yang tahu kalau ia adalah wanita yang sudah bersuami.


Baru saja ia ingin memposting hasil foto selfie nya, seseorang kini tiba-tiba duduk di hadapannya.


"Aku tadi gak bilang kamu boleh pergi kemana pun yang kamu mau, kenapa kamu main pergi aja?. " tanya Fajar sekonyong-konyong.


"Maaf Pak Fajar... "


Mata Fajar langsung melotot tajam, ia tidak suka panggilan itu.


Sheila sadar kalau suaminya itu tidak suka dipanggil dengan sebutan Pak saat mereka hanya berdua saja.


"Maaf M-Mas Fajar,menurut saya tadi itu bukan kesalahan saya, anda yang terlalu banyak Fans. " ujar Sheila.


"Tapi seharusnya kamu menghalau mereka agar tidak mengusikku. " ujar Fajar.


"Apa hak saya Mas Fajar, saya bukanlah siapa-siapa anda." jawab Sheila.


"Kamu ini, pandai sekali mengeles.Bilang saja kalau kamu tidak mau kalau semua orang tahu kalau kamu itu adalah istri saya sekarang. " ujar Fajar.


"Iya, itu benar. Saya tidak mau kalau ada yang tahu status saya yang sangat memalukan ini, seorang istri kontrak pengacara terkenal yang akan diceraikan setelah melahirkan seorang anak. " jawab Sheila sambil mengaduk-aduk makanannya.


Fajar terdiam,ada sesuatu yang mengganjal dihatinya ketika mendengar Sheila mengatakan hal itu. Benar kata Sheila kalau ia seperti hanya memperalat istri barunya itu untuk mencetak seorang anak saja.


"Kenapa, kok anda diam. Sudahlah, sebaiknya anda cari tempat duduk lain, saya gak mau kalau ada orang yang melihat kebersamaan kita. Nanti yang ada malah timbul gosip, apalagi anda kan banyak sekali fansnya. Sudah mengalahi aktor terkenal saja. " sindir Sheila.


Karena Sheila tak kunjung selesai, Fajar jadi merasa bosan.Diam-diam ia memperhatikan cara makan istrinya itu,kelihatannya Sheila sangat menikmati makanan nya.


Fajar jadi kepengen makan juga, ia melirik semangkuk Mie ayam bakso yang belum tersentuh disisi meja itu. Tanpa basa-basi Fajar menarik mangkuk itu kearahnya dan mulai menambahkan saus dan juga kecap didalamnya.Ia langsung saja melahap Mie ayam itu dengan lahap, kebetulan sebenarnya ia juga belum sempat makan siang hari ini.


"Itu kan.. Mie.." Sheila baru menyadari kalau Mie ayamnya di lahap oleh suami kontraknya yang arogan.


"Hanya semangkuk Mie ayam, kenapa kamu perhitungan sekali sih. " ujar Fajar sambil terus melahap mie ayam itu hingga tandas.


Sheila hanya bisa memandangi mangkok mie yang sudah kosong dengan wajah cemberut, kalau bukan Fajar yang menghabiskan Mie miliknya mungkin ia bisa terima, tapi kalau Fajar yang menghabiskan itu lain lagi ceritanya.


"Cuma semangkuk mie saja, nanti aku ganti. Memang berapa sih harganya?!. " Fajar meremehkan soal uang.


"Saya tahu kalau anda itu kaya dan banyak uang, tapi dimana kesopanan anda sebagai seorang pengacara.Kenapa asal serobot punya orang?. " tanya Sheila berapi-api.


"Sudahlah, jangan marah-marah disini.Gak enak kalau dilihat orang,bisa jatuh reputasiku.Kita bisa lanjutkan perangnya nanti dirumah. "ujar Fajar.


Sheila menarik gelas jus jeruk yang tadi ia pesan,bertepatan tangan Fajar juga ingin menarik gelas itu.


" Ini jus jeruk saya,kenapa gak pesan sendiri aja sih!."ujar Sheila.


" Kenapa kamu pelit sekali sih, tadi aja sama anak kecil itu kamu baik sekali. "ujar Fajar.


" Beda orangnya.Kalau sama anda, saya tidak harus bersikap baik, malah sebaliknya ."jawab Sheila, kesal.


" Tapi kamu itu istri saya, jadi sudah seharusnya kamu bersikap baik kepada suami kamu. "ujar Fajar lagi.


"Hmm, hahaha. Suami?? suami karena terpaksa maksud anda?. " tanya Sheila seraya menyindir suaminya itu.


Fajar terdiam, lagi-lagi apa yang dikatakan oleh istrinya itu benar adanya.Pernikahan ini memang ia sendiri yang memaksakannya pada gadis itu. Bukanlah pernikahan karena cinta yang didasari rasa suka sama suka seperti orang-orang pada umumnya.


"Tidak bisakah sekali saja kamu menganggap aku ini suami kamu?!. " ujar Fajar.


Sheila melengoskan kepalanya,hatinya bergemuruh.Bagaimana mungkin ia bisa menganggap pernikahan ini nyata, ia sendiri merasa dipaksa untuk berkorban demi membayar kesalahannya.


"Cepat selesaikan makanmu itu, kita pulang!. " ujar Fajar.


Mata Sheila sudah berkaca-kaca sekarang, seketika ia teringat akan kesalahannya yang sudah melenyapkan nyawa dua orang sekaligus.Tiba-tiba muncul perasaan bersalah didalam hatinya ketika melihat wajah suaminya itu.


"Bagaimana kalau aku yang ada di posisi pria ini?, apakah aku masih mampu untuk hidup?." fikirnya.


"Hey, kenapa kamu malah bengong. Cepat habiskan jus nya. " Ujar Fajar.


Sheila hanya terdiam, ia menatap Fajar dengan sendu.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu, apa kamu baru menyadari kalau suamimu ini ternyata sangat tampan?. " Ujar Fajar lagi, sempat-sempatnya ia menggoda Sheila.


Sheila jadi salah tingkah ditatap seperti itu, ia pun buru-buru menghabiskan jus jeruknya dan segera bangkit dengan membawa tas dan bag plastik berisi buku-buku yang tadi dibelinya.Ups🤭ralat, dibelikan Fajar untuknya.


Sheila melangkah lebih dulu, sedangkan Fajar turut berdiri dan mengikuti kemana istrinya itu melangkah.


Fajar terlihat seperti bodyguard yang sedang mengawal seorang gadis cantik.Beberapa orang memperhatikan mereka saat pasangan tampan dan cantik itu lewat di hadapan mereka.


Sungguh pasangan yang aneh tapi serasi. Karena menjadi pusat perhatian, Fajar segera memakai kacamata hitamnya agar tidak dikenali orang. Sheila menyadari akan hal itu, ia pun berjalan cepat menuju parkiran mobil.