Your Revenge

Your Revenge
Mencari Sheila



Setelah selesai menandatangani berkas di kantornya,Fajar kembali harus di ganggu oleh karyawannya di tempat percetakan.Fajar memang memiliki usaha sampingan selain Firma hukum yang ia kelola,sebuah perusahaan percetakan yang lumayan besar.Percetakan ini melayani pembuatan pamplet,undangan,spanduk,dan sebagainya.


Hari ini akan ada klien besar dari sebuah partai yang akan mencetak ribuan spanduk untuk berkampanye tahun depan.Fajar terpaksa harus turun tangan sendiri untuk bertemu calon klien itu.Akhirnya,selepas dari kantor Firma hukumnya,ia juga harus pergi ke percetakan.


Ini sudah menjelang sore,ia yakin dirinya tidak akan sempat untuk menjemput Sheila di kampus.Fajar sedikit merasa bersalah,ia terus menghubungi istrinya itu,namun sayangnya ponsel Sheila tidak aktif.Padahal Fajar tau benar kalau semalaman Sheila sudah men-charger ponselnya.Tidak mungkin rasanya kalau Sheila kehabisan batre ponselnya.


Karena kesal nomor Sheila tidak kunjung aktif,Fajar pun langsung mengirimkan pesan kalau dirinya tidak bisa menjemput Sheila karena ada urusan yang mendadak.Fajar meminta istrinya itu untuk naik taksi online saja.


"Seharusnya aku menyimpan nomor salah satu temannya agar bisa tetap menghubungi dia kalau ponselnya tidak aktif begini." Fajar menyesal karena waktu itu ia tidak mau menyimpan nomor Alya yang di berikan oleh Sheila.Fajar masih mengira kalau Sheila dan Alya masih dekat dan sahabatan seperti dulu.


***


Sementara itu, beberapa jam yang lalu di kampus.Mata kuliah yang diikuti oleh Sheila dan Raysa sudah selesai.Raysa bermaksud melihat keadaan Sheila di ruangan kesehatan,tadi ia terpaksa harus meninggalkan Sheila di sana karena ia masih harus mengikuti mata kuliah itu untuk perbaikan nilainya.


Raysa sudah hampir sampai di depan ruang kesehatan,ia berpapasan dengan Alya yang kini bergaul dengan genknya Sherin,di koridor.


"Raysa!?ka-mu ngapain mau ke ruangan kesehatan? "Alya pura-pura bertanya pada Raysa,jauh di dalam hatinya,ia memang masih menganggap Raysa sebagai sahabatnya.Tapi demi tawaran yang menggiurkan dari Sherin,ia terpaksa harus bergabung dengan genknya Sherin dan meninggalkan Sheila dan Raysa.


" Aku yang mau tanya,ngapain kalian ada di sini?"tanya Raysa,"apa kamu masih peduli dengan Sheila yang sedang sakit di dalam sana, Al? "sambung Raysa lagi.


" Sheila sakit??aku baru tau tuh dari kamu.Di mana dia sekarang?aku pengen jengukin dia."Alya berpura-pura peduli.


" Ayo ikut aku, kita lihat Sheila di dalam, "ajak Raysa sambil menarik tangan Alya untuk masuk ke dalam ruangan kesehatan yang jaraknya 5 meter dari sana.


Alya pun mengikutinya,karena tarikan Raysa sangat keras.Raysa juga melarang genknya Sherin untuk mengikuti mereka berdua.


Sesampainya di sana,Raysa kaget ,karena tidak menemukan Sheila di ruangan itu,"Maaf dokter,di mana teman saya yang tadi?Bukankah tadi dia masih di sini?"tanya Raysa pada dokter jaga.


"Tadi saya ke ruangan obat sebentar untuk mengambil obatnya,tapi setelah saya kembali, dia sudah tidak ada lagi."Dokter pun jadi bingung.


" Jadi,di mana Sheila sekarang? "Raysa kebingungan,sementara Alya nampak merasa bersalah,tapi ia mencoba untuk menutupinya dengan memperlihatkan wajah sedih.Entah apa yang di sembunyikan oleh gadis itu.


" Bagaimana ini Al? Sheila menghilang,dia juga tidak bisa dihubungi dan dia juga tidak kembali ke kelas tadi. "Raysa jadi gusar.


" Eh,,,Sa, mungkin Sheila sudah pulang ke rumahnya.Coba kita hubungi Tante Fatiah,"ujar Alya.


"Gak mungkin dia ada di sana,kamu kan tau kalau sekarang Sheila sudah tinggal bersama suaminya,Pak Fajar. "Raysa terpaksa menyebut nama Fajar di depan Alya, "Ups! " 🤭


Wajah Alya seketika berubah pias saat mengingat nama itu,laki-laki yang sempat merajai hatinya beberapa Minggu yang lalu.Namun seketika ekspresi wajah Alya berubah lagi,"Oh iya,aku lupa kalau Sheila sudah menikah,"ujar Alya.


"Kamu kan ngefans berat nih sama Pak Fajar suaminya Sheila,pasti kamu punya nomor kontaknya, 'kan?"tanya Raysa.


Alya memang punya, iya pernah minta pada pihak panitia dulu waktu Fajar mengisi mata kuliah saat seminar.


Alya segera melakukan panggilan pada nomor Fajar, yang sedang sibuk rapat dengan calon klien nya di kantor percetakan miliknya.


"Gak di angkat-angkat Sa,kelihatannya dia lagi sibuk.Udah puluhan kali aku telpon gak diangkat-angkat juga." Alya jadi kesal.


"Mungkin beliau lagi kerja,maklum orang sibuk, " tambah dokter yang jaga di sana, namanya dokter Romy.


Raysa dan Alya memutuskan untuk keluar dari sana,"Kita tanya anak-anak yang lain, siapa tau mereka ada yang lihat Sheila keluar dan pergi kemana.Ayo Al!"Raysa mengajak Alya berpencar untuk mencari Sheila.


Alya menurut saja,toh dia juga tidak mau orang-orang sampai curiga kalau dirinya ada di balik semua kejadian ini.Sheila menghilang juga sebenarnya ada hubungannya dengan Alya.


Tadi,di saat Raysa sudah kembali ke kelas. Angga segera menghubungi rekannya Raymond untuk segera mengajak Sherin dan genknya terutama Alya ke ruangan kesehatan.Mereka menyusun rencananya di dekat toilet yang jaraknya tidak jauh dari ruangan itu.


Angga dan teman-temannya sengaja bersembunyi saat dokter Romy keluar dari ruangan itu.Di saat itulah,mereka berbagi tugas, Alya di minta untuk berpura-pura simpati kepada Sheila dan membujuk Sheila untuk mau di antar pulang olehnya.


Kemudian pas sampai di mobil Alya,Sherin bertugas membius Sheila dari belakang tanpa Sheila ketahui,karena Sherin sudah bersembunyi terlebih dahulu di jok belakang mobil Alya.Alya tau betul ini akan melibatkan dirinya kalau sampai Sheila di temukan nantinya,tapi lagi-lagi karena rasa kecewa dan patah hati serta rasa iri yang ia miliki pada sahabatnya itu, Alya nekad melakukan hal tersebut. Apalagi dirinya juga mendapatkan imbalan yang sangat fantastis dari Big Boss yang tak lain adalah Angga.


Rencana Angga berjalan dengan mulus, ia menyuruh teman-temannya yang lain untuk membawa Sheila ke suatu tempat yang tidak mungkin bisa di temukan oleh Fajar sekalipun dengan mobil yang sudah di siapkan.


Setelah Sheila di pindahkan dari mobilnya ke mobil yang lain,Alya dan Sherin keluar dari mobilnya,lalu keduanya kembali ke dalam kampus.


*****


Angga tersenyum puas setelah mendapatkan kabar kalau Sheila sudah tiba di tempat yang ia inginkan,kali ini pembalasan dendam Angga kepada Fajar akan ia lakukan melalui istrinya Fajar sendiri,Sheila Anindhita Wibowo yang cantik,putih bersih dan seksi itu akan ia jadikan tawanannya.


Disaat para mahasiswa heboh dengan kabar hilangnya Sheila dari ruang kesehatan, Angga berjalan dengan santai melewati mereka semua.


" Kak Angga,tunggu."Raysa memanggilnya untuk di tanyai,mungkin saja Angga tau di mana Sheila berada.


Angga menghentikan langkahnya, "Kenapa manggil-manggil aku? " tanya Angga santai.


"Sheila hilang,siapa tau kakak lihat dia ada di mana,tolong kasih tau aku." Raysa sudah hampir putus asa, ia sudah mencari hampir ke seluruh bagian kampus ini,namun nihil.


"Aku baru aja selesai dari kelas,mana aku tau di mana dia, " jawab Angga sewot,seolah ia tidak peduli di mana Sheila.


"Oh, ya sudah kalau kakak gak tau. Terimakasih,maaf sudah mengganggu."


Raysa sebenarnya merasa ada yang aneh dengan sikap Angga tadi.Seharusnya sebagai cowok yang selama ini ngejar-ngejar Sheila, Angga khawatir dong sama cewek incarannya,tapi ini kok,malah jutek dan kayak gak khawatir sama sekali.


" Apa karena Kak Angga tau ya kalau Sheila sudah menikah,Oh iya,Kak Angga 'kan baru kalah melawan Pak Fajar di sidang.Dia tidak berhasil memenjarakan Pak Fajar kemaren, pasti dia sudah tidak mau berhubungan lagi sama Sheila, tapi... bisa jadi juga dia malah jadi dendam sama Sheila karena sudah berdiri menentangnya dan malah membela suaminya. "Gumam Raysa.