
Sepanjang penyidikan berlangsung,Cindy diam-diam memperhatikan gadis yang duduk di sampingnya itu.Dalam hatinya,ia memendam kesal karena ia tahu wanita di sampingnya itu lah yang sudah menempati posisi Nyonya Fajar yang baru.
Cindy sadar kalau dirinya kalah dari segi usia dengan Sheila yang masih sangat muda,tapi dari segi kemandirian dan juga karir,tentu dirinya lebih mumpuni.
Namun hari ini,ia harus menjadi pembela untuk wanita yang sudah merebut posisi incarannya itu.Sebagai seorang pengacara profesional,Cindy tidak ingin melakukan sedikitpun kesalahan.Ia harus bisa membuat kliennya nyaman dan juga bisa dikatakan kalau Cindy ini sangat kompeten dalam pekerjaannya.
Sementara Fajar yang berada di luar sekarang sedang menginterogasi pria mencurigakan itu.
"Siapa Anda? dan kenapa Anda merekam secara diam-diam?! " cecar Fajar.
"Sa,sa-ya,saya,hanya seorang wartawan berita kok Pak." Pria itu berusaha menghindari kontak mata dengan Fajar.
"Oh, benarkah!?lalu di mana tanda pengenal Anda? " tanya Fajar lagi dengan penuh selidik.
"Itu, eeee... saya lupa membawanya Pak, " jawab pria itu gugup.
"Bilang saja kalau Anda bukan lah seorang wartawan pencari berita,tapi Anda adalah mata-mata si Angga itu 'kan?!"Fajar berhasil membuat pria itu merasa terpojok dengan mencengkram kera baju Pria tersebut.
"Ma-ma-maaf,Anda pasti salah faham.Saya ini cuma pekerja biasa kok Pak,beneran,sumpah!"Pria itu masih berusaha berkilah.
" Sudahlah!mana ponselnya!?Biar saya lihat sendiri apa yang anda rekam tadi,atau saya laporkan Anda ke Bapak polisi yang ada disana, "tunjuk Fajar kepada salah seorang petugas polisi yang sedang berjaga.
"Tapi Pak,,, "Pria itu nampak kebingungan.Matanya bergerak ke sana kemari seperti sedang mencari-cari sesuatu.
" Apa ada orang lain yang bersamamu? "tanya Fajar lagi.
" Sa-sa-saya,cuma sendirian kok Pak. "Pria berkaca mata dan ber hoodie itu masih saja berusaha mengelak.
" Baiklah,sini ponselnya!Biar saya bisa yakin kalau Anda hanya seorang wartawan,saya tidak mau kalau kehidupan saya dan istri saya di jadikan bahan gosipan oleh masyarakat umum!"sergah Fajar,sambil menarik ponsel dari tangan pria itu.
Fajar memeriksa semua isi galeri.Ternyata benar sekali kecurigaannya,ada foto-foto dirinya dan juga Sheila di sana,sudah dari beberapa hari yang lalu.Belum lagi video yang baru saja Pria itu rekam,Fajar menghapus semuanya.Lalu setelah itu ia memberikan ponsel itu kepada yang punya.
"Jangan sesekali lagi Anda menguntit dan mem videokan istri saya,atau nanti Anda akan saya tuntut!"Fajar mengancam pria itu,ia juga mengambil foto pria suruhan Angga itu.
" Gak Pak, jangan tuntut saya.Saya hanya mencari nafkah Pak,untuk keluarga saya,"mohon Pria itu.
"Baiklah,akan saya lepaskan.Tapi,,, "ucap Fajar menggantung.
"Tapi apa Pak? "
"Tapi Anda harus bekerja sama dengan saya!" Fajar mulai memainkan strateginya.
"Maksudnya? " Pria itu tidak mengerti.
"Anda tetap bekerja dengan Angga,tapi Anda harus melaporkan segala sesuatu yang Anda ketahui mengenai dirinya dan juga rencananya pada saya,"ujar Fajar dengan seringainya.
Fajar menaruh kedua tangannya di masing-masing pundak pria mata-mata itu," Tenang saja,saya pasti akan membantu untuk melindungi Anda.Saya juga akan bayar Anda dua kali lipat dari apa yang Si Angga itu berikan kepada Anda,"bujuk Fajar.
" Ba-baiklah kalau begitu.Saya akan lakukan, tapi saya tidak janji akan berhasil,karena saya juga harus memikirkan nasib keluarga saya.Bos Angga sudah tau semua tentang saya, saya tidak mau kalau sampai keluarga saya yang jadi korban nantinya,"jelas pria itu.
" Sudah saya bilang,akan ada anak buah saya yang akan mengawasi dan melindungi keselamatan Anda secara diam-diam.Kamu simpan nomor ponsel saya,ingat!jangan sampai kamu berbohong,karena percuma saja.Saya pasti akan tau! Foto dan juga sidik jari Anda sudah ada di tangan saya.Anak buah saya juga susah merekam apa yang tadi Anda lakukan di depan ruangan penyidik, saya bisa melaporkan Anda kapanpun saya mau! "Ancam Fajar.
Pria itu nampak berpikir dan dia masih ketakutan,"Baiklah,saya akan lakukan," jawabnya terpaksa.
Fajar melepas tangannya,lalu membiarkan pria itu pergi,lalu Fajar juga diam-diam memberi kode pada seseorang yang tak lain adalah anak buahnya yang ia perintahkan untuk mengikuti pria tadi.Hanya dengan gerakan mata saja, anak buahnya sudah mengerti apa yang dia maksud.
****
Selesai dengan urusan di kantor polisi,Fajar mengajak Sheila untuk pulang.Ia juga tidak lupa untuk mengucapkan terimakasih terlebih dahulu kepada Cindy yang sudah mendampingi Sheila dengan baik,sehingga posisinya sekarang bisa lebih aman.
Dengan keterangan yang dilakukan oleh Sheila tadi,sudah bisa di tarik kesimpulan kalau permasalahan ini bermula dari kesalah pahaman Angga atas apa yang terjadi. Walaupun keterangan yang dibuat oleh Sheila agak berbeda dengan kenyataan aslinya yang terjadi saat itu,tapi nyatanya saat ini mereka memang sudah benar-benar menikah.
Fajar bisa merasa lega,karena Sheila mau bersaksi membelanya dan apa yang dikatakan oleh Sheila sudah sesuai dengan apa yang ia katakan saat memenuhi panggilan kemaren.
"Terimakasih banyak Bu Cindy,Anda memang hebat," Puji Fajar dengan tak sungkan sambil menjabat tangan Cindy.Walaupun semua yang Cindy lakukan adalah atas perintahnya sendiri.
Fajar tidak tau kalau saat ini hati Cindy jadi berbunga-bunga karena perlakuannya, tapi mendadak wajah wanita itu berubah ketika Sheila yang mau bersalaman dengannya.
Ada tergurat kekesalan di mata dan juga di wajahnya,ia tidak suka kepada Sheila.Hal itu bisa terlihat dengan jelas,sampai Sheila pun bisa merasakannya.Sikap Cindy kepada suaminya sangatlah berbeda,terkesan sangat lembut dan juga manja.Berbeda saat menatap dirinya dengan tatapan merendahkan dan tidak suka.
"Terimakasih atas bantuannya Bu Cindy,kalau tidak ada Anda pasti saya sangat gerogi tadi, " ujar Sheila sambil menjabat tangan Cindy.
Wanita itu hanya menanggapinya dengan tersenyum miring sedikit dipaksakan.
"Sama-sama,saya melakukan semua ini demi Pak Fajar."Tanpa rasa malu,Cindy meraih tangan Fajar dengan tangan kiri nya.
Fajar tersentak, ia tidak menduga akan mendapatkan perlakuan demikian dari rekan kerjanya itu.
"Eh,maaf Bu Cindy." Fajar melepas tangan Cindy secara perlahan dari tangannya,"Saya kira semuanya sudah beres sekarang.Kita hanya tinggal menunggu mediasi saja dengan pihak mereka,jadi sekian untuk hari ini.Kita bisa kembali ke rumah masing-masing,permisi,"ujar Fajar.
Sheila bisa melihat kalau suaminya itu juga sedang menghindari Cindy yang sepertinya punya rasa dengan Fajar.
Tanpa Sheila sadari, tangannya kini sudah di genggam olehnya suaminya itu.Sheila kaget saat Fajar menarik tangannya ke arah mobil mereka yang terparkir berdampingan.
Sampai di samping mobil milik Sheila,Fajar mempersilahkan istrinya untuk masuk duluan ke dalam mobilnya,"Masuklah,aku akan mengiringimu dari belakang.Ini sudah sore, kita juga belum sholat Ashar 'kan? "Fajar dengan lembut menutupkan pintu mobil Sheila setelah Sheila masuk dan duduk di depan kemudi mobilnya.
Lalu setelah itu,Fajar segera masuk ke dalam mobilnya sendiri dan juga menyalakan mesin.Mereka kembali beriringan menuju rumah mereka.