Your Revenge

Your Revenge
Sikap Dingin Fajar



Sheila jadi bingung dengan sikap Fajar kepadanya,'apa mungkin karena foto-foto itu?'


fikir nya.


Karena tak mendapatkan tanggapan, Sheila berfikir sebaiknya ia melerai pelukan itu.Toh yang dipeluk juga tidak membalas pelukannya.Sheila pun mundur beberapa langkah, ia memandang sebentar wajah suaminya itu. Fajar pun melakukan hal yang sama,tapi ada yang berbeda dengan wajah Fajar.Sepertinya pria itu ingin menuntun penjelasan darinya,mungkin benar,mengenai foto-foto itu.


"Kamu kenapa Mas? kenapa kamu diam saja? apa kamu mulai meragukan aku? " tanya Sheila.


Tanpa menghiraukan pertanyaan Sheila, Fajar menarik tangan istrinya itu,lalu ingin membawanya pergi.Sheila menghentakkan tangannya hingga terlepas dari genggaman Fajar,Fajar pun terkejut di buatnya.


"Kenapa? " tanya Fajar.


"Kamu jawab dulu pertanyaan ku Mas,kenapa dari tadi kamu hanya diam saja.Apa kamu marah padaku? bukan mau ku jika aku di culik seperti ini, Mas." Sheila kesal sekali.


"Sudahlah,sebaiknya kita pulang dulu.Lihat itu kondisi kamu,sebaiknya kamu segera mandi dan beristirahat."Fajar pun memberikan alasan yang tak masuk akal,padahal kondisi Sheila tidak begitu buruk hingga ia harus mandi segala.


Sheila memperhatikan pakaiannya sendiri, tidak terlalu terlihat aneh, "Kamu yang aneh, Mas. " Sheila kesal dan berjalan mendahului Fajar.


Fajar pun membukakan pintu mobilnya dari jauh dengannya remot,Sheila segera masuk ke dalam mobil.Tak lama ia pun keluar lagi.


"Ada apa? " tanya Fajar.


"Tas dan ponselku,ada di mobilnya si penculik itu," ujar Sheila sambil berlarian menuju mobilnya Angga.


"Tunggu! " Fajar berusaha menghentikannya.


"Kenapa?" tanya Sheila.


"Biarkan saja dulu,polisi akan menyelidiki kasus ini.Tas dan ponsel kamu termasuk barang bukti,biarkan saja dulu di sana.Nanti aku yang akan mengurusnya di kantor polisi. Setelah selesai pasti akan dikembalikan, " ujar Fajar.


"Tapi, buku-buku, laptop, dan bahan kuliahku?" Sheila tidak terima barang-barangnya di tahan.


"Gak akan memakan waktu lama,pagi besok sudah akan di antar ke rumah.Kamu tenang aja ya,biar aku yang uruskan. " Fajar kembali mengajak Sheila ke mobilnya.


"Baiklah,kemungkinan besok aku juga bakalan cuti dulu."Sheila menghela nafas malas.


"Apa kamu sakit?sahabat kamu bilang,katanya kamu di bawa ke ruangan kesehatan? " tanya Fajar.


"Iya,Mas.Sepertinya aku tidak enak badan, bahkan dokter di kampus tadi bilang kalau kemungkinan aku sedang ha.... "


"Maaf Pak Fajar, kami akan segera membawa para tersangka ke kantor,harap anda dan istri anda ikut kami sebentar untuk memberikan keterangan." Tiba-tiba seorang Polisi menyela pembicaraan mereka, entah apa yang tadi ingin Sheila katakan.


"Baik Pak,kami akan ikut dari belakang,"ujar Fajar.


Setelah bersalaman dengan Bapak polisi itu, Fajar segera mengajak Sheila untuk segera masuk ke mobilnya.Mereka harus ke kantor polisi dulu untuk memberikan keterangan.


*****


Setelah selesaikan urusan di kantor polisi, Fajar dan Sheila di berikan kesempatan untuk bertemu dengan Angga yang berada di dalam sel sementara.


"Apa maksud kamu? " tanya Fajar.


"Saya benar-benar gak menyangka, laki-laki terhormat seperti Anda ini ternyata masih mau sama barang bekas, " ujar Angga sambil melirik ke arah Sheila.


Sheila merasa harga dirinya di cabik-cabik di depan suaminya."Apa maksud Kak Angga? antara kita berdua tidak terjadi apapun! jangan mengarang cerita yang tidak-tidak!"kesal Sheila.


"Apa kamu bisa membuktikan sama suami kamu,kalau kita gak ngapa-ngapain? " Angga sengaja memperkeruh suasana.


"Mas, ini gak benar. Sumpah


demi Allah,aku gak melakukan hal yang aneh-aneh selama di culik. " Sheila terus mencobanya meyakinkan Fajar.


Wajah Fajar rautnya mulai berubah, ia seperti sedang menimbang-nimbang mana yang benar dan mana yang salah.


"Baiklah,kalau kamu gak percaya sama aku, sebaiknya kamu antarkan aku ke rumah Mama saja, aku gak mau ikut ke rumah orang yang tidak mempercayai aku. " Sheila mengancam seperti itu agar Fajar mau mengerti dirinya, akan tetapi ternyata jawaban Fajar.....


"Baiklah, memang sebaiknya seperti itu.Ayo kita pulang, "


"Hahahaahaa." Terdengar tawa puas Angga dari balik jeruji.


Fajar berbalik,"Jangan berfikir kalau kamu bisa menang dari ku.Aku pastikan kamu akan membusuk di penjara dan kamu tidak akan bisa menikmati hidup bebas dan selalu bersenang-senang lagi seperti yang sering kamu lakukan setiap harinya.😎"ujar Fajar.


"Oh ya, benarkah?! Sepertinya anda ini lupa kalau Papa ku mempunyai banyak uang yang bisa di pakai untuk menjamin kebebasan ku,"tantang Angga.


" Uang kalian itu tidak akan berguna lagi kalau aku bisa menunjukkan bukti-bukti kejahatan kalian,bukan hanya menculik istri orang, kamu juga terlibat begitu banyak bisnis ilegal, begitu juga Papa kebanggaan mu itu! "Balas Fajar.


Angga terkesiap, tapi semenit kemudian ia teringat akan kasus Papanya Sheila yang juga sudah ia selidiki jauh-jauh hari.


" Oh, begitu ya?? lalu bagaimana dengan kasus korupsi yang dilakukan oleh mertua Anda? sepertinya seru juga kalau aku sampai melaporkannya ke polisi, bisa-bisa heboh seantero negeri 🤣🤣"Angga tertawa untuk menutupi kegelisahannya.


Fajar dan Sheila saling melempar pandangan, dari mana Angga bisa tau kasus itu?


Angga bisa melihat kegelisahan di mata Sheila dan juga Fajar, "Sudahlah, tidak usah khawatir. Kalau kalian masih ingin melihat Papa kalian itu hidup tenang dan nyaman di rumah dan masih di hormati di mana-mana, yaaa...sebaiknya kita sudahi saja kasus ini, selesai kan? anggap saja kita impas, bagaimana? " tawar Angga.


"Tidak akan! " jawab Fajar lantang.


"Mas? tapi Papa bagaimana? " Sheila melemah,ia tidak ingin Papa nya mendekam di dalam penjara,sudah banyak yang ia korbankan untuk menutupi aib Papa nya ini,bahkan dirinya sendiri yang terpaksa harus menikahi Fajar.Air mata mengiba kini mengalir deras membasahi pipinya,ia berharap suaminya bisa membantunya.


Fajar mengerti apa yang istrinya itu rasakan, tapi ia juga seorang pembela kebenaran, Angga harus tetap di hukum, bagaimanapun caranya. Mereka tidak boleh menyerah hanya karena ancaman dari Angga.


Jika nanti kasus korupsi Papa nya Sheila memang harus terbongkar, mungkin itu adalah saatnya agar Pak Herianto Wibowo mempertanggungjawabkan perbuatannya.Tapi sebagai seorang pengacara yang handal dan terkenal,tentu Fajar juga akan mendapatkan imbas dari kasus mertuanya ini.


"Mas, bagaimana ini? " Sheila terus menatap Fajar sambil menggoyangkan tangan suaminya itu.


Fajar berusaha bersikap tenang,ia tidak mau terlihat lemah di hadapan musuhnya, sementara Angga tersenyum penuh kemenangan di balik jeruji, sebentar lagi pengacara keluarganya akan segera datang untuk menjamin kebebasannya.Tapi Fajar juga sudah memastikan kalau Angga tidak akan bisa di bebaskan semudah itu, ia harus mendekam di penjara lebih lama lagi, bila perlu selamanya.