Your Revenge

Your Revenge
Terpaksa Mandi Bareng



Sepanjang perjalanan menuju rumah mereka,Fajar terus fokus pada mobil yang berada di depannya.Dia mengira kalau Sheila akan berbelok arah ke rumah mertuanya,tapi ternyata tidak.Sheila tetap patuh,dan ia benar-benar menuju rumah Fajar.


"Good girl's," gumam Fajar.


Akhirnya sampai juga mereka di rumah, Sheila turun lebih dulu dan langsung masuk ke dalam tanpa menunggu Fajar turun dari mobilnya.


Ia langsung menuju ke dapur untuk mengambil minum,di dapur ia bertemu dengan Bik Tarnik dan juga Lina yang sedang membantu bibik nya itu memasak.


"Hai Lin,sedang apa? " sapa Sheila hanya berbasa-basi.


"Ya, lagi bantuin Bibik masak, Nyonya, " jawab Lina dengan nada ketus.


Mungkin pembantunya ini kesal karena kemaren malam gagal memiliki Fajar,majikan yang ia suka.


Sheila hanya tersenyum miring,dia bisa menebak kalau Lina sekarang sedang kesal pada dirinya.


"Sudah pulang Nyonya? " tanya Bik Tarnik.


"Iya Bik,baru aja."Sheila tersenyum pada Bik Tarnik.


"Makan malam hampir siap,Nyonya, " ujar Bik Tarnik.


Sheila mendekat dan melihat apa saja yang sedang di masak oleh pembantunya itu.


"Kayaknya enak Bik,kalau sudah selesai nanti langsung saja di hidangkan di meja makan ya Bik,"pinta Sheila.


"Baik 'Nya, " jawab Bik Tarnik.


Mendengar pembicaraan itu,Lina bicara dalam hati,mulutnya komat-kamit menirukan perkataan Sheila dengan perasaan tidak sukanya.


"Ngapain kamu komat-kamit kayak gitu!? " Fajar tiba-tiba memasuki area dapur.


Lina,Sheila,dan juga Bik Tarnik jadi refleks menoleh ke arah pintu dapur.


"Tu~an?? " Lina terkesiap.


"Kamu ini!! dari tadi saya perhatikan kamu selalu saja menirukan perkataan istri saya dengan mulutmu yang di monyong-monyongin seperti itu.Sebenarnya kamu ini masih mau bekerja disini atau tidak sih?! " sergah Fajar.


Sheila membelalak,ia tak menyangka kalau Fajar akan membela dirinya dan menyudutkan Lina yang ia juga tahu kalau pembantunya itu tidak menyukai dirinya dan memiliki rasa yang terlarang dengan suaminya.


Sheila mendekati suaminya yang sedang dilanda emosi itu,Sheila tidak mau nanti Fajar terlalu bersikap keras kepada Lina.


"Sudahlah Mas,gak usah dibesar-besarkan. " Sheila mencoba menenangkan suaminya itu. Ia mengusap-usap lengan Fajar dengan lembut.


"Kamu tadi gak lihat saat dia mengolok-olok kamu,dia juga sudah bertindak kurang ajar tadi malam.Entah apa yang sudah ia masukkan ke dalam kopi ku semalam itu sehingga sepanjang malam aku merasa kepanasan,gadis ini pasti punya niat tidak baik."Fajar menunjuk wajah Lina dengan telunjuknya,sedangkan Lina kini hanya bisa tertunduk malu dan menangis.


Lina tidak menyangka kalau majikannya itu bisa mengetahui kalau dirinya sudah menaruh obat perangsang di dalam cangkir kopi yang ia suguhkan tadi malam.


Sheila dan Bik Tarnik melongok tak percaya😱, " Benar itu Lina??! "Bik Tarnik menarik dan membalikkan tubuh Lina menghadap ke arahnya.


" Tidak Bik,Lina gak ngapa-ngapain kok.Tuan yang minta Lina untuk di pijitin tadi malam, "jawab Lina.


" Apa? pijit?! "Bik Tarnik melotot.


Mata Fajar membelalak mendengar jawaban Lina, ia kembali emosi," Sialan gadis ini! bisa-bisa nya ia mau memperdaya seorang Fajar!ternyata kamu ini pandai bersilat lidah ya,"kesalnya.


" Sudahlah Mas,lagipula aku kan sudah berhasil mencegahnya.Sekarang lebih baik kita ke atas.Kamu yang sabar ya,Lina itu hanya tidak bisa berpikir jernih saja,nanti juga dia akan sadar dengan kesalahannya."Sheila berusaha menenangkan Fajar.


Melihat air matanya Lina yang mulai mengalir,Sheila segera menarik tangan suaminya itu keluar dari dapur.


" Sudahlah Mas,kasihan dia sampai menangis seperti itu."Sheila lagi-lagi mencoba meredakan emosi Fajar.


Terdengar dari dalam dapur,suara Bik Tarnik yang sedang memarahi keponakannya itu.Terdengar juga suara raungan Lina, mungkin Bik Tarnik sekarang sedang memukulinya.


Sheila jadi tidak nyaman dengan suasana yang seperti ini,ia tidak ingin kalau ada ribut-ribut di dalam rumah yang ia tinggalin.


Fajar menghela nafas kasar,untung saja Sheila berhasil memenangkan dirinya.Kalau tidak,mungkin Fajar sudah mengusir pembantu barunya itu keluar dari rumahnya.


****


Sudah di kamar,Sheila meminta Fajar untuk segera mandi agar amarahnya reda, " Sebaiknya kamu segera mandi Mas, agar kamu gak marah-marah lagi. "


Fajar melirik istrinya,ia merasa kalau istrinya ini sekarang sikapnya lebih tenang dan dewasa dalam menghadapi persoalan.Sheila sudah bisa mengendalikan dirinya.Perhatian dan ucapan Sheila yang menenangkan, membuat rasa hangat di hatinya.


"Apa kamu mulai menyukai ku? " tanya Fajar.Ia berusaha mengungkung Sheila di dalam dekapannya saat Sheila akan pergi menghindari dirinya.


"Lepaskan Mas,aku harus segera ambil wudhu.Waktu ashar sudah hampir habis, " elak Sheila, beralasan.


"Oke, kalau begitu kita sholat bareng aja.Tapi setelah itu,kamu harus menjawab pertanyaanku tadi."Fajar menatap mata Sheila dengan tatapan yang menuntut.


"Iya,nanti aku pikirkan dulu,"ujar Sheila dan langsung pergi ke kamar mandi untuk wudhu.


Setelah wudhu, ia menunggu Fajar untuk Wudhu dan setelahnya mereka melaksanakan sholat Ashar berjamaah.


****


"Kamu gak mau mandi duluan? " tanya Fajar setelah sholatnya selesai.


"Mas Fajar aja yang duluan,aku mau ke bawah dulu.Mau siapin makan malam." Sheila membenarkan peralatan sholatnya ke lemari.


"Nanggung, bentar lagi juga mau Magrib. Sebaiknya kita mandi bareng aja biar cepat. " Fajar kemudian berdiri dan langsung menarik tangan istrinya itu ke dalam kamar mandi.


"Mas ngapain tarik-tarik aku? " tanya Sheila sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Fajar di pergelangan tangannya.


"Aku mau ajak kamu mandi bareng,sambil kita membicarakan pembicaraan kita yang tadi belum selesai,"ujar Fajar dengan santainya.


"Apa?mandi bareng?aku gak mau!"ketus Sheila.


Tidak sekali pun terbersit dalam pikirannya untuk mandi dalam waktu yang bersamaan dengan Fajar,apalagi dalam kamar mandi yang sama pula,itu sungguh sangat memalukan sekali.


"Ayo!"Fajar kembali menarik tangan Sheila.Namun karena istrinya itu terus saja menolak, Fajar langsung mengangkat tubuh istri nya ala bridal style.


Tentu saja hal itu langsung membuat Sheila kaget dan deg-degan.


"Turunin Mas, aku bisa mandi sendiri.Aku gak terbiasa mandi bareng sama siapapun, apalagi laki-laki."Sheila berusaha untuk memberontak.


"Nanti juga kamu akan terbiasa,"ujar Fajar sambil menyeringai.


" Eh, apa maksudnya terbiasa? "batin Sheila.


Tidak ada gunanya lagi penolakan yang di lakukan oleh Sheila,suaminya itu lebih gesit dan lihai dalam bidang ini.Mungkin dulu ia juga sering melakukan hal seperti ini dengan istri pertamanya,Sheila hanya bisa pasrah dengan apa yang suaminya itu lakukan padanya.


🤭🤭🤭🤭