Your Revenge

Your Revenge
Bab 63



Fajar harap-harap cemas,ia sangat kesal dengan foto-foto itu.Tapi di satu sisi,ia juga tidak rela kalau istri yang mulai ia cintai kini berada di tangan pria lain,apalagi pria itu adalah musuhnya sendiri.


"Sheila, bertahanlah.Aku pasti akan menyelamatkan kamu,"Ucap Fajar sambil menyetir menuju tempat yang telah di tentukan.


*****


Sementara itu,Sheila yang di bawa paksa ke mobilnya Angga juga terus meronta minta di lepaskan.


" Kak Angga,tolong lepasin aku.Untuk apa Kakak melakukan semua ini?"cecar Sheila.


"Untuk apa kamu bilang?!tentu saja untuk menghukum suami kamu yang sombong itu,sayang,"jawab Angga sambil mencubit kecil dagu Sheila.


Dengan cepat Sheila menghindar,walaupun tangannya kembali terikat ke depan,tapi untungnya mulutnya tidak di lakban.


"Kakak bisa di hukum kalau sampai suami saya melaporkan Kakak ke polisi! " ketus Sheila.


"Hahahha😁,silahkan saja.Palingan nanti setelah kita bertemu sama dia,kamu langsung di buang sama dia, " ujar Angga dengan santainya.


"Apa maksud Kak Angga!? " tanya Sheila dengan amarah meledak-ledak.


"Kamu lihat saja sendiri, "ujar Angga sambil menaruh ponselnya yang menampilkan foto-foto mesra mereka berdua di atas tempat tidur di dasbor mobil tepat di hadapan Sheila,foto-foto yang menampilkan Angga yang bertelanjang dada,dan keduanya ditutupi dengan selimut yang sama.


Mata Sheila terbelalak melihatnya,ia tidak percaya kalau hal seperti itu benar-benar terjadi kepadanya,tidak ingat apapun.


" Tidak, tidak, itu tidak mungkin!! "Sheila nampak sangat shock sekali.


" Aku sudah mengirimkannya kepada suami mu yang sombongnya selangit itu,kita lihat saja nanti,apa reaksinya ketika melihat kita bersama. "ujar Angga sambil tersenyum miring.


" Ini semua bohong, itu tidak benar!.Ini semua pasti akal-akalannya Kak Angga!iya Kan??!"ujar Sheila.


"Hanya aku dan Tuhan yang tau semua yang sudah terjadi di antara kita,sebaiknya kamu tinggalkan saja suami sombongmu itu.Lagipula,sebentar lagi aku akan membuatnya tak berkutik lagi untuk selamanya," ujar Angga.


"Apa maksud Kak Angga? " Sheila merasa cemas akan niat buruk Angga kepada suaminya.


"Kamu akan lihat nanti, sebentar lagi dia akan datang untuk melihatmu.Sebaiknya kamu bisa di ajak bekerjasama, agar aku bisa berubah fikiran dan melepaskan suamimu itu," Angga membuat penawaran dengan Sheila.


"Apa maumu?! "Sheila sangat kesal sekali kepada Angga.


" Mudah saja,nanti kamu mengaku saja kalau di antara kira berdua memang sudah terjadi sesuatu yang sangat intim, "ujar Angga.


Tentu saja Sheila tidak bisa terima,dirinya tidak pernah melakukan hal kotor seperti itu.Tidak ada juga tanda-tanda kalau mereka habis melakukannya, itu pasti hanya bualan Angga saja.


" Tidak, akun tidak mau!Itu sama saja dengan mencemarkan nama baikku sendiri, aku bisa merasakan kalau diantara kita tidak terjadi sesuatu seperti yang Kakak katakan! "Sheila tidak terima,dirinya juga bukannya wanita murahan yang mau saja berhubungan dengan pria lain selain suaminya.


" Baiklah kalau itu yang kamu mau, itu artinya kamu tidak boleh menyalahkan aku kalau nanti nya suami tercinta mu itu yang akan menerima hukumannya. "Angga kembali memberinya tekanan.


" Apa yang akan Kakak lakukan? "tanya Sheila.


" Kita lihat saja nanti, sebentar lagi semuanya akan kamu lihat dengan jelas, tepat di depan mata kamu itu,cantik. "Angga kembali tersenyum miring setelah berhasil menoel pipi Sheila.


Ternyata oh ternyata,Fajar sudah tiba di sana lebih dulu.Sheila yang melihat suaminya ada di hadapannya hanya bisa memanggil nama Fajar.


"Mas Fajar !! "teriak Sheila.


Fajar pun langsung menoleh ke arah istrinya itu," Sheila! "panggilnya.


Angga melihat sekeliling sebentar sebelum ia turun dari mobilnya.Dugaannya salah, anak buahnya belum ada yang tiba di sana, " Sial!!,"umpat nya di dalam hati.


"Kenapa diam??ayo keluar !! kita selesaikan semuanya secara jantan!! " tantang Fajar tepat di depan mobilnya Angga.


Angga pun keluar dari mobilnya,ia menyiapkan sebuah pistol di balik ikat pinggangnya.


Sheila yang melihat akan hal itu, menggeleng-gelengkan kepalanya. "Jangan, jangan, Mas Fajar hati-hati!!" teriaknya.


Fajar faham apa maksud istrinya itu, ia bisa tau dari ekspresi ketakutan di wajah Sheila.Fajar bersikap tenang,sementaranya Angga masih saja menjaga jarak aman. Angga masih ingat saat ia di hajar habis-habisan oleh Fajar.


"Lepaskan istri saya! " ujar Fajar lantang.


"Hekkkh!! lepaskan dia?? coba aja lepaskan sendiri kalau anda Bisa! " ujar Angga.


Seketika Sheila jadi teringat saat dulu Angga berusaha menyelamatkan dirinya dari Fajar yang kini sudah menjadi suaminya.Peristiwa itu seperti dejavu yang kini terulang lagi, tapi dalam posisi yang berbeda.Kini Fajar lah yang akan menyelamatkan dirinya dari Angga.


Fajar ingin maju untuk menghajar pria yang sudah berani menculik istrinya itu."Lepaskan istri saya, atau kamu akan segera meringkuk di penjara atas tuduhan penculikan dan menyekapan!, "ancam Fajar sambil menarik kera kemeja Angga.


Pemuda itu tak gentar,ia juga menahan kera Fajar dan mengeluarkan pistolnya dan di acungkan kepada musuhnya itu.Fajar tak bergeming apalagi ketakutan,ia malah tersenyum dengan santai,karena polisi yang ia panggil kini sudah tiba tepat di belakang mobil Angga.


Para polisi segera menodongkan pistol mereka ke kepala Angga, " Anda sudah di kepung,jangan bergerak!!"


Angga pun segera melepaskan pistol yang ada di tangannya, lalu mengangkat kedua tangannya ke atas.Angga tak menyangka kalau Fajar bisa bertindak lebih cepat di atasnya seperti ini.


Polisi pun menangkap Angga,begitu juga bodyguard sewaan Fajar yang berhasil mencegat para anak buah Angga yang baru akan tiba di lokasi itu.Mereka semua di gelandang ke kantor polisi dengan naik mobil polisi.


Sheila berusaha untuk membuka pintu mobil dengan tangannya yang terikat.Fajar pun melihatnya, ia buru-buru menghampiri mobilnya Angga untuk membebaskan istrinya itu.


"Sheila, " ujarnya setelah Sheila behasil keluar, ia menatap mata sembab istrinya itu.


Sheila pun begitu,ia terus menatap Fajar dengan tatapan sendu.Tadinya ia merasa sangat lah ketakutan saat Fajar akan di tembak oleh Angga.


"Mas Fajar. " Sheila menghambur ke pelukan suaminya, Fajar pun sesaat tertegun, ia teringat akan foto-foto yang dikirim oleh Angga kepadanya.Perasaannya jadi galau, apakah ia harus berbaikan dengan Sheila, istri yang berpose romantis dengan pria lain di atas tempat tidur, atau dia akan memaafkannya begitu saja? Fajar bingung.


Karena sang suami diam saja dari tadi, dan bahkan tidak membalas pelukannya, Sheila jadi merasakan kalau ada sesuatu yang mengganggu fikiran suaminya itu.


"Mas, kamu kenapa diam saja? " tanya Sheila.


Fajar tetap diam dan membuang pandangannya,membuat Sheila jadi bingung dan serba salah. 😢