Your Revenge

Your Revenge
Pecah Kongsi



Hari ini benar-benar hari yang aneh bagi Sheila,dari mulai sikap suaminya yang mulai terasa aneh padanya,eh sekarang di kampus dia juga mendapatkan perlakuan aneh dari laki-laki yang kini sangat getol mengejar cintanya.


Laki-laki tampan yang dipuja di seluruh kampus, siapa lagi kalau bukan Angga. Sejak saat Sheila sedang memarkirkan mobilnya di Parkiran, ia sudah ditunggu oleh Angga.


Seolah tak melihat kehadiran Angga, Sheila langsung pergi dari sana dengan langkah cepat, ia tidak mau memberikan sedikitpun celah kepada Angga yang bisa membuat pemuda itu salah mengerti.


Apalagi sekarang Sheila sudah tahu kalau kemaren Fajar sudah melihat dia dan Angga sempat ngobrol, sehingga membuat suaminya itu salah faham.


Tapi anehnya, setelah Fajar melihat sendiri dan bahkan sempat salah faham,tapi sikap suaminya itu malah melembut bukannya semakin sadis dan kasar kepadanya. Tadinya Sheila sempat tak percaya kalau Fajar berubah jadi lebih lembut seperti itu.


*


*


*


Tanpa Sheila sadari, ternyata Angga masih terus mengikutinya.


"Sheila, tunggu. " ujar Angga yang kini berlari mendahului dan menghalangi langkah Sheila.


"Ada apa ya, Kak?. "tanya Sheila.


" Eee... gini Sheila,ada yang mau saya tanyakan sama kamu. "jawab Angga.


" Soal apa ya Kak?. "tanya Sheila lagi.Sikapnya kali ini seperti ketakutan.Ia takut kalau-kalau Fajar kembali memergoki dirinya sedang berbicara dengan Angga.Matanya Kesana-kemari melihat-lihat kalau-kalau ada seseorang yang mencurigakan.


" Kemarin, saya mendapatkan sebuah pesan dari nomor yang tak dikenal.Pesan itu berupa foto. "Angga buru-buru mengeluarkan ponselnya dari saku jaketnya.


" Foto?, foto apa ya?. "Sheila mendadak bingung. 'Ada masalah apalagi ini? 'fikir nya.


" Ini, apa benar wanita yang ada di foto ini kamu?.Dari postur dan baju yang kamu pakai kemaren semuanya memang mirip kamu sih?. "tanya Fajar,


laki-laki ini penasaran sekali.


Sheila mendadak shock ketika melihat foto dirinya dan disampingnya namun agak dibelakang berjalan seorang Fajar.


" Kenapa kamu diam?, apa benar kalau kamu punya hubungan dengan Pak Fajar Sidiq Mubarak itu?. "tanya Angga dengan sedikit penekanan.


Sheila yang bingung akhirnya menjawab " Kan saya sudah pernah bilang sama Kak Angga kalau kami berdua itu memang ada hubungan. "jawab Sheila.


" Tapi hubungan yang seperti apa?. "tanya Angga.


Kali ini Sheila bingung mau menjawab apa, ternyata saat dirinya dan Fajar jalan ke Mall kemaren ada seseorang yang sudah memotret mereka secara diam-diam. Bukan hanya karyawan toko yang minta foto bersama Fajar itu saja, tapi seseorang yang mungkin hanya lewat dan mengenal Fajar ataupun Sheila juga melakukannya dan mengirimkan foto itu kepada Angga.


" Maaf Kak,saya gak bisa kasih tahu Kakak soal itu, sudah berapa kali saya bilang kan? .Jadi tolong jauhin saya Kak. "Sheila ingin pergi meninggalkan tempat itu, ia juga tidak mau kalau terus-terusan seperti ini.


Ingin jujur saja rasanya kalau Fajar dan dirinya sudah menikah. Akan tetapi semua itu sulit keluar dari mulutnya, ia berjanji pada dirinya sendiri kalau itu akan tetap menjadi suatu rahasia dalam hidupnya.Mungkin nanti kalau dirinya hamil anak Fajar, dirinya pun mau tak mau akan cuti kuliah saja sampai anaknya lahir.


" Tunggu dulu Sheila,apa kamu merahasiakan sesuatu?, kamu terlihat bingung.Apa sebenarnya yang sedang kamu fikirkan?. "tanya Angga sembari menahan lengan Sheila.


" Maaf Kak,saya harus masuk ke kelasnya Bu Ervinna. Beberapa hari yang lalu saya sudah bolos kuliah, jadi saya harus banyak mengejar ketinggalan."ujar Sheila sembari menepis tangannya Angga.


"Kamu sengaja menghindari saya 'kan?. "ujar Angga.Wajah pria itu mulai menegang.


*


*


*


" Ahhh akhirnya kelar juga, Sheila mana ya?."tanya Alya pada Raysa.


"Tumben kamu nanyain Sheila, kemaren aja kamu nyuruh aku jauhin dia. " ujar Raysa.


"Yaaa kemaren kan kemaren, aku kangen nih di traktir sama Sheila. Dia kan kalau neraktir kita gak tanggung-tanggung, royal banget sih dia. " ujar Alya.


"Idih kamu ya, ternyata kamu itu sahabat yang suka manfaatin sahabatnya sendiri. " cetus Raysa.


"Udahlah Sa, kita berdua itu sama saja.Pasti kamu pertahanin persahabatan sama Sheila karena dia baik 'kan?. " ujar Alya.


"Apa?!, ya enggak lah. Aku tulus temenan sama dia, karena dia juga tulus temenan sama aku.Dan aku juga gak miskin-miskin amat sampai mau manfaatin sahabat sendiri." jawab Raysa.


"Kok kamu jadi nyolot sih sama aku?. " Alya jadi tersinggung.


"Kamu kan yang duluan! ,aku gak nyangka deh. Cuma gara-gara gak bisa jadi asisten sehari nya Pak Fajar waktu itu,kamu jadi bersikap begini sama sahabat sendiri.Salah apa sih Sheila sama kamu,itu kan yang milih dia Pak Fajar nya langsung, kenapa kamu jadi marahnya sama Sheila.Gak asyik kamu Al. " tukas Raysa.


"Apa maksud kamu Sa,hey... Raysa!!. Jelasin sama aku!!. " ucap Alya sambil mengejar Raysa yang kini berjalan menjauhinya.


Kedua sahabat itu kini tengah ribut dan sepertinya genk mereka akan terpecah belah sekarang.Bahkan saat ini Alya dan Raysa yang kejar-kejaran jadi tontonan para mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Hukum lainnya.


"Kenapa tuh Genk sok cantik?, berantem ya?. " ujar salah satu temannya Sherin.


"Biasa,,kalau udah gak ada yang solid ya gitu deh. Tadi aku dengar dari teman-teman kalau genk mereka mau bubar Kabarnya Sheila udah didepak dari genk mereka. " ujar Reny .


"Yang bener kamu?. " tanya Sherin.


"Beneran, kamu sih kurang update. " jawab Reny lagi.


"Jadi itu artinya Genk mereka sudah pecah kongsi dong. " jawab Sherin. Gadis iti tersenyum sambil menjentikkan jarinya.


Sudah lama ia menunggu moment ini, ternyata Sherin dan pacarnya sudah sepakat akan mendekatkan Sheila dengan Angga. Karena pacarnya Sherin yaitu Raymond adalah anggota Genk Elang yang diketuai oleh Angga.


Tentu saja Raymond ingin membantu ketuanya itu untuk mendapatkan Sheila sang gadis pujaannya.


Sherin segera mengabari pacarnya dan memberitahu semua berita yang ia ketahui tentang Sheila.Sherin juga bermaksud untuk mengajak Sheila masuk kedalam genknya agar dirinya bisa mendekatkan Sheila dengan teman kekasihnya itu.


"Kamu lakukan bagian kamu, nanti aku yang lakukan bagianku. Pokoknya rencana kita ini harus berhasil, karena Bos Angga pasti akan memberi kita bonus yang tidak main-main. " ujar Raymond di telpon.


"Oke sayang, pokoknya aku akan lakukan semaksimal mungkin agar Sheila mau masuk kedalam genk aku.Kalau sudah begitu, pasti kami bisa lebih akrab dan tentunya sangat mudah bagi kita untuk menyatukan dia dan Bos Angga. " ujar Sherin.


Setelah menutup telponnya, Sherin segera mencari dimana keberadaan Sheila saat ini.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?????