Your Revenge

Your Revenge
Dokter Spesialis Kandungan



"Kemana?. " tanya gadis itu.


"Kamu tidak perlu tahu,yang pasti kamu akan segera bebas setelah ini berhasil. " jawab Fajar santai.


Sheila hanya menurut saja, toh dia tidak akan punya pilihan lain selain patuh.Gadis itu langsung mengekori Fajar untuk menaiki mobil dan Fajar pun segera melajukan kendaraannya menuju ke tempat yang masih misteri.


Pada akhirnya mobil yang dikendarai Fajar berhenti didepan sebuah rumah sakit.Sheila jadi bertanya-tanya didalam hatinya,apa maksud Fajar membawanya ke rumah sakit ini?. Kenapa harus kerumah sakit?, apakah dia akan diperiksa terlebih dahulu sebelum mereka memulai program untuk punya bayi?. Ah... entahlah, Sheila tidak mau ambil pusing akan hal itu.


Setelah memarkirkan mobilnya, Fajar mengajak Sheila untuk segera masuk kedalam.Ternyata pria itu sudah melakukan janji temu dengan seorang dokter spesialis kandungan.


Sheila agak kaget saat tahu kalau suaminya itu mengajaknya untuk bertemu dokter kandungan,berbagai pertanyaan kini muncul dibenaknya.


"Mau apa kita kesini?. " tanya Sheila.


"Nanti juga kamu tahu, sudah gak usah banyak tanya segala. Tunggu disitu,saya mau tanya sama susternya dulu. "


Fajar pun meninggalkan Sheila dikursi tunggu, ia bergegas mengurus sesuatu yang terkait formulir untuk memastikan nomor antrian mereka.


"Oh, atas nama Nyonya Sheila Anindhita Wibowo sudah terdaftar dan bisa langsung masuk ke ruangan dokter Reno.Silahkan.." Suster itu langsung membimbing Fajar keruangan dokter Reno. Fajar pun langsung memberikan kode kepada Sheila untuk mengikuti ia,dengan tangannya.


Setelah mereka sudah tiba didalam ruangan dokter spesialis kandungan itu,dokter Reno pun mempersilahkan mereka berdua untuk duduk.


"Silahkan duduk Pak Fajar dan Nyonya.... " dokter Reno sebenarnya agak terkejut, karena biasanya yang periksa kandungan adalah istrinya Fajar yang bernama Jihan, tapi mengapa kali ini namanya adalah Sheila.Biasanya istrinya Fajar itu berhijab, tapi yang ini tidak.


"Sheila ,dokter. " kali ini Sheila yang menjawab.


"Iya Nyonya Sheila. Tapi.... "


"Maaf dokter Reno, mungkin dokter agak bingung kenapa nama istri saya bisa berubah, bahkan orangnya juga berbeda. " ujar Fajar menyela.


"Benar sekali, terus terang saja saya rada bingung. Kalau begitu ,Nyonya Sheila ini siapanya Pak Fajar?. " dokter Reno bertanya lagi.


"Sebenarnya istri saya yang biasanya periksa kandungan itu sudah meninggal dokter,maaf saya baru kasih tahu." jelas Fajar.


"Oh, maaf... maaf... saya turut berdukacita sedalam-dalamnya kalau begitu,pantas saja istri anda tidak pernah datang untuk periksa lagi belakangan ini,kalau saya boleh tahu,meninggalnya karena apa?."


"Kami kecelakaan dokter,dan Jihan tidak tertolong karena banyak kehabisan darah,begitu juga dengan anak didalam kandungannya,hanya saja waktu itu kami tidak dilarikan kerumah sakit ini,tapi ke rumah sakit pusat." jelas Fajar.Sheila hanya bisa menunduk karena ia kembali teringat akan dosanya.


"Oo begitu,maaf ya Pak Fajar.Saya benar-benar tidak mengetahui berita tersebut.Kalau begitu Nyonya yang ini.. ??" dokter Reno bertanya lagi.


"Ini istri baru saya dokter, kami baru saja menikah kemarin." dokter Reno nampak manggut-manggut tanda ia mulai mengerti.


"Maksud saya mengajaknya kemari karena kami ingin berkonsultasi soal pembuatan bayi tabung dokter, bagaimana prosedurnya?. " tanya Fajar.


Mendengar itu tentu saja Sheila sangat terkejut, ia tidak menyangka kalau Fajar menginginkan agar ia melakukan proses pembuatan bayi tabung.Sheila menatap nanar ke arah pria itu.


"Apa-apaan ini?, bayi tabung?. Sebegitu bencinya kah dia padaku sampai-sampai ia tidak ingin menyentuhku?.Baguslah." batin Sheila.Tapi tak terasa matanya mulai berkaca-kaca.Entah perasaan apa itu.


"Tunggu.. tunggu.kalau saya lihat, sepertinya pasangan anda ini masih muda, masih energik, baru juga berusia 20 tahun.Lalu mengapa kalian mau melakukan proses bayi tabung? apakah ada masalah dengan kandungan istri anda?." tanya dokter Reno.


"Tidak ada dok, saya tidak pernah mengalami sakit dibagian rahim saya, semuanya bagus, saya juga dulu pernah melakukan medical ceck-up, hasilnya semua tidak ada masalah. " ujar Sheila.Walaupun ia tidak sudi disentuh oleh Fajar, tapi ia juga tidak terima kalau dibilang punya penyakit.


ucapan Sheila itu sukses membuat Fajar mendelik ke arahnya.Fajar bingung, seharusnya gadis itu senang kalau mereka akan punya anak tanpa harus saling menyentuh.Tapi mengapa malah seakan-akan Sheila lebih ingin ia menyentuhnya.


Keduanya sempat saling tatap,sebelum akhirnya dokter memberikan sarannya.


"Begini Pak Fajar,kalau menurut saya,sebaiknya kalian memiliki anak dengan cara alami saja, itu jauh lebih baik.Terutama bagi kesehatan istri anda, dan hubungan suami istri yang rutin pasti bisa membuahkan hasil yang maksimal.kalian ini masih muda, sayang sekali kalau mau langsung melakukan proses bayi tabung.Lagipula disamping beresiko gagal dan mengganggu kesehatan,bayi tabung juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.Disamping itu tingkat keberhasilannya hanya berkisar antara 30-40 persen, belum lagi persiapan fisik dan mental dari calon ayah dan calon ibunya.Kalau menurut saya, sebaiknya anda dan istri anda mencoba cara yang alami saja dulu,hal itu justru lebih baik dan tidak beresiko." jelas dokter Reno.


Fajar terdiam, sebenarnya dia juga ingin cara yang alami,dia juga laki-laki normal yang butuh ****. Tapi ia gengsi,tidak mungkin baginya memaksa gadis yang ia benci untuk bercinta dan membuatnya hamil.Bagaimana pun juga ia tetap meyakini didalam hatinya kalau ia sangat membenci gadis itu.


"Jadi bagaimana Pak Fajar dan Nyonya Sheila?,kalau kalian bersikeras melakukannya saya sarankan untuk mempersiapkan mental kalian.Berdasarkan pengalaman saya sebagai dokter kandungan selama belasan tahun, sebaiknya memang pasangan muda akan lebih baik jika menggunakan cara alami, berhubungan secara teratur dimasa-masa subur, itu akan lebih efektif.Coba deh, kita bikin progam hamil untuk istri anda. Jadi kita akan melihat jadwal rutin menstruasi istri anda dulu,dengan begitu kita bisa melihat kapan masa suburnya. Nah disaat itulah bagus untuk anda berdua melakukannya. " ujar Pak dokter lagi.


Kedua suami istri itu hanya mendengarkan, namun siapa yang tahu kalau saat ini jantung Sheila berdebar dengan sangat kencang, saat Fajar menoleh kearahnya seakan meminta persetujuan, lalu Sheila langsung membuang muka.


Dokter Reno bisa merasakan kalau ada sesuatu dengan pasangan ini,ia masih ingat betul kalau almarhumah Jihan yang merupakan pasiennya dulu, selalu terlihat sangat bahagia bersama suaminya, setiap ia datang untuk periksa,dokter Reno selalu melihat pasangan itu saling mencintai,hubungan mereka sangat hangat dan romantis,Fajar juga sangat lembut kepada istrinya.Lalu kenapa dengan istri keduanya ini sikapnya berbeda. Apalagi sikap Sheila kepada Fajar juga seperti sangat membenci pria itu.


Pasti rasanya tidak akan nyaman kalau ia sampai menanyakan perihal ini lebih jauh, ini sudah masuk ke rana pribadi pasien.


"Ekhm, begini dokter.... " Fajar terlihat gugup.


Sheila memasang telinganya lekat-lekat untuk mendengarkan apa yang akan Fajar katakan kepada dokter Reno.Gadis itu hanya bisa mengulung-gulung telunjuknya kedalam tunik yang ia kenakan.


"Bagaimana Pak Fajar, apa keputusan anda?. " tanya dokter Reno lagi.


"Bagaimana baiknya menurut dokter Reno saja,untuk sementara ini kami mungkin akan mencoba cara yang alami terlebih dahulu. " ujar Fajar.


Seketika itu pula, mata Sheila membulat sempurna mendengarnya.Jantungnya semakin berpacu ketika Fajar dengan tidak tahu malunya menggenggam tangannya dan tersenyum smirk kepadanya.