Your Revenge

Your Revenge
Dan Terjadi Lagi



Raka merekam semua pembicaraan bos nya secara diam-diam,dan segera mengirimkan laporannya kepada Fajar.Imbalan dua kali lipat sepertinya juga menjadi daya tarik tersendiri selain ancaman Fajar.


Meskipun begitu, pria itu juga tetap berhati-hati.Apa yang ia lakukan sekarang sangatlah beresiko, karena melawan seorang anak pengusaha sukses seperti Angga, bukanlah perkara gampang untuk orang biasa seperti si Raka ini.


Mendengar dentingan pesan di ponselnya, Fajar langsung membuka pesan itu.Sudut bibirnya tersenyum, ia sangat senang karena akhirnya pria bernama Raka itu,mau bekerjasama dengannya.


Walaupun Fajar belum sepenuhnya percaya pada Raka,tapi ia tetap mengambil kesempatan ini untuk mengumpulkan kelemahan Angga,rivalnya.


"Pesan dari siapa? " tanya Sheila.


Ia tetap berusaha bersikap biasa,walaupun tadi mereka hampir saja kembali cekcok mulut.


"Bukan apa-apa,makan saja dulu." Fajar tidak mau Sheila tau mengenai hal ini, ia masih ingin merahasiakannya dari Sheila.


Menurutnya, Sheila tidak usah terlalu banyak tau tentang siapa saja yang ia libatkan di dalam penyelidikan dan penyelesaian kasus ini.


Di saat yang sama,ponsel Sheila berbunyi,tertera nama Raysa di sana.Sheila nampak ragu untuk menjawab panggilan dari sahabatnya itu,karena ada Fajar di dekatnya.


"Angkat saja dulu,kali aja penting,"ujar Fajar.


"Eee, baiklah kalau begitu."Sheila pamit undur diri dan berjalan keluar pintu samping, ia ingin menjawab panggilan itu,tanpa di dengar oleh suaminya.


[" Hallo, assalamu'alaikum,Sa. "]


[" Wa'alaikum salam, "]jawab Raysa diseberang sana.


[" Ada apa Sa? "]tanya Sheila.


[" Sheila, ada kabar buruk. "]Suara Raysa seperti sedang gelisah.


Perkataan Raysa itu,sontak saja membuat Sheila merasa takut akan terjadi sesuatu yang tidak baik pada kedua sahabatnya.


[" Ada apa? "]tanya Sheila, buru-buru dan penasaran.


[" Sherin dan genknya ngajakin Alya untuk bergabung dengan genk mereka.Alya di janjikan akan diberikan uang bulanan oleh Big Boss mereka, "]ujar Raysa.


[" Apa?!, bagaimana ceritanya kok bisa seperti itu? apa Alya menerimanya? "]tanya Sheila lagi.


["Kamu tau kan bagaimana Alya?ia sangat suka dengan yang berbau hadiah dan juga uang.Kemungkinan besar dia akan menerimanya.Ckhh "]Terdengar desisan kekesalan dari mulut Raysa di seberang sana.


["Aduh Alyaaaa,bisa-bisanya bikin jantung mau copot.Big boss mereka siapa? Sherin maksudnya?"]tanya Sheila lagi.


[" Tentu saja bukan.Kamu tahu 'kan kalau Sherin itu pacarnya Reymond anggota genknya si Angga?.Nah,aku curiga big boss yang di maksud si Sherin itu adalah Angga.Kan si Angga itulah yang paling tajir di antara mereka. "]Jelas Raysa


Sheila mondar-mandir kebingungan, entah apa maksud Sherin sebenarnya. Tapi Sheila sendiri merasa yakin, kalau semua ini memang ada hubungannya dengan Angga. Apa maksud Angga merekrut sahabatnya, waktu itu dirinya juga sempat di tawarin Sherin untuk bergabung ke dalam genknya.Untungnya Sheila menolaknya mentah-mentah.


[" Sheila, Sheila...kamu masih di sana 'kan?"]tanya Raysa.


Sheila terkesiap dan tersadar dari lamunannya.


[" Iya,Raysa.Aku masih di sini,sebaiknya kita bahas ini besok saja.Mudah-mudahan Alya belum mengiyakan ajakannya Sherin.Aku takut,dia hanya akan di manfaatkan oleh mereka saja." ]Sheila merasa ini tidak baik.


["Aku juga berfikiran demikian, pasti ada tujuan yang tidak baik di balik semua ini,"]jawab Raysa.


["Ya sudah, sebaiknya kita harus memperingatkan Alya agar ia tidak salah langkah,"]ujar Sheila sebelum menutup telponnya.


Fajar diam-diam menguping pembicaraan istrinya di balik jendela. "Hemmmm, ada yang aneh," gumam Fajar sambil mengusap dagunya.


Di saat Sheila kembali masuk ke dalam rumah, Fajar dengan langkah cepat kembali ke meja makan dan duduk dengan tenang.


"Bagaimana?apa ada sesuatu yang terjadi? " tanya Fajar.


Sheila tidak tahu harus bagaimana, apakah ia harus jujur dan menceritakan semuanya kepada suaminya itu,atau ia harus menyembunyikan kabar dari Raysa tadi?


"Itu... eee... " Sheila masih ragu.


"Ya sudah kalau kamu gak mau cerita, gak usah di paksakan.Nanti aja kalau kamu sudah merasa tenang dan mau bercerita sama aku. Habiskan dulu makanan mu,aku ke atas dulu." Fajar berdiri dan langsung melenggang menaiki tangga.


Sheila menatap punggung suaminya yang pergi menjauh hingga menghilag di lantai dua yang sudah tak terlihat.


"Bik... " Sheila memanggil Bik Tarnik.Saat ini nafsu makannya pun sudah menghilang.


Bik Tarnik pun datang dengan membawa serbet di bahunya, "Ada apa Nyonya? " tanyanya.


"Diberesin aja ya Bik, kalau Bibik mau makan dulu, makan aja. Saya dan Tuan udah selesai kok makannya.Saya tinggal dulu ya, " ujar Sheila sambil berdiri dan hendak pergi.


"Baik Nyonya, " jawab Bik Tarnik.


******


Sheila masuk ke kamar mereka, tapi anehnya Fajar sudah mematikan lampunya dan hanya menyisakan sebuah lampu di sisi nakas bagian Sheila.


"Tumben dia tidur secepat ini? " gumam Sheila.


Ia pun langsung ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat Isya'.


"Apa dia sudah sholat Isya'? " gumam Sheila lagi.


Sheila sholat sendirian,ia tidak mau mengganggu istirahat Fajar.Mungkin Fajar sedang merasa capek'fikirnya.


Selesai Sholat,Sheila mencoba menghubungi Alya,di balkon kamarnya.Fajar yang hanya pura-pura tidur,terus memperhatikan gerak-gerik istrinya.Ia tak ingin melewatkan sedikitpun.


"Jawab Alya... " gumam Sheila kesal, karena sejak tadi panggilannya tidak di respon oleh Alya.


"Kok malah di reject sih? " Sheila kesal karena Alya malah me-reject panggilannya.


Fajar terus memperhatikan istrinya itu, ia tau sekarang,ternyata hubungan persahabatan Sheila dengan Alya sedang tidak baik-baik saja. "Apa karena Alya suka padaku? "gumam Fajar.


Berbagai pemikiran kini hinggap di dalam otak Fajar,itu artinya dirinya lah penyebab keretakan hubungan persahabatan Sheila dan temannya itu.


Sepertinya Fajar sedang merasa jadi rebutan, ia harus apa coba?memang pesonanya sangat sulit untuk di tolak oleh kaum hawa, haruskah dia sombong karenanya? 😅


Karena kesal telfonnya tak kunjung di jawab, Sheila memutuskan untuk masuk ke dalam dan istirahat.Fajar buru-buru memperbaiki posisi tidur pura-pura nya itu agar tidak ketahuan oleh sang istri.Ia juga berpura-pura mendengkur halus.


"Nyenyak sekali tidurnya, " ujar Sheila sambil membenarkan selimut Fajar yang tidak rapi.


Kemudian,Sheila naik ke tempat tidur.Ia juga menarik selimutnya dan mematikan lampu nakas bagiannya.


Sheila berusaha memejamkan matanya meskipun sulit,fikiran tentang Alya yang akan masuk ke dalam genk nya Sherin,memenuhi otaknya saat ini. Sheila bimbang,ia tidak bisa tidur,namun ia terus mencoba memejamkan matanya.


Tiba-tiba Sheila merasakan ada sesuatu yang melingkari perutnya,ada hembusan nafas hangat yang menerpa telinganya.Sheila merinding,ia pun menoleh ke sampingnya.


Benar saja, ternyata Fajar kini sedang memeluk dirinya dengan erat.Pria itu juga sengaja menciumi tengkuk dan telinganya.Membuat dunia Sheila terasa terbang ke awan, dan selanjutnya Sheila kembali tak bisa menolak ajakan pria itu.


"Boleh? " bisik Fajar.


Sheila hanya mengangguk pasrah.Entahlah, apa yang membuat Sheila tak bisa menolaknya. Sudah terbiasa kah? atau memang sudah ada cinta di antara keduanya.