Your Revenge

Your Revenge
Bab 62



Fajar lega akhirnya telponnya di angkat juga, terdengar suaranya sapaan dari Alya di ujung telpon.


"Hallo," jawab gadis itu dengan nada yang paling manis dan manja.


"Hallo, dengan siapa ya? " tanya Fajar.


"Ini, ini saya Pak,Alya." ujar Alya.


"Oh, kamu salah satu sahabat istri saya Sheila 'kan? " ujar Fajar.


"Benar Pak, sa-ya temannya Sheila. " jawab Alya sedikit gugup.


"Kebetulan sekali,tadi nomor kamu menghubungi saya berulang-ulang kali.Apa ada sesuatu yang sedang terjadi? di mana Sheila? apa kamu tau dia ada dimana sekarang?dari sore dia belum pulang ke rumah. " Fajar tak sabar ingin tau keberadaan istrinya itu.


"Iya Pak, maaf tadi ganggu.Soalnya,kami kehilangan Sheila di kampus,tadinya ia sempat gak enak badan dan di bawa ke ruangan kesehatan,tapi setelah kami mau menjenguknya lagi sehabis selesai kuliah, Sheila nya sudah gak ada di sana.Kami kepikiran buat nanyain dia ke Pak Fajar, tapi ponselnya Bapak sepertinya sedang tidak aktif. " jelas Alya.


"Apa?? hilang bagaimana?? dia juga gak pulang ke rumah ini.Ah... kemana dia? " Fajar menyugar rambutnya dengan kasar.


"Kami juga gak tau Pak,kalau Bapak gak percaya, tanya saja teman-teman yang lain.Kami sudah cari dia ke seluruh kampus,tapi gak ada," kilah Alya.


Saat kepepet seperti ini, ternyata aktingnya bisa mulus juga.


"Baiklah,terimakasih atas infonya. " Entah kenapa hati Fajar mengatakan kalau semua itu ada hubungannya dengan Angga.


Sudah lama ia mencurigai pemuda itu, apalagi Angga baru saja kalah di pengadilan. Meski secara tekhnis Angga yang memenangkan kasus ini dan membuat Fajar harus membayar denda dan di skors beberapa bulan izinin pengacaranya, tapi Angga tidak berhasil memenjarakan Fajar.


Fajar segera mematikan telpon,ia memeriksa telpon masuk dan juga panggilan yang lainnya.


Ada beberapa pesan foto yang masuk ke ponselnya yang tadi belum sempat ia buka.Pesan itu dari nomor yang juga asing,Fajar langsung meng-klik pesan itu, dan......????


Betapa terkejutnya Fajar, ketika melihat foto-foto yang ada di sana.Foto istrinya bersama dengan pria lain, yang tak lain adalah Angga.Keduanya nampak mesra di dalam selimut yang sama.


Mata Fajar memerah,dadanya bergemuruh, benar-benar panas."Tidak! tidak mungkin,"ucapnya sambil menarik dan membanting bunga yang tadinya ia beli untuk Sheila.


Lina yang baru saja kembali dari jalan-jalan jadi kaget ketika melihat majikan tampannya itu marah-marah seorang diri di ruang tengah.


"Sayang banget bunganya di banting,coba untuk aku aja," ujar gadis itu lirih.


Fajar mendengarnya, ia langsung menoleh ke arah Lina. "Kamu!" tunjuknya ke Lina.


"I-iya,Tuan, " Lina gugup.


"Cepat kamu bereskan semua ini,awas kalau masih ada yang tersisa! " ujar Fajar kesal.


"Baik Tu-Tuan,"jawab Lina sambil ketakutan.


Setelah itu,Fajar langsung bergegas ke mobilnya,ia sangat marah.Apalagi Angga sepertinya sengaja untuk membuat dirinya marah,bagaimana bisa Sheila juga diam saja. Fajar merasa di khianati.


"Dasar wanita ******,kenapa dia nekad melakukan ini padaku?!!apa dia sudah bosan hidup?! " Fajar terus mengendarai mobilnya tak tentu arah,yang ingin ia lakukan sekarang adalah menemukan di mana keberadaan istrinya yang sudah berani mengkhianati dirinya.


Fajar menelpon nomor yang mengirimkan foto-foto itu kepadanya.Sambil terus mengemudi,ia menantikan jawaban panggilannya.


Angga tersenyum saat ia melihat nama Fajar sedang tertera di layar ponselnya yang terus berbunyi dan menyala.


"Kena kau!! " ujarnya sambil tersenyum miring😎.


Sambil memakai kembali kemejanya,Angga menjawab panggilan itu.Ponselnya ia jepitkan dengan telinga dan juga bahunya sambil mengancingkan satu persatu kancing kemejanya itu.


"Hallo,Mr.Fajar😂." Tawa Angga tergelak, karena ia merasa targetnya sudah masuk ke dalam jebakan.


"Apalagi? apa foto-foto itu masih kurang jelas? hah?! " Dengan santainya Angga mengaduk-aduk perasaan Fajar.


Fajar memukuli setirnya dengan keras,hatinya terasa tercabik-cabik dan semakin sakit saja.


"Cepat katakan!!dimana istri saya sekarang?!!" Fajar ingin sekali segera bertemu dengan Sheila.


"Buat apa?? dia akan jadi wanitaku mulai sekarang, sebaiknya Anda segera menceraikannya,karena aku akan mengambilnya dari Anda!! "Angga pun tak mau kalah.


Disaat bersamaan,Sheila baru saja tersadar dari pingsannya,ia bisa mendengar apa yang baru saja Angga katakan kepada lawan bicaranya di telpon.


Dari apa yang Angga katakan,Sheila bisa tau kalau orang yang sedang berbicara dengan Angga adalah suaminya sendiri, Fajar.


" Kak Angga,apakah itu Mas Fajar?"tanya Sheila.


Fajar juga bisa mendengar suara Sheila,betapa hancur hatinya saat ini, baru saja ia ingin mengakui cintanya kepada wanita itu,tapi hal yang terjadi malah sebaliknya.Wanita itu sudah benar-benar menghancurkan hatinya.


"Cepatlah katakan!! sedang di mana kalian?! " ujar Fajar.


"Oh, oh, tenang Pak Fajar.Santuy.. " Angga seperti mengulur-ulur waktu.


Sementara Sheila,ia berusaha untuk bangkit dan berdiri, ia ingin bicara dengan suaminya.


Sheila berjalan pelan menghampiri Angga yang berdiri membelakangi dirinya.Lalu ia merebut ponsel itu dari tangan Angga,Angga terkesiap saat Sheila berhasil mengambil ponselnya.


"Hey!! " ujar Angga.


Sheila segera meminta tolong pada suaminya, "Mas Fajar,tolong aku.Bebaskan aku dari sini, aku di sekap Mas," teriak Sheila.


Angga segera merebut kembali ponselnya dari tangan Sheila.


"Apa yang kamu katakan sayang?bukankah kita baru saja,ah sudahlah....aku tidak perlu mengatakannya lagi.Nanti kamu jadi malu,"ujar Angga, ia sengaja membuat keadaan semakin rancu antara Fajar dan Sheila.


" Apa maksud kamu Kak Angga? aku tidak melakukan apa-apa,dari tadi aku pingsan,"ujar Sheila.


" Justru karena kamu pingsan, jadi kamu tidak menyadarinya sama sekali. "Angga sengaja mengatakan hal itu.


" Hey, hentikan!! "Fajar mengerem mobilnya tiba-tiba, ia sudah tidak tahan mendengarkan perdebatan antara Sheila dan Angga di telpon.


Angga segera berbicara lagi, " Kenapa Pak Fajar,apa Anda merasa sakit hati sekarang?istri Anda yang tercinta ini sudah menjadi milik saya sekarang.Jadi sebaiknya Anda relakan saja dia."Angga tertawa,ia sangat yakin kalau saat ini Fajar pasti sedang terbakar api cemburu.


" Bajingan!! "umpat Fajar.


Sheila juga bisa mendengar ucapan suaminya itu.Air mata kini mengalir membasahi pipinya.Tak dapat ia bayangkan kalau pada akhirnya Fajar akan salah faham kepada dirinya.Dia tidak melakukan kesalahan apapun,tapi nasib buruk kini selalu saja datang merusak semuanya.


Baru saja hubungannya dan Fajar akan membaik, tapi lagi-lagi ada saja masalah yang membuat mereka menjauh.


Angga kembali menjawab tantangan Fajar, ia memberitahukan di mana lokasinya sekarang.


" Baiklah,setengah jam lagi di bekas gudang PT.Nusantara Brothers. "ujar Angga.


Pemuda itu membawa Sheila bersamanya. Ia juga tidak mau kalau Fajar sampai tau di mana unit apartemen nya,Ia sengaja mengajak Fajar ketemuan di tempat sepi,sebuah gudang kosong milik keluarganya yang sudah lama tidak terpakai.


Tak lupa, Angga juga meminta semua anak buahnya yang pria untuk berkumpul di sana.Mereka akan membuat pengacara sombong itu bertekuk lutut, dan tak bisa berkutik lagi kali ini.


Tapi Fajar juga bukan Pria yang bodoh,ia sangat tau apa maksudnya Angga menyuruhnya ke sana.Fajar juga langsung menginformasikan masalah ini ke pihak yang berwajib, dan ia juga minta para bodyguard sewaannya untuk menjaga dirinya dari tempat yang tersembunyi.


Setengah jam lagi, waktu yang cukup untuk mereka mempersiapkan semuanya.