
Setelah malam itu,hubungan Sheila dan Fajar semakin dekat.Hari ini genap 3 bulan sudah mereka menikah,dan hari ini juga adalah hari persidangan kasus yang Angga tuntut terhadap Fajar.
Kasus penganiayaan ringan ini sebenarnya bisa di selesaikan secara kekeluargaan saja,karena Angga tidaknya mengalami cedera berat. Akan tetapi, keluarga Angga tidak terima dan bertekad akan memenjarakan Fajar.
Sementara itu, hubungan Sheila dengan sahabatnya Alya kini di ujung tanduk. Alya saat ini sudah bergabung dengan genknya Sherin.Tinggallah Sheila dan juga Raysa di genk nya.
"Kamu kok mau izin,memangnya kau pergi kemana? " tanya Raysa pada Sheila yang minta di temani untuk izin kepada dosen piket barusan.
"Ada urusan penting,itung-itung latihan di persidangan. " Sheila hanya menjawab dengan perkataan yang cukup ambigu bagi Raysa.
Kening Raysa mengernyit karena kurang faham, "Maksudnya, kamu mau ke persidangan? " tanya Raysa.
"He hem, " angguk Sheila.
"Ngapain?" tanya Raysa lagi.
"Nanti aku ceritain, tapi jangan bilang siapa-siapa ya! " ujar Sheila sambil menaruh telunjuknya di depan mulut.
"Iyaa,tenang aja. Aku gak ember kok, " ujar Raysa.
"Jadi gini..., aku... di panggil sebagai saksi. "
"Saksi dalam kasus apa?!" tanya Raysa kaget.
"Suami aku, si Pak Fajar lagi ada masalah sama Angga.Jadi..., aku sebagai saksinya harus hadir. " Sheila membuka kunci mobilnya dari jauh dengan remot.
"Ya ampun, apa ini masalah pemukulan Angga waktu itu?Tapi kan itu udah lama, kok bisa sih? " Raysa tak percaya,ternyata sahabatnya mengalami banyak hal yang tak terduga. Dulu kehidupan Sheila sangat tenang dan hampir tak ada masalah, tapi sejak mengenal Fajar, sahabatnya itu jadi banyak masalah.Raysa juga sempat dengar desas desus yang beredar di kalangan mahasiswa soal Angga yang masuk rumah sakit karena menolong Sheila, cewek incarannya.
"Hmmm," Sheila hanya bisa menghela nafas dalam agar bisa sedikit mengurangi beban di pundaknya.
"Kamu yang sabar ya say, semoga masalahnya cepat kelar, " ujar Raysa sambil memeluk Sheila. Sheila pun membalas pelukan Raysa.
"Terimakasih ya Sa, kamu memang sahabat terbaikku."
"Sama-sama Sheila, " balas Raysa.Raysa gak mau terlalu banyak bertanya, walaupun sebenarnya ia ingin sekali bertanya lebih jauh tentang hubungan Sheila dan Pak Fajar, kenapa mereka bisa sampai menikah?menurut Raysa, pasti ada sesuatu yang sahabatnya itu rahasiakan darinya, terutama alasan dari pernikahan itu sendiri.
Keduanya pun melepas pelukan masing-masing.Sheila langsung pergi dengan mobilnya menuju ke pengadilan,setengah jam lagi sidangnya akan di mulai.
******
Akhirnya tiba juga Sheila di gedung pengadilan itu.Entah kenapa kepala Sheila mendadak pusing saat ia mau keluar dari mobilnya, tapi ia berusaha untuk menahannya.
Sheila sudah di tunggu oleh Bu Cindy yang akan bertindak sebagai pengacaranya. Walaupun ia hanya sebagai saksi dari kasus ini, tapi ia juga memerlukan seorang penasehat hukum untuk mendampingi dirinya.
"Akhirnya anda datang juga Bu Sheila, saya sudah cemas dari tadi. Sidangnya akan segera di mulai, seharusnya sebagai istrinya Pak Fajar, anda lebih mengkhawatirkan suami anda. " Bu Cindy malah menceramahi Sheila, sehingga membuat kepala Sheila semakin pusing.
"Maaf Bu Cindy, tanpa anda ingatkan pun, saya sangat mencemaskan Mas Fajar, itu sebabnya saya datang kemari, " ujar Sheila, geram.
Menurutnya, wanita bernama Cindy ini terlalu banyak ikut campur ke dalam urusan rumah tangganya.
****
Sheila menghampiri suaminya itu,ia salaman dan juga mencium tangan Fajar.
Pemandangan itu, juga di saksikan oleh Angga dan juga semua orang yang ada di sana.
Pengancara Angga terlihat berbisik dengan Papanya Angga.Hal itu tak lain karena mereka baru tau, kalau Sheila dan Fajar itu ternyata sudah menikah secara sah menurut hukum dan Agama.Hal itu pasti akan memberatkan pihak Angga sebagai penggugat yang beralasan bahwa kejadian itu terjadi saat ia ingin menyelamatkan Sheila dari kejahatan yang di lakukan oleh Fajar, karena Angga melaporkan Fajar yang ingin menculik Sheila.
Fajar terlihat lebih tenang, karena kartu As Angga sudah ia kantongi.Semua itu berkat Raka sang mata-mata, tak sia-sia ia membayar Raka dengan mahal.Sekarang Fajar sudah mengetahui begitu banyak bisnis ilegal yang di lakukan oleh Angga dan genknya, begitu juga dengan orang tuanya yang katanya terhormat itu,hal itu akan ia gunakan untuk berjaga-jaga bila ia terdesak dalam persidangan ini.
****
Persidangan pun dimulai,semuanya sudah masuk ke dalam ruang sidang. Hari ini Fajar di dampingi oleh tim pengacaranya,Fajar sangat yakin dirinya bisa memenangkan kasus ini.
Angga menatap nanar ke arah Fajar,namun Fajar hanya menatapnya dengan senyuman.Sikap tenang Fajar, sudah membuat amarah di hati Angga tersulut.Ia tidak terima kalau musuhnya begitu tenang dalam menghadapi dirinya.
Persidangan pun dimulai.Seperti dugaan Fajar,semuanya berjalan sesuai prediksi nya.Sheila memberikan kesaksian bahwa dirinya dan Fajar memang sudah memiliki hubungan sejak di adakan seminar di kampusnya.
Angga juga tidak memiliki bukti bahwa Sheila dibawa Fajar dengan paksa.CCTV di parkiran kampus waktu itu tidak menunjukkan posisi mobil Sheila, dan kejadian itu juga tidak jelas nampak di kamera.
Fajar kembali mengulas senyuman, sementara wajah Angga sudah seperti udang rebus. Merah padam karena menahan amarah.
Hakim memutuskan,Fajar hanya di kenakan denda biaya berobat untuk Angga dan juga wajib lapor untuk satu minggu ke depan.Kasusnya pun di tutup.
Sheila juga turut bernafas lega, begitu juga dengan Cindy yang selama ini mencintai Fajar dalam diam.Walaupun sudah beberapa kali di tolak, tapi ia tetap menyimpan rasa itu di dalam hatinya.
"Selamat ya Pak Fajar. " Tanpa sadar, Cindy sudah menghambur,memeluk Fajar.
Mata Sheila melotot tajam,seharusnya ia adalah orang yang pertama memberikan ucapan itu pada suaminya. Sheila merasa cemburu, ia tidak terima suaminya di peluk oleh wanita lain.
Angga yang masih berada di sana tersenyum ke arah Sheila,ia berjalan menghampiri wanita malang itu sambil melirik ke arah Fajar dan Angga juga membisikkan sesuatu di telinga Sheila.
"Aku tau yang semua orang tidak tau, tapi aku gak mau mengungkapkannya di sini karena aku ingin kita bernegosiasi di luar, di suatu tempat yang damai dan romantis. "Bisikan Angga ini membuat Sheila mematung, jantungnya berdegup kencang karena ketakutan.
Angga lalu pergi bersama para pengacaranya, dan meninggalkan Sheila yang berdiri tanpa suara.Fajar yang sudah terlepas dari pelukan Cindy pun memperhatikan istrinya itu,tadi ia sempat melihat kalau Angga membisikkan sesuatu di telinga istrinya dan setelah itu,wajah Sheila langsung berubah pucat.
" Ada apa? "tanya Fajar.
Sheila tetap tak menggubris,ia masih larut dalam imajinasinya tentang hal apa yang sudah di ketahui oleh Angga tentang rahasianya.
" Sheila,hey Sheila. "Fajar mengguncangkan tubuh istrinya itu.
" Haa!?"Sheila tersentak.
"Ada apa?kenapa bengong? " tanya Fajar lagi.
"Eee, tadi... tadi... " Sheila terbata, ia tak sanggup untuk memberitahukan hal ini pada suaminya.
"Sudah ya, nanti kita bahas di rumah aja. Ayo kita pulang.Wajah kamu pucat sekali, apa kamu sakit?" Fajar mengajak Sheila untuk pulang.
Kali ini Fajar mengajak Sheila pulang dengan mobilnya, sementara mobil Sheila akan dibawakan oleh supir kantornya sampai ke rumah mereka.