
Karena hari ini Sheila mengikuti kuis,Fajar tidak bisa mengikutinya sampai ke kelas.Ia hanya menunggu istrinya itu di parkiran.Ia bersender di mobilnya sambil memainkan ponsel, banyak chat masuk ke nomornya.
"Pak Fajar, tumben Anda berada disini sepagi ini? apa ada perlu dengan salah satu dengan dosen di sini?"tanya Pak Frengky,salah satu dosen yang mengajar Sheila disini kampus ini.
" Ehhh, iya Pak Frengky.Tapi saya bisa menunggunya di sini saja, "jawab Fajar dengan sedikit kikuk, karena sebenarnya bukan dosen lain yang ingin ia temui.
" Oh kalau begitu saya ke kelas dulu ya, sudah di tungguin. "Pak Frengky pun meninggalkan tempat parkiran itu.Sementara Fajar, ia hanya bisa membalasnya dengan senyuman dan juga anggukan ringan.
*****
Sudah beberapa jam berlalu,sudah banyak panggilan telepon yang Fajar reject.
" Dimana kamu sekarang? "gumam Fajar gusar.
Matanya melihat ke sana kemari mencari keberadaan istrinya itu,ia mondar-mandir di dekat mobilnya denagn dengan segala dugaan yang muncul tentang Sheila.
Tiba-tiba,ia melihat dua sahabat istrinya yaitu Alya dan juga Raysa yang berjalan menuju parkiran.Sepertinya kedua cewek cantik itu sudah berbaikan sekarang.
" Haiii,Pak Fajar 'kan? "sapa Alya,gadis itu terlihat semringah karena bisa bertemu dengan idolanya.Alya juga mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Fajar, laki-laki yang ia incar.
Raysa hanya memberengut melihat kelakuan sahabatnya itu, sedangkan Fajar tersenyum untuk sekedar berbasa-basi dengan kedua sahabat istrinya.
" Kalian cuma berdua, yang satu lagi mana?"tanya Fajar.
Wajah Alya langsung berubah masam saat mendengar pertanyaan itu,"Lagi-lagi Sheila yang dia cari, "gerutu Alya di dalam hati.
" Sheila hari ini ikut kelas yang berbeda dengan kita Pak,apa Anda sedang mencarinya?"tanya Raysa.
"Iya, ada yang ingin saya bicarakan dengan dia," jawab Fajar sambil terus celingukan kesana kemari mencari keberadaan Sheila.
"Nah, itu dia baru saja keluar. "Raysa menunjukkan jari telunjuknya ke arah sebelah kanan Fajar.
Seketika rahang Fajar mengeras saat melihat apa yang sedang terjadi di depan matanya,tangan Sheila sedang di tahan oleh seseorang yang tak lain adalah Angga.
" Maaf Kak Angga,aku gak bisa. "Sheila menolak ajakan Angga.
" Apa karena kamu dan Pak Fajar itu memiliki hubungan?! "sergah Angga.
Melihat Sheila terpojok,Fajar segera maju dan menghampiri istrinya.
" Memangnya kenapa kalau kami berdua memang memiliki hubungan?!"tantang Fajar pada Angga,sembari memegangi tangan istrinya.
"Hoo, akhirnya Anda mau mengakuinya.Tapi aku masih tidak percaya kalau bukan Sheila sendiri yang mengatakannya. " Angga masih menampik semua hal yang telah ia ketahui.
"Kamu mau bukti?!" tanya Fajar dengan lantang.
"Mana buktinya? " tanya Angga lagi.
Fajar langsung memperlihatkan jari Sheila dan juga jarinya yang sudah memakai cincin couple pernikahan.
"Lihat ini!! " ujar Fajar lantang,disaksikan seluruh Mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kawasan parkiran itu.
Semua mata terbelalak, mereka terkejut melihat cincin berlian yang melingkar di jari manis Sheila yang serasi dengan cincin di jari Fajar.Beragam pertanyaan kini muncul di benak mereka. "Apakah Sheila dan Fajar sudah bertunangan?atau malah mereka sudah menikah? "
"Jadi isu itu benar? kalian sudah menikah? " tanya Angga.
"Jadi suami kamu itu benar adalah...Pak Fajar? "tanya Raysa.
" Apa?!"Semua orang pun terkejut.
"I... i..iya.Aku memang sudah menikah dengan Mas Fajar,dia adalah suamiku." jawab Sheila dengan menundukkan kepalanya.Jujur saja dia sangat malu sekarang,bukan malu karena menikahi seorang duda, tapi malu kepada Alya karena dirinya pernah mengatakan kepada sahabatnya itu bahwa dirinya tidak menyukai Fajar.
"Kenapa kamu menundukkan kepalamu? kita tidak melakukan sesuatu yang salah.Kita hanya menyembunyikan kenyataan kalau kita sudah menikah, itu saja!" ujar Fajar kesal.
Sheila yang merasa menjadi tontonan teman-teman nya,kini merasa malu.Ia tidak ingin mereka tau dengan cara seperti ini.Tapi mau bagaimana lagi,semuanya sudah terjadi.
"Sebaiknya kita pergi dari sini! " ajak Sheila sambil membuka pintu mobilnya.
"Kamu ikuti mobilku,ada yang ingin aku bicarakan."Fajar pun segera masuk dan menyalakan mobilnya.
Sementara anak-anak yang lain masih sibuk membicarakan mereka,'rasanya masih tidak menyangka kalau ternyata Sheila sudah menikah. Bukankah dia seorang anak pejabat?, masa' nikahnya gak ngundang-ngundang orang? sungguh sangat aneh, apalagi dia kan masih kuliah.'Jangan-jangan dia hamil, jadi harus menikah? '
Banyak sekali dugaan yang ada didalam benak mereka semua, tak terkecuali Alya dan Raysa.Apalagi Raysa, ia sangat tau bagaimana Sheila tidak menyukai Pak Fajar Sidiq Mubarak itu.
"Apa terjadi sesuatu,sampai Sheila harus menikah dengan Pak Fajar?" gumam Raysa.
"Kamu masih saja belain dia,kita aja yang katanya sahabatnya gak dia kasih tau, bisa-bisanya dia malah mencoba mendekatkan aku dengan suaminya sendiri.Apa dia sudah gila!?Dia kira aku mau jadi pelakor apa??!" Alya marah-marah gak jelas.
"Mungkin ada sesuatu yang kita gak tau. " Raysa mencoba menerka-nerka.
"Maksud kamu? " tanya Alya.
"Pasti ada alasannya,kalau di ingat-ingat,, akhir-akhir ini sikapnya Sheila memang sedikit aneh.Dia juga udah jarang ngumpul, bahkan gak pernah lagi,dan Pak Fajar itu juga sering terlihat ke kampus ini.Aku pernah beberapa kali tak sengaja melihat mobilnya di depan gerbang kampus, " ujar Raysa.
"Jadi.. itu artinya...???? "
"Ya,Sheila berubah sejak Pak Fajar datang ke kampus kita sebagai dosen tamu waktu itu. " Raysa menjentikkan jarinya seolah ia tengah menemukan sebuah titik terang dari permasalahan ini.
"Iya juga ya,tapi Pak Fajar itu ganteng banget. Pesonanya tidak bisa dibandingkan dengan cowok-cowok yang ada di kampus ini.Sheila beruntung banget bisa dapetin dia.Hekh!ngakunya gak suka, tapi nyatanya dia tikung duluan!" kesal Alya sambil menghentak-hentakkan kakinya, "Keselll!!! "
"Sabar Al, kita harus ikut senang teman kita yang dapetin dia.Kamu juga harusnya gak boleh marah sama Sheila,jodoh kan Tuhan yang menentukan. " Raysa mencoba menasehati sahabatnya itu.
"Tapi tadi aku juga bisa lihatlah kok, kalau Sheila sama sekali tidak bahagia.Lihat aja tadi matanya,seperti nya dia sangat tertekan."sambung Raysa lagi.
"Sudahlah Al, ikhlasin saja.Toh dia juga udah jadi suami teman kita.Masih banyak cowok di luaran sana yang ganteng dan menawan melebihi Pak Fajar. " Raysa lagi-lagi menenangkan Alya yang sudah mulai naik kembali emosinya.
" Tapi aku gak terima kalau di iming-imingi, lalu dikhianati seperti ini.Kemaren dia juga sempat bilang,kalau aku mau sama Pak Fajar ya.. ambil aja katanya.Hekh! "Alya jadi gedeg kalau tau dirinya cuma di jadikan tameng untuk menghadapi Fajar,bagi Sheila.
" Jadi kapan ya mereka pacarannya?kok tau-tau langsung nikah aja.Apa mereka berdua itu di jodohkan?Kita harus cari tau ke Sheila nya langsung. "Raysa menarik tangan Alya ke arah mobilnya.
****
Angga dan teman-temannya melihat kejadian itu, ia tadi sempat menjauh setelah Sheila dan Fajar pergi.
Kini ia semakin yakin ingin merebut Sheila dari Fajar,karena ia akan membalaskan dendamnya kepada Fajar melalui istrinya itu.Ia bertekad akan merusak rumah tangga Fajar dan Sheila agar dendamnya terbayarkan.
Angga mengajak teman-temannya untuk rapat dan melakukan sesuatu.Pemuda itu tak segan-segan membayar rekan-rekannya dengan uang yang tak sedikit untuk melancarkan rencananya ini.
Angga sangat yakin,pasti Sheila akan berdiri di pihak suaminya,ketimbang membela dirinya di pengadilan nanti.Maka dari itu, ia harus segera mencari cara agar Fajar bisa tetap medapatkan balasan yang setimpal darinya.