Your Revenge

Your Revenge
Menguntit Suami



Sherin diam-diam memerintahkan pada anggota genk nya untuk mencari tahu bagaimana kondisi dari Sheila and the gank. Ia ingin mencari waktu yang tepat untuk mendekati Alya dan menjadikan sahabat nya Sheila itu sebagai umpan untuk memancing keributan antara Sheila,Raysa,dan Alya.


Sherin sudah mencari tahu beberapa kelemahan yang dimiliki oleh Alya,dari info yang ia kumpulkan Sherin juga sudah mengetahui kalau Alya sebenarnya sangat iri kepada Sheila.Dari sini Sherin sudah bisa memanfaatkan kelemahan Alya itu,ia ingin mengadu domba antara Alya dan juga Sheila.


Rencananya selesai kampus nanti,Sherin akan diam-diam menghampiri Alya dan mengajak gadis itu kesuatu tempat yang menyenangkan agar Alya bisa mengutarakan semua isi hatinya tentang kedua sahabatnya Sheila dan juga Raysa,dengan begitu Sherin akan tahu lebih banyak lagi apa yang harus ia lakukan agar Sheila mau bergabung dengan genk nya.


*


*


*


Baru saja Sheila keluar dari kelas Pak Frengky,ia langsung berjalan menuju ke arah parkiran.Hari ini ia akan langsung pulang kerumah suaminya,kebetulan koper yang berisikan baju-baju lamanya dari lemari pakaian dirumah sang Mama sudah ia masukkan ke dalam bagasi mobilnya pagi tadi, jadi tidak perlu balik dulu ke sana.


Sebenarnya ia masih ingin tinggal dirumah orang tuanya beberapa hari lagi,tapi apa daya,ia sudah terikat perjanjian dengan pria yang bernama Fajar itu.


Sheila mengendarai mobilnya keluar dari lingkungan kampus dan menuju ke jalan raya dan berbaur dengan kendaraan lainnya yang sedang berjibaku mengarungi jalanan yang mulai macet.Saat ini ia juga tidak tahu dimana kedua sahabatnya, 'mungkin mereka masih menghindari aku.'pikir Sheila.


Ditengah perjalanan,tak sengaja ia melihat mobil suaminya yang sedang berada di jalur yang sama dengannya,namun mobil Fajar yang sudah Sheila hafal nomor platnya itu masuk ke sebuah restoran cepat saji.


Sheila memperlambat laju kendaraannya,ia memperhatikan baik-baik sedang apa suaminya itu di sana.Timbul rasa penasaran di hatinya untuk mengetahui kegiatan suaminya itu,dan betapa terkejutnya Sheila saat melihat Fajar sedang membukakan pintu mobilnya untuk seseorang yang tak lain adalah seorang wanita.


Sheila memarkirkan kendaraan nya sedikit lebih jauh dari mobil suaminya itu,ia tidak ingin ketahuan kalau sedang menguntit.Sheila bersembunyi dibalik mobilnya sendiri, ia terus mengamati sampai akhirnya Fajar mengajak wanita cantik dan berpakaian kantoran dengan rok pendek dan seksi itu masuk ke dalam restoran.


Wajah Sheila mendadak pias, entah mengapa hatinya merasa mencelos dan tidak nyaman melihat pemandangan di depan matanya.


"Ada apa denganku, mengapa aku rasanya tidak terima kalau dia bersama wanita lain?. " batin Sheila.Bahkan ia sampai memegangi dadanya yang bergetar hebat.


Tak mau salah menduga,akhirnya Sheila memutuskan untuk menghubungi suaminya itu.Karena malu jika menelpon, maka Sheila hanya mengirimkan pesan chat saja.


["Assalamu'alaikum Mas Fajar,aku sudah mau pulang nih dari kampus.Mau dimasakin apa buat makan malam nanti?, biar aku bisa minta tolong sama Bik Tarnik untuk membuatkannya."]


*


*


*


Fajar yang baru saja duduk dan memesan makanan dari restoran itu seketika terkejut saat ia mendapatkan sebuah pesan dan itu pesan dari istrinya,tak biasanya Sheila berinisiatif untuk mengirim pesan kepadanya lebih dulu seperti ini,apalagi selama ini dia lah yang selalu duluan menghubungi Sheila.


Fajar membuka pesan itu,sejenak ia terpaku membaca kata demi kata yang tertulis didalam layar ponselnya.Seulas senyuman kini bertengger di sudut bibir pengacara itu.


" Ada apa Pak Fajar, kenapa Anda senyum-senyum sendiri seperti itu. Memangnya pesan dari siapa?, "tanya wanita yang tadi bersamanya.


Fajar sengaja menjawab seperti itu,karena ia sangat tahu kalau wanita dihadapannya ini dari dulu sudah menaruh hati pada dirinya.Jadi Fajar mengambil kesempatan ini untuk membuat wanita itu sadar akan kedudukannya yang hanya seorang pegawai di Firma hukum miliknya itu.


Wajah wanita bernama Cindy itu berubah menjadi merah.Bukan karena merona bahagia,tapi karena ia sangat kecewa dan sakit hati karena cemburu.Gerakan tangannya yang tadi akan meminum jus pesanannya,kini terhenti.


"Maaf Pak Fajar, sebenarnya...saya sangat sedih sekali ketika teman-teman kantor bilang kalau Pak Fajar beneran sudah menikah lagi.Saya mengira kalau Pak Fajar sudah mengetahui bagaimana perasaan saya ke Bapak,Bapak pasti mengerti 'kan apa maksud saya?. "ucap Pengacara Cindy yang mencintai atasan itu dalam diam selama ini.


Fajar berdeham" Hemmm. "


"Maaf Bu Cindy,meskipun saya tahu tapi itu tidak akan ada gunanya sekarang.Baik dulu ataupun nanti, kita hanya akan tetap menjadi rekan kerja." ujar Fajar.


Cindy nampak memalingkan wajahnya, ia tidak bisa lagi menahan butiran bening dimatanya yang ingin segera luruh ke bumi.'Wanita seperti apa sih yang sudah berhasil mengambil hati Fajar? 'benaknya.


"Saya tahu kalau selama ini Anda menaruh hati sama saya,tapi maaf sekali Bu Cindy... saya sudah menikah kembali dan saya juga tidak pernah ingin mendua." lanjut Fajar.


"Tapi Pak,bukankah Anda sangat mencintai almarhumah istri anda Bu Jihan.Lalu mengapa Anda dengan secepat itu bisa menggantikan posisinya dengan wanita lain?, apa Anda tidak merasa menyakiti Bu Jihan karena sudah menduakan beliau?. " tanya Cindy lancang.


"Kenapa Anda bicara seperti itu Bu Cindy?,bagi saya Jihan tetap lah cinta pertama saya dan ia mempunyai tempat khusus di hati saya yang paling dalam!." Fajar mulai terpancing emosinya.Ia sampai lupa mau mengetikkan pesan balasan untuk Sheila.


Sementara itu, dari tadi Sheila masih menunggu balasan dari suaminya itu, sambil mengintip dari balik kaca restoran ia terus memperhatikan Fajar dari kejauhan.


Kini yang terlihat di mata Sheila, Fajar dan wanita yang bersama nya seperti terlihat sedang cekcok.Sheila juga bisa melihat sendiri kalau wanita itu sekarang sedang menangis.


"Ada hubungan apa ya antara si pria arogan dengan wanita itu?, apa mereka pasangan kekasih ?. " 😲gumam Sheila. Ia sangat shock ketika membayangkan kalau suaminya itu ternyata punya selingkuhan dibelakang dirinya.


"Tidak, ini tidak boleh terjadi. Kenapa kamu tidak membalas pesan dariku dan malah sibuk ngobrol dengan wanita itu. Apa dia sengaja mengabaikan aku?. " celoteh Sheila dari tempat persembunyiannya.


Sheila tidak tahu siapa wanita yang tengah bersama dengan Fajar,ia belum pernah bertemu dengan wanita itu.Dari pakaian yang dia pakai sepertinya wanita itu pekerja kantoran, tapi belum tentu juga.


Fajar yang sadar sudah membuat rekannya menangis kini sedang berusaha menenangkan wanita itu.


"Maafkan saya Bu Cindy, sudah lah jangan menangis lagi. Nanti apa kata orang, bukankah tadi Bu Cindy merasa lapar selepas sidang dan ingin ikut saya makan juga?," tanya Fajar.


"Sebaiknya saya tinggalkan Bu Cindy sendiri disini agar Bu Cindy bisa lebih tenang.Maaf, saya harus segera pulang karena istri saya sudah menunggu di luar. " ujar Fajar, tadi ia sempat mengecek lokasi GPS Sheila di ponselnya.Dan titik mereka sama,di restoran ini.


Fajar sangat yakin kalau istrinya itu sedang berada di restoran ini juga, ia tidak mau sampai kecolongan.Bisa jadi nanti Sheila akan salah paham dengan situasi ini, entah mengapa ia tidak ingin membuat wanita itu menjadi salah paham terhadapnya.


Cindy mendelik ke arah Fajar yang berjalan meninggalkan dirinya setelah menaruh 3 lembar uang seratus ribuan di atas meja untuk membayar makanan yang sudah mereka pesan.


"Biar saya yang bayar. " ujar Fajar sebelum ia benar-benar pergi.


"Lihat saja Pak Fajar,saya pasti akan mendapatkan Anda!. " gumam Cindy namun masih bisa di dengar oleh telinga Fajar.