Your Revenge

Your Revenge
Ide Cemerlang



Melihat waktu yang sudah tidak banyak lagi, sedangkan buku yang harus disusun masih banyak, Sheila tiba-tiba memikirkan sebuah ide cemerlang "Ahaaaa." 😅


Ide itu muncul setelah ia makan siang "Kenapa aku gak minta bantuan pelayan aja, toh Pria arogan itu kan tidak bilang kalau tidak boleh minta bantuan siapapun. Kalau bukunya sebanyak ini sih sudah dapat dipastikan 3 hari baru kelar.Mana rak nya tinggi-tinggi lagi. " gerutunya.


Sheila kembali menekan interkom untuk memanggil para pelayan, yaitu Bik Tarnik dan keponakannya si Lina.Kalau dua karyawan lainnya mereka laki-laki, satu tukang kebun, satu lagi tukang perbaikan, misalnya listrik atau ledeng.


Bik Tarnik membawa keponakannya si Lina mendatangi ruangan kerja majikannya itu.Sebenarnya jarang sekali Fajar memperbolehkan seseorang memasuki ruangan pribadinya ini, makanya untuk pembersihan ruangannya pun cuma boleh dilakukan setiap hari minggu saat Fajar ada dirumah, tapi Sheila malah memperbolehkan dua orang pelayan dirumah itu untuk masuk kedalam ruangan penting suaminya.


"Ada apa Nyonya, kok kami dipanggil kesini?. " tanya Bik Tarnik.


"Iya Nyonya,Lina kan lagi tidur siang9 tadi." sambung Lina.


"Hush!,kamu ini!. " eh dia malah kena sikut sama bibiknya.


"Begini, saya diminta Tuan kalian untuk menyusun buku-buku ini sesuai dengan warna buku, seperti yang di rak itu sudah saya susun. Jadi saya minta sama kalian untuk membantu saya agar semuanya cepat selesai, bisa kan?!. " tanya Sheila, penuh penekanan.


"Kalau untuk Tuan Fajar, apa sih yang gak Nyonya, Lina dengan sepenuh hati akan segera melakukannya. " jawab Lina.


Gadis itu langsung dengan sigap mengelompokkan warna kuning, abu, dan juga merah. Sheila dan Bik Tarnik jadi heran melihat semangat Lina yang berkobar setelah mendengar kata Tuan Fajar.Sepertinya gadis itu sedang menyembunyikan sesuatu yang tak kasat mata, tapi terlihat dari senyumnya yang seketika mengembang setelah nama majikannya disebutkan.Seperti ada udang dibalik rempeyek 😅.


"Wah,semangat sekali kamu Lina. Tahu gitu coba dari tadi aja aku minta bantuan kamu. " puji Sheila,sehingga membuat Lina makin tambah semangat kerjanya.


Tidak tahu saja dihatinya gadis itu sedang menghayalkan kalau nanti saat Fajar melihat hasil kerjanya, maka ia akan mendapatkan apresiasi dan pujian dari seorang Tuan Fajar yang tampan.


Tapi Sheila tidak mau ambil pusing soal ini,yang ada dipikirannya sekarang ia harus segera menyelesaikan semuanya sebelum adzan maghrib tiba.


Namun satu hal yang Sheila tidak tahu kalau saat ini Fajar masih mengawasi dirinya lewat CCTV di layar laptopnya.


"Sudah berani bermain trik kamu rupanya 😏." ucap Fajar lirih.


"Tunggu dan lihat, apa yang akan aku lakukan nanti padamu. " seringai dibibir Fajar terbit lagi.


Sekarang sudah sore,bik Tarnik sudah pamit untuk kembali ke tugasnya memasak makan malam sebelum tuannya kembali dari kantor.


Sedangkan Lina, gadis itu masih dengan ceria membantu Sheila, bahkan tanpa Sheila minta Lina yang naik ke rak tinggi untuk menaruh buku-buku itu berdasarkan warnanya.


"Yes!, sudah selesai semunya Nyonya. Jangan lupa nanti Nyonya harus bilang ya ke Tuan, kalau saya yang menyusun buku-buku ini. " pinta Sheila.


"Iya, sudah sekarang kamu balik ke dapur ya Lin. Saya juga mau keluar dari sini. " ujar Sheila.


"Baiklah Nyonya,kalau Nyonya butuh bantuan apa-apa untuk membuat Tuan Fajar senang, saya pasti akan segera melaksanakannya. " ujar Lina, dan diangguki oleh Sheila.


"Eh, apa maksudnya tadi? membuat Tuan Fajar senang..??. " otak Sheila jadi ber travelling.


"Iya, kamu tenang aja. Saya pasti akan hubungi kamu terlebih dahulu. " ujar Sheila.


"Akhirnya selesai juga, sekarang waktunya mandi sore, sebentar lagi maghrib. " ujarnya sambil berlalu menuju ke pintu. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika otaknya memaksanya untuk mencari tahu tentang rahasia suaminya itu, siapa tahu pria bernama Fajar itu memiliki sisi lemah yang bisa ia gunakan untuk melawan ke semena-menaaan yang dilakukan Fajar kepada dirinya.


Perlahan, Sheila menilik ke beberapa berkas yang ada diatas meja kerja Fajar.Setelah membacanya,Sheila rasa berkas itu tidak ada yang mencurigakan, semuanya hanya berkenaan dengan kasus-kasus yang sedang Fajar dan Firma hukumnya tangani.Lalu ada beberapa bundel surat kontrak dari perusahaan periklanan milik suaminya itu.


Didinding yang berada tepat di belakang meja kerjanya ada foto Fajar dan istri pertamanya 'Jihan.


"Kalian memang terlihat saling mencintai,lalu untuk apa aku berada di tengah-tengah kalian berdua.Seharusnya aku tidak pernah hadir didalam kehidupan kalian,sehingga hidupku tidak akan sehancur ini. " lirihnya,tak terasa air matanya pun kembali menggenang dan akhirnya jatuh tak tertahan.


Sheila pun keluar dari ruangan itu dan tak lupa kembali menguncinya dari luar,sambil membawa anak kuncinya kembali ke kamar.


Tadinya ia juga bermaksud untuk kembali ke kamar tamu tempat ia pertama kali keluar dari dalam gudang yang gelap dan pengap itu, tapi ternyata kamar itu masih juga terkunci. Saat Sheila menanyakan tentang keberadaan kunci kamar tamu ada dimana? Bik Tarnik bilang kalau kuncinya Fajar yang menyimpannya.


*


*


*


Melihat kecurangan yang dilakukan oleh Sheila dari CCTV ruang kerjanya, Fajar mempercepat jam pulangnya.Ia sudah tidak sabar ingin membalas semua perbuatan istri barunya itu.


"Ternyata kamu memang pintar,selain pintar kamu cerdik.Aku rasa kita berdua memang lah pasangan yang serasi, tapi aku tidak akan pernah megalah dengan siapapun, tanpa terkecuali istriku sendiri. " Fajar menampakan seringainya.


Setengah berlari ia berjalan menuju parkiran,tak dihiraukannya beberapa karyawannya yang menyapa.


"Itu si Pak Fajar kenapa ya, tumben buru-buru banget? " ujar salah satu pengacara wanita yang bekerja satu kantor dengannya.


"Ibu Cindy gak tahu ya kalau Pak Fajar sudah punya istri baru,dengar-dengar istrinya ini masih muda loh.Kabarnya Mahasiswi gitu. " jawab rekan pengacaranya yang lain.


"Apa??, kok kita gak dikasih tahu.Padahal aku baru aja mau PDKT sama beliau, yaaa.. gagal deh kalau begitu 😔. " ujar gadis yang sudah agak dewasa itu.Ya, umurnya Cindy sudah 27 tahun dan ia masih betah ngejomblo sampai sekarang.


"Sudah Ibu Cindy, gak usah sedih gitu. Kan masih ada Pak Yugo.Gak kalah tampan tuh sama Pak Fajar, statusnya aja yang sama, sama-sama Duren. " sahut teman yang lainnya.


"Ah, udah ah!, aku jadi gak mood. Ternyata Pak Fajar secepat itu melupakan almarhumah istrinya, dasar laki-laki semuanya sama saja!!. " gerutunya sambil meninggalkan dua rekannya itu.


Sudah lama Ibu Cindy ini menaruh hati pada sosok Fajar yang kalem,soleh, tampan, dan super bucin sama istrinya. Semua orang dikantor juga tahu kalau Fajar sangat mencintai Jihan yang telah tiada, bahkan dihari kecelakaan itu terjadi,Fajar baru saja bela-belain membonceng istrinya itu pakai sepeda motor karena keinginan almarhumah sendiri. Jihan bilang kalau dia lagi ngidam pengen naik motor bersama suaminya. Mau tak mau Fajar menurutinya, dan akhirnya terjadilah insiden itu.


*


*


*


Fajar melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit kencang karena ingin cepat sampai dirumah. Ia sudah sangat kesal karena Sheila tidak melakukan sesuai perintahnya, akibat melihat ulah istrinya itu ia jadi tidak bisa fokus dalam bekerja. Ditambah lagi wanita itu sudah berani memeriksa benda-benda yang ada diruangan kerjanya, membuat hatinya semakin merasa ditantang.