
Sheila mengemudikan mobilnya mengikuti mobil sang suami yang berada di depannya.Mobil milik Fajar kini sedang memasuki kawasan sebuah restoran cepat saji.Sheila pun ikut memarkirkan kendaraannya.
Fajar turun dari mobilnya dan langsung menghampiri mobil Sheila, dan dengan setia ia menunggu istrinya itu keluar dan turun dari mobil.
"Ayo." Fajar dengan sopannya mengajak Sheila untuk masuk ke dalam restoran itu dengan menggandeng tangannya.
"Kenapa Mas Fajar ngajakin aku kemari? " tanya Sheila.
"Kamu pasti lapar 'kan?aku juga lapar.Tadi aku gak sempat sarapan dan langsung nyusulin kamu ke kampus,ini juga udah lewat jam makan siang," jujur Fajar.
"Jadi, Mas Fajar udah nunggu dari pagi di kampus aku.Ngapain? "Sheila merasa heran, untuk apa seorang Fajar Sidiq Mubarak menunggui dirinya di parkiran kampusnya.
" Yaaaa,gak kenapa-napa sih.Aku cuma ingin aja, "jawab Fajar kikuk.
"????? "
Sheila benar-benar gak habis pikir, tapi dia bisa membaca raut wajah Fajar yang menurutnya aneh.Ada ketidak jujuran di sana.
Sheila mencurigai suaminya itu,ia tau pasti kalau Fajar memiliki tujuannya sendiri.Tidak mungkin seorang Fajar mau membuang-buang waktunya yang berharga hanya untuk menunggu seorang gadis yang sedang kuliah.
"Annneh, " gumam Sheila, namun Fajar masih bisa mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya itu.
"Bagaimana rencana kamu sekarang?sekarang,semua teman kamu sudah tau kalau kita berdua adalah suami istri. " Fajar bertanya dengan tatapan yang menanti jawaban pasti dari Sheila.
Sheila menarik nafas dalam,benar kata suaminya itu.Kini ia juga bingung harus bagaimana.Pasti semua rekannya di kampus yang sudah mengetahui tentang beritanya, semuanya pasti terkejut.Sheila berpikir keras sampai ia mengggelengkan kepalanya tanpa ia sadari.
"Ada apa? kenapa kamu menggelengkan kepala? " tanya Fajar.
"Ah, gak kok.Tadi aku cuma keinget sama kedua sahabat aku aja.Pasti sekarang mereka lagi shock,apalagi si Alya yang sudah jatuh hati sama Mas Fajar, " jelas Sheila.
"Tunggu, tunggu, tunggu...., apa tadi kamu bilang? Si Alya suka sama aku? " tanya Fajar penuh selidik.
"Hehem,dia jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu,Mas." Sheila tidak mau menyembunyikan kenyataan itu,suaminya harus tau kalau ada perempuan lain yang juga menyukai Fajar,dan perempuan itu adalah sahabat istrinya sendiri,yaitu Alya.
"Hahahhaha." Fajar malah tertawa.
"Kok malah tertawa? " tanya Sheila, heran.
"Ya,kamu juga aneh.Kok suaminya di sukai sama sahabat kamu sendiri,eh kamu malah dengan santainya memberitahu suami kamu. Apa kamu tidak cemburu kalau suami kamu ini mungkin malah akan berpaling ke sahabat kamu sendiri nantinya? " tanya Fajar.
"Cemburu?? " Sheila mengalihkan pandangannya ke arah berbeda,ia tersenyum getir.Apa dia berhak untuk cemburu? sedangkan dirinya sendiri tidak tahu apa posisi nya di hati suaminya itu.
"Ya,cemburu.Apa kamu rela kalau aku sampai berpaling dari kamu dan pergi bersama sahabat mu itu?"ujar Fajar.
" Apa aku punya hak untuk cemburu? "tanya Sheila balik.
Fajar terdiam,ia baru sadar bagaimana Sheila menganggap dirinya di mata Fajar.
"Aku rasa pembicaraan kita susah melebar kemana-mana,sebaiknya cepat kita habiskan makanan ini."Sheila menjadi gugup,apalagi saat ini Fajar menatap matanya sambil menggenggam tangan Sheila.
"Ah, baiklah.Setelah ini,kita langsung pergi ke kantor polisi, aku akan menemani kamu menghadiri panggilan yang kemaren.Nanti akan ada Ibu Cindy yang akan mendampingi kamu sebagai pengacara kamu,aku sudah menghubunginya dan kita akan bertemu di sana, " jelas Fajar.
"Jadi...,Mas Fajar ke kampus untuk mengajakku memberikan keterangan ke kantor polisi? " tanya Sheila,ada sedikit rasa kecewa yang terpancar dari rona wajahnya.
"Eee, gak juga sih.Sebenarnya aku hanya ingin mengawasi si Angga itu,aku gak mau kalau dia deketin kamu terus.Aku khawatir dan juga cemburu," kilah Fajar.
Mendengar penuturan Fajar itu,Sheila merasa seakan dirinya terbang ke awang-awang.Tapi ia tidak boleh menampakkan perasaannya itu, ia juga masih belum yakin.Jangan sampai Fajar bisa membaca mimik wajahnya,itu tidak boleh terjadi.
Sebisa mungkin Sheila akan menutupi perasaannya yang nyatanya memang cemburu.Ia sendiri sudah pernah pacaran dengan mantannya si Akash sebelumnya, jadi ia juga tau,bagaimana rasanya cemburu.Tapi tetap saja,ini Fajar,dan dia bukanlah Akash!!
Dengan cepat, Sheila menghabiskan makanan yang sudah dipesankan oleh Fajar untuknya,berupa satu paket nasi putih, ayam goreng krispi bagian paha,dengan sayur sup jagung yang lumayan lezat.
"Jangan terbutu-buru,nanti kamu bisa keselek.Sup ini masih panas." Fajar memberikan selembar tisu agar Sheila bisa menyeka sup yang tumpah akibat terlalu terburu-buru.
Sheila jadi gak enak hati,akibat ke grogiannya dirinya sampai melakukan hal konyol. Apalagi sedari tadi,Fajar terus saja menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Aku sudah selesai, kalau begitu aku keluar duluan ya.Aku tunggu di mobil aja." Sheila berdiri dan bermaksud meninggalkan Fajar sendirian di sana.
"Hey, tunggu bentar. Kok kamu main pergi aja, disaat suamimu masih makan? " cegah Fajar.
"Ya, tapi kan.. " Sheila jadi malu plus bingung harus bagaimana.
"Sudahlah,sebaiknya kamu duduk dulu sebentar, tunggu aku selesai.Aku juga gak akan makan kamu kok, " goda Fajar.
"What??? " Sheila tersentak dengan ucapan dari suaminya itu.
"Gak makan aku bagaimana? " batin Sheila.Makin lama Fajar2 makin meresahkan saja, bisa-bisa dia akan jatuh cinta betulan nanti kalau sikapnya Fajar begini terus-terusan.
*****
Acara makan berdua pun selesai,kini mereka sudah berada di mobil masing-masing dan sedang berkendara menuju ke kantor polisi guna memberikan keterangan sesuai surat panggilan yang dilayangkan dari pihak Angga.
Putra pengusaha itu juga sudah menyuruh orang kepercayaannya untuk mengawasi Sheila, dan Angga juga tau kalau sekarang Sheila dan Fajar sedang berada di kantor Polisi untuk memberikan keterangan.
Pengacara Cindy yang2 ditunjuk oleh Fajar untuk mendampingi Sheila dalam kasus ini sudah tiba, mereka berkenalan terlebih dahulu. Begitu mengetahui kalau Sheila adalah istri Fajar,wajah Sheila langsung berubah muram dan seperti memendam amarah.
Gadis yang sudah berusia dewasa itu cemburu melihat kedekatan Sheila dengan Fajar.Apalagi Fajar memperlakukan Sheila dengan sangat lembut selama berada di kantor polisi, mungkin Fajar sengaja melakukan itu agar terlihat seperti pasangan yang harmonis saja.
Sementara Sheila dan Bu Cindy sedang berada di dalam ruangan penyidik, Fajar menunggu di luar.Meskipun terlihat tenang, tapi nyatanya di dalam dada Fajar kini sedang bergemuruh, ia khawatir kalau istrinya itu akan memojokannya.
Disaat Fajar sedang memikirkan kemungkinan-kemungkinan itu, ia melihat ada seseorang yang sangat mencurigakan.Orang itu mengendap-endap di depan ruangan penyidik, dan terlihat sedang merekam pembicaraan antara Sheila,Cindy dan juga Pak penyidik.
Dengan sigap, Fajar menarik Priangan tersebut menjauh.Setelah sampai di luar,ia pun menanyai pria itu...