
Fajar sama sekali tidak tau dengan apa yang sedang menimpa istrinya.Dirinya masih disibukkan dengan urusan pekerjaan,ia mengira kalau saat ini Sheila pasti sudah pulang dan berada di rumah.
Sedangkan di tempat lain,istrinya itu sedang merasa kesakitan.Tangannya di ikat,dan mulutnya juga di lakban.
"Emm, emmm. " Sheila yang baru saja sadar dari pingsannya kaget saat menyadari dirinya yang sedang terikat dan tak berdaya.
"Aku ada di mana ini?kenapa aku bisa berada di sini?Bukankah tadi Alya akan mengantarkan aku pulang ke rumah? " batin Sheila bertanya-tanya.
Istrinya Fajar Sidiq itu kini berada di dalam sebuah kamar yang cukup besar,dengan jendela-jendela kaca yang tebal.Pemandangan kota terlihat jelas dari atas sana,sepertinya dirinya berada di lantai yang super tinggi.
Sheila sangat terkejut ketika melihat sekelilingnya,ia mencoba untuk bangun dan berdiri, "Apakah aku sedang di sekap?dimana Alya, kenapa dia tidak ada di sini, bukankah tadi dia bersama denganku? " benak Sheila.
Sheila berjalan mendekat ke arah pintu,ia mencoba untuk menimbulkan suara,agar orang yang menyekapnya akan membukakan pintu kamar itu.Sheila sengaja menyenggol vas bunga yang ada di kamar itu hingga jatuh ke lantai.
"Prangggggg."
Suara benda pecah yang tak lain adalah vas bunga tadi.Sheila berjingkrak menjauhi pecahan Vas itu agar tak mengenai kakinya.
Suara gaduh yang di buat oleh Sheila membuat penjaga yang berjaga di luar terkejut.
Raymond dan teman-teman nya yang berada di luar sedang tertidur di sofa jadi terbangun,"Shiittt,ada apa lagi tuh cewek!"Kesal Raymond.
Tapi, baru saja ia ingin memeriksa keadaan tawanannya,tiba-tiba ponselnya berdering.Telpon itu dari big boss nya, Angga.Dengan cepat,Raymond mengangkatnya, " Hallo Boss,ada apa? "tanya Raymond.
" Bagaimana keadaannya? "tanya Angga balik.
" Dia,,,, baru aja memecahkan sesuatu di dalam Boss,gue baru aja mau memeriksa nya."Raymond berjalan ke arah pintu kamar yang sejak tadi ia jaga.
"Bentar lagi gue nyampe apartemen,ingat! jangan biarkan dia lolos.Elo diamkan saja dia, tunggu sampe gue datang! " Angga memberi intruksi pada rekan sesama genknya itu.
Setelah itu, pemuda itu juga segera mempercepat laju kendaraannya agar ia cepat sampai ke apartemen untuk bertemu dengan Sheila.
Di dalam kamar,Sheila terus menimbulkan suara,ia menggedor-gedor pintu dengan susah payah.Tangannya yang terikat ke belakang membuatnya kesulitan,belum lagi mulutnya yang di lakban.
"Sialan nih cewek,bisa-bisanya dia jadi rebutan Boss Angga sama si Pak Fajar itu.Lagian Boss Angga,ngapain juga bini orang masih di kejar.Nyusahin kita aja!" Ujar Raymond pada temannya Gerry dan yang lain.
"Sudahlah Ray,yang penting kita dapat duit.Mau Boss Angga sukanya sama siapa,itu urusan dia,ya gak bro? "
"Ah elo,duit aja yang elo fikirin.Gue jadi gak bisa jalan sama cewek gue nih! " Raymond kesal.
"Elo juga,cewek terus yang elo fikirin.Pacaran juga butuh duit kaliee,jaman sekarang semua cewek pada matre.Semuanya butuh duit Bro."
"Serah lo deh!" Raymond langsung meninggalkan teman-teman nya dan berjalan menuju keluar apartemen milik Angga yang memang jarang di tempati ini.Tempat itu hanya di gunakan untuk berpesta dan sebagai markas genknya saja.
Angga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan gadis incarannya itu, meskipun status Sheila sekarang sudah menikah dan punya suami, tapi itu tidak menyurutkan niat Angga untuk memilikinya.Terlebih,Sheila adalah istri dari rivalnya itu,Pak Fajar.
Mobil Angga sudah terparkir di basement apartemen,pemuda itu langsung keluar dari mobilnya sambil menenteng sebuah papper bag bertuliskan nama sebuah restoran ternama dan segera berjalan cepat menuju lift lalu naik ke lantai 50 tempat unitnya berada.
Sambil memainkan kunci mobil di tangannya,Angga bersiul senang karena sebentar lagi ia akan bertemu Sheila.Gadis incarannya itu sekarang sudah berada di dalam genggamannya.Angga kembali tersenyum senang,di dalam hatinya ia membayangkan bagaimana reaksi Fajar jika pria itu tau kalau istrinya sedang ada bersama dirinya.😏
"Satu sama,Pak Fajar yang terhormat.Kau fikir hanya kau yang bisa memiliki Sheila.Sebentar lagi, dia akan menjadi milikku.Aku jadi penasaran, bagaimana reaksimu jika kau tau istrimu ada padaku sekarang?" Angga kembali tersenyum senang membayangkan wajah Fajar yang penuh amarah dan akan menangis darah 🤣🤣.
Bertepatan Angga akan masuk,Raymond akan keluar.
"Boss."Raymond terkejut.
" Mau pergi kemana lo? "tanya Angga.
" Eee, gue mau jemput lo boss ke bawah."Raymond berbasa-basi.
" Basi lo! gue tau apa yang ada di dalam otak lo pada.Nih,duit buat kalian bertiga!Kalian boleh pergi,tinggalin gue berdua aja sama cewek itu, "ujar Angga sambil melemparkan segepok uang merah di dalam amplop berwarna cokelat yang baru saja ia keluarkan dari saku jaketnya.
" Wah, boss memang pengertian sekali. Belum juga kelar kerjaan kita,udah di bayar."Raymond dan teman-temannya yang lain memang pandai menjilat boss nya.
"Kayak baru kali ini aja lo pada gue kasih duit. Cepetan kalian pergi!Tapi ingat ya,kalau gue panggil kalian , kalian harus secepatnya datang kemari,awas lo kalau gak datang! " Ancam Angga.
"Beres Boss, asalkan ada ini nya, pasti beres, " jawab para rekannya itu sambil memainkan jari telunjuk dan juga jempolnya yang di adu di depan wajah Angga.
Sudah pasti yang dimaksud mereka itu adalah upah alias duit.
****
Setelah teman-teman nya pergi dari sana,Angga segera masuk ke apartemen itu.Ia juga tak lupa menguncinya kembali,apartemen mewah ini memang miliknya pribadi,hanya saja karena sekian lama tidak ditempati,akhirnya ia jadikan markas genk nya untuk sementara.
Angga membuka kunci kamar itu pelan-pelan, ia sudah tidak sabar untuk mengejutkan gadis incarannya itu.Dirinya ingin membalaskan dendamnya pada Fajar atas kekalahannya di pengadilan tempo hari melalui Sheila yang tak lain adalah istrinya Fajar.Di samping itu, karena ia juga sudah lama menaruh hati pada gadis itu.
Begitu pintu itu terbuka,Sheila langsung bisa melihat siapa orang yang sudah mengurung dirinya di sini.
"Kak Angga! "
"Hai cantik,apa kabar kamu sayang? " tanya Angga sambil menyentuh dagu Sheila.
Tentu saja Sheila berusaha menghindar dari sentuhan tangan Angga, ia berusaha mengelak semampu yang ia bisa dan memalingkan wajahnya.
"Kenapa kakak melakukan semua ini padaku?" tanya Sheila.
Angga malah tersenyum,ia semakin mengikis jaraknya dan Sheila."Menurut mu?"tanya Angga,pemuda itu malah tersenyum miring kepada Sheila.
"Apa maksud Kak Angga melakukan semua ini padaku? dimana Alya sahabatku? tadi kami sedang bersama. " Sheila terus memberondong Angga dengan rentetan pertanyaan.
"Hey, tenang dulu 😁.Siapa yang kamu anggap sahabat itu? mana ada sahabat yang rela menjual sahabatnya sendiri. "
Mata Sheila terbelalak mendengar penuturan Angga, "Maksud Kakak? "
"Siapa lagi?sahabat yang kamu bilang tadi,si Alya.Dia sudah aku bayar mahal untuk bisa membawa kamu kemari, " jelas Angga.
"Apa??! "
Sheila tidak menduga kalau sahabatnya itu tega kepadanya,Ia pun menangis karena merasakan sakit di hatinya.Tak lama,dia pun pingsan karena seharian belum makan.