Your Revenge

Your Revenge
Bagaimana Mungkin?!



Fajar membiarkan Sheila sendirian beberapa saat di ruangan kerjanya, sementara ia sendiri kini tengah berada dikamar pribadinya.Bukan tanpa alasan ia meninggalkan Sheila sendirian diruangan itu,ia ingin gadis itu bisa memikirkan matang-matang mengenai semuanya dengan fikiran yang jernih.Toh dia masih bisa memantau gerak-gerik gadis itu dari CCTV yang terhubung ke komputer besar diruangan kamar tidurnya itu.


Fajar membuka jasnya dan melemparkannya kasar ke atas kasur. Ia juga mengendurkan ikatan dasi di lehernya, lalu ia duduk di hadapan komputernya itu sambil memantau pergerakan gadis yang sedang menjadi target balas dendamnya.


"Dasar gadis aneh,disuruh pilih aja butuh waktu yang sangat lama untuk berfikir. Toh pada akhirnya ia juga akan tetap ada didalam genggamanku. " ujarnya lirih.


Sementara itu diruangan kerja Fajar, Sheila masih saja berfikir sambil mondar-mandir gak jelas. Dari ekspresinya yang tegang, terlihat sekali kalau dia masih belum bisa menentukan jawabannya.


Sheila benar-benar bingung harus bagaimana.Bagaimana mungkin ia harus merelakan dirinya menikah dan hanya dijadikan sebagai alat untuk melahirkan seorang bayi.Setelah itu ia mungkin akan di buang layaknya sampah yang habis manisnya setelah itu sepahnya dibuang.


"Bagaimana mungkin.......??!. " teriak Sheila sambil meremas rambutnya sampai-sampai tampilannya sudah acak-acakan dan rambutnya itu berubah layaknya rambut singa jantan yang sedang mengaum dan marah.


Gadis itu terus memikirkan bagaimana nasibnya setelah ini, dan tak hanya itu... ia juga memikirkan tentang kedua orang tuanya, serta sang kekasih yang sedang jauh disana.


"Tidak...,aku tidak bisa menikah dengan pria itu. Siapa dia bisa memerintahku?!. " ujarnya sambil menghujamkan tinjunya ke telapak tangan sebelahnya.


Dikamarnya, Fajar yang menyangsikan hal tersebut menjadi geram.Ia kesal sekali melihat Sheila yang ingin beranjak meninggalkan ruangan itu. Gadis itu mengambil tas nya dan langsung berniat pergi dari sana.


Secepatnya Fajar keluar dari dalam kamarnya yang berada diruangan sebelah. Seketika Sheila terkejut ketika tubuh mereka hampir saja berbenturan karena buru-buru Sheila tidak sempat untuk melihat kalau ada pintu disamping jalannya yang tengah dibuka karena ruangan kerja Fajar berada diujung Koridor yang harus melewati kamar pribadinya terlebih dahulu.


Secepat kilat Fajar menarik kembali tangan gadis itu, dan kalian ini bukan keruangan kerjanya melainkan ke dalam kamar pribadinya.Dengan kasar ia mendorong Sheila ketempat tidurnya.


Sheila yang kebingungan dan merasa kesakitan di pergelangan tangannya hanya bisa mengaduh kesakitan dan mengumpat kesal. "Apa yang anda lakukan??!. sakit tau!!!. " umpat nya.


"Jangan coba-coba untuk lari dari sini! atau kamu akan rasakan akibatnya!. " Fajar keluar sebentar dengan mengunci pintu kamar itu dari luar, lalu ia kembali lagi dengan membawa surat perjanjian yang tadi harus ditandatangani oleh Sheila kekamar pribadinya itu dengan cepat.


"Cepat tandatangani!. " ujarnya memerintah.


"Saya tidak mau!! " bentak Sheila.


"Cepat tandatangani, atau saya akan beberkan tentang keburukan Papamu itu!." ujar Fajar dengan amarahnya lagi.


"Justru tindakan anda yang sudah menculik saya ini adalah tindakan kriminal, saya juga akan melaporkan anda ke pihak yang berwajib biar anda ditahan karena sudah menculik, menyekap, dan juga memaksa saya!. "'ujar Sheila lantang.


"Mau tanda tangan, atau kita lakukan hal itu tanpa ikatan terlebih dahulu.?!. " ancam Fajar dengan seringanya.


"Bedebah!!, saya tidak sudi menjadi alat untuk melahirkan anak buat anda! cari saja wanita lain yang mau, anda pasti akan mendapatkannya dengan mudah!, tapi wanita itu bukan lah saya!!. " ujar Sheila menantang.


Fajar yang berada diatas tubuhnya langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Sheila, lalu membungkam mulut gadis itu dengan mulutnya serta ********** kasar. Sheila memberontak sebisanya, ia menggelengkan kepalanya agar tautan itu terlepas. Namun Fajar semakin brutal.


Pada akhirnya, Pria itu melepaskan juga tautan mereka berdua setelah ia merasa kalau gadis yang berada didalam ku kungkungannya itu tidak lagi memberontak,bahkan sekarang gadis itu diam tak berdaya karena shock dan rupanya Sheila pingsan.


Sebagai laki-laki normal, sudah pasti Fajar tidak dapat berbohong pada dirinya sendiri bahwa Sheila sangat manis dan menggiurkan. Tapi dia tidak sebejat itu jika harus merenggut milik gadis dibawahnya dengan cara paksa. Walau bagaimanapun ia adalah pria sejati yang menjaga harkat dan martabat seorang wanita. Fajar menciptakan jarak diantara mereka dengan menopang tubuhnya dengan tangan kirinya, ia menepuk-nepuk pipi Sheila yang kini tengah tidak sadarkan diri.


"Bangun Sheila, hey gadis pembunuh!cepat bangun.Apa kamu mau bermain trik dengan saya?!, Oke baiklah, kalau begitu saya akan melakukannya padamu,saya harap kamu tidak akan pernah menyesali hal ini!"ancam Fajar, ia hanya ingin menakut-nakuti Sheila saja.


Tapi gadis yang berada dibawahnya itu tidak juga merespon apa yang ia katakan. Mendadak Fajar menjadi panik, ia turun kesamping tubuh Sheila dan kembali menepuk-nepuk pipi gadis itu, namun tak kunjung sadar juga, lalu ia memiringkan sedikit kepalanya untuk mengecek apakah gadis itulah masih bernafas, dan disaat telinganya sudah tepat mendarat didada kiri Sheila gadis itu tiba-tiba terjaga dari pingsannya.


Melihat ada rambut pria di dadanya, tentu saja Sheila langsung kaget, dan ia pun teringat kalau barusan Fajar menciumnya dengan brutal.


Dengan sekuat sisa tenaga yang ia punya, Sheila mencoba mendorong kepala Fajar agar menjauh dari areal bukit kembarnya itu. " Pergi.....!. "sergahnya, sehingga membuat Fajar yang sedang mendengarkan dengan seksama suara jantung Sheila yang teratur mendadak terdorong dan terpental kebelakang.Nyaris saja Fajar jatuh dari tempat tidur, untung aja tangan panjangnya bisa menopang tubuhnya.


" Hekh! gadis pembunuh!, berani kamu mendorongku?!. "kini Fajar kembali mencekik kera baju Sheila dengan sebelah tangannya.


"Saya bukan gadis pembunuh!,kecelakaan itu juga terjadi di luar kuasa saya. Semuanya terjadi karena kehendak Tuhan, harusnya anda sadar akan hal itu. Bukankah anda yang mengemudikan motor itu, kenapa anda tidak mengindar saat itu?!, coba anda fikir!!. Mungkin anda juga bersalah karena tidak bisa melindungi istri dan bayi anda!! jangan melimpahkan kesalahan pada orang lain. "Sheila memijat pelipisnya yang mendadak pusing. Ia dari pagi belum makan apapun.


Melihat hal itu, Fajar yang tadinya sedang berfikir tentang ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Sheila, langsung mendekat lagi kearah gadis yang sedang ke pusingan itu. Semenjak kecelakaan itu, kepala Sheila sering pusing secara tiba-tiba.


Fajar kebingungan, apa yang harus ia lakukan sekarang. " Kenapa??."tanya nya kepada Sheila.


"Kepalaku mendadak pusing. " jawab Sheila lesu.


"Apa kamu punya penyakit?."


" Hey,!!! apa maksud anda!!,"Sheila tidak terima diberi pertanyaan seperti itu.Itu sama saja dengan Fajar mengatai nya penyakitan.