Your Revenge

Your Revenge
Merekrut Sheila



Alya masih mengejar Raysa yang berjalan dengan cepat meninggalkan dirinya, sungguh Raysa tidak ingin jika mereka sampai menjadi tontonan semua orang.Terlebih lagi dirinya dan juga Alya adalah sahabat solid sejak dulu, begitu juga dengan Sheila.


Rasanya sakit kalau harus ribut-ribut seperti ini dengan sahabat sendiri,mengingat mereka bertiga sudah bertahun-tahun memupuk persahabatan mereka.Namun kini semuanya sudah berubah, semenjak hari diadakan seminar tentang ilmu hukum waktu itu semuanya telah berubah.


Alya yang merasa sakit hati karena tidak jadi melaksanakan tugas sebagai asisten Pak Fajar idolanya kini membenci Sheila, lebih tepatnya ia sangat iri hati dengan sahabatnya itu.Baginya Sheila sudah membohongi dirinya,karena sehari sebelumnya Sheila sendiri yang ingin ia gantikan. Tapi pada kenyataan keesokan harinya malah Sheila yang bertugas.


Kini keberadaan Genk cewek-cewek cantik itu bagaikan telur diujung tanduk, mungkin sebentar lagi Genk itu akan benar-benar punah dari peradaban kampus ini.


*


*


*


Raysa tiba-tiba berhenti ketika dirasanya sudah cukup aman untuk berbicara berdua saja dengan Alya tanpa didengar oleh anak-anak yang lain.


"Akhirnya kamu berhenti juga, dari tadi aku ngejar-ngejar kamu!. " ketus Alya sambil mengatur nafasnya yang sedikit ngos-ngosan.


"Kenapa?, apa masih ada lagi yang mau kamu sampaikan?!. Ingat ya Al, aku tuh sebenarnya gak mau persahabatan kita jadi hancur kayak gini. Kita itu udah sahabatan sejak lama Al, masa' hanya gara-gara cowok yang notabene cuma seorang duda kamu sampai mau hancurin persahabatan kita?!. " kesal Raysa.


"Aku juga sakit, asal kamu tahu itu. Kamu belain Sheila terus!. Sheila itu beruntung banget ya, udah terlahir sebagai anak pejabat, kaya raya juga, dan anak tunggal 'lagi. Dia gak pernah ngerasain hidup susah.Apapun yang ia mau pasti diturunin, ini tuh gak adil tau gak!,kenapa sih kalian gak mau mengerti kalau aku itu juga ingin seperti kalian. Kamu enak ,Papamu juga punya perusahaan gede. Walaupun tak sekaya Sheila, tapi kamu juga orang kaya. Sementara aku,Papaku cuma seorang pengusaha kelas menengah,mobil juga nyicil kredit baru bisa punya.Coba sekali-sekali kalian itu ngalah kek sama aku. " ujar Alya mencurahkan isi hatinya.


"Kalau kamu fikir aku dan Sheila tidak pernah mengalah sama kamu dan gak jagain perasaan kamu, jujur saja kamu salah besar.Terutama Sheila, ia selalu saja mentingin kepentingan kamu.Tapi hari itu aja dia gak bisa nolak, karena dosen kita sendiri yang turun tangan memintanya karena itu permintaan langsung dari Pak Fajar nya sendiri.Harusnya kamu bisa ngertiin dong. Salah kamu sendiri kenapa datangnya telat. " ujar Raysa.


"Jadi kamu nyalahin aku?!. " tanya Alya nyolot.


"Biasa aja dong, semua ini juga karena kamu yang egois, kalau gak aku juga gak bakalan ngomong kayak gini sama kamu!. " balas Raysa.


Kedua sahabat itu bukannya berbaikan, eh sekarang malah makin menjadi berantemnya.


*


*


*


Di tempat berbeda, yaitu di kantin. Sherin sedang mencari -cari keberadaan Sheila, tadi ia bertanya kepada semua orang yang ia temui dijalan "Apakah kalian melihat Sheila anindhita?. Dan ada yang memberitahu nya bahwa Sheila ada di kantin sedang makan siang.


" Itu dia. "ujar Sherin saat ia melihat keberadaan Sheila yang duduk di kursi paling pojok.


Gadis itu segera menghampiri Sheila yang sedang menyeruput Es sop buah dari gelasnya.


" Haii Shel?, sendirian aja nih. Biasanya bertiga?. "sapa Sherin berbasa-basi.


" Iya nih, gak tahu juga tuh anak dua lagi kemana. "jawab Sheila datar.


" Seriusan kamu gak tahu dimana mereka sekarang?. "tanya Sherin memprovokasi.


" Hmm, memangnya kamu lihat mereka?. "tanya Sheila.


" Iya, tadi aku sempat lihat sih. Kayaknya mereka lagi adu mulut gitu, memangnya tadi kalian gak satu kelas?. "


"Gak, tadi aku ikut kelasnya Bu Ervinna dulu.Habis ini baru mau ikut kelasnya Pak Frengky . "jawab Sheila.


" Ooo gitu ya, kirain kenapa kalian akhir-akhir ini gak bareng, biasanya kemana-mana selalu bertiga. "ujar Sherin.


" Iya ya, aku juga baru nyadar kalau kami bertiga jarang bersama sekarang. "jawab Sheila lagi.


" Kalau gitu, gimana kalau kamu gabung sama kita aja.Dijamin Genk kami pasti lebih seru loh. "bujuk Sherin.


" Kayaknya gak dulu deh,maaf ya Sherin. "jawab Sheila.


" Gak usah terlalu terburu-buru jawabnya, tawaran ini berlaku sampai kapanpun kok buat kamu.Kalau mereka udah gak solid lagi sama kamu, ya lebih baik ditinggalkan saja, lagipula kamu itu kan lebih cantik dibandingkan dengan mereka. Pasti kalau kamu gabung sama Genk aku, kamu bakal jadi lebih Hits dan populer dikampus ini. "lagi-lagi Sherin melancarkan aksinya agar Sheila mau bergabung dengan Genk nya.


Memang hubungan ke-tiga sahabat itu sejak dulu selalu solid, suka duka selalu bersama.Saat menghadapi kesulitan apapun mereka saling suport, meskipun usia mereka hanya beda bulan aja.


Dulu pernah perusahaan keluarganya Alya hampir koleps, Sheila dan Raysa patungan untuk membantu menyetabilkan kembali keuangan perusahaan itu dengan tabungan mereka.


Dari situ seharusnya Alya sadar kalau sahabat-sahabatnya itu sangat menyayangi dirinya, tapi apa sekarang???.


Sherin mendengus kecil ketika mendengar penolakan dari Sheila yang berkali-kali menolak dirinya hari ini.


" Awas aja kamu Sheila, sok kecantikan banget sih.Kalau nanti kamu sampai gabung di Genk aku, aku akan pastikan kamu akan merasakan pembalasan dari aku, SHE-RIN! . Jangan panggil namaku Sherin kalau aku gak bisa ngehancurin hidup kamu. Dasar cewek sombong, untung aja aku masih butuh kamu untuk dapatkan cuan dari bos Angga. Kalau gak, pasti udah ku suruh orang untuk membuat kamu gak berkutik lagi. Hekh!!."gumam Sherin setelah meninggalkan Sheila yang terus saja menolak ajakannya.


*


*


*


Sherin mengajak pacarnya untuk ketemuan di rooftop kampus, ia ingin menyampaikan laporannya mengenai Sheila yang terus saja menolak ajakannya untuk gabung ke dalam Genk nya.


" Bagaimana sayang, apa sudah berhasil?. "tanya Raymond.


" Berhasil apanya sayang!,susah banget ngajakin tuh anak buat gabung. "ujar Sherin.


" Susah gimana?. "tanya Raymond lagi.


" Ya susah pokoknya, dia masih belum move on tuh dari dua cecunguk Raysa sama si Alya. Dari tadi dia nolakin aku terus, kesel aku jadinya. "Sherin berkeluh kesah pada pacarnya itu, gadis itu bersender manja di pelukan Raymond.


" Sudah jangan sedih, kamu pasti bisa kok bujukin dia. Jangan nyerah gitu aja ya, kamu tadi bilang kan kalau hubungan persahabatan mereka mulai pecah, nah seharusnya kamu bisa menambahkan bensin kedalam api biar makin panas dan akhirnya terbakar habis. "ujar Raymond mengajarkan triknya sambil mengelus kepala kekasihnya itu.


" Maksudnya?. "tanya Sherin bingung.


"Jadi, pertama-tama kita harus memperkeruh suasana diantara ketiga sahabat itu.Istilahnya mengimpori lah, gitu. "ujar Raymond menjelaskan.


"Jadi maksud kamu aku harus menciptakan jurang pemisah nih antara Sheila, Alya dan juga si Raysa itu?. " tanya Sherin.


"Betul sekali, cari diantara mereka bertiga orang yang mudah emosian. Terus kita kompor-komporin dia agar semakin panas dan akhirnya sahabatnya itu sendiri yang akan menghancurkan persahabatan mereka. " ujar Raymond lagi.


"Sepertinya aku sudah tahu sayang siapa orang itu. " ujar Sheila setelah ia berfikir sejenak.


"Siapa sayang?. " tanya Raymond .


"Al-ya.Dia itu paling mudah dikomporin orangnya. Apalagi gosip yang beredar, si Alya itu sedang kesal dan marah pada si Sheila gara-gara waktu itu ia tidak jadi asistennya Pak Fajar si pengacara ganteng itu. " ujar Sherin.


"Gantengan juga aku sayang,kamu kok malah pilih dia. " ujar Raymond.


"Bukan gitu maksud aku sayang, aku cuma bilang seadanya kok.Bagiku gantengan kamu selalu kok sayang. " rayu Sherin


"Terus, apa maksud kamu tadi?. " tanya Raymond.


"Ya, maksud aku. Si Alya itu cemburu, karena ternyata ia naksir sama Pak Fajar. " jawab Sherin.


"Oo, jadi begitu. Baguslah, jadi kamu harus manfaatin moment ini. Terus bujukin si Sheila buat gabung sama Genk kamu, seperti waktu itu kamu udah ngundang dia di acara ulang tahun kamu. Sayangnya malam itu kita gagal membuatnya jadi milik Bos Angga karena dia hanya meminum sedikit minuman itu. " Ucap Raymond.


"Itu kan kamu juga gak tahu kalau bos Angga benar-benar menginginkan gadis itu sebagai pacarnya,jadi kita masukin hanya sedikit saja ke jus nya si Sheila obat tidur itu." jawab Sherin.


"Iya, tapi salah bos sendiri, saat itu kan dia juga masih punya pacar.Jadi aku mikirnya ngapain kita ngerusak anak gadis orang, apalagi orang tuanya si Sheila itu kan bukan orang sembarangan. Bisa habis kita kalau ketahuan. " ujar Raymond lagi.


"Ya udah, sekarang aku ke kelas dulu ya. Nanti kita pulang bareng. " ujar Sherin.


"Oke, aku akan tunggu kamu di mobil aku." jawab Raymond.


Lalu pasangan itu saling menautkan bibir mereka sebagai salam perpisahan.