Your Revenge

Your Revenge
Disuruh-suruh



Diparkiran, Sheila sudah merasa seperti ikan asin yang dijemur berjam-jam. Keringatnya sudah membanjiri sekujur tubuhnya, rasanya gerah sekali.Sudah lama ia mondar-mandir didekat mobil Fajar, sesekali ia juga berteduh dibawah pohon.Tapi Fajar tak kunjung datang juga, membuat Sheila merasa kesal seperti sedang dikerjain.


Tak lama kemudian, pria yang berstatus duda itu datang dengan diantar oleh dua orang dosen Fakultas Hukum.


"Loh, Sheila?. Ngapain kamu disini?. " tanya Pak Rinto, dosennya.


"Ah, ini Pak. Tadi Pak Fajar meminta saya untuk mengantarkan air mineral ke mobilnya " ujar Sheila sambil menunjukkan sebotol besar air mineral yang ia bawa.


"Betul itu Pak Fajar?. " tanya Pak Rinto, ia keliatannya mengira kalau ini hanya akal-akalan Sheila saja yang ingin mencari perhatian kepada dosen tamu itu.


"Eh... seingat saya, saya tidak pernah meminta Anda untuk mengantarkan air mineral ke mobil saya. Ah.. tapi tak apa, saya akan terima. Terimakasih sebelumnya ya,,, ah siapa???. " Fajar berpura-pura tidak tahu nama gadis yang tadi ia suruh-suruh itu.


"Namanya Nak Sheila Pak Fajar, dia adalah salah satu mahasiswi dengan nilai terbaik di Fakultas Hukum kampus ini. " jawab Pak Rinto seraya memperkenalkan Sheila.


Sheila hanya bisa menahan dongkol dihatinya,"Dasar dosen tamu gak ada akhlak, pake pura-pura gak nyuruh dan gak kenal pula sama saya. "gerutunya dalam hati.


" Baiklah Pak, kalau begitu saya pamit dulu."ujar Fajar seraya bersalaman dengan Pak Rinto dan Pak Frengky yang tadi mengantarkannya ke Parkiran.


"Oh ya,siapa tadi nama kamu?. " Fajar kembali mengajak Sheila bicara, masih dengan pura-pura tidak mengenal gadis itu.


"Sheila Pak.. " jawab Sheila jengah.


Untung saja masih ada Pak Rinto dan Pak Frengky disana, kalau tidak mungkin ia sudah berteriak karena emosi jiwa diperlakukan seperti itu.


"Iya, saudari Sheila. Besok saya minta Anda menjadi asisten saya, jadi saya harap Anda bisa mempersiapkan diri dari sekarang. " ujar Fajar seenaknya.


"Loh, bukankah sudah ada pihak panitia Pak. Saya kan bertugas di bagian konsumsi bukan bagian itu. " ujar Sheila ia merasa sekarang perlakuan Fajar terhadapnya sudah sangat keterlaluan.


Sementara itu, Pak Rinto dan Pak Frengky saling tatap seolah sedang merasa ada yang tidak beres disini.


"Baiklah Sheila,nanti kamu bertukar tugas saja menjadi asisten Pak Fajar.Kamu bisa melapor dulu ke ketua panitia kalau ini adalah permintaan khusus dari Pak Fajar sendiri. " ujar Pak Frengky.


"Baik Pak.. " Sheila hanya bisa meng-iyakan, lagipula apa dia masih punya pilihan.


Setelah mobil Fajar pergi meninggalkan wilayah kampus, Sheila baru bisa sendikit bernafas lega.


****


Setelah kembali ke Aula untuk melapor kepada ketua panitia, Sheila dikejutkan dengan kedua sahabatnya yang sedari tadi mencari dirinya.


"Shel, kamu kemana aja sih. Dari tadi kami cariin kok ngilang?. " tanya Alya heran.


"Aku... aku... " Sheila bingung harus menjelaskan dari mana dulu.


"Wah, jangan bilang kalau kamu abis ngikutin Pak Fajar si pengacara tampan itu!. " tebak Raysa.


"Gak kok, yang ada aku di suruh-suruh kayak babunya aja. " jawab Sheila.


"Iya,,, gitu deh. Besok aku diminta untuk jadi asisten pribadinya satu hari.Gila gak tuh?!. " kesal Sheila.


"Yeyyyy,, itu mah ketiban Durian runtuh namanya. Coba aku aja yang dipilih buat jadi asisten nya. " Alya malah ngarep.


"Kalau gitu kamu aja yang gantiin aku. Besok aku gak mau datang ke kampus deh, males aku di suruh-suruh mulu sama tuh si Pak Fajar menyingsing. " tukas Sheila kesal,tiba-tiba ia teringat dengan ancaman pria misterius itu."Masa sih pria misterius itu Pak Fajar sang pengacara?. "batin Sheila.


" Baiklah, kalau itu yang kamu mau. Biar aku aja yang gantiin kamu jadi asisten nya si Pak Fajar besok.Aku bakalan minta foto selfie bareng yang banyak dan bakal aku jembreng di akun instagram aku, kebayang gak tuh betapa banyaknya nanti cewek-cewek yang ngiri ke aku?. "ujar Alya dengan angkuhnya.


" Yeeee, ngayal aja kamu. Belum tentu juga si Pak Fajar Sidiq Mubarak itu mau foto selfie sama kamu. "Ujar Raysa sambil menoyor kepalanya Alya.


" Kok kamu jadi sewot sih, jangan-jangan kamu yang iri dan pengen gantiin Sheila juga!. "ketus Alya ke Raysa.


" Udah... udah, jangan ribut. Mendingan kamu segera melapor deh ke ketua BEM kalau besok kamu pindah tugas jadi asisten dosen tamu itu.Kalau udah deal 'kan aku bisa tenang jadinya. "ujar Sheila.


" Woke deh kalau begitu, kalian temenin aku ya. "sahut Alya.Tanpa kedua Sahabatnya itu sempat menjawab,tapi tangan Alya sudah menarik tangan Sheila dan Raysa untuk ikut pergi bersamanya ke ruang sekretariat BEM kampus.


****


Diperjalanan pulang, Sheila mengemudikan mobilnya seorang diri karena kedua sahabat karibnya yang super heboh juga pulang dengan mobilnya masing-masing.


Tiba-tiba ponsel Sheila berbunyi, sebuah pesan muncul disana.Dari nama yang tertera disana pesan itu dikirim oleh si Pria misterius.Kalau pria misterius itu si dosen tamu itu,artinya Sheila harus lebih waspada, karena kelihatannya pria bernama Fajar itu tidak akan melepaskan dirinya begitu saja.Sheila memilih untuk mengabaikan pesan itu dan terus melajukan mobilnya menuju kerumahnya.


Sore ini, Mama dan Papa nya sudah berjanji akan mengajaknya bertemu para korban yang ia tabrak kemaren.Di perjalanan pulang, saat melintasi lokasi kecelakaan itu, Sheila berhenti sejenak di tepi jalan. Ia memperhatikan secara seksama situasi disekitar lokasi tersebut.


Disana ada CCTV dari beberapa gedung yang ada disekitar jalan raya tersebut. Sheila memutuskan untuk bertanya apakah dia bisa melihat rekaman CCTV pada hari kecelakaan itu terjadi. Tapi ternyata setelah ia bertanya, rupanya rekaman tersebut semuanya sudah di pinta oleh orang yang berpengaruh dan sudah tidak ada lagi bukti untuk melihat kronologis kejadian tersebut.


Entah siapa yang sudah membeli rekaman itu, padahal rekaman itu sangat penting untuk ia ketahui.Mungkin saja dengan melihat rekaman itu, ia bisa tau dimana letak kesalahannya dan siapa saja korbannya.Mungkinkah Papanya??


Karena tidak bisa mendapatkan apa yang ia cari, Sheila kemudian bertanya pada beberapa pedagang asongan yang ada disekitar jalan tersebut.Beruntung dia bertemu dengan seorang anak remaja yang berjualan minuman ringan dan tisu yang mangkal disana.


Anak itu bersedia menceritakan tentang kejadian naas yang Sheila alami pada malam itu.


"Pada malam itu, kan hujan gede Kak,mana banyak petir. Saya sebenarnya sudah mau pulang, tapi tiba-tiba ada mobil yang tak terkendali dan melesat menghantam pemotor, lalu nyungsep nabrak warung itu Kak. Sekarang warungnya udah diganti baru sama pihak yang nabrak. Tapi saya gak lihat wajah yang nabrak Kak, karena suasananya gelap, dan lampu jalan juga pada mati.Cuma seingat saya, yang nabrak itu cewek Kak, rambutnya panjang. Pas diangkat orang ke Ambulans rambutnya menjuntai Kak. " jelas anak remaja itu.


"Terus.. dek.. bagaimana dengan korban lainnya yang ditabrak?. " tanya Sheila penasaran. Jantungnya juga deg degan menanti jawaban dari remaja itu.


"Pemilik warung beserta istrinya hanya luka-luka kecil Kak, karena mereka sempat melarikan diri keluar dari warungnya. Tapi..... "


"Tapi apa Dek..?. "Sheila sudah semakin penasaran.


" Tapi wanita yang dibonceng oleh pemotor itu..., sepertinya ia meninggal ditempat Kak. "ujar remaja itu.


" Ha!! 😲. "Sheila tersentak, hatinya merasakan sakit,ternyata benar ia sudah menyebabkan sebuah nyawa melayang, oh bukan bukan satu nyawa saja, tapi pria itu bilang istrinya tengah mengandung ..bukan??. Itu artinya sudah dua nyawa yang ia lenyapkan meski tanpa sengaja.