Your Revenge

Your Revenge
Fajar Selingkuh?



Malam ini,Fajar tidak kembali ke kamarnya.Ia lebih memilih untuk tidur di kamar tamu saja.Ia butuh waktu untuk menetralkan kemelut yang ada di dalam hatinya saat ini.


Fajar yang aslinya memang seorang pria yang soleh,malam ini akan menghabiskan waktunya untuk mengaji.Semua itu memang sudah jadi kebiasaannya di saat ia sedang dalam kegundahan.


Biasanya,Fajar akan mengaji.Dan baru setelahnya ia akan bermunajat kepada sang Pencipta.Kasus yang akan ia hadapi melawan Angga,mungkin akan di gelar beberapa minggu lagi.


Fajar sudah mendapatkan surat panggilan lagi,tadi siang dirinya di temani Ibu Cindy menghadiri undangan untuk membahas perkara itu di kantor kepolisian.


Fajar tidak mau kalau masalahnya ini akan membuat nama baiknya dan juga Firma hukumnya tercoreng.Ia lalu berpikir untuk mendekati Sheila,agar istrinya itu bersedia membantunya sebagai saksi kunci dari masalah tersebut.


Sebenarnya Sheila sendiri juga sudah mendapatkan surat panggilan sebagai saksi.Akan tetapi,Fajar masih menahan surat panggilan itu di tangannya.Ia belum ingin istrinya itu tau,sebelum ia sendiri yang menjelaskan apa yang harus Sheila lakukan agar bisa membuat dirinya bisa terbebas dari tuduhan itu.


Oleh sebab itulah,Fajar sengaja membelikan sepasang cincin kawin untuk mereka berdua. Semua itu adalah rencananya,agar Sheila benar-benar mengira kalau dirinya sudah mulai menyukai Sheila dan juga menginginkan rumah tangga yang utuh seperti pasangan menikah normal yang lainnya,bahkan ia juga mengubah isi surat perjanjian itu.Itu semua hanya untuk membujuk Sheila,agar bersedia bersaksi sesuai instruksi yang akan ia berikan.


Sedangkan untuk musuhnya,Angga.Fajar sengaja melakukan itu,agar Angga akan berpikir dua kali untuk mendekati istrinya kalau melihat cincin di jari manis Sheila.Fajar akan membuat semua orang mengetahui pernikahannya dengan Sheila,agar nanti nya lebih mudah bagi dirinya dalam menghadapi Angga di pengadilan.


Fajar terpekur di atas sajadahnya,ia memohon ampun kepada sang Pencipta karena telah membuat rencana yang sangat licik ini.Fajar sendiri menilai dirinya sebagai laki-laki yang tega mempermainkan wanita. Padahal tanpa ia sadari,di sudut hatinya yang paling dalam,sudah ada perasaan nyaman bersama wanita yang sudah sah sebagai istrinya itu.


"Ampunilah hamba ya Allah,hamba tidak tau lagi harus melakukan apa.Kenapa gadis itu tidak menolakku saja saat aku menyentuhnya?Walaupun dia memang istriku, tapi aku masih merasa bersalah saat aku menyentuhnya,karena pernikahan ini hanya sebatas pembalasan dendam ku saja ya Allah,"ratap Fajar kepada Tuhannya.


Setelah selesai dengan keluh kesahnya,Fajar pun duduk di sofa,karena ia masih harus menyelesaikan berkas-berkas yang akan ia ajukan di pengadilan nanti.


Ia pun menelpon Bik Tarnik untuk di buatkan secangkir kopi,agar ia tidak mengantuk.


*****


Di kamar yang berbeda,Sheila kini sedang menyelesaikan tugas kuliahnya.Meskipun kini suasana hatinya sangat kacau,ia harus tetap fokus pada kuliahnya.


Sheila menggelengkan kepalanya,ia ingin mengenyahkan segala pikiran buruk yang menghinggapi kepalanya.


Mengenyahkan segala pikiran tentang Pria itu, suami kontraknya yang menyebalkan dan akan selalu menyebalkan baginya.


Tapi nyatanya tak semudah itu,Sheila membanting pena yang ada di tangannya ke lantai.Lalu ia juga menutup laptopnya.


" Ada apa denganku?aku tidak boleh memikirkan dia,"ujar Sheila sambil menggaruk-garuk rambut nya hingga acak-acakan.


Sepertinya dia sangat stress saat ini,bayangan saat Fajar memasangkan cincin berlian itu di tangan-nya kini hadir kembali. Sheila menatapi jari manisnya yang tadi melingkar cincin itu di sana,lalu pandangannya beralih kepada cincin berlian yang masih teronggok di atas kasur,di mana tadi ia sendiri yang melepaskan dan menaruhnya sembarangan di atas kasur.


Sheila memungut cincin itu, lalu di pasangannya di jari manisnya.


"Apa yang dikatakan pria arogan itu sungguhan? " tanyanya dalam hati.


Sheila mengelus jari manis kiri nya itu,dalam hatinya ia sempat merasakan kehangatan saat Fajar memperlakukan dirinya dengan lembut saat mereka berdua memadu kasih tadi.Ia tidak menampik,kalau ada rasa nyaman yang merasuki jiwanya saat itu.


"Di mana dia sekarang?apa dia tidak akan kembali lagi ke kamar ini? "gumam Sheila.


Sheila lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu,ia ingin mengintip ke lantai bawah.Mencari tau di mana keberadaan suaminya itu.


Di saat Sheila sedang berdiri di pembatas balkon dan melihat ke lantai bawah,ia tidak menemukan apa yang ia cari.Tapi tak lama kemudian,ia baru saja melihat Lina yang akan mengantarkan secangkir kopi dan juga cemilan. Sheila bisa tau hal itu dari apa yang ada di atas nampan yang Lina bawa.


Rasanya ingin sekali Sheila memanggilnya, tapi ia mengurungkan keinginannya itu.Ia melihat Lina membawa nampan itu ke arah kamar tamu.


"Jadi pria itu ada di kamar tamu,sekarang, " ujar Sheila. Ia sudah tidak cemas lagi sekarang,setidaknya Fajar tidak meninggalkan rumah di saat mereka sedang bertengkar.


"Eh,kenapa aku harus mengkhawatirkan dia? terserah dia mau ngapain aja dan mau ke mana aja!"ketus Sheila sambil memutar tubuhnya kembali menuju ke dalam kamar.


Sekarang pikirannya sudah mulai tenang,ia segera melanjutkan mengetik tugas dari dosennya.


"Ah,haus sekali rasanya.Aku mau ambil minum dulu kalau begitu." Sheila pun turun ke bawah untuk mengambil minum di lemari es yang ada di dapur.


Saat ingin menuju ke dapur,Sheila sempat melirik sekilas ke arah kamar tamu.Pintunya sedikit terbuka,Sheila jadi penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh suaminya itu di sana.Dengan langkah yang sangat hati-hati,Sheila mendekati pintu kamar tamu itu.Betapa terkejutnya Sheila,saat melihat Lina sang pembantu baru,kini sedang memijat leher dan punggung Fajar.


Anehnya lagi,suaminya itu malah diam dan terkesan menikmati pijatan Lina sambil terpejam.Ada rasa sakit yang begitu perih di dada Sheila,rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.Kalau yang ini,rasanya seperti hatinya di tikam dengan belati saja.


Tak terasa air mata Sheila mulai gugur dengan sendirinya melihat kejadian itu.Dengan dada yang bergemuruh,Sheila menerjang masuk ke dalam kamar itu.


"MAS FAJAR,LINA!!! apa yang sedang kalian lakukan di sini?! " tanya Sheila dengan sengitnya.


Seketika mata Fajar terbuka,ketika mendengar suara Sheila yang keras itu.Mata keduanya saling bersitatap.Fajar mulai tersadar dari lamunannya,ia baru tau kalau sedari tadi Lina sedang memijat tengkuk dan juga punggungnya.


"Jawab pertanyaan ku,Mas! " desak Sheila.


Fajar menoleh ke arah Lina yang masih berdiri di belakangnya,"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Fajar pada pembantunya itu.


"Eee, s-sa-saya. " Lina mendadak gagu.


"Tidak usah berpura-pura Mas!apa kalian berdua ada main di belakang ku?" tanya Sheila lagi.


"Hentikan omong kosongmu itu!!!" bentak Fajar.


Seketika Sheila tersentak,ia terkejut karena Fajar kembali kasar kepadanya,kini suaminya itu kembali membentak dirinya.Semua itu mengingatkan Sheila pada saat mereka baru saja menikah,Fajar kembali ke sifatnya yang kasar.


Air mata Sheila semakin deras,sedangkan Lina masih saja di sana.Gadis itu sepertinya tidak berniat untuk pergi dari sana,ia malah tersenyum tipis penuh kemenangan.


Sheila ingin memutar haluan dan keluar dari kamar itu,tapi Fajar berhasil mencegahnya.Ia berhasil menarik tangan istrinya itu sampai Sheila berbalik dan membentur tubuhnya.


"Lina,keluarlah dari sini!" ujar Fajar.


"Tapi Tuan,tadi kan,Tuan yang minta untuk di pijit,"ujar Lina.


"Sejak kapan aku minta di pijit,aku sama sekali tak menyadari kalau kamu ada di sini.Tadi aku meminta Bik Tarnik yang mengantarkan kopi,bukannya kamu,Lina!" Fajar membentak pembantunya itu.


Lina nampak kecewa,ternyata dari tadi Fajar sedang tidak fokus.Ia sedang larut dalam lamunannya dan terlelap,sehingga ia tidak menyadari kehadiran Lina di sana.Kelengahan nya di manfaatkan oleh keponakan Bik Tarnik itu untuk mendekati dirinya yang sedang galau.


Setelah kepergian Lina,Fajar kembali menatap mata Sheila.Tangannya masih mencengkam tangan istrinya,bahkan sekarang tubuh mereka sudah saling menempel.


"Kenapa kamu menangis? " tanya Fajar.


Sheila baru menyadari akan hal itu,ia buru-buru menghapus air matanya.


"Jangan bilang kalau kamu cemburu melihat kami berdua begitu dekat." Fajar sengaja mengintimidasi Sheila.Ia yakin sekali kalau saat ini harga diri wanita di hadapannya ini sangat terluka.


"Itu tidak mungkin,aku tidak cemburu sama sekali.Aku hanya kecewa saja,ternyata kamu pria yang suka selingkuh!Hekh!!"Sheila membuang mukanya.


Fajar semakin mengeratkan pelukannya,ia mendekatkan bibirnya ke bibir istrinya itu.Di saat mata Sheila mulai terpejam, Fajar menjauhkan wajahnya sambil tersenyum.


Sheila baru menyadari kalau Fajar baru saja mengerjai dirinya.


"See,kamu masih berani bilang kalau kamu tidak punya perasaan apapun kepada-ku?, " ujar Fajar dengan di sertai seringai nya.


"Ada untung nya juga rupanya, Sheila memergoki dirinya dan Lina berada dalam kamar yang sama dan adegan yang Sheila lihat tadi sangat tepat sekali. " batin Fajar.