Your Revenge

Your Revenge
Tak Bisa Apapun



Ada perasaan tidak rela dihati Fajar saat ia melihat pakaian almarhumah istrinya dipakai oleh istri barunya itu ketika ia sadar kalau Sheila yang mengenakannya.Raut wajahnya yang tadi berbinar,tiba-tiba berubah jadi masam.


"Ya sudah,tunggu apa lagi. Sekarang juga kamu cepetan ke dapur dan masak.Saya sudah lapar!. " ujar pria itu.


"Memasak?. " Ucap Sheila, ia kaget saat Fajar memintanya untuk memasak.Karena selama ini dirumahnya ia memang tidak pernah memasak, semuanya sudah tersedia.Ia tinggal duduk dan makan, bahkan yang menyendokkan nasi dan lauk ke piring mereka pun pelayan.


"Kenapa?!, apa kamu juga tidak bisa memasak?!. " tanya Fajar dengan nada merendahkan.


"I-iya, saya memang tidak bisa memasak. Selama ini saya hanya tinggal makan saja, semuanya sudah disiapkan oleh bibik. " jawab Sheila jujur.


"Hehk!kamu ya, benar-benar gak ada kelebihannya.Dasar gadis pembunuh!, bisanya hanya melenyapkan nyawa orang." lagi-lagi pria itu mengejeknya.


"Cukup Pak Fajar!, sejak kemarin saya hanya diam dan diam saja walaupun Anda sudah memperlakukan saya dengan tidak berprikemanusiaan.Tapi saya mohon, jangan mengatai saya dengan sebutan itu!, saya bukan pembunuh! INGAT ITU!!. " Sheila benar-benar marah.


"Kamu pembunuh istri dan anak saya, sampai kapanpun itu tidak akan berubah!. " Fajar yang tak bisa menahan emosinya kala berhadapan dengan Sheila langsung pergi meninggalkan gadis itu sendirian, tapi tidak lama kemudian dia balik lagi dan berkata


"Saat aku pulang nanti, aku minta kamu sudah membersihkan semua rumah ini. Awas kalau ada satu debu pun, kamu akan mendapatkan hukuman kalau masih ada debu.Dan ingat!karena kamu tidak bisa memasak, jangan coba-coba menyalakan kompor!, nanti yang ada rumah saya kebakaran gara-gara kamu!. " ujar Fajar.


"Tapi Pak Fajar, saya juga mau kuliah.Tapi semua buku dan perlengkapan saya ada dirumah Mama dan Papa, izinkan saya pulang untuk mengambilnya. " pinta Sheila.


"Kamu tidak perlu keluar rumah,sebelum saya mengizinkan.Kamu tidak perlu kuliah lagi, tugasmu hanya membersihkan rumah dan bersiaplah untuk melahirkan seorang anak untukku!. " tegas Fajar.


"Apa?!, tapi saya mau kuliah Pak.Bagaimana dengan pendidikan saya, saya tidak mau berhenti kuliah. Saya ingin menjadi pengacara Pak, saya masih punya cita-cita.Saya tidak mau menuruti kehendak Anda!. " jawab Sheila.


"Kamu jangan membantah apa kata saya!, saya ini suami kamu!. " ucap Fajar.


"Mana ada seorang suami menghalangi karir dan pendidikan istrinya!. " tentang Sheila.


"Itu tidak berlaku untuk gadis pembunuh seperti kamu!, kamu harus menerima hukuman atas apa yang sudah kamu lakukan. Dan karena pihak yang berwajib tidak bisa menghukum kamu, maka saya yang akan menghukummu dengan kedua tangan saya sendiri. " Setelah mengatakan hal itu, Fajar pergi dan mengunci pintu utama dari luar agar gadis itu tidak bisa kabur.


Sheila berdecak kesal, bagaimana mungkin ia bisa tahan jika harus tinggal disini lebih lama lagi. Apalagi sikap suaminya yang kasar seperti itu padanya.


Saat ini perutnya terasa sangat lapar, Sheila memeriksa isi lemari es, ternyata semuanya lengkap.Sayur dan buah juga ada,daging sapi, ikan, ayam pun ada.Tapi yang jadi masalah, semuannya masih dalam kondisi mentah, sedangkan ia sendiri tidak bisa memasak.


Akhirnya Sheila hanya memakan apel dan juga buah jeruk untuk mengganjal perutnya yang sudah tidak bisa diajak kompromi.Beruntung pria itu tidak meninggalkan dirinya dalam keadaan kulkas yang kosong.Setidaknya masih ada yang bisa dimakan meskipun tak perlu dimasak terlebih dahulu.


Sheila pun teringat akan perintah pria itu. Ia harus segera membersihkan seluruh rumah.Rumah dua lantai yang besarnya hampir sama dengan rumah kedua orang tuanya itu harus ia bersihkan seorang diri.


Dari mulai menyapu, mengepel, ia lakukan.Tapi kenapa hasilnya tidak sebersih yang dilakukan oleh Bik Karsih di rumah orang tuanya, padahal seluruh tubuhnya sudah sangat capek rasanya.


Sudah dapat dipastikan kalau hasil pekerjaan gadis itu sangatlah nihil.Entah bagaimana nanti reaksi Fajar jika ia pulang dan menyaksikan rumahnya yang berubah menjadi becek dan berantakan, karena gadis itu sama sekali tidak tahu cara menggunakan alat pel.Ia tidak memeras nya sama sekali. Selama ini ia hanya kadang melihat Bik Karsih saat mengepel dirumahnya. Setidaknya ia ingat kalau mengepel harus dengan air dan cairan pembersih lantai.


"Ah, sudahlah. Mending aku istirahat saja dikamar." gumam Sheila. Alat pel,kemoceng,dan juga sapu ia biarkan tergeletak diruang tengah begitu saja.


Saat ini gadis itu tengah santai, ia sedang berbaring dikamar tamu tempatnya tertidur semalam ,dengan menyalakan AC ia pun tertidur dengan pulasnya.Mungkin karena terlalu capek bersih-bersih, Sheila pun tak menyadari kalau sedari tadi ada seseorang yang tengah menatap dirinya dengan wajah penuh amarah, alisnya sudah bertautan, bibirnya sudah tersenyum miring, dan tangannya kini bersedekap didepan dadanya.


"Enak sekali kamu ya, baru saya tinggal sebentar saja kamu sudah enak-enakan tidur disini!. " seringai Fajar terbit, ia ingin sekali mengerjai gadis itu karena sudah berani memporak porandakan rumahnya. Bukannya bersih, malah jadi hancur berantakan.


Banyak barang pajangan dirumah itu yang masih berdebu, juga ada beberapa yang patah tanpa Sheila menyadarinya.Fajar mengira kalau gadis ini bisa kalau hanya bersih-bersih, tapi nyatanya gadis itu memang tidak bisa apa-apa.


Mungkin dibidang akademik dan berdandan Sheila memang pintar,tapi kalau soal pekerjaan rumah nol besar.Dapat dipastikan ia tidak bisa melakukannya sama sekali.


"Dasar anak Mami!terimalah hukumanmu. "


Fajar kembali menyeringai, ia mengambil seember air dari kamar mandi dan diguyurkannya ke tubuh gadis yang sedang tertidur pulas itu.


"Basah... hujan... hujan... " ujar Sheila yang kaget dan kebasahan.


"Hahahaha, rasain kamu!. Makanya kalau disuruh itu yang benar!, jangan seenaknya kamu hancurkan rumah saya!. " tegas suaminya itu.


"Cih, anda ini benar-benar kasar ya. Saya akan laporkan anda kelakuan anda ke polisi atas kasus KDRT!." jawab Sheila ketus.


"😂😂😂hahahaha, yang ada malah aku yang akan melaporkan kamu dan Papa mertua. Kalau kalian sudah melakukan kecurangan, baik itu dalam kasus kecelakaan itu atau pun kasus korupsi Papamu. 😏hehe." Fajar kembali menyeringai.


"Jangan!, jangan lakukan itu. Aku mohon, jangan libatkan orang tuaku dalam masalah kita. " ujar Sheila yang kini berlutut dihadapan Fajar.


"Hemmm,apa katamu tadi?, masalah kita?. " Fajar berdecak mengejek.


"Iya." jawab Sheila singkat. Gadis itu masih saja memohon dan menatap Fajar yang masih angkuh tak mau melembut kepadanya.


"Baiklah kalau begitu,aku tidak akan melaporkan kalian ke pihak yang berwajib, tapi kamu harus segera bersiap untuk mengandung anakku. " ujar Fajar.


BLUSH....


Seketika wajah Sheila berubah menjadi merah,tubuh gadis itu bergetar. Ia sangat ketakutan, takut kalau suaminya itu akan meminta hak nya.


Sheila tertunduk, ia sedang berfikir sekarang.