
Tubuh Sheila yang masih lemah itu membentur pintu kamar mandi sehingga ia merasa kesakitan. "Awww.. " keluhnya.
Tatapan Fajar membuatnya ketakutan, pria itu menguncinya dengan kedua tangannya disebelah kanan dan kiri tubuh gadis itu.
"Apa yang anda lakukan?!, jangan sentuh saya!!. " ucap Sheila ketika suaminya itu semakin menghimpit tubuhnya ke pintu.
Tapi tak seperti yang Sheila duga, ternyata Fajar malah memutar gagang pintu dan mendorong Sheila untuk masuk ke dalam kamar mandi.Nyaris saja Sheila terjatuh karena Fajar yang terus maju otomatis membuat dirinya terdorong kebelakang.
ketika tubuh gadis itu nyaris menyentuh lantai, Fajar segera menarik tangannya secepat kilat agar tak terjatuh, hingga mereka hampir berpelukan.
"Lemah banget sih kamu!, begitu aja mau jatuh!. " sergah Fajar yang tak bisa menutupi kekesalannya. Padahal tadi memang dia sengaja membuat Sheila terdorong mundur hingga hampir terjatuh ke lantai.Tentu saja niatnya adalah untuk memberi pelajaran pada gadis itu.
"Anda yang mendorong saya!!anda sengaja 'kan?!. " balas Sheila.
"Gadis bau seperti mu ini sangat menjijikkan. Segera mandi dan temui aku di dapur secepatnya!!" ujar Fajar sambil mendorong tubuh Sheila dengan sebelah tangannya.
Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Sheila yang kini kembali beruraikan air mata.Sepeninggalan suaminya itu, Sheila menatap kondisi tubuhnya di cermin, sungguh sangat menyedihkan sekali dirinya saat ini.Tak ada yang menyangka seorang tuan putri yang biasanya dimanja oleh kedua orang tuanya bak putri raja, kini berpenampilan awut-awutan seperti ini.
Rambutnya yang kusut dan juga bekas riasan make-up diwajahnya yang bercampur dengan kotornya debu masih terlihat.Walaupun semalam Fajar sudah menyekanya dengan lap saat ia demam tinggi, tapi itu belumlah bersih.
Segera gadis itu melepaskan seluruh pakaian yang ia kenakan, sejenak ia membayangkan saat pria itu menggantikan pakaiannya semalam karena ia tidak mengingat apapun sama sekali soal itu, ia benar-benar pingsan.
Sheila melihat di tempat gantungan handuk sudah ada handuk dan Bathrobe yang sudah tersedia.Mungkin suaminya itu yang menaruhnya disana.eh dia sudah punya suami sekarang, ia baru ingat kalau Fajar adalah suaminya 😁😁.
Gadis itu pun segera mandi, rasanya seperti menemukan sebuah oase dipadang pasir yang tandus, begitu menyegarkan.Sheila juga memoleskan sabun mandi yang wanginya semerbak ke seluruh tubuhnya sehingga membuat kulitnya yang tadinya kotor kini kembali bersih dan wangi.
Sementara itu, Fajar yang sedari tadi menunggu dirinya di dapur kini menjadi gusar, kekesalannya pada gadis itu membuatnya tidak sabar.Sudah lebih dari setengah jam ia menunggu gadis itu untuk ia perintah ini dan itu, tapi nyatanya Sheila belum datang juga ke dapur.
Pria itu menggeram, ia sangat kesal sampai-sampai ia berteriak sambil menghampiri Sheila kembali ke kamar tamu.
"SHEILA!!. " teriaknya.
Sheila yang masih berada dikamar mandi kaget mendengarnya, "Ada apalagi dengan pria itu, apa dia salah minum obat?, kenapa ia Marah-marah melulu. " kesal Sheila, ia segera menyudahi mandinya dan langsung menggunakan Bathrobe dan juga menggulung rambut nya yang basah dengan handuk.
Baru saja ia membuka pintu kamar mandi, ternyata pria yang berstatus sebagai suaminya itu sudah berdiri di depan pintu tersebut. Tentu saja melihat hal itu Sheila kaget bukan kepalang, malu.. iya.Apalagi tadi Fajar sempat menatapnya dari atas sampai ke bawah seperti sedang terpesona.
Tentu saja pria itu akan terpesona, ini pertama kalinya pria itu melihat pemandangan seindah itu dari tubuh wanita yang kemarin baru ia nikahi.
Ada getaran didadanya yang tidak dapat ia tampik, jantungnya berdegup kencang. Persis sekali saat dulu ia berdebar ketika melihat tubuh almarhumah Jihan istrinya.
"Ada apa denganku?. " bathin Fajar.
Namun lagi-lagi Fajar ingin menepis rasa itu, ia segera merubah raut wajahnya menjadi serius agar tidak terlihat semburat merona itu.
Sedangkan Sheila, saat ini ia hanya bisa terpaku sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.Khawatir kalau-kalau Fajar akan menerkamnya.
"Tapi, dimana bajuku?, aku bahkan tidak punya pakaian dalam. Tidak mungkin 'kan kalau aku seharian menggunakan Bathrobe ini?. " tanya Sheila dengan nada biasa, ia juga tidak mau memancing amarah pria itu, ia sudah tidak punya tenaga untuk berdebat sekarang,karena ia sangat lapar.
"Kruuukkkkk." bunyi perutnya.
"Cihhh, kamu kelaparan rupanya. " ujar Pria itu mengejeknya.
"Tentu saja aku lapar, dari kemaren aku belum makan." Sheila meringis merasakan pedih di dalam perutnya yang keroncongan.
"Ya sudah, cepat ikuti aku sekarang!. " ajak Pria itu.
Fajar membawanya menaiki anak tangga, Sheila ingat kemarin pernah kesini dan kamar itu lagi. Ya, Fajar membawanya ke kamar milik suaminya itu.Tapi ada yang aneh di sini, dari tadi Sheila tidak mendengar suara orang lain dirumah ini.Tidak seperti saat kemarin ia datang, suasana rumah ini ramai karena banyak pelayan yang sedang sibuk bekerja beres-beres rumah.
Sebelum memasuki pintu kamar utama itu, Sheila gugup bukan main.Jelas saja ia takut karena sekarang ia hanya mengenakan Bathrobe saja, bagaimana kalau nanti Fajar menerkamnya.Pasti dengan mudahnya pria itu akan mendapatkan dirinya,bagaimana ia akan mengelak? .
"Hey, kenapa hanya berdiri disana! ayo cepat masuk!. " panggil suaminya itu.
Sheila bergeming, ia sangat takut."Ya Tuhan, bagaimana ini. "lirihnya.
" Kamu budeg ya?!, SAYA BILANG MASUK! CEPAT SINI!!. "Fajar membentaknya lagi.
Dengan langkah takut Sheila melangkahkan kakinya yang jenjang itu ke dalam kamar suaminya.Kamar yang masih dihiasi dengan foto-foto yang menggambarkan keromantisan antara Fajar dan almarhumah Jihan dimasa lalu.Foto dimana pria pemarah itu tersenyum dan tertawa lepas tanpa beban.Sangat jauh berbeda dengan sosoknya saat ini, khususnya jika sedang berhadapan dengan dirinya.
Gadis itu hanya bisa patuh,ia tidak tahu harus bagaimana lagi sekarang,kabur juga tidak akan mungkin ia lakukan.
" Tunggu apalagi!?, cepat kamu pilih baju di lemari itu.Itu lemari pakaian istriku, kamu bisa memakainya untuk sementara waktu."ucapnya.
"Baju bekas istrinya?, jadi yang semalam itu juga?, maafkan saya ya Mbak?. " ujar Sheila sambil menatap foto Jihan yang ada didinding.
Mau tak mau ia harus memakai pakaian almarhumah,jika saja pakaiannya sudah dikirim ke rumah ini oleh kedua orang tuanya. Tapi sayang sekali, bahkan sampai saat ini orang tuanya sama sekali tidak menghubungi dirinya.
Sheila membuka lemari itu, ia melihat deretan baju-baju muslimah. Gamis dan juga setelan syar'i milik almarhumah Jihan.Ini sangat jauh berbeda dengan pakaian yang biasanya ia pakai sehari-hari.
Biasanya ia memakai pakaian yang tidak tertutup seperti ini.Kaos, kemeja, jeans,dan gaun terbuka yang selalu menjadi favoritnya. Tapi ini???, ia harus memakainya sekarang.Tidak ada pilihan lain, atau pria itu akan memarahinya lagi.
Karena melihat gadis itu hanya bengong didepan lemari, Fajar kembali membuka suaranya.
"Mau sampai kapan kamu mematut diri didepan lemari itu?.Apa kamu ingin menggoda saya?!,cepat kamu ambil setelan itu saja. Kamu tidak cocok memakai gamis syar'i seperti ini. Tapi saya harap kamu segera belajar untuk memakai hijab!. " tegas Fajar.
"B-baik..! " Jawab Sheila terbata dan langsung buru-buru ia mengambil satu setel pakaian Jihan yang berupa setelan celana. Tentu saja atas dan bawahnya panjang.
Sheila masuk kekamar mandi pria itu dan berganti pakaian disana.Selang beberapa menit, ia pun keluar dari sana.Fajar yang sedari tadi menunggu dirinya kini kembali terpukau saat melihat penampilan Sheila yang kini menyerupai almarhumah istrinya. Sejenak ia pun merasa kalau istrinya itu masih bernyawa, tapi sejenak kemudian ia sadar kalau itu adalah Sheila yang memakai pakaian Jihan.