You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me ~Part 8



Maggie menggeliat dia membuka perlahan matanya, Maggie tidak melihat siapapun bahkan melihat sisi ranjang Maggie yakin jika Maxim tidak ikut tidur di sebelahnya . terlihat dari seprai yang masih rapi seolah tak tersentuh.


Maggie bangkit dan dia mencuci wajahnya. Maggie berniat membuat sarapan untuk semua orang.Maggie hampir menjerit, dia tidak menyangka jika Maxim sudah siap dan tengah sarapan.


Kak Maxim aku akan memasak! Maggie berbicara dengan gugup.


Tidak usah, semua orang tidak ada di rumah!


berangkatlah ke Boutique dan jangan terlambat.


Maxim melenggang pergi, Maggie menghembuskan kasar napasnya. Maggie merasa tidak di anggap kehadirannya.


 


🔥🔥🔥


 


Maggie duduk di Boutique Mrs.Orlando. Maggie sedikit mencuri pandang pada pintu ruangan Maxim. tertutup, namun Maggie berharap bisa menjelaskan sesuatu pada pria itu.


Huft...


Nona Maggie, tuan Maxim memberikan ini untuk anda!


Terima Kasih, Maggie melihat amplop coklat di tangannya. apa ini? Maggie membulatkan matanya.


Surat perjanjian setelah menikah.


1.Tidak mencampuri privasi masing masing.


2.Sebatas suami dan istri hanya di depan keluarga dan rekan bisnis.


3.Menjaga Jarak ,Kau bisa berteman dengan Siapapun.


4.Dalam satu bulan Kita akan bercerai.


5.Gunakan panggilan Resmi saat di lingkungan Kantor.


6.dll


Maggie menatap jengah pada kertas sialan itu. Maggie merasa tidak terima dengan perjanjian sepihak yang tidak masuk akal.


Maggie melangkah masuk ke dalam ruangan Maxim.


Maxim menatap Maggie dengan tatapan menusuk. Bukankah Kau baru saja membaca surat perjanjian nya Ms. Peyton!


Mr. Orlando apa kau pikir kau berhak membuat perjanjian sepihak seperti ini? Maggie menggebrak meja Maxim dengan kasar.


Tenang saja Ms.Peyton Kau akan mendapatkan bagian mu? Maxim tersenyum mencemooh.


Apa Maksud perkataan mu? Maggie mengerutkan dahi.


Maxim bangkit dia menuliskan sesuatu di atas Kertas, merobeknya dan memberikannya pada Maggie.


Maggie melotot kan matanya pada Maxim, Maggie menatap tidak percaya atas tingkah Saudara Clara ini.


Apa maksud dari Check ini Kak Maxim?.


Maggie langsung mengatupkan mulutnya, saat di dengan tidak sengaja menyebut Maxim dengan panggilan Kak.


Maxim enggan menjawab. dia memilih duduk dan sibuk dengan tumpukan kertas di meja kerjanya.


Pergilah!


Bawa Check itu, Kau pasti akan membutuhkannya.


Maggie melihat ke arah Check itu, dan meraih nya. Maggie melihat Maxim tersenyum miring.


Srekkk!.


Maggie melempar potongan Kertas Check itu tepat ke wajah Maxim.Maggie pergi dengan membanting pintu ruangan Maxim.


Munafik!


Maxim tersenyum mencemooh.


 


🔥🔥🔥


 


Maggie menatap berang pada lengan Maxim yang tengah merangkulnya. Maxim tersenyum begitu manis di depan kedua Orang Tuanya.


Apa tidak terlalu cepat Maxim? Kau kan baru saja kembali? Jasmine terlihat tidak rela membiarkan Maxim dan Menantu barunya pergi.


Biarkan Saja Sayang, Kau Kan tahu? Pengantin baru membutuhkan banyak waktu untuk bersama.Aldrich cukup adil dengan mencoba menenangkan Jasmine dengan alasan logis.


Jasmine menatap Maxim dan Maggie bergantian. Jasmine lantas menoleh kepada Aldrich, dia lalu tersenyum senang.


Baiklah, Kalian boleh pergi. Kembali lah saat Maggie tengah mengandung baby Kalian.


Maxim tersenyum kaku, Maggie membatin.


Mempunyai Baby apanya, bahkan dalam satu bulan kedepannya aku bukan menantu lagi di rumah ini.


Maggie terkejut saat mendengar panggilan Maxim padanya, Secepat mungkin Maggie kembali ke alam nyata. mereka tengah berakting dan ini peran Maxim yang pura pura baik di hadapan Orang Tuanya.


 


🔥🔥🔥


 


Maxim dan Maggie melambaikan tangannya, Jasmine dan Aldrich yang akan kembali New York.


Setelah keduanya mengantar Orang Tua Maxim. Maxim dan Maggie kembali masuk ke dalam mobil.


Maggie dan Maxim hanya diam, tidak ada percakapan setelah Kedua Orang tua Maxim pergi. Maggie menatap jalanan yang dia lewati, Maggie menoleh pada Maxim.


Apa kita tidak kembali ke Mansion bibi Jasmine?


hening. Maxim tidak menyahut.


Maggie mendengus kesal.


dia ini bisu atau tuli? gerutunya dalam hati.


Sontak Maggie menoleh saat suara bariton seolah menyahuti isi hatinya.


Terlalu besar ,jika harus di tinggali kita berdua.lagi pula akan ada yang melapor pada Mom dan Dad,Jadi aku memilih apartemen untuk kita tinggali.


Maggie yang menatap Maxim Sungguh terkesima, 2 tahun tidak melihatnya secara nyata.


Maxim semakin tampan dengan segudang pesona yang dimiliki.


Maxim tidak menoleh sedikitpun pada Maggie. Maxim fokus menyetir dia bahkan seolah enggan memandang ke arah Maggie.


Kenapa tidak kau katakan sebelumnya? aku belum membawa baju bajuku ,Bisakah kita kembali sebentar untuk mengambil barang barang ku !


Berhenti lah merengek ,aku akan membeli pakaian baru untukmu !.


Cerewet Sekali ! Maxim berbicara dengan tegas.


Maggie diam, dia tidak ingin menabuh genderang perang. cukup diam mungkin lebih baik. Maggie sedang tidak mood bertengkar.


Cukup lama suasana hening dalam mobil hingga tiba tiba.


Bughh...


Astaga dasar Devil ..


Maggie menggerutu kesal ,saat Maxim menutup dengan keras pintu mobilnya.


Maggie mengikuti setiap langkah Maxim,Maggie terkadang harus berlari kecil untuk mengejar langkah lebar pria itu .


Maxim berhenti dengan mendadak ,membuat Maggie tidak sengaja menabrak punggung pria itu.


Dugh....


Maxim menoleh sebentar dengan tatapan datar.


"Maaf" Maggie menatap takut pada Maxim.


itu kamarmu, Maxim menunjuk Kamar yang berada di dekat dapur.


Maxim sendiri memasuki kamar yang satunya, Maggie lantas ikut menyusul masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Maggie menatap kamarnya, dia cukup nyaman dengan kamar yang Maxim berikan. Ralat kamar Kontrakannya, karena hanya sebulan Maggie tinggal di sini.


Maggie menatap cukup lama pada ponselnya, dia tidak tahu harus menceritakannya atau tidak pada Elsa. Perihal Surat Perjanjian antara dirinya dan Maxim.


Maggie mendengar suara pintu yang tertutup. Maggie mencoba melihat keluar kamar, dia melihat punggung Maxim berjalan keluar apartemen lalu secara otomatis pintu terkunci. Maggie memejamkan matanya, dia merasa sangat tidak di butuhkan disini.


🔥🔥🔥


Maggie Sayang tolong bantu Maxim nak, Bibi akan sangat bahagia bila Kau bersedia menjadi pendamping Maxim.


Bibi tidak bisa melihat Maxim menanggung rasa malu ini, Bibi tidak akan Sanggup melihat kehancuran hati Maxim karena Anna.


Menikahlah dengan Maxim, jadilah pengantin wanita yang akan menggantikan Anna. Maggie Bibi Mohon.


Sekelebat bayangan Saat permintaan Bibi Jasmine memintanya untuk menjadi pendamping dan pengganti Anna kembali menyeruak memory Maggie.


Maggie tertunduk lesu, entak kenapa pada saat itu iya dengan entengnya mengiyakan permintaan Bibi Jasmine yang kini menjadi Ibu mertuanya.


🔥🔥🔥


Drt drt...Maggie membuka matanya, dia mengerutkan dahi saat menyadari jika dirinya ketiduran dengan Televisi yang masih menyala. Maggie memberanikan diri membuka kamar Maxim.


Kosong dan rapi.


Jelas saja Maxim tidak kembali ke apartemen ini. dimana Pria itu tidur pun Maggie tidak tahu, walaupun status Maggie adalah Istri Maxim. Maggie merasa seperti orang asing bahkan mendapat perlakuan seperti tamu.


Masih lebih baik jadi seperti tamu, dia akan diajak berbincang sebentar. sedangkan dirinya, entahlah harus seperti apa Maggie menjelaskannya.


💋💋💋


See You ❤