You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 29



Zavier ini benar benar enak sekali!


"Ternyata Kau pandai memasak, Aku tidak yakin ingin menawari mu? Aku saja masih ingin memakannya lagi, Maggie melahap Opor Ayam buatan Zavier dengan begitu lahap".


Zavier terkekeh, ia hanya mengangguk mendengarkan semua penilaian Nona rumah ini. Maggie kini tengah menilai Masakannya, layaknya Seorang Juri dalam ajang Master Chef yang sering ia tonton.


Maggie mengelap mulutnya dengan tissue. Zavier Terima Kasih Untuk masakan yang enak ini!


Maggie berniat mencuci peralatan bekas makannya ,namun tiba tiba Suara berisik berasal dari lantai atas membuat Maggie mengurungkan niatnya.


Zavier, Tolong Kau bersihkan semua ini!


Zavier mengiyakan, dia membereskan semuanya.


 


🔥🔥🔥


 


Ya Tuhan Kak Maxim ,Kak Kau tidak seharusnya banyak bergerak dulu. "Maggie berlutut dan dengan susah payah, ia mencoba memapah Maxim kembali ke tempat tidur.


Maxim menatap Maggie, dengan tatapan mata yang entah memiliki arti apa.


Kau di sini." Maxim membuka suaranya yang masih sangat parau khas orang bangun tidur".


Kau ingin minum apa? Atau Kau ingin makan Sesuatu Kak? .


Kak,


Kak Maxim ,Kau tidak menjawab per-


Maggie berhenti berbicara karena Maxim menciumnya tanpa aba aba.


Kau tadi membangunkan Pangeran yang sedang tertidur bukan, Pangeran mu sudah terbangun. "Maxim berbicara setelah melepaskan pertautan bibir mereka".


Jangan meninggalkanku lagi, Aku minta Maaf. "Maxim memeluk Maggie dengan sangat erat".


Tolong, Maafkan aku!


Maxim semakin mengeratkan pelukannya pada Maggie.


Ada apa dengan Kak Maxim? "gumam Maggie dalam hati".


Ku mohon, Maafkan aku!


Kak, Aku tidak bisa bernapas. "Maggie sedikit kesusahan, karena pelukan Maxim sungguh sangat erat ".


Maxim melonggarkan pelukannya, lalu mengecup puncak kepala Maggie dengan sangat lama.


Maafkan aku!


Maxim kembali melontarkan kata maaf dari bibirnya.


Maggie terdiam, ia tidak mengerti mengapa Maxim berulang kali meminta maaf padanya.


Kak Maxim apa kau baik baik saja? "Maggie menggigit bibirnya sendiri, saat tidak mendapat jawaban dari Maxim ".


Apa Kau akan memaafkan aku? "Maxim balik bertanya ".


Kakak Kau bicara apa? Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan?.


Maggie melepas pelukan Maxim ,dia memberanikan diri menatap manik hitam pekat milik Maxim.


Maggie menelan kasar saliva nya, Pahatan wajah Tampan Maxim semakin terlihat gagah saat keringat dan rambut halus mulai tumbuh di sekitar rahang Maxim.


Tatapan Maggie terpaku pada ketampanan pria yang telah menjadi Suaminya itu.


Maggie mengulurkan tangannya pada rahang Maxim. Maxim memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan lembut Maggie pada wajahnya.


"Kapan terakhir Kau mencukurnya Kak?" Maggie berdecak kesal,saat Maxim kembali tidak menyahuti ucapannya.


Maggie menghentikan usapannya di rahang Maxim, dia hendak melangkah menjauhi Maxim.


Maxim menahan pergelangan tangan Maggie, dia kembali menarik Maggie ke dalam pelukannya.


Kini Maggie dan Maxim kembali bertatapan.


Aku tidak ingin apapun, aku hanya menginginkan mu!


Maggie membulatkan matanya dengan lebar saat tiba tiba Maxim mengangkat dirinya layaknya karung beras.


 


🔥🔥🔥


 


Maggie sedang memainkan jemarinya di dada bidang Maxim.Maggie dan Maxim bergelung dengan satu selimut yang menutupi tubuh keduanya.Maggie menatap Maxim dengan tatapan memuja, begitu pun Maxim yang terlihat gemas memainkan surau panjang Maggie.


Maggie dan Maxim menghabiskan seharian penuh bersama.Maxim dan Maggie tidak malu untuk saling menunjukkan kerinduan mereka.


Kak Maxim, apa Kau ingin menceritakan tentang Anne padaku? " Maggie mendongak ke arah Maxim, yang masih sibuk menghirup aroma fruit dari Surau panjang Maggie".


Gerakan tangan Maxim ,pada puncak kepala Maggie terhenti.Maxim menundukkan matanya, kembali pandangan keduanya bertemu.


Maxim mengecup bibir Maggie sesaat,lalu menggeleng.


Anne sudah tiada, hanya itu yang perlu Kau tahu. "Maggie mendongak menatap Maxim yang mendadak bersuara".


Maxim menyugar rambutnya dengan jari tangan. Maggie hampir saja meneteskan air liurnya, saat Maxim melakukan hal yang menurutnya Seksi itu.


🔥🔥🔥


 


Kak Maxim ini bagus tidak? "Maggie menunjukkan Dress Berlengan panjang,namun belahan dadanya sangatlah rendah".


Maxim mengangguk, Kau pantas mengenakan apapun. "Maggie mengerucutkan bibirnya dengan kesal".


Sebenarnya aku ingin sekali menanyakan alasan dibalik kepergian Kak Maxim selama sebulan ini, tapi aku takut mendengar jawaban Kak Maxim yang mungkin tidak ingin ku dengar.


Maggie berdialog dengan isi kepalanya sendiri, hingga Maggie tidak mendengar panggilan Maxim.


Maggie...


Are you oke? " Maxim melambaikan tangannya di hadapan wajah Maggie".


Maggie tersentak saat Maxim mencubit hidungnya.


Aw..


Maxim tersenyum kecil,Maggie yang melihat itu ikut tersenyum.


Mengapa Kau tersenyum? " Maxim mengerutkan dahinya ".


Aku hanya mengikuti mu Kak." Maggie menatap Maxim dengan tatapan penuh cinta".


Jadi Kau mengikuti gerakan ku? " Maxim menatap Maggie dengan alis terangkat".


Maggie hanya menganggukkan kepalanya.


Jika aku seperti ini, Kau akan bagaimana? "Maxim menjulurkan lidahnya, dengan raut wajah yang dibuat sejelek mungkin ".


"Maka aku mengikuti mu Seperti ini ,Maggie ikut menjulurkan lidahnya dan memasang wajah jeleknya".


Maxim terkekeh, dia tersenyum kembali dan merangkul bahu Maggie.


Kau ini Lucu sekali! " Maxim tertawa lepas".


kembali Maggie dibuat terpana,akan sikap manis pria itu. Sebegitu Istimewanya Maxim untuk Maggie ,hingga suara tawanya saja begitu merdu di telinga Maggie.


"Kau sudah selesai bukan,Sebaiknya Kita segera pulang .Bagaimana menurutmu ?" Maxim kembali mencubit hidung Maggie karena Maggie kembali melamun.


Kau ini, jangan terlalu sering melamun kan sesuatu?" Maxim berdecak malas ".


Memangnya kenapa Kak? "Maggie bertanya dengan wajah polosnya".


"Kau akan terlihat sangat lucu saat melamun".


Maxim menuntun Maggie ke arah Kasir, Maxim melakukan pembayaran. Maxim menenteng Paper bag di tangannya, dia dan Maggie masuk ke dalam mobil.


Zavier yang melihat Maxim dan Maggie nampak bahagia ikut tersenyum, Maxim dan Maggie saling berpegangan tangan.


Maxim menekan sebuah tombol,hingga muncul kaca hitam,sekat pemisah antara dirinya dan bagian pengemudi.


Maggie memekik saat tiba tiba Maxim menerkam bibirnya, Maxim menatap Maggie dengan tatapan yang Maggie tahu artinya.


Maggie hanya mengikuti keinginan Maxim, setidaknya Maggie juga merindukan Semua hal tentang Maxim. Maggie bahkan tak malu untuk mengeluarkan suara suara yang mungkin akan menganggu pendengaran Zavier.


 


🔥🔥🔥


 


Maggie mengernyit saat mendapati Kepalanya terasa berputar, seketika ia membuka matanya.


Maggie menatap pemandangan yang begitu asing, Maggie merasa ranjang tempat ia terbaring sedikit bergerak.


Maggie tidak mendapati Maxim di ruangan yang sungguh sangat asing itu.


Maggie melangkah, ia keluar untuk mencari keberadaan Maxim.


Maggie membulatkan matanya, saat mendapati dirinya berada di tengah tengah lautan.


Maggie hampir menjerit, saat sebuah Suara bariton milik Maxim membuat ia sedikit terkejut.


Kau Sudah bangun?" Maxim menyesap gelas sampanye yang ia pegang ".


Kau minum Alkohol lagi Kak? " tanya Maggie dengan menatap Sebal pada Maxim ".


Sedikit, aku Maxim dengan terkekeh.


Maggie memilih mengabaikan Maxim,Maggie menatap takjub ke sekelilingnya. Maggie tidak menyangka ,Maxim akan membawanya ke tempat yang sungguh kelewat indah ini.


💋💋💋


Like dan Komennya di tunggu...


See You ❤ .