
Seorang Wanita berpakaian lusuh menangis di sebuah lorong gelap, dia menekuk kedua Kakinya dengan memeluk dirinya sendiri.
Keheningan malam itu, dihiasi isak tangis seorang Wanita yang menangis tersedu di sebuah lorong jalanan yang gelap dan Sepi.
Di sisi lain, Maggie memberikan obat pada Maxim dengan menyiapkan beberapa pil di tangannya.
Maxim meminum obat yang di berikan Maggie, dia menelan semua pil yang Maggie berikan.
Maxim tidak sengaja menumpahkan air hingga mengenai bajunya sendiri.
Astaga Kak.Lain Kali berhati hati lah!
Maggie mendekat dia mencoba membantu Maxim, dengan mengelap baju Maxim.
Lepaskan saja pakaianmu Kak, Kau tidak mungkin memakai pakaian basah untuk tidur.
Maxim mendapat sekelebat bayangan, namun dengan gambaran yang tidak jelas.
Ahh...
Kak Maxim jangan terlalu memikirkan apapun, aku akan menunggu mu mengingat semuanya.
Maxim menatap Maggie dengan tatapan setajam mata elang.
Mengapa aku merasa nyaman dengan tatapan Wanita ini,Mata sewarna madu miliknya sungguh indah." Maxim bergumam dalam hati".
Apa yang Kita lakukan sebelum tidur? Spontan saja, Maggie menatap Maxim dengan dahi mengerut.
Kenapa Kau menanyakan itu Kak? "Maggie menatap Maxim dengan bingung".
Maxim menggeleng, dia memilih menatap kearah lain. Mengapa juga mulutnya menanyakan pertanyaan konyol seperti itu.
Maggie tidak lagi merespon, ia lelah dan hanya ingin memejamkan matanya.
Maggie dan Maxim tertidur dengan saling memunggungi. Maggie ingin sekali memeluk Maxim seperti sebelumnya, namun ,-
Tunggu,bukankah tadi Kak Maxim tadi menanyakan tentang kegiatan Mereka sebelum tidur?
Mengapa tidak aku katakan, jika aku dan dia selalu berpelukan sebelum tidur. Maggie menggigit bibir bawahnya, dia mengulum senyum berniat ingin mengatakannya pada Maxim.
Kak Maxim apa kau sudah tidur? " Maggie membalikkan tubuhnya".
Maggie menatap punggung polos Maxim di hadapannya, Maggie menelan kasar Saliva nya.
Terdengar dengkuran halus Maxim, Maggie mengerucutkan bibirnya. Maggie lalu tertidur dengan menatap Punggung polos Maxim sebagai pemandangan matanya hingga benar benar terpejam.
🔥🔥🔥
Maxim yang terbangun lebih dulu menatap Maggie dengan sangat intens. Maxim menelan kasar Saliva nya saat satu kancing piyama Maggie terlepas, membuat Maggie terlihat sangat menggoda dengan posisi tidur yang sangat menguntungkan Maxim.
Maggie merenggangkan otot ototnya, dia meletakkan kedua tangannya di atas kepala.
Maxim menatapnya dengan tatapan entah yang seperti apa. Maxim mencoba mengingat sesuatu namun kepalanya kembali berdenyut.
Ahh.... Sial!
Maggie mengerjapkan matanya saat mendengar rintihan Maxim.
Kak Maxim ,Apa yang terjadi Kak?
Maxim memegangi kepalanya dengan tidak memindahkan tatapannya dari Maggie.
Maggie bangun dia terlihat sangat panik, hingga tanpa Maggie sadari mata Maggie menangkap Maxim tengah menatap dirinya dengan intens.
Apa yang Kak Maxim lihat? "gumam Maggie dalam hati".
Kak Maxim Kau, -
Maggie menutupi piyamanya yang setengah terbuka, dia mendadak merasa malu karena kancing bajunya terlepas.
Maggie segera berlari ke arah kamar Mandi, Maxim menatap tidak percaya pada Maggie.
Mengapa tingkah Wanita itu sungguh menggelikan, bukankah aku dan dia suami Istri. Mengapa dia merasa malu saat aku menatap payudaranya.bukankah itu wajar? gumam Maxim dengan terkekeh.
Dasar menyebalkan, apa apaan ini!
Kak Maxim hilang ingatan,tapi tidak dengan sikap Mesumnya.
Astaga, bagaimana bisa Kancingnya terlepas,Maggie menggerutu dengan kesal. Mengapa rasanya piyama ini sempit sekali! timpalnya lagi.
🔥🔥🔥
Maxim mengernyit saat sekelebat bayangan Seorang pria mencium Surau Wanita melintas di benaknya.
Maxim mengulurkan tangannya, dia mengusap surau Maggie lalu dihirupnya aroma Fruit itu.
Maggie menatap Maxim dari balik cermin, Maxim tidak merasakan sakit lagi di kepalanya.
Maggie memejamkan matanya saat Maxim dengan lembut mengecup leher belakang Maggie.
Tok tok tok....
Maxim, Maggie...
Maggie mendorong Maxim menjauh darinya, Maxim menggaruk lehernya yang tidak gatal.
itu pasti Mommy, aku akan melihatnya. "Maggie berlari membuka pintu, benar saja Ibunya berada di balik pintu".
Maggie mengernyit saat mendapati Wajah Jasmine yang nampak gelisah, juga Aldrich yang kelihatan aneh.
Ada Apa dengan Daddy dan Mommy ? Mengapa mereka nampak gelisah? "batin Maggie".
Daddy, Mommy ada apa? "Maxim bertanya dengan menatap gelagat aneh kedua orang tuanya".
Ada Seseorang yang ingin bertemu Maxim. "Jasmine menatap Maggie dengan kegelisahan, yang terpancar dengan jelas di wajahnya".
Maggie dan Maxim berjalan menuju ke ruang tamu. bahu Maggie melemas, melihat seorang Wanita yang duduk dengan keadaan yang tidak bisa di katakan baik.
Maxim membulatkan matanya, saat melihat Anna berada di ruang tamu dengan keadaan lusuh dan kotor.
Maxim...
Anna berlari memeluk Maxim ,Maggie menatap nanar Pemandangan Anna yang memeluk suaminya.
Hati Maggie merasa hancur,Maggie menatap dengan mata yang buram. Seketika Maggie memundurkan langkahnya, dia tidak mengerti mengapa Anna bisa ada di Mansion utama milik Maxim dan Keluarganya.
Anna apa yang terjadi denganmu? Kau kelihatan tak terurus, Maxim memeluk Anna dengan mengelus punggung wanita itu.
Maggie menatap Maxim dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
Seketika,Maxim memusatkan perhatiannya pada Anna dan melupakan Maggie dan juga kedua orang tuanya.
Maxim membawa Anna ke kamarnya, dia melewati Maggie begitu saja.
Hancur sudah, air mata Maggie tak terbendung. Air bening itu meluncur bebas, membasahi kedua pipi Maggie.
Maggie, Mommy dan Daddy sungguh tidak mengetahui jika Anna akan datang kemari!
Jasmine menekuk wajahnya, meski awalnya ia pernah meminta Maggie untuk mencari Anna agar ingatan Maxim kembali. Jasmine kini menyesali ucapannya, ia melihat Anna malah seakan memberi jarak pada Maxim dan Maggie.
Maxim menunggu di sisi ranjang, dia meminta pelayan untuk membantu Anna membersihkan dirinya.
Anna keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi,Anna berlari ke arah Maxim dan memeluk Maxim dengan erat.Anna kembali menangis di pelukan Maxim, Maxim membiarkan Anna memeluknya.
Maxim tidak tega melihat Wanita yang juga pernah mengisi hatinya itu bersedih.
Maggie menatap semua itu dari ambang pintu kamar Maxim.
Maxim maafkan aku!
Maxim mengernyit, dia menatap Maggie sekilas. Maxim dapat melihat Maggie menangis dari tempat dia dan Anna duduk.
Anna aku harus, -
Tetaplah di sini Maxim, aku membutuhkanmu!
Anna mempererat pelukannya, Anna mencoba menahan Maxim yang ingin menemui Maggie.
Anna, ceritakan padaku apa yang kau alami hingga Kau kehilangan semua yang kau punya.
Maxim melepas pelukan Anna padanya, dia sedikit memberi jarak pada Anna.
Apa yang terjadi dengan Maxim? Dia seolah tidak mengingat kejadian saat aku meninggalkannya di hari pernikahan. "gumam Anna".
Anna maaf jika aku tidak mengingat beberapa hal yang mungkin satu atau dua bulan sebelumnya karena aku kehilangan separuh ingatanku."ucap Maxim ".
Anna menatap Maxim dengan kerutan di dahinya, dia menatap ke arah Maggie yang juga memandang ke arahnya.
Anna dan Maggie saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang penuh arti.
Mengapa Anna mendadak muncul kembali ke kehidupan Kak Maxim? "Maggie membatin ".
Astaga Jadi benar Malam itu Maxim, -
Anna bergumam dalam hati dengan memandang Maggie dan Maxim bergantian.
💋💋💋
See You ❤