You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 57



* Manchester, inggris.


Maggie merenggangkan otot ototnya, dia bahkan begitu sibuk hingga Maggie lupa. apa dirinya sudah makan ataukah belum?


Tok tok tok .


Maggie yang hendak membersihkan diri, mengurungkan niatnya saat mendengar pintu yang diketuk.


Maggie mengernyit saat melihat Edward berdiri di depan pintu kamarnya.


Hai Maggie..


"Edward, sedang apa Kau disini?"alis Maggie terangkat saat mendapati rekan kerjanya berkunjung ke tempat tinggalnya.


Maggie mengerucutkan bibirnya, saat Edward lagi lagi membawakan dirinya makanan.


"Maggie, aku tahu kau pasti belum makan.karena aku sedang berbaik hati, maka aku berikan makanan ini untuk mu".


Edward aku tidak bisa menerimanya, sebaiknya Kau bawa pulang saja!


ini untuk mu Maggie, terimalah!.


Edwar memaksa Maggie menerima bungkusan itu, Maggie akhirnya terpaksa menerima pemberian Edward.


"Oh iya, lanjutkan saja kegiatan mu" Maggie memicingkan matanya mendengar kalimat Edward itu.


"Apa maksudmu? " Maggie menatap tajam Edwar.


"Kau masih memakai seragam pagi tadi, pasti Kau membatalkan niatmu untuk mandi karena kedatanganku bukan. sekarang mandi dan makanlah makanannya,aku tidak betah dekat dengan seseorang yang bau keringat Sepertimu ".Edward pergi setelah mengatakan hal itu.


"Astaga, beraninya dia berkata seperti itu. Awas saja, aku akan memberinya pelajaran saat di toko besok". Lihat saja nanti!


**


Singapore.


Maxim mengusap kasar ujung bibirnya yang berdarah karena tamparan keras oleh Aldrich.


Kedatangan Aldrich dan Jasmine yang tadinya ingin menjenguk pasangan itu, kini berakhir dengan kemarahan Aldrich yang geram mendengar cerita Maxim.


Jasmine berusaha menenangkan Suaminya,Jasmine tidak ingin membuat suasana menjadi semakin kacau.Jasmine membawa Aldrich ke kamar tamu, Sementara Maxim kembali ke kamarnya sendiri.


"Aku tahu Maxim tidak akan mendengarkan perkataan ku, pergilah bicara dan nasehati putramu itu".


"Tenanglah, aku akan mencoba berbicara dengan nya". Jasmine mencoba menenangkan Aldrich.


"Aku akan melihat keadaan Maxim, tamparan mu itu pasti sangat menyakitkan untuk Maxim".Jasmine hendak melangkah meninggalkan Aldrich.


"Aku tidak menamparnya tanpa alasan Jasmine, jangan mencoba membela Maxim atas keegoisannya ini".


Jasmine hanya tersenyum, dia meninggalkan Aldrich dan mendatangi Maxim di kamarnya.


Maxim duduk di balkon kamarnya, dia tidak menoleh saat seseorang membuka pintu kamarnya.Maxim tahu, Mommy nya akan menyusulnya ke kamar.


Maxim, Mommy ingin berbicara denganmu!


"Apa Kau tahu, yang Kau lakukan itu salah besar Maxim? ".


Aku tahu Mom, tapi aku kecewa pada Maggie dia bersikap seperti anak kecil.


"Cukup Maxim, Kau berkata jika Maggie bersikap seperti anak kecil


lalu yang kau lakukan ini apa?".


"Mommy malah melihatmu yang bertingkah seperti anak kecil".Jasmine memegangi bahu putranya dan meminta Maxim untuk menatapnya.


"Jika Kau masih menganggap ku ibumu, maka dengar ini baik baik Maxim.


Mommy tahu Kau Kecewa karena gagal menjadi Seorang Ayah. namun, apa Kau lupa? bukan hanya Kau yang gagal menjadi seorang Ayah, Maggie juga gagal menjadi Seorang ibu.


Jika Kau terluka, apa kau pikir istrimu tidak terluka. Jika Kau menyalahkan Maggie maka ingatlah ini Maxim, tidak ada seorang ibu manapun di dunia ini yang ingin melukai anaknya sendiri.


Mommy sempat berpikir jika selama ini diantara kedua putra Mommy, Kau yang terbaik Maxim. namun, Mommy tidak menyangka jika kau bisa bersikap egois seperti ini.


Mommy tahu Kau menganggap Maggie salah dan bertanggung untuk kehilangan calon bayi kalian. namun, Mommy tidak bisa membenarkan sikapmu yang mengabaikan Istrimu selama ini".


"Mommy harap Kau pikirkan dan tanyakan pada dirimu sendiri?.


apakah adil jika Kau menganggap Maggie sepenuhnya bersalah? ".


Mommy ingin menantu Mommy kembali dalam keadaan sehat Maxim.Mommy tidak mau tahu bagaimanapun caranya, bawa kembali Maggie sebagai menantu rumah ini.


Jika saja dari awal Kau tidak menuruti ego mu Maxim, hal ini tidak akan terjadi. Kau hanya akan kehilangan calon bayimu,dan menurut Mommy itu juga sebuah kecelakaan. kalian bisa memiliki momongan kembali, jika memang tuhan menakdirkannya.namun, karena sikap egois mu itu kini kau kehilangan keduanya.Kau kehilangan calon bayimu beserta Ibunya, Mommy harap penyesalan mu tidak terlambat Maxim.


Maxim diam dia tidak bereaksi apapun, Maxim mencerna semua ucapan sang Mommy.


Jasmine meninggalkan Putranya, agar Maxim bisa merenungkan semua yang terjadi.


Selepas kepergian Jasmine, Maxim teringat kebiasaan Maggie yang selalu duduk di depan laptop yang berada di kamarnya.


Maxim duduk dan membuka laptop itu, awalnya Maxim tidak menemukan hal apapun. hingga sebuah file baru, mencuri perhatian Maxim.


"My babies father". Judul file itu membuat Maxim begitu penasaran dengan isi file tersebut. Jari jemari Maxim mencoba membukanya, namun file itu terkunci. Maxim mengernyitkan dahinya saat iya tengah berpikir untuk apa Maggie mengunci sebuah file.


Setelah sekian lama mencoba beberapa angka Maxim tak kunjung bisa membukanya.


**


Elsa mengepalkan tangannya, saat Jasmine menghubunginya dan menceritakan kejadian yang menimpa Maggie.Setelah mendengar itu semua, Elsa berpamitan dan menitipkan Kakaknya Leon pada Dr.Sarah.


Selama dalam perjalanan Elsa berusaha keras menghubungi Maggie, namun Maggie tak pernah mengangkatnya.


Maxim melihat nama Elsa di layar ponsel Maggie,Maxim hanya membiarkannya. Maxim tahu pasti apa yang terjadi jika dirinya mengangkat panggilan itu.


Adik sahabatnya itu akan mengoceh dan menceramahi nya hingga Maxim akan muntah muntah,diare,pusing dan demam mendadak.


**


Maggie tidur dengan tidak nyenyak, tidak ada satu malam pun yang Maggie nikmati di kota ini. Maggie hanya menyesuaikan diri, berharap dia bisa melupakan Maxim dan Kenangannya.


Maggie membolak-balikkan tubuhnya, saat dia hendak memejamkan matanya. Bayangan kebahagian Maggie dan Maxim di awal pernikahan,gurauan kecil serta perdebatan keduanya memenuhi otak Maggie.


Maggie tak kuasa membendung genangan air di pelupuk matanya,Maggie menenggelamkan wajahnya di bantal. Maggie akan tertidur setelah kering air matanya, dan akan terbangun dengan bantal yang basah air mata.


**


Maxim tak henti mencoba membuka file rahasia Maggie yang entah apa kata kuncinya, Mata Maxim mulai sejak tadi menatap laptop berharap kata kunci yang ia masukan benar.


"Seandainya aku bisa membuka file ini, Aku mungkin bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan mu".


Maxim menyerah,dia memilih membaringkan dirinya.Maxim kembali mengingat semua ucapan Jasmine, Maxim membenarkan semua perkataan Mommy nya.


"Mommy benar, aku dan Maggie bisa mencoba kembali untuk memiliki momongan".


Semua menjadi serumit ini karena salahku, harusnya aku ada di samping Maggie saat dia membutuhkanku. Aku memang suami yang buruk, aku bahkan melimpahkan semua kesalahan pada Maggie seorang diri.


Aku seharusnya memperhatikan Maggie, tapi yang aku lakukan malah mengabaikannya begitu saja.


"Kau Lelaki tak berguna Maxim, Kau pengecut Maxim".umpatnya pada diri sendiri.


Maxim kembali menatap laptop itu,Maxim berjanji pada dirinya sendiri.Maxim akan berusaha membuka file itu, dan segera mencari Maggie setelah mendapatkan informasi dari isi file itu.


Tidak ada yang akan baik baik saja dengan sebuah perpisahan,baik Maggie dan Maxim hanya memerlukan Waktu untuk merenungi kesalahan dan ego masing masing.


...


*Jangan Lupa Like Komen dan Vote yah .


Terima Kasih


See You❤