You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 73



Maggie membuka matanya dengan malas, dia begitu lapar di pagi buta seperti ini.Maggie mengucek kedua matanya, pemandangan pertama yang Maggie lihat tentu saja wajah damai suaminya.


"Apa Kak Maxim sudah membaca kertas pemeriksaan itu?"batinnya.


"Semua yang terjadi tidak berjalan sesuai ekspektasi ku!.


Jika aku tahu akhirnya akan seperti ini, lebih baik aku sampaikan langsung saja pada Kak Maxim tentang kehamilan ini !".gumamnya lagi.


Krucuk krucuk.


"Astaga,keras sekali suara perutku!" gerutunya.


Maggie beranjak pergi dari kamar,dia melenggang pergi ke dapur.Maggie membuka isi lemari es, Maggie tersenyum lebar saat melihat isi lemari es yang begitu penuh.


Maggie menelan ludahnya, dia tidak menemukan sereal dalam lemari es.Maggie mengerucutkan bibirnya, dia lalu menghentakkan kakinya dengan kesal .Maggie kembali masuk ke dalam kamar, dia berniat membangunkan Maxim untuk mengantarnya membeli sereal.


"Kak Maxim, Bangun lah! " Maggie menggoyangkan lengan Maxim.


"Kak Maxim Ayo Bangun! " Maggie kembali menggoyangkan lengan Maxim, mengusik tidur pulas Suaminya itu.


"Astaga, Kenapa susah sekali membangunkan mu! " gerutu Maggie.


Maggie mengedarkan pandangannya, lalu dia melihat botol air mineral di nakas. Maggie berjalan dan meraih botol itu, dia lalu menumpahkan sedikit air di tangannya untuk membangunkan Maxim.Maxim terusik oleh cipratan air yang di lakukan Maggie.Perlahan Maxim membuka matanya, dilihatnya Maggie duduk di sebelah Maxim dengan tangan memegang botol minuman.


Maxim mengerutkan dahinya, dia menatap Maggie dengan raut kebingungan.


"Maggie,Apa yang Kau lakukan? "Seru Maxim.


Kau tidak tidur,ini masih terlalu pagi! " Timpal Maxim setelah melirik jarum jam dinding, yang memang masih menunjukkan pukul 03.00 dini hari.


"Aku lapar !" saut Maggie.


Maxim menutupi mulutnya dengan tangan, saat dirinya kembali menguap karena dia benar benar masih dilanda rasa kantuk.


"Lalu mengapa masih disini, pergilah ke dapur dan makanlah sesuatu untuk mengurangi rasa laparnya!"Saut Maxim.


"Aku tidak menemukan sereal di lemari es, karena itu aku membangunkan mu! "Seru Maggie.


"Kalau begitu makan saja yang lainnya,Aku benar benar masih mengantuk Maggie".Maxim hendak memejamkan matanya lagi.


"Tidak mau, Aku hanya ingin makan Sereal Saja! " Maggie mengerucutkan bibirnya.


"Astaga, Maggie Apa yang Kau lakukan? " Maxim terkejut saat Maggie membangunkan dirinya dengan menarik paksa lengan Maxim Sekuat tenaga.


"Maggie, Hentikan! " Maxim akhirnya mengalah, dia bangkit dari tidurnya karena Maggie tak berhenti menggoyangkan lengannya.


Maggie menatap Maxim dengan tatapan memelas bak anak Kucing tengah merayu induknya.Maxim yang melihat wajah sedih Maggie, tidak bisa menolak permintaan istrinya itu.


"Baiklah,Aku akan mengantarmu ke Supermarket! " Seru Maxim seraya menyibak selimut.


Pakai mantel dan tunggu lah di mobil! " perintah Maxim yang di iyakan Maggie, Maggie meraih mantel dan melakukan titah Maxim.


Maxim mencuci wajahnya, dia meraih kunci mobil saat Maxim meraih kunci yang masih tersimpan di saku celananya tanpa sengaja gantungan Kunci yang di berikan Maggie ikut terjatuh.


Maxim meraih gantungan kunci itu, lalu membawanya. Maxim menyusul Maggie yang terlebih dulu menunggu mobil. Maxim memasuki mobil, dia memasang gantungan kunci itu tepat di depan kaca spion mobil.Maggie mengernyit melihat tingkah Maxim,Maggie sedikit kecewa karena Maxim belum juga menyadari kehamilannya.


"Ada Apa? "tanya Maxim melihat Maggie yang terdiam, padahal sebelumnya Maggie begitu rajin mengganggunya.


"Tidak apa apa! " Maggie dan gelengan kepalanya.


Maxim melajukan kendaraannya, dia mencari Supermarket yang beroperasi 24 jam.Tidak memerlukan banyak waktu Maxim telah menemukan Supermarket yang menjadi tujuannya. Maxim menepikan kendaraannya, dia mengajak Maggie untuk segera membeli semua yang dia perlukan.


Maggie turun dia berjalan bersama Maxim yang menggandeng tangannya. Maggie melihat ke arah tangan Maxim, Maggie tersenyum melihat genggaman Maxim begitu erat pada tangannya.


"Kau lihat itu nak, Papahmu itu Pria lelet paling menggemaskan yang pernah ada! " gerutu Maggie dalam hatinya.


"Untung Saja Ayahmu tampan!.


aku jadi teringat dengan ucapan Clara,pantas saja Kak Maxim selalu kalah dalam setiap perlombaan balap sepeda.Rupanya memang dia lelet, Astaga! " Maggie terkekeh.


"Apa kau akan terus melamun?" Maxim terlihat mulai kesal pada Maggie yang masih tak bergerak satu inci pun dari tempatnya berdiri.


Maafkan Aku! " Maggie menunjukkan deretan gigi putihnya.


Maggie dan Maxim melanjutkan langkah langkahnya sampai di depan tempat sereal berada, Maggie meraih satu bungkus sereal berukuran sedang. Maggie meletakkannya ke dalam keranjang,Maxim meraih satu boks biskuit dan meraih beberapa minuman ringan. Maggie meraih beberapa bungkus snack ringan dengan berbagai varian rasa. Maxim mengernyitkan dahinya, baru kali ini dia melihat Istrinya meraih Snack.Padahal Sejauh yang Maxim ketahui,Maggie tidak suka makan makanan seperti ini.


"Apa Ada lagi yang Kau perlukan? " tanya Maxim yang tengah menenteng keranjang belanja.


"Uhm, Tidak. Aku rasa Ini sudah cukup! " Maggie dengan senyumannya.


"Baiklah, Kalau begitu Aku akan membayarnya Kau tunggu lah di mobil! " Seru Maxim yang di turuti oleh Maggie.


Maggie tersenyum melihat gantungan kunci yang berada di depannya, Maggie lalu mengelus perutnya.


"Kau lihat itu Sayang,Kado pemberian Mamah untuk hari jadi pernikahan Papah dan Mamah mu.


Kau tahu tidak? Hadiah terindah yang sebenarnya adalah kehadiranmu,Kehadiran mu lah yang nantinya menjadi pelangi untuk kehidupan Papah dan Mamah mu Sayang !" Maggie mengusap air matanya.


"Hei ,Maggie mengapa Kau menangis?" Maxim masuk dan duduk di sebelah Maggie.


"Ah, tidak tidak. ini hanya terkena debu,aku tidak menangis sungguh! " Ucap Maggie.


"Kau yakin? " Maxim tampak memindai wajah Maggie.


Maggie menganggukkan kepalanya.


"Kenapa aku rasa Maggie menutupi sesuatu dari ku? " gumam Maxim dalam hati.


"Sudahlah, mungkin hanya perasaanku saja !" timpalnya lagi dalam hati.


Maxim dan Maggie kembali ke Mansion,Maxim menjalankan mobilnya dengan hati hati karena masih sedikit mengantuk.


Maxim dan Maggie sampai di pelataran Mansion.Maggie berjalan terlebih dulu, Maxim menyusul Maggie dengan menenteng barang belanjaan.


Maxim meletakan belanjaannya di meja, Maggie segera menyambar bungkusan itu. Maggie meraih Snack lalu membuka, dan memakannya dengan lahap.


"Maggie, Bukankah Kau tadi ingin makan Sereal? " Maxim menyodorkan sereal pada Maggie.


Maggie meraih Sereal yang di berikan Maxim,lalu menghirup aroma sereal itu dari bungkusnya.kemudian Maggie meletakkan kembali Sereal itu di meja.


Maxim mengernyitkan dahinya, saat melihat Maggie tidak membuka bungkus sereal itu dan memakannya.yang Maggie lakukan hanya mencium aromanya saja lalu pergi begitu saja dari hadapannya.


Maxim memijat kepalanya, dia sungguh tidak mengerti akan tingkah Maggie akhir akhir ini.


Maxim berniat kembali ke kamarnya, dia melewati Maggie yang tengah duduk manis di depan televisi dengan cemilan Snack yang tak henti dia masukan kedalam mulut.


Maggie bahkan tidak menyadari jika Maxim tengah memperhatikan gerak geriknya. Maxim menggelengkan kepalanya, dia lalu berlalu meneruskan niatnya.


Maxim masuk ke kamarnya, dia melihat kemeja yang di kenakan saat pesta tergeletak di lantai. Maxim yang melihat itu lalu meraihnya kemeja itu dan kembali menggantungnya. Maxim melihat kertas menyembul di balik saku kemeja itu, Maxim teringat jika itu salah satu kado yang Maggie berikan.


Maxim hendak meraih kertas itu, lalu terdengar bunyi ponsel yang menghentikan niatnya. Maxim meraih ponselnya, dan mengangkat panggilan dari Tiffany.


...