You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 71



Tiffany menggerutu selepas Emma berpamitan pulang terlebih dulu,Kepergian Emma menyisakan Tiffany yang kembali duduk di meja kerjanya.


Sekelebat bayangan Daniel dan Wanita itu terlintas kembali di otak Tiffany, Tiffany yang tadinya ingin menyapa Daniel malah dibuat kesal dengan kejadian yang tak terduga tadi.


"Dimana mana semua Pria sama saja,Dasar menyebalkan!" Tiffany mencengkram ballpoint di tangannya.


"Mengapa di saat aku ingin memperbaiki hubunganku dengan Daniel.Selalu Saja ada hal yang membuatku menghentikan niatku !" keluh Tiffany.


Tiffany!.


Tiffany melotot kan matanya, sesaat dia kaget saat mendengar suara bariton milik Maxim.


"Iya Tuan? "


Tiffany tersenyum kaku di hadapan Maxim.


"Tolong Kau siapkan pesta malam nanti untuk perayaan hari pernikahanku! " Tegas Maxim yang mendapat anggukan dari Tiffany.


Tiffany menghembuskan kasar napasnya persis setelah Maxim atasannya berlalu dari hadapannya.


"Setidaknya ada yang hal yang bisa ku kerjakan untuk mengalihkan amarah ini !" Tiffany membatin.


Tiffany merapikan meja kerjanya, lalu terdengar kembali seseorang memanggil nama Tiffany.Tiffany mengerutkan dahinya, saat melihat Istri Maxim juga mendatanginya.


"Hai Tiffany ,Apa Aku mengganggumu? " Maggie melihat ke kana dan kiri ,hingga membuat Tiffany bertambah bingung.


"Tidak,Tentu Saja tidak Nyonya ! " Tiffany turut memperhatikan Maggie yang masih celingukan.


"Sebenarnya Aku ingin meminta bantuan mu Tiffany! " ucap Maggie.


"Kau Pasti ingin memintaku untuk menyiapkan pesta bukan? Jika tentang itu, Tuan Maxim telah mengatakan nya padaku Nyonya".Tiffany tersenyum .


"Uhm,Bagaimana ini? Aku tidak enak mengatakan ini pada Tiffany, Tapi aku juga telah meminta Daniel untuk menyiapkan acara ini !" batin Maggie.


"Nyonya, Ada Apa? " Suara Tiffany membuyarkan lamunan Maggie.


"Sebenarnya Aku ingin mengatakan sesuatu padamu Tiffany, Sebelum Maxim meminta mu untuk menyiapkan pesta malam nanti. Aku, Aku telah meminta seseorang untuk menyiapkan pestanya juga !".Ucap Maggie dengan terbata.


Tiffany tampak berpikir, Lalu beberapa detik kemudian Tiffany tersenyum lebar.


"Apa yang Kau pikirkan Nyonya, Jika memang sudah terjadi seperti ini biarkan saja. Aku akan ikut membantu rekan yang telah Kau mintai bantuan, dengan seperti itu bukankah semuanya akan lebih cepat selesai !" Jelas Tiffany.


"Astaga, Aku tidak berpikiran sejauh itu. Tiffany Kau memang jenius, dan Kau memecahkan masalahku! " Maggie dan pujiannya.


Tiffany tersenyum tanpa dia sadari sarannya ini, malah menempatkan dirinya dan Daniel dalam satu ruang.


"Tiffany, Tolong jangan beritahu Kak Maxim tentang rekan yang akan membantumu ini yah? " pinta Maggie.


"Baik Nyonya! " Saut Tiffany.


Bukan Tiffany jika tidak bisa menahan rasa penasarannya.Tiffany tidak tahan jika tidak bertanya.


"Uhm,Kalau boleh aku tahu, Mengapa Kau merahasiakannya dari Tuan Maxim? " tanyanya kemudian memberanikan diri.


"Kak Maxim tidak menyukai Pria itu,Untuk itu lebih baik Kak Maxim tidak mengetahuinya! " Saut Maggie.


"Oh,Jadi begitu.Baiklah aku akan melakukannya,Sesuai perintah mu Nyonya! "Saut Tiffany.


"Terimakasih Tiffany! " timpal Maggie.


"Maafkan Aku Kak Maxim, padahal dulu aku yang tidak menyukai kehadiran Daniel karena kesalahannya.namun, saat ini semuanya telah berubah karena satu hal yang membuat rasa benci ini terkikis perlahan" batin Maggie.


"Aku harap suatu saat nanti Kau juga akan memaafkan Daniel! " timpalnya kembali dalam hati.


**


Daniel meminta Renata untuk ikut membantunya menyiapkan pesta untuk Maggie.Renata dengan senang hati mengiyakan permintaan Daniel itu.


Daniel tidak menyangka jika Renata ikut menyusulnya kemari,saat Daniel hampir menabrak seorang wanita tempo hari Wanita itu tak lain adalah Renata.


Maggie dan Tiffany berjalan menuju gedung pesta yang akan menjadi tempat perayaaan hari pernikahan malam nanti.Tiffany mengiyakan saja permintaan Maggie untuk merahasiakan tentang Rekan Tiffany ini. Tiffany sendiri tidak mengerti dan belum mengetahui siapa dan karena apa identitas rekannya nya di sembunyikan.


"Daniel! "teriak Maggie.


Seketika Tiffany menghentikan langkah kakinya, dia terpaku diam di tempat saat mendengar nama yang di panggil oleh Maggie.


Daniel menoleh pada Maggie, dia tersenyum dan menemui Maggie.Daniel tidak melihat Tiffany karena tertutup Maggie, Tiffany masih mematung di tempatnya.


"Hai Daniel, Aku ingin mengenalkan seseorang padamu? " Maggie berucap seraya melihat Wanita yang berdiri tak jauh dari Daniel.


Daniel tidak memperhatikan arah pandang Maggie yang melihat ke arah Renata.


"Benarkah, memang siapa yang ingin Kau Kenalkan padaku?" Daniel tampak berpikir.


"Sekretaris Maxim, Dia akan ikut membantu menyiapkan pesta! " Maggie dan senyumannya.


Daniel terkejut mendengar ucapan Maggie yang menyebut sekretaris Maxim,Daniel tahu benar siapa sekretaris Maxim.


Daniel terlihat gelagapan ketika akan menjawab ucapan Maggie, dia terlihat gelisah mendengar dirinya akan bekerja sama dengan Tiffany.


"Tapi,


Maggie aku rasa aku tidak membutuhkan partner lain, Aku bisa menyelesaikan semuanya dengan baik dan aku pastikan akan selesai tepat pada waktunya!" terang Daniel.


"Aku tahu,pasti Kau akan mengatakan hal seperti ini. Aku hanya tidak mau membuat Kak Maxim semakin marah padaku,Sebenarnya Kak Maxim tidak menyukai keputusanku saat aku memberitahunya tentang Kau yang akan menyiapkan pesta! " Maggie tersenyum masam.


"Kau benar, Maxim pasti sangat tidak senang, mendengarnya !" timpal Daniel.


"Sudahlah lupakan saja tentang Kak Maxim, Aku jadi lupa akan tujuanku! "Maggie terkekeh.


"Daniel Siapa Wanita itu? " Renata yang tadi hanya diam mendengarkan, kini ikut bersuara.


Tiffany, Kemari lah ! " Maggie menoleh dan dia mengernyit saat melihat Tiffany berjalan menjauh.


"Kenapa Tiffany malah pergi?" gumam Maggie.


"Daniel aku akan segera kembali! " Maggie berlalu mengejar Tiffany yang mendadak berubah haluan.


"Bagaimana ini, ternyata rekanan yang di maksud Nyonya Maggie adalah Daniel! " Tiffany membatin.


Tiffany, Tunggu!


Mendengar namanya kembali di teriaki Maggie, Tiffany menghentikan langkah kakinya.


Astaga, Tiffany Kau tidak bisa menolak perintah atasanmu.Sadar Tiffany Sadar, Kau tidak bisa seenaknya. Kau harus bisa bersikap profesional! " batinnya bergumam.


Tiffany menoleh dan tersenyum canggung di hadapan Maggie.Maggie mengernyit heran melihat Tiffany seperti menyembunyikan sesuatu.


"Tiffany Apa semuanya baik baik saja? " Maggie dan rasa penasarannya.


Tiffany menganggukkan kepala mengiyakan.


"Bisa kita kembali ke dalam? " Tanya Maggie yang kembali di iyakan Tiffany lewat anggukan kepala.


**


Pesta yang dinantikan Maggie dan Maxim telah Siap dengan begitu mewah. Pesta yang di siapkan Tiffany,Daniel juga bantuan Renata itu.telah membuat seluruh Karyawan Maxim berdecak kagum,akan acara demi acara yang di siapkan.


Salah satu yang paling di tunggu adalah pesta dansa yang menjadi puncak acara, dimana Maxim dan Maggie berdansa di tengah lighting yang menyinari keduanya.


Maxim memegangi pinggang ramping Maggie, Maggie mengalungkan tangannya di leher Maxim.Seluruh mata terpusat pada kedua insan yang tengah berbahagia, merayakan usia pernikahan yang telah berjalan hingga satu tahun pertama.


Cukup lama Maxim dan Maggie berdansa dan terhanyut dalam romantisme yang membuat beberapa pasang mata merasa iri.Maggie dan Maxim seolah melupakan para karyawan yang menjadi tamu dalam acara ini.


Maxim dan Maggie saling memejamkan matanya, Maxim bahkan begitu erat memegangi pinggang Maggie.Maggie sendiri begitu erat memeluk Maxim.Keduanya benar benar terlena dalam balutan pesta dansa,rona bahagia terpancar bukan hanya dari Maxim dan Maggie.Bahkan,Semua orang yang berada di ruangan itu ikut merasakan kebahagian Maxim dan Maggie.


Maxim dan Maggie tersadar jika mereka terlalu larut dalam dansa yang begitu mesra,hingga Maggie merasa malu saat menyadari riuh tepuk tangan seluruh ruangan terdengar.


"Selamat hari pernikahan Untukmu Maggie!" ucap Maxim sembari menyatukan keningnya pada kening Maggie.


"Aku memiliki hadiah untukmu Kak Maxim!" Saut Maggie dengan tersenyum .


"Hadiah?" tanya Maxim.


Maggie mengiyakan dengan anggukan dan meminta Maxim untuk duduk di sebuah Kursi.


"Duduklah !" pinta Maggie.


Maxim mengernyit heran saat melihat Maggie malah menjauh darinya ,Maxim juga heran karena lighting yang tadi menyala ke arah dirinya dan Maggie ikut di matikan .


Gelap dan hanya itu yang tersisa ,Maxim akan bangkit dari duduknya.Lalu sebuah Cahaya lampu kembali menyala ,sebuah layar proyektor terpampang di hadapan Maxim .


Maxim mengurungkan niatnya, dia menatap layar proyektor itu dengan kerutan di dahinya. Maxim mulai penasaran dengan gambar gambar yang di tampilkan di layar tersebut.


...