You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 25



Kak Maxim Kenapa Kau berenang malam malam begini?"Maggie mendengus kesal karena Maxim malah menghabiskan waktu malamnya dengan berenang".


Maggie hanya menceburkan kedua kakinya, ia tidak ingin sakit karena terkena dinginnya air kolam renang .


Maxim mendekat dia menarik kaki Maggie ,Maggie yang terkejut reflek menjerit. Dan, -


Byurrrrrr.......


Astaga, Kak Maxim Kau gila? Maggie memegangi leher Maxim.


"Maxim menatap Maggie dengan tatapan jail. Kak Maxim Apa yang Kau lakukan?"


Maggie merasa malu saat Maxim tanpa aba aba mengecup bibirnyaa.


Kak Maxim -


Diam lah ! Maxim semakin gemas kala Maggie selalu melayangkan protesnya.


 


🔥🔥🔥


 


Maxim menggendong Maggie setelah melingkarkan handuk di tubuh wanita itu. Maxim merasa bersalah saat Maggie menggigil kedinginan karena ulah dan kejahilannya.


Kak Maxim dingin. "Maggie bergulung di dalam selimut, namun rasa dingin itu belum juga berkurang ".


Maxim melepaskan bathrobe yang dikenakan, ia menyusul Maggie masuk ke dalam selimut.


Maxim menarik Maggie agar lebih dekat dengan dirinya, di peluknya Maggie dengan erat bahkan Maxim menarik tubuh Maggie agar lebih menempel padanya.


Maxim mengelus lengan Maggie, sesekali Maxim mencium puncak kepala Maggie.


Tidurlah, aku janji tidak akan egois seperti tadi .Maxim memejamkan matanya, bayangan dirinya dan Anne yang dulu bermesraan di kolam renang terbesit di benaknya.


Maafkan aku Maggie,aku selalu menganggap Kau adalah Anne.


Maxim memandangi wajah Maggie, dengan sendirinya dia mendekatkan wajahnya dan Maxim kembali mengecup kening Maggie.


Sial....


Mengapa aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menyentuhnya?"dia Maggie Maxim ingat itu,dia bukan Anne".


Aku harus menjauh darinya, aku tidak tahu apa yang terjadi denganku? "Maxim bangkit dan meninggalkan Maggie sendirian di kamar".


*Keesokan paginya.


Maggie terkejut saat dirinya sudah berada di Apartemen, bukankah semalam dirinya dan Maxim masih berada di indonesia.


Maggie menatap cermin, pakaiannya telah di ganti. Maggie mengulum senyum ia berpikir Maxim lah yang menggantikannya.


Maggie mengernyitkan dahi, saat menyadari suasana Apartemen ini begitu sepi.


Maggie melangkah menuruni tangga, dia tidak menemukan Maxim di sana. Maggie lalu mengecek ke dapur ,dan hasilnya sama saja .Kosong ,tidak ada apapun selain dirinya sendiri.


Maggie mencoba menghubungi ponsel Maxim,namun Maggie malah semakin bingung saat ponsel pria itu sulit untuk di hubungi.


Kak Maxim kau kemana?


Kenapa perasaanku mendadak tidak nyaman?


"Entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang salah".gumamnya .


 


🔥🔥🔥


 


Maggie mengernyit saat hampir tengah malam ,Maxim tak kunjung kembali ke Apartemen. Maggie menatap makanan yang ia masak, dia sendiri belum menyentuhnya sedikitpun.


Maggie memilih tidur di sofa, menunggu Maxim kembali. dia menatap jam yang terus berputar, namun hingga matanya merasa lelah dan mengantuk. Tidak ada satupun tanda tanda Maxim akan kembali.


di sisi lain, Seorang pria menenggak puluhan botol minuman. Pria itu tampak kusut dengan penampilannya yang kacau.


Maxim menatap berang pada botol yang berjajar rapi di meja, dia memecahkan semua botol itu dengan membuangnya hingga botol itu berjatuhan ke lantai.


Beberapa Pengunjung klub menatap Maxim dengan tatapan takut, karena Maxim sendiri adalah pemilik klub tersebut .


Menyingkir dari ku! "Maxim mengabaikan Chris yang hendak menolongnya".


Bugg.....


Maafkan aku Tuan, Chris terpaksa memukul Maxim hingga pria itu jatuh tak sadarkan diri.


Chris membawa Maxim keluar dari klub, ia membawa Maxim ke Apartemennya.


Chris tidak menyangka jika klub tempat ia bekerja adalah milik suami Maggie, teman sekaligus tetangga Apartemennya.


Chris memandang Maxim dengan guratan di dahinya. Apa Maggie dan Tuan Arogan ini bertengkar, hingga Tuan Arogan ini harus mabuk mabukan seperti itu?.


Maggie terbangun saat kilatan sinar matahari menembus dinding ruang tamu.


Maggie menatap pintu yang masih tertutup, dia merapikan selimut. Maggie melangkah ke kamar, tidak ada siapapun.


Apa Kak Maxim menginap lagi di kantor sama seperti waktu itu? " Maggie bergegas membersihkan dirinya".


Maggie yang sudah selesai bersiap pergi ke kantor dengan tergesa, bahkan Maggie berangkat lebih pagi kali ini.


Maggie menghentikan Taxi, dan melaju meninggalkan Apartemen.


Selepas kepergian Maggie, Maxim yang menunggu Maggie keluar dari Apartemen bergegas memasuki Apartemen.


Maxim melangkah ke dapur untuk meredakan rasa hausnya, Maxim meraih minuman bersoda.


Maxim yang hendak melangkah ke kamar, melihat makanan yang masih berada dibalik tudung saji.


Maxim mengabaikan makanan itu, ia kembali ke kamar.Maxim meremas kasar suraunya.ia melihat ranjang yang hanya ada satu bantal, itu artinya semalam Maggie pasti menunggunya pulang.


Maxim tahu yang ia lakukan salah, tapi Maxim sendiri tidak tahu. akan sangat menyakitkan, jika Maggie tahu Kalau Maxim sama sekali tidak mencintainya. Maxim berpikir Dia hanya mencintai satu orang ,yang sayangnya orang itu sudah tiada.


Maxim yang sudah rapi dia meninggalkan Apartemen, Maxim pergi ke luar negeri mengunjungi Perusahaannya yang ada di New York.Maxim mencoba menghindari Maggie semampu yang ia bisa.


 


🔥🔥🔥


 


Maggie duduk dengan melamun, dia bahkan tidak fokus dalam menggambar desain.


Maggie semakin tidak mengerti. Maxim mendadak pergi ke New York, tanpa memberitahunya. Tanpa mengatakan apapun, semenjak mereka kembali dari Indonesia.


Maggie bahkan tidak tahu, Maxim sendiri tidak menemui atau memberikan pesan apapun padanya.


Maxim duduk di pesawat, dia memandang jauh ke langit dan awan yang menjadi pemandangan perjalanannya. Maxim merasa kekosongan dalam hatinya, eyang entah karena apa.


Apa keputusan ku sudah benar, dengan menjauh dari Maggie. membiarkan wanita itu kembali menjalani hari harinya, Aku tidak seharusnya menghancurkan hidup Maggie.


Maxim mengepalkan tangannya dengan erat, hingga buku jarinya memutih.


 


🔥🔥🔥


 


Kenapa masih belum juga tersambung? Maggie mengerucutkan bibirnya, dia sungguh kebosanan sendirian di dalam Apartemen seperti ini.


Maggie membolak balikan tubuhnya, dia benar benar tidak memiliki siapapun untuk di ajak berbicara.


Astaga,Membosankan sekali!


Aku sungguh tidak mengerti, Mengapa Kak Maxim kembali mengacuhkan ku? " Maggie menatap nanar langit langit atap kamarnya".


Sesekali Maggie melirik pintu kamar, Maggie berharap Maxim muncul dari balik pintu.


Maggie kembali tertidur setelah ia menahan mati matian rasa kantuknya ,Maggie tetap saja tidak mendapati Maxim kembali ke Apartemen.


Maggie sendiri tidak tahu kemana perginya Maxim .


💋💋💋


Like dan komennya di tunggu .... 💋


See You ❤