
Aku tidak mau. Cukup Ayah, Hentikan semua ini.Aku tidak akan merubah keputusanku.
Bagaimana bisa Ayah memutuskan semua ini dengan sepihak, Aku tidak ingin berpisah dengan Kak Maxim .
Sampai Kapanpun aku enggan berpisah dengan Kak Maxim Ayah. "Maggie berlari dengan membanting kasar pintu penghubung antara ruang keluarga dengan ruang tamu".
Maggie mengusap air matanya dengan kasar, Apa Ayahnya sungguh tidak melihat cinta di mata Maggie untuk Maxim?
Jane mengelus punggung Louis agar suaminya itu sedikit lebih tenang. Jane dapat menebak Jika Maggie akan lebih memilih mengizinkan Maxim menikah lagi, dari pada harus berpisah dengan pria itu.
Jane tahu Maggie putrinya bukanlah Wanita yang rela berbagi atau rela di duakan seperti ini. namun jika Putrinya sudah bertindak demikian dengan mengorbankan perasaannya, itu artinya Maggie benar benar memiliki rasa yang amat dalam akan hal yang sedang ia pertahankan.
*
Di lain sisi Anna yang akan keluar dari Mansion, terpaksa harus kembali masuk ke dalam Mansion karena ia melihat sesuatu yang membuatnya ketakutan.
Anna berjengit kaget saat mendapati Jasmine menatap ke arahnya dengan kerutan yang terlihat jelas di dahinya.
Bukankah Kau akan membeli gaun pernikahan bersama Maxim? Jasmine menatap ke arah jendela, namun Anna menarik tangan Jasmine.
Bibi Jasmine ,uhm itu .. bisakah Kau saja yang memilihkan gaunnya bersama Maxim." ucapnya dengan terbata".
Semakin bertambah dalam kerutan di dahi Jasmine, dia sungguh tidak mengerti mendadak Anna tidak ingin keluar untuk memilih gaunnya sendiri.
Anna ayo! kita akan terlambat ke Boutique Jika masih mengulur waktu lagi."Maxim menatap heran pada wajah Anna yang mendadak memucat".
Kau baik baik saja, Mengapa Wajahmu pucat sekali? Maxim menyentuh Wajah Anna.
Anna menggeleng, Dia menatap Maxim mencoba menutupi kegelisahannya.
Aku hanya sedikit tidak enak badan, Bisakah Kau dan Bibi Jasmine saja yang membelikan gaun pernikahan kita.
Maxim menatap sekilas pada Jasmine, yang terlihat mengangkat bahunya acuh.
Maxim kembali menatap Anna, Apa Kita perlu ke dokter untuk memastikan keadaanmu?
Anna menggelengkan kepalanya,semuanya akan bertambah Kacau jika dia memaksa untuk keluar Mansion disaat seperti ini.
Baiklah ! Aku akan pergi bersama Mommy. Maxim mengecup puncak kepala Anna, lalu berlalu keluar Mansion bersama Jasmine.
Meski Jasmine begitu enggan menyetujui pernikahan Maxim dan Anna, namun naluri seorang Ibunya seolah berkata lain. Jasmine merasa Jika Anna dan Maxim tidak akan pernah melakukan ritual pernikahan. Jasmine sendiri tidak mengerti bagaimana bisa dia berspekulasi seperti ini.
Jasmine mengiyakan permintaan Anna, untuk ikut dengan Maxim memilihkan gaun untuk Wanita itu.
Elsa menatap layar ponselnya dengan kesal, Maggie masih belum merespon panggilan nya. bahkan pesan darinya Masih belum terbaca sejak kemarin,semenjak kedatangannya kemari Elsa terus berusaha menghubungi Maggie.
Elsa memutuskan untuk keluar kamar, dia ingin melihat suasana New York siang hari .
Elsa berdiam diri di satu undakan tangga yang terakhir, kedua alisnya menyatu saat mendapati Anna tengah mengintip sesuatu dari balik tirai jendela.
Apa yang Wanita itu yang lakukan? Elsa membatin, Elsa lalu melanjutkan langkahnya.
Anna menghembuskan napasnya saat melihat situasinya telah aman.
Elsa masih mengamati gerak gerik Anna ,Elsa menghampiri Anna dan menepuk pundak wanita itu.
Kau sedang apa?
Anna segera menoleh, dia melebarkan matanya saat mendapati Elsa berdiri tepat di belakangnya.
Anna segera menutup tirai itu kembali, dia berlalu meninggalkan Elsa tanpa berkata apapun.
Elsa menatap jengah pada tingkah Anna yang seenaknya seperti ini. Elsa mencoba mengintip dari tirai itu, namun tidak ada apapun di sana.
Elsa kembali melanjutkan keinginannya untuk sekedar berjalan jalan.
*
Maggie menatap ponselnya, dia sudah lama tidak menyentuh benda pipih itu sejak pindah kemari.
Maggie membulatkan matanya saat melihat puluhan panggilan serta pesan dari Elsa.
*
Maxim menatap beberapa gaun di hadapannya dengan teliti, Maxim meletakan satu tangannya di bawah dagu.
Jasmine mengedarkan pandangannya, hingga matanya menangkap satu gaun yang membuatnya terpikat.
Jasmine membayangkan jika Maggie lah yang akan mengenakan gaun itu.bukan Anna yang ada dalam pemikirannya.
Maxim sedikit meringis saat sekelebat potongan ingatan kembali menyambangi otaknya.
Suara racauan Maxim yang sedikit mengusik telinga Jasmine itu, membuat Jasmine teralihkan dari gaun pernikahan yang tengah memikat matanya.
Maxim ada apa nak? Kepalamu sakit lagi?
Maxim mengangguk, Jasmine membantu nya untuk duduk kembali. sementara itu para pelayan Boutique itu, memberikan air putih untuk Maxim.
Rasa sakit kepala itu semakin menjadi hingga Maxim tidak sadarkan diri, Maxim kehilangan kesadarannya membuat Jasmine semakin dilanda kepanikan.
Jasmine segera menghubungi Aldrich suaminya. Aldrich yang sedang berada di Kantornya bergegas menjemput Maxim dan Jasmine di Boutique.
*
Elsa yang tengah menikmati jalan jalannya, segera kembali ke Mansion setelah mendapat kabar tentang Maxim dari Jasmine.
Anna ayo ikut ke Rumah Sakit, Elsa berdecak malas saat melihat respon Anna yang terlihat biasa saja bahkan Anna tidak nampak khawatir atau gelisah .
Anna melenggang melewati Elsa,yang membuka mulutnya lebar melihat Anna yang berjalan mendahuluinya dan masuk ke dalam Mobil.
Sesampainya di pelataran Rumah Sakit, Anna dan Elsa hendak masuk ke dalam lobi Rumah Sakit.
Elsa kau duluan saja ! aku akan menyusul nanti.
Mengapa tidak turun dan masuk bersama saja!
Tidak, Kau duluan saja!
Elsa mengerutkan dahinya, tingkah Anna semakin aneh saja! batin Elsa bergumam.
Baiklah terserah kau saja!
Elsa berjalan meninggalkan pelataran, Elsa menatap sekelilingnya banyak petugas polisi yang tengah berjaga.
Kenapa penjagaannya Ketat sekali? Elsa mengabaikan para polisi yang tengah bertugas itu, ia memilih melanjutkan langkahnya.
Anna berdecak malas, dia memikirkan cara agar bisa masuk tanpa membuat semua orang mencurigainya.
*
Ayah aku ingin menjenguk Kak Maxim? tolong buka pintunya!
Ayah...!
Ibu, Tolong aku bu. aku ingin melihat keadaan Kak Maxim.
Jane aku bilang berhenti! biarkan Maggie di dalam kamarnya.
Tapi Louis, Suaminya sedang berada di Rumah Sakit.
Laki Laki yang kau sebut Suaminya saja,tidak memikirkan perasaan putriku .Aku tidak akan membiarkan putriku menemui pria sepertinya.
Louis merebut kunci kamar Maggie dari tangan Jane, Louis pergi ke kamarnya dengan wajah kesal penuh amarah.
Jane menatap nanar kepergian Louis, Louis begitu menyayangi Maggie hingga ia dibutakan rasa sayangnya.
Louis tidak bisa memahami situasi, jika Maxim melakukan semua ini diluar kendalinya karena ingatannya bukan murni karena keinginan Maxim sendiri.
*
Anna menutupi wajahnya dengan selendang hitam, dia mengendap masuk ke dalam Rumah Sakit.
Elsa diman Anna? Kenapa dia tidak ikut bersamamu? Maxim menatap sekelilingnya dan hanya mendapati Elsa di sana.
Elsa mengangkat bahunya acuh, tadi Anna meminta ku untuk kemari terlebih dulu!
aku rasa dia sedang sakit mungkin, tingkahnya sungguh aneh sejak tadi. Elsa mendekati Maxim.
Bagaimana keadaanmu Kak?
Dokter bilang, jika kemungkinan Maxim akan kembali mengingat semuanya meski tidak secara langsung namun perlahan memorinya akan berangsur pulih."Ucap Jasmine menimpali".
Syukurlah,Aku tidak sabar melihatmu sembuh Kak! .
Maxim hanya mengangguk sebagai jawaban. ia kembali melamun memikirkan mimpinya,saat tadi ia kehilangan kesadarannya.
Maxim merasa seperti tengah bermimpi, dan Anne malah meminta Maxim untuk tidak melepaskan Maggie atau dia akan menyesal seumur hidupnya.
Anna mengepalkan tangannya, dia yang mencuri dengar percakapan Ke empat orang itu merasa terancam.
Sial ,bagaimana mungkin Maxim akan sembuh dalam waktu dekat ini.
💋💋💋
See You ❤
Terima Kasih semuanya, yang masih setia nemenin Author sejauh ini. Terima Kasih atas segala bentuk support kalian, Like, Komen dan Vote nya .
...