You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 36



Dimana Maxim?...


Anna mencoba melihat Maxim di dalam Kamar Maggie ,Maggie mendorong Anna agar menjauh dari pintu.


Kau ingin tahu dimana Kak Maxim ? Maggie menutupi pintu kamar dengan tubuhnya.


Kak Maxim sedang membersihkan dirinya, Kau tidak bisa menemuinya sekarang. "Maggie menatap tidak suka pada Anna".


Anna memutar jengah bola matanya, dia hendak menerobos masuk ke dalam kamar Maggie.


Maggie menahan pergelangan tangan Anna, Anna menatap tajam Mata Maggie dan menghentakkan cekalan tangan Maggie di lengannya.


Kau tidak berhak melarang ku Maggie, aku akan tetap menemui Maxim.


Aku tidak memerlukan izin dari siapapun!


Kau tidak bisa seenaknya masuk ke kamar orang lain Anna, aku tidak mengizinkanmu untuk masuk.


Aku tidak peduli, Minggir !


Anna mendorong Maggie hingga Maggie jatuh tersungkur.


Maggie memegangi dahinya yang terbentur dinding, Maggie meringis kesakitan akibat ulah Anna.


Maggie menatap Anna dengan mata berkaca kaca menahan sakit akibat benturan di kepalanya, Anna dan Maggie bertatapan dengan tajam dan tiba tiba, -


Plakkk....!


Sebuah Suara terdengar cukup keras mengisi keheningan suasana saat itu. Satu buah tamparan Keras mendarat di pipi Anna, Maggie tertegun melihat Jasmine yang tiba tiba berada di sana dan menampar Anna.


Mommy.... "gumam Maggie ".


Apa yang kau lakukan pada menantuku Anna?


Atas dasar apa Kau berani melukai menantuku!


Anna Kau tidak memiliki hak sama sekali disini, Kau hanya tamu Maxim yang tinggal sementara disini.


"Aku mungkin belum memiliki Status penting di rumah ini,tapi sebentar lagi aku akan menjadi calon Istri kedua Maxim Mommy Jasmine ku yang tercinta".Anna berbicara dengan gaya angkuhnya".


Anna menatap Maggie dan Jasmine bergantian.Anna tersenyum miring, dengan angkuhnya dia membanggakan dirinya seolah ucapannya akan menjadi kenyataan.


Jangan bermimpi Anna, Putraku tidak akan menikah dengan wanita sepertimu!


Jika saja Maxim tidak kehilangan ingatannya, dia tidak akan menerimamu.aku yakin putraku akan jijik dengan mu, bahkan dia tidak mau melihat wajahmu lagi Anna.


Jasmine mengabaikan Anna lalu memilih mendekat pada Maggie.Jasmine membantu Maggie untuk berdiri, Maggie menerima uluran tangan Jasmine.


Maggie menatap tidak percaya pada Jasmine yang dengan terang terangan mengutarakan semua intinya secara langsung.


Anna mengepalkan tangannya, dia merasa jengah atas semua ucapan Jasmine yang membela Maggie.


Ada apa ini? Maxim berdiri diambang pintu dengan keadaan memakai kimono.


Semua mata tertuju ke arah Maxim, Maxim terlihat mengernyitkan dahi karena mendapati Ketiga Wanita berbeda usia itu berkumpul di depan pintu kamarnya.


Anna, apa yang terjadi? ada apa dengan pipimu? "Maxim menyentuh pipi Anna".


Anna merangsek ke pelukan Maxim, dengan memasang wajah tak berdosa di hadapan Maxim.


Bibi Jasmine dan Maggie, dia melarang ku untuk bertemu dengan mu. Mereka menamparku agar aku tidak menemui lagi!


Maxim menatap Ibu dan Istrinya itu bergantian.


Kak Maxim itu semua bohong, aku-


Cukup Maggie, aku akan membawa Anna ke kamarnya.


Maxim, dengarkan dulu penjelasan Mommy!


Sebenarnya Anna, -


Mommy cukup, Kau bisa jelaskan nanti saat Anna sudah tenang. Kau seharusnya tidak bertindak seperti ini Mommy.


Maxim membawa Anna kembali ke kamarnya.


Maggie terdiam menatap punggung Maxim yang melintas di hadapannya, dengan Anna yang menggelayuti lengan Maxim.


🔥🔥🔥


Maggie melamun di kamarnya, dia ingin sekali saja mengatakan kebenarannya pada Maxim.


Jika Anna kabur dengan pria lain tepat di hari mereka seharusnya menikah,tetapi Maggie takut itu akan memperburuk keadaan dan malah membuat Maxim merasakan sakit kepala kembali, seperti saat Jasmine menceritakannya tempo lalu.


Maggie mengingat ucapan Dokter yang memintanya, untuk tidak membuat Maxim memaksa dirinya mengingat memorinya yang hilang.


Maggie tidak ingin mengambil resiko untuk masalah yang dihadapi saat ini, sedangkan resiko terbesarnya adalah keselamatan nyawa Maxim sendiri,yang akan membahayakan otaknya bila Maxim di paksa mengingat memori yang hilang dari ingatannya.


*


Anna menatap Maxim yang tengah menempelkan kompres di pipi bekas tamparan Jasmine .


Maxim, aku ingin bertanya sesuatu padamu?


Maxim menghentikan gerakan tangannya yang tengah mengobati pipi Anna, Maxim melirik sekilas pada Anna.


Apa ? "ucapnya dingin, dengan kembali melanjutkan aktifitasnya".


Diam, -


Maxim tidak menyahuti ucapan Anna,ia tetap fokus memasang kompres di pipi Anna .


Maxim, Apa Kau masih mencintaiku? Anna menahan wajah Masih dengan tangannya, Anna membawa Maxim agar menghadap kearahnya, Anna menatap Maxim dan mendekatkan wajahnya.


Cup...


Aku masih sangat mencintaimu Maxim, Anna mengecup bibir Maxim. Maxim yang awalnya diam tak bereaksi sedikit membalas kecupan Anna.


Anna tersenyum penuh kemenangan dalam hati, respon Maxim masih memberinya kesempatan. Anna tidak mau membuang waktu lagi, dia berniat menjadi Istri Maxim dengan cara apapun.


Anna meraba wajah Maxim dengan tangannya, Anna bangkit dan duduk di pangkuan Maxim.


Apa ini artinya, Kau masih mencintaiku?


Maxim mengangguk, tapi kita tidak mungkin menjalin hubungan Anna. Kau tahu jika aku sudah memiliki Istri, aku, -


Kau bisa menjadikanku Istri kedua Maxim, Anna melancarkan aksinya untuk mempermainkan emosi Maxim.


Maxim mengernyitkan dahi, dia nampak berpikir. Anna melingkarkan tangannya di leher Maxim.


Anna kembali mencium bibir Maxim, Dan Kali ini Maxim membalasnya tepat saat pintu kamar Anna terbuka .


Kak Maxim..


Maxim dan Anna menoleh, Maggie menatap kedua orang itu dengan mata yang buram . Maaf, Sepertinya aku mengganggu!


Maggie menutup pintu kamar Anna, dia berbalik dengan keadaan yang tidak baik baik saja. Maggie bergegas masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Maggie berdiri di tepi balkon menatap langit dengan nanar, matanya memanas akibat melihat kejadian tadi.


Maxim dan Anna berciuman tepat di depan matanya, Maggie yang berniat meminta maaf pada Anna karena jasmine menamparnya, malah harus menyaksikan hal yang menyakiti hatinya.


Ibu, Ayah aku merindukan kalian. Aku tidak tahu apa yang aku harus lakukan? Semua ini sungguh melelahkan, Orang yang aku cintai masih mencintai wanita lain dalam hatinya.


Dan ingatan Kak Maxim, astaga aku tidak tahu aku harus bagaimana?


Maggie, apa yang kau lakukan nak ? Maggie menoleh mendapati Jasmine berdiri tepat di belakangnya.


Mommy..


Maggie segera menormalkan raut sedihnya, dia memasang senyum termanis di wajahnya pada Jasmine.


Jasmine menangkap guratan kesedihan mencuat dari raut wajah Menantunya itu, Jasmine mengedarkan pandangannya.


Dimana Maxim? Mommy belum melihatnya sejak tadi?


Maggie menatap Jasmine dengan ragu, Kak Maxim dia.. dia, -


Apa Mommy mencari ku?


Suara Maxim menyahut dari ambang pintu, Maggie dan Jasmine menatap Maxim yang melangkah mendekat.


Jasmine tersenyum, dia mendekati putranya.


Maxim menatap Maggie, Maggie sendiri menghindari tatapan Maxim. Maggie masih merasa sakit hati setelah melihat kejadian tadi.


Jasmine menatap Maggie dan Maxim bergantian, Apa yang terjadi dengan mereka? aku harus memberikan waktu untuk keduanya, mereka harus menyelesaikan masalah mereka.


Mommy rasa Mommy harus segera menemui Daddy mu. Maxim jangan lupa Untuk minum obatmu nak, dan Maggie Kau belum makan malam. Tidak baik tidur dalam keadaan perut kosong!


Mommy pergi dulu!


Selepas kepergian Jasmine, Maggie yang tidak berniat membuka percakapan pun memilih masuk ke dalam kamar mandi.


Maggie terduduk lemas di lantai, bayangan Maxim dan Anna kembali melintas. Membuat hatinya merasa sesak, Maggie menangis tanpa bersuara.


Maxim menunggu Maggie keluar dari kamar mandi, Maxim menatap kembali ponsel miliknya dan pintu kamar mandi.


Sekelebat ingatan muncul di kepalanya, Maxim merasa ia pernah melakukan hal yang sama seperti ini.


Menunggu Maggie keluar dari kamar mandi,


Seolah sebelumnya Maxim pernah berada di posisi seperti ini.


Maggie mencuci wajahnya, setelah sedikit tenang dia keluar dari kamar mandi.


Kak Maxim apa yang Kau lakukan?


Maggie menatap Maxim karena pria itu sudah berdiri seolah menunggu dirinya keluar dari balik pintu.


Maxim menatap bibir Maggie dan Mencoba untuk menciumnya.


Maggie menggeleng keras, dia menghindari Maxim yang akan menciumnya.


Maxim menatap Maggie dengan kesal, dia mencengkeram bahu Maggie dengan kuat . Maggie meringis kesakitan, akan perlakuan kasar Maxim padanya.


....


See you 💋


Terima Kasih untuk kalian semua yang udah kasih dukungan baik like, komen dan vote nya sejauh ini.


❤❤❤