You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 35



Arnold apa yang Kau lakukan? Kau akan kemana, Kau tidak bisa meninggalkanku seperti ini!


Anna berusaha keras menahan Arnold yang akan meninggalkan Venesia tanpa dirinya.


Aku tidak pernah benar benar mencintaimu Anna, Aku hanya mencintai Tubuh dan Uangmu. Kini Kau tidak memiliki keduanya, aku tidak betah berlama lama hidup denganmu seperti ini.


Apa? Beraninya Kau mengatakan semua itu!


Kau ingin meninggalkan aku setelah semuanya aku berikan padamu, Kau tidak bisa membuang ku seperti ini Arnold.


Terserah apa yang ingin kau katakan! aku akan pergi. Arnold melangkahkan kakinya dari Hotel tempat ia dan Anna menginap.


Anna tidak tinggal diam, Anna membuntuti Arnold dari belakang. Arnold mendorong Anna, agar tidak mengejar langkahnya.


Anna kembali bangkit dan mengejar Arnold . Anna menatap Arnold dengan geram ,saat Arnold melambaikan tangannya pada seorang Wanita di seberang jalan.


Anna berusaha menyusul Langkah lebar Arnold, Anna berlari dengan sekuat tenaga.


Anna melihat Sebuah Mobil melaju dengan kencang, Anna yang melihat itu berusaha menyusul langkah Arnold .Saat Anna berhasil menyusul langkah Arnold ,dengan sekuat tenaga Anna mendorong Arnold dan, -


Brukkk.....


Seketika Arnold terpental dari bahu jalan.tubuhnya tergeletak di jalan. Anna tersenyum menatap Arnold terkapar dengan keadaan yang entah seperti apa? Anna tidak mempedulikannya, Anna melangkah menjauh saat orang orang sekitar mulai berkerumun melihat kondisi Arnold.


🔥🔥🔥


Anna meringkuk, dia tidak tahu harus melakukan apa lagi. Anna ketakutan, bayangan Arnold yang terkapar menghantui dirinya.


Anna yang tidak bisa memiliki pekerjaan di Venesia, terpaksa harus pindah dari tempat itu.belum lagi kematian Arnold, bukanlah murni kecelakaan. Anna dengan sengaja membuat pria itu celaka, Anna yang kesal karena perlakuan Arnold padanya memilih menyingkirkan Pria yang di cintai nya itu.


Anna yang sudah sampai di New York, tidak tahu harus kemana? dia duduk meringkuk berhari hari di sekitar jalanan New York.Anna bahkan seperti seorang gelandangan yang tidak memiliki tempat tinggal.


Anna pergi dari Venesia bukan karena hanya masalah keuangan dan pekerjaan, tetapi ada hal lain yang ia hindari.


Anna memutuskan untuk mencoba mengunjungi Kediaman Mansion Maxim. Seolah tengah mendapat Jack pot, Zavier pelayan rumah itu memberinya informasi yang sangat menguntungkan untuk Anna.


*


Anna terbangun dari lamunannya saat mendengar pintu kamarnya terbuka.


Mommy Jasmine, Kau disini!


aku sangat senang Kau mau menemui ku disini."Anna tersenyum pada Jasmine ".


Jangan bersikap manis di depanku Anna, Aku bukan Maxim yang akan terperdaya dengan semua ocehan mu itu."Jasmine berbicara dengan logat tegasnya".


Kau tidak lagi memiliki hak memanggilku Mommy.


Mommy, tapi Kau dan Maxim menerima ku untuk tinggal disini bukan. itu artinya kalian memaafkan ku,Mommy aku menyesal karena perbuatan ku waktu itu.


Tolong, Maafkan aku Mom. "Anna memasang wajah memelas nya di hadapan Jasmine ".


Mommy Jasmine aku hanya ingin memperbaiki Semuanya, aku ingin menebus kesalahanku."Anna menyentuh dan menggenggam tangan Jasmine".


Jasmine menyingkirkan pelan tangan Anna dari tangannya ,Jasmine lalu tersenyum.


Anna Kau Wanita yang baik seperti saudarimu, Kau dan Anne mungkin memiliki kesamaan yang sama. Hanya saja ada satu hal yang tak akan pernah terbantahkan.


Maxim kini sudah menikah dengan wanita yang menggantikan mu, Ku harap kau tidak mengganggu hubungan Putraku.


Jadi Mom kemari hanya untuk memberi peringatan padaku!


Anna menatap tidak percaya pada Jasmine.


Jasmine mengangguk, Dan satu hal lagi Anna. Aku tidak menyukai panggilan Mommy darimu, mulai saat ini berhentilah memanggilku dengan sebutan seperti itu.


Jasmine melangkah dari kamar tamu yang di tempati Anna, Anna menatap kesal pada Jasmine. tangannya terkepal, Anna menatap dengan mata merah padam pada pintu yang tertutup.


Sial....


Semua orang kini membenciku, kecuali Maxim. Aku harus segera mendapatkan Maxim kembali, Sebelum ingatan Maxim kembali aku harus membuatnya kembali menjadi milikku.


Anna bertekad keras ingin kembali bersama Maxim, bahkan cara kotor pun akan Anna lakukan untuk menggapai tujuannya.


 


🔥🔥🔥


 


Tuan Maxim ada undangan pesta untuk mu dan Nona Maggie. "Zavier menyerahkan surat undangannya kepada Maxim, Maxim yang tengah berolah raga menghentikan aktifitasnya dan Menerima undangan itu".


Maxim menyeka keringatnya, dia berjalan ke arah kamar bermaksud menemui Maggie.


Maxim membuka perlahan pintu kamarnya, Maxim tertegun melihat pemandangan di hadapannya.


Sekelebat bayangan berputar memenuhi memory kepalanya, Maxim melangkah tanpa mengalihkan tatapannya.


Tangan Maxim tergerak menutup pintu kamarnya, Maxim juga mengunci pintu itu.


Maggie mengeringkan surau nya dengan handuk di tangannya, Maggie menghentikan gerakan tangannya saat mendapati Maxim dari balik cermin.


Kak Maxim,..


Maggie berdiri seolah lama tidak bertemu dengan Maxim, Maggie beranjak memeluk Suaminya itu.


Tangan Maxim terulur membalas pelukan Istrinya itu, Maxim kembali mendapat sekelebat bayangan melintas di Memory nya.


Sekelebat Memory tentang pesta. Seorang pria yang mengenakan Tuxedo,dan perempuan yang mengenakan gaun pengantin hanya saja wajahnya tidak terlalu jelas.


Maggie mengernyit saat Maxim hanya berdiam diri tanpa bereaksi apapun.


Kak Maxim ada apa? Apa kepalamu sakit? Maggie menatap Maxim yang hanya diam menatapnya.


Maxim menggeleng, tidak aku hanya teringat sesuatu saja! . Ucapan Maxim yang lambat itu membuat Maggie bingung.


Maxim mendekatkan wajahnya, dia menarik Maggie ke dalam pelukannya.


Aku ingin memelukmu!.


Maxim mendekap Maggie, Senyum mengembang di wajah Maggie.


Mengapa tidak kau lakukan sejak kemarin, semenjak Kau kehilangan ingatan Kau berubah Kak. "Maggie mendengus kesal ".


Maxim mengernyit, dia memundurkan Wajahnya dan menatap Maggie dengan alis terangkat.


Aku berubah, Apa Kau bisa menceritakan semua kebiasaan kita selama ini. agar aku bisa kembali melakukan kegiatan kita sama seperti saat aku belum kehilangan ingatanku.


Maggie menatap dengan binar bahagia, ia mengangguk dengan antusias.


Kak Maxim Kau lihat ini, aku sengaja mengenakan kemeja mu!


Maxim menatap Maggie dari ujung Kaki hingga kepala,dengan tatapan mata yang membuat Maggie salah tingkah.


Maxim melangkah maju, dia mendekati Maggie dengan perlahan.


Maggie merasa malu di tatap seperti itu, tatapan Maxim padanya membuat Maggie salah tingkah.


Maggie menelan saliva nya, dia memundurkan langkahnya menjauh dari Maxim. sedangkan Maxim terus mendekat ke arahnya, dengan tatapan mata yang masih tertuju pada Maggie.


Kak Maxim apa yang kau lakukan Kak?.


"Maggie berucap dengan terbata, keringat dingin bermunculan membasahi dahinya".


Kenapa Kau menjauh dariku?


Aku, aku hanya gugup saja! Sergah Maggie.


Maxim terus melangkah dengan perlahan, dia berhenti saat Maggie sudah tidak bisa menghindar lagi karena terhimpit dinding


Maxim memerangkap nya diantara dirinya dan dinding.


Sekelebat ingatan dirinya bersama seorang Wanita kembali melintas, Maxim menatap kilat Mata Maggie lalu beralih ke arah bibir Wanita itu.


Maggie memberanikan diri menatap Maxim.


Apa Kau ingat, aku pernah Memakai kemeja mu Kak!


Saat itu Kau sedang ada urusan bisnis di Jepang ,dan Kau membawaku bersamamu.


Mengapa Kau mengenakan Kemeja ku?..


Maxim menatap Maggie dengan menyentuh wajah Maggie.


Karena, Pakaian ku tertinggal dan Kau baru membelikannya saat Kau sudah melakukan pertemuan dengan klien mu.


Matamu Sungguh indah, aku sangat Menyukainya.


Maggie memejamkan matanya, saat Maxim mencium kedua kelopak matanya secara bergantian.


Apa aku pernah mengatakan ini sebelumnya?


Maggie menggeleng.ini pertama kalinya Kau mengatakan itu padaku!.


Keduanya saling bertatapan hingga Maggie merasa tersipu, saat Maxim menatapnya dengan tatapan yang membuatnya menghangat karena perkataan Maxim.


Maggie melingkarkan tangannya di leher Maxim, Maggie berjinjit untuk bisa meraih bibir Maxim.


Cup...


Aku merindukanmu Kak!


Maggie hendak melepaskan diri namun Maxim mencegahnya.Maxim mengangkat Maggie ke dalam pelukannya, dia menjatuhkan Maggie di ranjang.


Maggie memejamkan matanya,saat Maxim mendaratkan Ciumannya pada keningnya.


Kak Maxim jangan!


Maggie mencegah Maxim yang akan membuka kancing kemeja yang di kenakan.


Maggie menggigit bibir bawahnya, Aku sedang berhalangan.


Apa? Maxim terkejut atas ucapan Maggie.


Maggie menangkap raut kesal dan Kecewa di wajah Maxim, bahkan Maggie tertawa dalam hati saat mendengar Maxim mengumpat.


Maxim menatap Maggie dengan wajah merah padam, Maxim memutuskan beranjak ke kamar Mandi.


Maggie menatap kepergian Maxim, dengan mengulum senyum.


Aku pikir Kak Maxim akan benar benar melupakan aku dan mengabaikan ku, ternyata aku salah. Semua itu tidak seburuk apa yang aku bayangkan.


Aku akan membuatmu mengingat kembali tentang kenangan kita selama ini, Aku yakin Kau akan kembali seperti semula. Maggie menatap pintu kamar mandi dengan senyum yang mengembang .


Tok... Tok... Tok... !


Maxim, aku ingin berbicara dengan mu!


terdengar teriakan dari balik pintu kamar Maggie dan Maxim.


Itu suara Anna, ada apa dia kemari?."Maggie berjalan menuju pintu".


Anna dan Maggie saling bertatapan di ambang pintu, Anna menatap heran pada Maggie yang mengenakan Kemeja Maxim tanpa mengenakan bawahannya.


💋💋💋


Terima kasih untuk Semua bentuk dukungannya, baik like, komen ataupun Vote kalian.


See you ❤ .