
Dua hari berlalu terasa begitu lama oleh Maggie ,Maggie mematikan sambungan Video Call dari Maxim.Maggie yang dilanda kejenuhan pun memutuskan untuk mendatangi kantor Maxim, sekaligus menghabiskan waktu kosongnya yang tidak memiliki kegiatan apapun.
Maggie meminta Supir kepercayaan Maxim untuk menjemputnya. Selang tak lama supir itu tiba, Maggie segera bergegas dan meminta supir itu mengantarnya Ke kantor.
Maggie turun dan berjalan menuju ruangan Maxim, Sesekali Maggie tersenyum membalas sapaan para karyawan Maxim.Meski sedikit ragu, karena dulu dirinya juga pernah berada di posisi mereka.
Maggie bersyukur karena para karyawan Maxim, tidak terlalu mempermasalahkan statusnya yang sekarang. Maggie juga sedikit bersyukur setidaknya karyawan Maxim menghormati dirinya seperti Mereka menghormati Maxim. Maggie sempat berpikir para karyawan Maxim akan merendahkannya namun semua tertepis seiring berjalannya waktu.
**
Tiffany menyambut kedatangan Maggie, saat melihat istri atasannya itu berjalan melewati ruangan kerjanya.
Daniel sendiri tidak menyadari jika orang yang tengah dicarinya kini berada di dekatnya, Daniel sendiri tidak begitu mengingat wajah Maggie, Karena saat itu keduanya tengah memakai topeng.
Tiffany apa kedatanganku mengganggumu?
Maggie tengah melihat meja kerja Maxim, Maggie tersenyum saat melihat bingkai foto milik dirinya dan Maxim terpajang di ruang kerja Maxim.
Sama Sekali tidak Nyonya.Jika di lihat Tuan Maxim begitu sangat mencintai anda nyonya Orlando, anda beruntung memiliki Suami Seperti Tuan Maxim.
Benarkah?
Tiffany mengangguk mengiyakan.
Bagaimana Kau tahu jika Maxim mencintaiku Tiffany?
Terlihat dari caranya saat menatapmu nyonya, Tuan tidak pernah melihat ke arah wanita lain dengan tatapan memuja.
"Aku tidak tahu, apa benar Kak Maxim mencintaiku. hingga detik ini, belum pernah aku mendengar kalimat itu terucap dari bibir Kak Maxim sendiri". Maggie membatin.
Maafkan atas sikap lancang ku nyonya, aku tidak bermaksud menilai Tuan Maxim. aku hanya,
Tidak apa Tiffany, Aku mengerti maksudmu dan aku berterima kasih atas pujian mu itu.
Maaf Nyonya jika boleh aku tahu, Ada hal penting apa yang membuatmu datang kemari nyonya?
"Tiffany jangan terlalu formal begitu, panggil saja namaku.akan terasa lebih enak di dengar dari pada panggilan nyonya, aku belum setua itu untuk di panggil Nyonya". Maggie tersenyum saat melihat gelengan kepala Tiffany.
Tidak pantas rasanya jika aku hanya memanggil namamu, bibi Emma akan memarahi aku jika mengetahuinya. Maafkan aku nyonya, aku akan memanggilmu seperti itu saja.
Ya sudahlah terserah Kau saja!
Dan iya aku kemari karena merasa bosan saja di rumah, jadi aku pikir untuk datang kemari setidaknya agar aku bisa mengobrol dan tidak merasa sendiri.
Tiffany diam mendengarkan, dia mengangguk saat Maggie mulai bercerita. Tiffany menuruti keinginan Maggie untuk menemaninya hari ini.
**
Daniel meregangkan otot ototnya ,seharian ini dirinya kembali menunggu kedatangan Maxim.Daniel tidak tahu jika Maggie bahkan tadi sempat melintasinya, saat dirinya duduk di lobi kantor.
"Aku tidak akan menyerah, sebelum mendapatkan maaf dari Istri Maxim. Aku tidak akan kembali ke Jepang".
**
Jadi, Nyonya Maggie datang ke kantor hari ini?
Iya bibi, dan Nyonya Maggie menceritakan banyak hal padaku, aku jadi menyukai Nyonya Maggie.Semua yang Bibi Katakan ternyata benar, Nyonya Maggie orang yang sangat menyenangkan dan baik hati. pantas saja, Tuan Maxim sangat mencintainya.
Sudah, habiskan makan malamnya Tiffany dan beristirahatlah."Emma mengelap mulutnya dengan tissue".
Ah, iya Baiklah Bibi.
**
Maggie merasa ingin sekali makan roti gandum yang ditaburi parutan keju, Sialnya Stok keju di dalam dapurnya habis.
"Nyonya biar aku saja yang membelikannya untuk mu".Ucap salah seorang maid.
"Tidak bibi biar aku saja, aku sudah lama tidak berbelanja sendiri".
"Tapi Nyonya Tuan meminta saya untuk tidak membiarkan anda kelelahan .Saya takut jika nanti Tuan Maxim akan marah".
"Kau tidak akan terkena amarahnya, aku yang akan mengatakannya pada Maxim".
Maid itu pergi, Maggie yang keras kepala bersikeras ingin berbelanja sendiri keluar rumah.
**
Bagaimana Keadaanmu dan Istrimu Mr.Orlando?
"Semuanya baik baik saja Mr. Wong" Maxim tersenyum dengan sangat lebar.
Kau terlihat begitu bahagia?
Kau benar sekali Mr.Wong, aku memang sedang berbahagia karena Maggie sedang mengandung calon anakku.
Sungguh kabar baik Mr.Orlando,Istriku Angela pasti sangat bahagia jika mendengar kabar ini.
"Bersulang untuk kehamilan Istrimu" Mr. Wong mengangkat gelas minumannya, Maxim ikut mengangkat gelasnya dan mereka bersulang.
**
Nyonya apa aku ikut turun?
Tidak, Kau tunggu saja di mobil aku hanya sebentar.
Maggie memasuki Super Market, Keadaan Super Market saat itu cukup ramai.Maggie mencari keberadaan Keju yang menjadi tujuannya.Maggie yang sudah menemukan keju, tiba tiba merasa ingin meminum susu bubuk ibu hamil ber varian Vanilla.
"Kenapa yang Vanila di letakan di atas, Aku jadi kesusahan untuk meraihnya.
Aku tidak mengerti,Mengapa rak ini harus begitu tinggi?"gerutunya.
Sebuah tangan ikut terulur saat Maggie berusaha meraih Susu bubuk itu,Maggie menoleh seketika dia merasa bersyukur karena ada yang membantunya.
Pria itu memberikan susu bubuk itu pada Maggie. Dahi pria itu sedikit mengerut saat melihat tulisan pada kemasan susu bubuk itu.
"Maaf nona, Jadi Apa Kau Calon Ibu muda?" tanya pria yang telah membantu Maggie.
"Benar, aku tengah mengandung .Terima Kasih atas bantuannya Tuan, aku harus segera pergi".
"Nyonya Apa ada hal lain yang ingin Kau beli?" tanya Supir kepercayaan Maxim.
Tidak ada, langsung saja pulang ke Mansion.
**
Maxim yang begitu bahagia tak henti menyebarkan kabar kehamilan Istrinya Maggie kepada rekanan kerjanya.Mr. Wong dan Angela, ikut merasakan kebahagiaan Maxim.
Maxim bahkan memberikan bonus pada beberapa karyawannya dengan menambah gaji mereka bulan ini.
Maxim terlihat sangat antusias dengan kehamilan Maggie, dan begitu menantikan kehadiran calon bayi mereka.
Maxim bahkan telah mempelajari cara merawat dan memandikan bayi lewat internet.
Aku akan menjadi seorang Ayah, Astaga!
Aku sungguh sangat menantikan ini sejak lama.Maxim terus saja menyiarkan kebahagiaan pada semua orang yang ia temui.
*
Maxim yang kini dalam perjalan pulang begitu tidak sabar ingin bertemu dengan Maggie.3 hari berpisah bukanlah waktu yang lama, namun bagi Maxim dan Maggie ini terasa seperti 3 purnama mereka berpisah.
Maggie mondar mandir di balkon kamar menanti kepulangan Maxim, Seperti seorang Putri yang tengah menanti kedatangan Pangerannya.
Maggie menggigit bibir bawahnya saat melihat Maxim telah sampai di pelataran Mansion. Maxim bergegas masuk setelah melambaikan tangannya pada Maggie yang terlihat menunggu di balkon .
Maggie berlari bak Seorang Wanita yang telah lama tidak bertemu dengan kekasihnya. Maxim melihat Maggie berlari dari atas, menuruni tangga.
Kak Maxim.....
Maggie, jalan berlarian seperti itu.
Kak Maxim...
Maggie terus saja berlari dan tidak menghiraukan ucapan Maxim.
Maggie .....!
Maxim berlari dengan sekuat tenaga, dia bahkan meneriaki nama Maggie.
....