
New York 20.00 malam.
Maggie berdiam diri memandang seisi kamar Maxim, Maggie terpaksa kembali ke New York.
Sayang? Mom tahu ini Keputusan yang sulit untuk mu, Mom ingin Kau memikirkan dengan matang sebelum memutuskannya.
Jasmine menyentuh bahu Maggie, memberi dukungan pada Menantunya itu. yang kini menghadapi momen tidak mengenakan dalam hidupnya.
Maggie hanya mengangguk, ia berbalik memeluk punggung Jasmine. Maggie menangis di bahu Jasmine, Jasmine ikut menitikkan air mata bening itu.
Sayang, Kau harus kuat. ini semua demi Maxim. Jasmine menyentuh pipi Maggie, mencium kening Maggie dengan sangat lama.
Mom, percaya dengan keputusan. Mom tahu Kau bisa bersikap dewasa nak!
Maggie diam tanpa berniat menyangkal atau menyahuti.
Mom akan melihat keadaan Maxim, Kau istirahatlah dulu.
Jasmine pergi meninggalkan Maggie, memberikan kesempatan pada Maggie untuk memikirkan semuanya.
Maggie melangkah ke arah balkon, dia memilih duduk bersandar pada dinding.
Maggie terenyuh dalam lamunan dengan segelas teh hangat di tangannya.
*
Kau Siapa?
Kak Maxim apa Kau tidak mengenaliku, Aku Maggie Kak.
"Maggie terkekeh, Maggie mengira itu hanya lelucon Maxim saja".
Aku tidak mengenalimu, Mengapa aku bisa ada di sini?
Kak Maxim sudahlah, jangan membuat lelucon seperti ini. Lelucon mu itu sangat tidak menarik. "sergah Maggie ".
Aku tidak mengenalmu, untuk apa aku berbohong. "Suara Maxim terdengar tegas, saat mengatakan itu ".
Maggie menatap Maxim dengan kerutan yang nampak dalam, Kak Maxim Kau ini bicara apa?.
Bagaimana mungkin Kau tidak mengenaliku? Aku ini is, -
Ahh...!
Maggie kebingungan menatap Maxim yang tiba tiba merintih Kesakitan. Maxim memegangi Kepalanya dengan meringis, Maggie hendak menyentuh bahu Maxim.
Jangan Menyentuhku, tolong menjauh dariku!
"Kak Maxim ada apa dengan mu? " ..
Aku bilang pergi! "Maxim berbicara dengan nada tinggi. Maggie terkejut mendengar Maxim tiba tiba mengusirnya keluar dari ruang rawatnya" .
Zach yang mendengar teriakan Maxim menyusul masuk ke dalam ruangan. Maggie yang melihat Zach, meminta Zach untuk memanggilkan Dokter.
Dokter itu memeriksa Maxim dan kembali memberikan obat penenang untuk Maxim. Maggie memutuskan membawa Maxim dan menyudahi acara liburannya, Karena Kondisi Maxim yang cidera di bagian kepala membuat ia kehilangan ingatannya.
*
Flashback off!
Maggie tersentak dari lamunan ,saat Dering ponsel miliknya menggema, memecah keheningan malamnya yang kini duduk sendirian di tepi balkon.
Maggie menatap sendu pada layar ponselnya, nama Elsa tertera pada benda pipih itu.
"Hallo?....."
Suara Elsa mengisi gendang telinga.
Ada Apa El? "Maggie berusaha bersikap biasa saat Menjawab telepon Elsa, ia tidak sanggup memikirkan semua ini.
Tidak, sebenarnya ada sesuatu yang ingin ku ceritakan padamu.
Kapan Kau akan kembali ke Singapore? Maggie ,apa Kau akan kembali saat ulang tahunku nanti?
Aku tidak bisa Elsa,aku tidak mungkin kembali ke sana dalam waktu dekat ini."Maggie mengusap kasar wajah kusamnya, matanya sembab, kini suaranya sudah bergetar menahan tangis ".
Elsa mengernyit ,saat menyadari ada sesuatu yang tampak lain.
Ada apa dengan suaramu Maggie?" Kau terdengar seperti tengah menahan tangis, Tebakan Elsa sungguh tepat sasaran".
"Apa terjadi sesuatu pada kalian di sana?".
Maggie memejamkan matanya, dia mulai terisak .Maggie tidak bisa menahan tangisnya lagi, dia menangis tanpa suara.
Maggie .. Apa Kau mendengar ku? "Elsa kembali bersuara dari balik ponsel".
Kak Maxim El, dia, -
dia tidak mengingat ku El." Kak Maxim mengalami kecelakaan, kecelakaan itu merenggut ingatannya".
Maggie kembali terisak, wanita itu menjauhkan ponsel dari telinganya. Maggie menekuk kedua kakinya, dia menenggelamkan wajahnya di lekukan Kaki.
Ya tuhan,Maggie. Bagaimana bisa semua ini terjadi?
Maggie...
Hallo, Maggie...
Elsa menatap jengah pada layar ponselnya, Maggie mematikan panggilannya secara sepihak.
🔥🔥🔥
Maggie menangis hingga tanpa terasa, dia sudah terbangun dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
Siapa yang memindahkan ku ? "Maggie bergumam dalam hatinya".
Selamat pagi sayang!
Maggie menoleh ke arah pintu yang terbuka, Jasmine ibu mertuanya berdiri dengan senyum yang terhias di bibirnya.
Maggie menatap mata Jasmine, tersirat luka dan rasa sakit dari pancaran mata Ibu mertuanya ini.
Bagaimana Mommy melakukan semua ini, dia tersenyum dengan sangat ceria di hadapanku. Sedangkan aku tahu, Mommy sangat bersedih atas keadaan Kak Maxim saat ini.
Sayang, Kau baru bangun yah? Mandilah agar kau merasa lebih segar!
Maggie mengiyakan ucapan Jasmine.
Mommy ,aku ingin bicara tentang Keputusan ku!
Jasmine menggelengkan kepala, Sayang mandilah terlebih dulu. Daddy meminta Mommy untuk mengajakmu ke ruangan Keluarga.
Kita akan membicarakan semuanya di sana sayang!
Maggie menatap Jasmine dengan kening berkerut.
Baiklah Mom,Maggie memaksakan senyumnya di hadapan Jasmine.
🔥🔥🔥
Maggie menatap Maxim dengan tatapan mata yang menyiratkan Cinta dan Luka di detik yang bersamaan.
Mengapa hanya aku yang kau lupakan Kak? "gumam Maggie dalam hati".
Maggie menatap semua orang yang menatap ke arahnya.
Maxim menekuk wajahnya, Saat Aldrich menatap Maxim dengan tatapan tajam.
Maxim dengarkan Ayahmu bicara terlebih dulu nak? " Jasmine mengelus pelan punggung putra pertamanya".
Maxim Apa Kau ingat Jika Kau sudah menikah? " Aldrich menatap Maxim dengan ragu".
Maxim menatap Ayahnya dengan dahi yang mengerut dalam, Maxim lalu menggelengkan kepalanya pelan.
Ayah apa Kau begitu ingin melihat aku menikah? Kau harus bersabar, Anna masih sibuk dengan pekerjaannya. "Maxim tersenyum saat mengatakan semua itu".
Degg...
Maggie menatap Maxim dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Anna, Suaminya bahkan masih bisa mengingat Sosok Wanita yang telah meninggalkannya di pelaminan.
Maxim duduk dengan tenang, bahkan Maxim tidak menganggap kehadiran Maggie. Maxim hanya melihat ke arah Daddy dan Mommy nya.
Kau Melupakan aku Kak, bagian ingatanmu hanya menghilangkan aku dalam pikiranmu. "gumam Maggie dalam hati".
Dad... Mom...
Apa Kau tahu dimana Anna? aku mencoba untuk menghubunginya, namun Nomor ponselnya sudah tidak aktif.
Aldrich dan Jasmine bertukar pandang, keduanya menoleh kepada Maggie yang terlihat menundukkan kepalanya.
Maxim sebaiknya, Kau istirahat dulu nak!
Jasmine bangkit dari duduknya, dia mendekat ke arah Maxim.Jasmine menuntun Maxim untuk pergi Ke kamarnya.
Jasmine mengantarkan Maxim ke kamarnya, Jasmine memutuskan kembali ke ruang Keluarga untuk menemui Aldrich dan Maggie.
Aldrich menatap Maggie dengan mata yang berkaca kaca.
Maggie, -
Maggie mendongak saat Ayah mertuanya memanggil namanya.
Iya Dad...
Maggie tersenyum pedih, menatap Aldrich dengan senyum yang coba ia tunjukkan.
Daddy tahu perasaanmu nak, Kau pasti tidak baik baik saja!.
"Daddy Kak Maxim masih mengingat Kalian. Dia mengingatmu dan Mommy, Kak Maxim bahkan Masih mengingat Anna.
Mengapa dia hanya lupa padaku Dad? Mengapa harus aku yang Kak Maxim lupakan? Mengapa?. ....
Ini tidak adil Dad,bahu Maggie bergetar hebat.
Maggie menangis dengan menahan suaranya. Jasmine yang melihat itu, berlari ke arah Maggie dengan tergesa.
Sayang, tenanglah! ini hanya sementara Waktu.
Maxim pasti akan kembali mengingat semuanya,Kau hanya perlu bersabar nak.
Maggie merangsek ke pelukan Jasmine, Jasmine memeluknya dengan sesekali mengusap punggung Maggie yang masih bergetar hebat.
Jasmine dan Aldrich saling menatap, Mata kedua orang itu beerkaca kaca. Aldrich tidak sanggup melihat Menantunya menangis seperti ini.
Jasmine menatap Maggie yang kini kembali memejamkan matanya, dengan mengelus pelan pipi Maggie. Mommy akan selalu mendukungmu nak bersabarlah !
Jasmine aku rasa kita harus menceritakannya perlahan pada Maxim ,jika dia sudah Menikah dengan Maggie ."Jasmine menoleh pada Aldrich ,dia menatap Maggie dan Aldrich bergantian sebelum mengangguk".
💋💋💋
Terima Kasih atas segala bentuk dukungannya.Baik Like,Vote,dan Komen Kalian .
See You ❤