
Anna! batinnya bergumam. Maxim mendengus kesal, saat sosok yang begitu mirip dengan Anna melintas di hadapan mobilnya.
Maggie menatap kepergian Maxim yang mendadak menepikan kendaraannya. Maggie bahkan belum sempat bertanya apapun,tapi Maxim sudah tidak nampak lagi bahkan Maggie tidak tahu kemana perginya Maxim.
Maggie mencoba menghilangkan keresahannya, ia menggigit bibirnya saat Maxim tak kunjung kembali.ia melihat jam yang melingkar manis di lengannya, Hari ini setelah kepulangan keduanya dari jepang. Aldrich dan Jasmine rupanya berkunjung kembali ke Mansion mereka yang ada di Singapore.Aldrich dan Jasmine meminta Maxim dan dirinya berkunjung kembali ke Mansion.
Arnold cepatlah!
Anna dan Arnold menghindar dari Maxim yang sempat melihat Anna. Anna merutuki kebodohan Arnold yang bisa bisanya mengajaknya berkeliling keluar rumah karena alasan bosan.Anna semakin gusar saat ia dan Maxim sempat bertatapan di jalan tadi. Anna dan Arnold melintas ketika melewati lampu lalu lintas dengan berjalan kaki. Anna dan Arnold menyebrangi jalan yang ternyata Maxim ada di tengah barisan mobil yang tengah berada di jalanan yang Anna lalui.
Arnold ini semua salahmu, jika Maxim menangkap kita berdua bagaimana? Anna mendengus kesal menatap suaminya itu.
Kalau Maxim menangkap mu dia pasti akan memanjakan mu dalam penjara cinta buta nya itu. Arnold tertawa lepas dan mendapatkan pukulan dari Anna.
Kita harus segera pergi dari sini? Arnold menggandeng tangan Anna, dia dan Anna berniat meninggalkan Singapore untuk menghindari Maxim.
Maxim berhenti di perempatan jalan, dia bingung harus melanjutkan langkahnya ke arah mana. Tadi ia mengikuti seseorang yang begitu mirip Anna ,namun sayangnya ia kehilangan jejak.
Maxim menelpon seseorang, ia meminta orang itu melacak keberadaan Anna dan Kekasihnya itu.
Maxim berbalik arah, dia kembali melangkah menuju mobil. Maxim masuk ke dalam mobil,Maggie tersenyum lega setidaknya Maxim baik baik saja.
Kak Maxim mengapa kau pergi dengan terburu buru? Kau kemana saja,aku kira kau akan meninggalkanku ? Maggie sedikit membuat lelucon,namun Maxim yang sedang dalam mode kesal mengacuhkannya .
Maxim mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi ,Maggie sempat meminta Maxim menurunkan kecepatannya tapi Maxim malah berbalik membentaknya .
Brakk ....
Maxim menutup kasar pintu mobilnya,ia meninggalkan Maggie begitu saja setelah mobilnya terparkir di halaman Mansion Aldrich.
Maggie memejamkan matanya ,ia mengusap pelan sudut matanya yang sudah berembun.Maggie menarik panjang napasnya ,ia lalu membuangnya.Maggie melakukan itu beberapa kali hingga merasa tenang .
Maxim ,dimana Istrimu nak ?"Jasmine memeluk dan mencium pipi anak pertamanya".
Maxim baru saja akan menyahuti ,namun sebuah suara terlebih dulu menyahut dari arah belakangnya .
Aku di sini bibi ,-
Maggie mendekat ,ia segera menghampiri Ibu mertuanya. Jasmine menggeleng tidak suka. ia meminta Maggie mendekat, Panggil aku Mommy sayang. Kau menantu rumah ini ! Jasmine merangkul Maggie dalam pelukannya.
Maggie melihat ke arah Maxim yang masih tidak menengok ke arahnya sedikitpun." Kau istirahat lah dulu nanti saat makan malamnya sudah siap Mommy akan memanggilmu". Jasmine hendak pergi tapi Maggie mencegahnya.
Mom...." Mommy ,bolehkah aku membantu mu saja? "aku jenuh tidak melakukan apapun, sedari tadi hanya duduk diam di pesawat dan mobil.
Jasmine mengernyitkan dahi ,tapi kemudian ia mengangguk. rasanya Jasmine juga ingin memasak bersama menantu barunya itu.
🔥🔥🔥
Oh iya Maggie, Apa Ayah dan Ibu mu ikut pindah ke singapore?" Jasmine tengah mengolah Ikan bakar ,Maggie telah menyelesaikan satu menu Ayam balado".Jasmine sengaja mengajari Maggie membuat salah satu makanan favorit putranya.
Maggie membantu mengiris sayuran, untuk di jadikan tumisan.
Tidak, Ayah dan Ibu tetap tinggal di New York.
"Kalau begitu ajaklah mereka kemari atau kau dan Maxim yang mengunjungi mereka di sana.hitung hitung sebagai jalan jalan dan kalian bisa sekalian honey moon bukan ! Jasmine tertawa kecil".
Maggie mencoba menyunggingkan senyum, ia menurut saja dengan Jasmine. itu juga bukan saran yang buruk, Maggie pun tidak memungkiri jika ia merindukan Ayah dan Ibunya.
Ahh...
Maggie meringis ketika pisau yang di gunakan tanpa sengaja menyayat jari telunjuknya.
Jasmine mengambil alih pekerjaan Maggie, Maggie mencuci jarinya di wastafel.
Maggie ,sebaiknya kau membersihkan dirimu!
lalu tolong, kau panggil Maxim dan Daddy nya untuk makan. "ucap Jasmine sembari meneruskan masakannya" .
Maggie mengiyakan, ia berlalu meninggalkan dapur.
🔥🔥🔥
Maggie tengah menatap dirinya di cermin, ia menggunakan baju Jasmine saat mertuanya itu masih muda dulu.
Baju Mommy terasa pas sekali di tubuhku, rasanya nyaman sekali!
Maggie melangkah terlebih dulu ke arah meja makan, ia dan Jasmine sibuk menata makanan di atas meja makan yang memiliki 8 buah kursi itu.
Aldrich dan Maxim berjalan beriringan, dua lelaki berbeda generasi .Kedua lelaki yang memiliki pesona itu terlihat turun dengan langkah tegap dan gagah.
Maggie sekarang tahu dari mana ketampanan Maxim itu berasal.
Maggie melirik Maxim saat, pria itu menjatuhkan tubuhnya tepat di sebelah nya. Maggie meraih nasi dan meletakkannya di piring, lalu Maggie memberikannya pada Maxim.
Aldrich dan Jasmine sudah mulai menyantap makan malam mereka,Maggie memperhatikan wajah Maxim yang begitu datar.
Kak Maxim kau ingin lauk yang mana? Ayam balado atau Ikan bakar. Maxim diam dia tidak menyahut. Maggie kembali bertanya.
Kak Maxim kau makan ini saja yah, ini pertama kalinya aku mencoba memasak Ayam balado sesuai dengan resep Mommy. Mom bilang jika ini salah satu makanan kesukaanmu.
Maggie meletakan Ayam tersebut di piring Maxim, Maxim masih tidak menyahut.
Atau ini saja, ini tumisan dengan campuran udang. Mommy yang memasaknya, rasanya sangat enak Kau pasti menyukainya.
Prang....
"Kenapa Kau berisik sekali? Aku tidak suka masakan mu, masakan mu adalah masakan terburuk".Maxim membuang semua makanan yang ada di depan nya.Maxim mendorong kursinya ke belakang ,dia berdiri dan meninggalkan Semua orang di meja makan.
Maggie menatap nanar kepergian suaminya, ia merasa malu mendapat perlakuan seperti itu di depan Ayah dan Ibu mertuanya.
Jasmine menatap heran pada Maxim yang tidak biasanya bersikap kasar seperti itu pada wanita. Maxim bukanlah Devan yang tidak bisa mengendalikan emosi.
Kau tidak apa apa? Aldrich menatap Maggie yang terlihat syok akan kejadian tadi.
Maggie lekas mengangguk, sialnya air matanya lolos begitu saja. Maggie segera menghapusnya dengan gerakan cepat.
Maggie sayang, biarkan saja Maxim pergi !
Kau lanjutkan saja makannya, biar nanti Mommy yang akan menegurnya.
Maggie duduk kembali ia meneruskan makan malamnya dengan suasana yang antah berantah. Maggie benar benar tidak menikmati makanannya, dia hanya asal mengunyah saja.
"Mengapa Kak Maxim mendadak berubah? Aku tidak mengerti dengan sikap Kak Maxim".Maggie bergumam dalam hati.
*🔥🔥🔥*
Maxim menatap foto Anna dan Anne di ponselnya. Maxim lalu mengusap foto kedua gadis itu, Maxim menggenggam ponselnya dengan erat.
"Kau tidak bisa pergi dan bahagia dengan pria sialan itu Anna? " Aku pasti bisa menemukan mu dan membuatmu kembali padaku. Maxim bertekad untuk kembali bersama Anna, wanita yang bisa menyalurkan rasa rindunya pada Anne.
Cekrek....
Maxim tidak memprotes atau menoleh pada seseorang yang membuka pintu kamarnya. Maxim tahu jika itu pasti ibunya, Maxim mengunci kembali ponselnya.
Ada Apa nak? Apa Kau punya masalah dengan pekerjaanmu?"Jasmine mendekat dan duduk di sebelah putranya itu".
Maxim menggeleng, ia lalu tidur dengan tengkurap. Jasmine yang melihat itu mencoba bersikap sabar pada Maxim.
Lalu ,Ada Apa? " Jasmine mengusap puncak kepala Maxim dengan sayang, Maxim lalu memejamkan matanya ".
Aku tadi melihat Anna Mom, -
Apa? Jasmine mengernyit
Anna dan Kekasihnya itu, mereka melintas di hadapanku Mom.
Jasmine mengernyit, lalu mengapa kau memperdulikan itu? Maxim ingatlah, sekarang Maggie Istrimu.Mommy tidak mau tahu, kau harus meminta maaf pada Maggie. Kau mempermalukannya seperti itu, dia pasti akan terluka.
Mommy akan memanggilnya untuk kemari, Kau minta maaflah padanya nanti.
💋💋💋
See you ❤